Black Trouble Part 2 (Sequel Bad Guy its My Boy)

Title: Black Trouble (Sequel Bad guy its my boy)
Author: Song_G1004
Genre: NC , Romantic , Sad
Main Casts: kim woobin (actor) and kang songgun (OC)

Other cast : Nichkhun(2pm)
Rating: +17

Annyeong all J …. Sebelum lanjut ceritanya , author mau ngucapin very gamsahamnida buat admin blog ini yang uda ngerilis “Bad guy its my boy” . Awalnya songG g percaya tulisan author dimuat disini n banyak yang suka hehehee . Udah ketimbang banyak omong … mianhae kalo di part sebelumnya and disini akan banyak typo kekekkek maklum masih belajar

===

*Songgun pov

Ding ~~ lift terbuka

Dengan segera aku bergegas memasuki koridor lantai ini yang tidak bisa dibilang biasa saja . Ini sangat mewah meskipun seperti kebanyakan kantor lainnya

*Author pov

Seorang yeoja cantik yang duduk didepan ruangan woobin tersenyum ramah ketika mengetahui yeojachingu atasannya itu datang

“annyeong haseyeo songgun-ssi “ yeoja itu menunduk hormat

“nde .. annyeong sulli-ssi ,apa woobin oppa ada ?”tanya songgun ramah

“nde ,, tuan kim sedang ada didalam “

“ah gamsahamnida sulli-ssi “

Setelah sulli membalas hormatnya , song segera masuk kedalam ruangan yang begitu luas pikir songgun jika dibandingkan dengan beberapa ruangan staff yang ia lewati tadi

Song tersenyum simpu melihat namjanya tengan tengun meneliti beberapa file didepannya . Meskipun tampak lelah , woobin tak kehilangan karismanya . Lengan kemeja putih yang digulung keatas sikunya dan dasi yang sedikit dilonggarkan membuat kesan sexy dimata song.

“annyeong oppa “ sapa song setelah meletakkan tas bekalnya diatas meja tamu yang tersedia disana dan berjalan mendekati woobin

Woobin terpelonjak kaget “annye… mwoo ? chagiyaaa” seketika woobin mendongak dg senyum dewanya mengembang senyambut songgun yang tengah menghampirinya

===

“assh … ahhhh … “ desah song disaat woobin mulai menggosokkan telunjuknya di miss v songgun yang sudah polos

Entah apa yang terjadi , niat songgun hanya mengajak namjanya untuk makan siang . Tapi semua berubah saat woobin tiba2 menyerang songgun dan menarik ke pangkuannya

“ahhhsss oppaaa ah” song menggeliat dipangkuan woobin karena pergerakan jari woobin yang begitu membuat song melayang

“hemm….” hanya itu tanggapan woobin yang serius mengulum bibir songgun

“pab-pabbooyaa arkk …. ap-apa oppa takh takkutt seseorangg mass-suk ahssss “ ucap songgun diselah desahannya

Woobin melepas ciumannya “tak akan ada yang masuk chagiya … percaya padaku ” elus lembut pipi song dengan tangan yang lain sedangkan tangan lainnya bergerak lebih cepat dibawa sana

“ahhssss … ahh ahh oppaaa” song mengeratkan cengkramannya dibahu woobin

Woobin sangat suka dengan ekspresi yeojanya yang sedang memerah seperti ini .

Happ –woobin menaikkan songggun diatas meja kerjanya yang telah kosong karena semua berkas dan file sudah disingkirkan .

Woobin menunduk dan membuka kaki song lebih lebar untuk memudahkan akses kerjanya

“ohh ohhsss ahhh” songgun medongak merasakan lidah woobin bermain disana menjilat sedikit cairan bening yang mulai keluar

“jeba-jebbal oppaaa akku … ahhh“ kata song terhenti ketik woobin menyedot kuat klitnya membuat gelombang itu akan datang

Mengetahiu song akan sampai , woobin mempercepat kerja lidahnya keluar masuk dan menggoyangkan cepat didalamnya dan sesekali menggoda klit sog

“ahh .. sttt ahhhh ssttt AHHH~” song mengejang mendapatkan pelepasan pertama sementara woobin langsung menyedot habis cairan yang keluar.

Woobin mensejajarkan menghadap songgun“saranghae …” tatapan mata elang woobin selalu membuat song tenang . Itu tatapan yang sama dengan 6 tahun lalu saat woobin menyelamatkannya di gudang

Song memang terlalu sensitif disaat seperti ini .Matanya mulai berkaca-kaca dihadapan orang terkasihnya .Song mengelap sedikit keringan woobin didahinya

“nado saranghae oppa ..” song memeluk posesif namjanya yang juga membalas pelukannya “gomawo untuk 6 tahun yang indah oppa”

“nde , akan ada 100 tahun , ah ani , bahkan ada jutaan tahun untuk kita chagiya ..” elus rambut song sayang

Woobin melepas pelukannya terlebih dahulu “kau memasak hari ini ?” tanya woobin melihat kotak bekal yang tergeletak dimeja tamu ruang ini

“emm nde .. tapi pasti sudah dingin “ nada song terdengar sedih “itu semua gara-gara oppa isst” kesal song memukul bahu kekar itu yang masih memluk pinggangnya

Song turun dari meja lalu merapikan dirinya yang berantakan .

“aku tak melakukan apa-apa chagi “ bela woobin polos sambil membantu song memakaikan dalamannya

“tck … tak melakukan apa-apa apanya “ song berjalan menuju sofa tamu itu dan duduk disana “kajja..” song menepuk sisi sofa yang kosong disampingnya

Woobin pun menurut dan duduk disamping song yang mulai membuka kotak makan.

“wahhh .. sepertinya enak ..” mata woobin berbinar melihat menu kesukaannya yang sedang menjadi menu makan siangnya

“akh-“ song mengodorkan sumpit berisi potongan kaki gurita kesukaannya

Woobin menerima dengan senang hati dan melahapnya rakus “eumm mashita chagiya … aku tak salah menjadikanmu calon istriku …”

Mendengar hal itu song tersenyum simpu dan kembali menyuapi woobin dengan nasi untuk kali ini “ah aku jadi ingat rencana kita , kau tak lupa kan oppa akan mengantarku mengambil gaun pernikahan sabtu ini “

“tentu saja tidak chagiya ,,, mana mungkin aku lupakan hal semacam itu”

Song tersenyum lebar kali ini

“jangan tersenyum saja dan ikutlah makan akh –“ kini giliran woobin yang menyuapi song dengan potongan omelet kesukaan yeojanya . Song pun menerima dengan mulut yang lebar

Ya satu bulan lagi kang songgun akan mengubah nama marganya menjadi kim songgun . Song sudah menerima ajakan woobin untuk menikah dengannya beberapa bulan lalu tepat dihari ulang tahun song yang ke 24

===

*songgu pov

Kupandangi pantulan diriku didepan sana . Apa ini benar diriku ? putri satu satunya tuan kang ? . Sungguh tak percaya jika ini benar-benar aku . Gaun putih dengan lengan panjang yang transparan ini membuat aku tampak begitu berbeda , ‘sangat cantik’ gumamku

Aku tak sabar melihat ekspresi woobin saat melihatku dengan gaun pernikahan kami yang akan berlangsung satu bulan lagi

Aku memberi isyarat pada yeoja didepanku untuk membuka horden merah yang memisahkanku dengan woobin dibaliknya

Yeoja itupun menganguk dan mulai menarik tali yang ia pegang dan perlahan hordenpun sedikit demi sedikit terbuka

Aku melihat woobin oppa tengah duduk serius membaca majalah bisnis sehingga ia masih belum tau bagaimana penampilanku sekarang

“oppa.. “ panggilku padanya

“nde “ woobin seketika mendongak melihat ku . Matanya membesar saat meneliti penampilanku dari atas ke bawah

Kini kulihat woobin menutup majalahnya dan berjalan menghampiriku “kau- ka kang songgun?”

Yak !!! lelucon macam apa itu ‘ rutukku dalam hati , tentu saja aku kang songgun

“tuntu saja oppa … bagaimana ? apa kau suka ? “ kataku sambil memutar tubuhku “apa ini berlebihan ?” kataku kini membelakanginya karena aku ingin bercermin yang ada di belakanku

“an – aniya …. kau sangat cantik yeobo “ woobin mulai memelukku dari belakang

“isshhh yeoboo? Kita belum menikah oppa “ kulihat dia hanya tersenyum

“aku mulai membiasakan memanggilmu dengan sebutan itu … kau juga nde ?” tanya woobin yang masih memelukku

“em nde … yeoboo kekekekek” aku terkikik begitu pula dengan dia

“ah … aku harus mengabadikan ini ..” aku merasakan tangan kiri woobin melepas pelukannya dan merogoh kantong jas-nya

“aishh … dimana hp ku …” kini giliran tangan kanannya yang memeriknya tiap kantong dicelananya

“sedang apa oppa?” tanya ku kini menghadapnya

“emm … aku ini membuat selca bersamamu ,,,, aishh kenapa tak ada ..”

“dasar pelupa … oppa kan menyimpannya di tasku …” aku mencari tas di sofa tadi “aishh .. dimana ya ..”

“ishh … dasar nyonya lebih pelupa … kau meninggalkan tasmu di dalam mobil chagi “ ia mencubit pipiku

“ah benarkah ?” kataku menggaruk kepalaku yang tak gatal sambil nyengir kuda

“tunggu disini eh,, oppa akan ambilkan tasmu ..” senyumnya tulus kini

“nde oppa … “ aku melihat punggungnya yang mulai menjauh melewati pintu kaca gedug ini

Ada perasaan dingin tiba-tiba menyerangku ‘ada apa?’ tanyaku sendiri yang tanpa sadar memegangi dadaku

Aku berbalik kembali melihat cermin dan berusaha tersenyum lagi “saranghae yeoboo” kataku sendiri didepan cermin. Aku berusaha menenangkan diriku kalau aku baik-baik saja . Mungkin ini banyak terjadi pada banyak calon pengantin yang akan ….

BRAAKKKK CIITTTT …..

Seketika pikiranku berhenti mendengar suara mengerikan itu . Hantaman keras … ya aku yakin itu hantaman keras yang ku dengar jantungku bergejolak hebat seketika

“oppa ..”

*aothor pov

Tanpa komando songgun berlari dengan keluar gedung dengan gaunnya itu. Itu sangat membuat song terhalang langkahnya .

Song tergesah membuka pintu gedung itu dan menangkap sosok yang sangat dicintainya tergeletak tepat disamping mobil sedan putihnya dengan hidung dan kepala bersimba darah.

“OPPAAA…..!!!!”

====

*songgun pov

Aku berharap ini hanya mimpi burukku yang aku dapatkan. Ku buka perlahan selaput mataku dan semua akan kembali seperti sedia kala . Tapi itu tak membuahkan hasil . Dia masih terbaring lemah tak berdaya , mengacuhkanku tak ajakku bicara. Satu bulan , sudah satu bulan dia masih setia dengan tidur panjangnya .Ringgkih sekali melihat namjaku terbaring ditemani puluhan alat2 kesehatan dengan kabel2 melingkar ditubuhnya membuatku tak ingin melanjutkan hidupku .

Ini sudah tepat satu bulan sejak kejadian itu , kejadian yang membuat woobinku terbaring seperti ini . Ya woobin tertabrak saat akan menyebrang setelah mengambil tasku yang tertinggal didalam mobil yang ia parkir disebrang gedung perancang busana itu . Jika memang benar ini genap satu bulan , jika tidak terjadi sesuatu dg woobin maka besok adalah hari yang paling membahagiakan untuk kami – hari pernikahan kami.

Kulirik jam kamar ini , masih jam 12 malam . Hampir setiap malam aku terbangun karena woobin oppa datang di mimpiku .

“aku merindukanmu oppa …sadarlah ….” Kukecup sela telapak tangannya yang tidak ditutupi perban infuse menyalurkan rasa kerinduanku yang memuncah. Tetes demi tetes cairan bening kini mengaliri pipiku dan membuat sedikit tangan woobin basah

“saranghae yeoboo..” aku mengeratkan genggamanku padanya memberikan rasa hangat .

“eumm…” ku mendengar eraman itu dari balik alat bantu pernafasan

“mwoo ..?” kupusatka pandanganku pada woobin oppa “op-oppa “ kulihat bola matanya yang masih terselaput kelopaknya bergerak dan tangannya yang ku genggam pun bergerak

“UISAAA..”

===

*author pov

Perlahan woobin membuka matanya saat cahaya dari senter dokter piket itu masuk ke cela matanya.

Semua masih buram menurut woobin , tapi hingga waktu berjalan beberapa saat kemudian woobin bisa melihat namja setengah tua dengan jas putihnya dan seorang yeoja yang menangis disampingnya

“oppa …hiks,,,hiks kau sadar …” woobin jelas mendengar suara itu , ia berusaha memandang yeoja itu

Iya ingin menanyakan pada yeoja itu ‘kepana kau menangis .. ada yang menyakitimu ?’ tapi sebelum woobin menanyakannya semua kembali menjadi gelap

===

“bagaimana keadaan anak saya uisanim … calon menantu saya bilang tadi malam anak saya sudah sadar tapi kenapa dia pingsan lagi ?” tanya nyonya kim penasaran dg mata yang berkaca-kaca

“tenanglah nyonya … ini sering terjadi pada kasus koma pada umumnya , anak anda mengalami pingsan kembali karena kerja syarafnya yang mulai bekerja , itu sudah awal yang baik untuk anak anda”

“apa itu berarti anak saya sudah tidak koma lagi ,?”

“anda benar nyonya ,, pagi ini saya sudah menyuntikkan obat penguat syaraf agar anak anda dapat sadar secepatnya “

“gamsahamnida uisanim ..”

“maaf uisanim .. pasien kim woobin sudah sadar “ tiba-tiba saja suster datang mengatakan hal itu

“jinjjayo ~ ?” tanya nyonya kim antusias dan ditanggapi anggukan oleh suster itu

“kajja … kita kesana “ ajak uisa

===

*woobin pov

‘argh.. kepala ku … ‘ ku coba untuk perlahan membuka mataku . ‘iss,,,, terang sekali … siapa yang menyalakan lampu seterang ini , apa eomma ?’ gumam ku tak henti menyipitkan mataku

Kulihat semua ruangan ini serba putih dan beberapa peralatan kesehatan di – .. tunggu dulu , dimana aku ? hei ,,, kenapa aku di infuse dan ada apa sebenarnya . Aku ingin bertanya dengan seseorang tapi , tak ada siapa-siapa disini. Tapi beberapa saat kemudian ..

Creettt … suara pintu terbuka . Kulangsung menoleh dan menemukan sosok yeoja yang sangat aku kenal

Dengan tergesah ku buka alat bantu pernafasan yang menurutku tak membutuhkannya , aku bisa bernafas dengan normal

“eomma … “

“woobin-ah… sukurlah kau sadar “ eomma langsung berhambur memelukku

‘mwo … sadar ? apa aku baru saja pingsan ? ‘

Kubalas pelukan eomma ku “eomma … apa aku baru saja pingsan ? apa yang sebenarnya terjadi eomma “

Eomma melepaskan pelukannya “kau koma woobin-ah … eomma hampir putus asa menunggumu satu bulan ini “ ku lihat eomma meneteskan air matanya

“nde ? koma ? satu bulan ?” ah apa benar aku koma selama itu ? aku hanya merasa hanya tidur siang selama satu jam

“ish … kau … aku harus menelpon ..” bicara eomma menjauh keluar dari kamar sehingga aku tak bisa mendengarnya dengan jelas

Creettt … pintu kembali terbuka dan kulihat kini namja yang mungkin usianya seperti appaku itu mendekatiku

“senang bisa melihat anda sudah sadar tuan kim “ lee uisanim yang merupakan dokter keluarga ku juga mengatakan hal yang sama dengan eomma “nona kang pasti senang melihat anda sudah sadar”

DEG … aku terdiam mendengar nama itu disebut . ‘Nona kang .. nona kang’

===

*songgun

Kulangkahkan kakiku cepat masuk ke rumah sakit ini . Ya beberapa menit yang lalu eommonim menelpon ku bahwa woobin oppa sudah sadar , maksudku sudah benar-benar bangun dari tidur panjangnya .

Kuseka air mataku yang tak henti-hentinya keluar dari mataku . Tanganku tak sabaran menekan-nekan tombol lift agar terbuka

“ishhh ayolahhh ….” Kataku kesal tak membuat lift itu segera terbuka . aku tak menghiraukan tatapan aneh namja sebelahku yang juga akan menaiki lift

Dinggg …. Akhirnya terbuka

Aku segera masuk dan namja itu juga ikut masuk

“chagiooo … gwenchana Agassi ?” tiba-tiba namja dengan rambut coklat itu bertanya padaku

Kuseka air mataku sedikit “ne … gwenchana …” jawabku singkat sedikit menatapnya

“kau butuh ini Agassi …” dia menyodorkan sapu tangan putihnya

“aniya … aku punya sendi-“ aku mencoba merogoh saku ku berusaha menemukan sapu tanganku

“apa anda yakin ?” tanyanya dia sekali lagi melihatku yang tak kunjung menemukan sapu tangan

Dengan sedikit malu aku menerimanya “gomawa-“ kuseka air mataku “aku akan menggantinya kelak ..” kataku bersamaan dengan lift yang terbuka “kang songgun imnida .. siapa namamu ?” kataku keluar lift

Dia tersenyum masih didalam lift “namaku nichk …” belum sempat ia menyebutkan namanya , lift itu sudah menutup lagi

Ah sudahlah , yang penting sekarang aku harus menemui namja yang sangat aku rindungan . Dengan nafas memburu aku sampai didepan kamar rawat woobin . Detakku tak bisa terkontrol lagi .

Dengan tangan bergetar ku buka knop pintu didepanku dan kini kulihat lee uisa menoleh padaku

“nona kang ..” panggilnya

Eommanim juga tersenyum dengan mata yang berlinang membuatku tak kuasa menahan tangis yang tadi aku tahan

“songie-yaa ..” eommanim mendekatiku dan merangkul bahuku sayang

“woo woo-bin oppa … dia …dia ,,” aku tak bisa melanjutkan kata-kataku saat melihat mata meneduhkan itu lagi kembali terbuka “op-appa … “ perlahan ku dekati dia dan langsung memeluknya “kau sudah sadar oppa hiks … kau benar benar sudah sadar ne …kau -”

“mian .. mianhamnida Agassi … nu – nuguya ??”

JDAR …

===

*woobin pov

Aku masih saja tidak sadar dengan apa yang dikatakan lee uisanim padaku beberapa menit yang lalu . Apa benar aku koma selama satu bulan ?

Creet

Belum habis kebingunganku , sosok yeoja cantik dengan mata sembab kini berdiri diambang pintu dengan bibir yang bergetar. Aku tau yeoja itu , dia yang semalam menangis kan , ada apa dia kemari? Meskipun lee uisanim masih sedikit menghalangi penglihatanku tapi aku yakin dia yeoja yang semalam

“nona kang ..” ku dengar lee uisanim memanggilnya

‘ah nona kang ?’ hatiku kembali berdesir mendengar itu lagi

Kulihat eomma kini memeluknya dan membawanya kemari saat sudah dekat denganku dia langsung saja memanggilku dan memelukku

“kau sudah sadar oppa hiks … kau benar benar sudah sadar ne …kau -”

Aku bertambauh bingung “mian .. mianhamnida Agassi … nu – nuguya ??”

Kurasakan tubuhnya kaku seketika mendengar pertanyaanku tadi . Kutatap eomma dan lee uisanim bergantian , mereka menunjukkan ekspresi – seperti terkejut

Perlahan yeoja ini melepaskan pekukannya dan menatapku sendu “yakkk !! oppa ~ kau jangan bergurau eoh . ? jangan membuatku takut “ aku tau yeoja itu tersenyum memaksa kepadaku “ten – tentu saja aku kang songgun … apa kau hilang ingatan seperti di drama2 baru-baru ini eoh?”

‘hilang ingatan ? tidak aku tak hilang ingatan … buktinya aku mengenali eomma kandungku dan lee uisa kan ,, mana mungkin aku –‘ lamunanku terhenti saat ia berteriak lagi

“yaaa … jangan diam saja oppa … bicaralahh .. “ pipinya sudah mulai basah

“woobin-ah “ eomma memegang bahuku membuatku menoleh dan memandangnya meminta penjelasan “jangan kerjai songgun seperti itu .. kau tak kasihan padanya eoh “

“song-gun …. Nuguya eomma … aku tak mengenalnya … aku benar-benar tak mengenalnya “ rengekku pada eomma

Eomma menatap khawatir pada diriku lalu mengalihkan pandangannya cepat pada lee uisa

“aku akan segera melakukan pemeriksaan lanjut “ setelah mengetakan itu , lee uisa terburu – buru pergi diikuti beberapa suster

Kulihat lagi yeoja itu berjalan mundur “and-andwae .. andwae … ini tidak mungkin “

 

*author pov

and-andwae .. andwae … ini tidak mungkin “ song berjalan mundur dan langkahnya sedikit limbung

Nyonya kim segera menghampiri song dan menenangkannya “tenanglah song .. semua akan -..”

“ani .. ani eommanim semua tidak baik2 saja hikss … eomma –“ sebelum song melanjutkan bicaranya semua terasa gelap begitu saja

SKIP

Kepala song begitu berat memikirkan masalah yang silih mendatanginya . song tak tau apa yang harus dilakukannya sekarang saat mengetahui namjanya tak mengenalinya . Belum ditambah lagi satu masalah baru yang baru saja lee uisa sampaikan sesaat setelah ia siuman

Song menggenggam kuat amplop coklat yang dipegangnya , Sebuah amplop pemberian lee uisanim yang menurutnya isinya lebih mengerikan . Ia masih terbaring tak bergeming ranjang rawat ruang lee uisanim.

Sungguh ia merutuki perbuatannya satu bulan sebelum perayaan hari jadinya dengan woobin yang ke 6

>> FLASHBACK <<

Tok tok tok … ketukan pintu apartement songgun membuat song bergegas lari membukakan pintu dengan senang hati karena dia sudah tau siapa yang akan datang

“oppa …. Bogoshippoo “ song langsung memeluk woobin erat .

Wajar saja songgun sangat merindukan woobin karena sudah hampir seminggu woobin menetap di jepang sehingga songgun tidak bisa bertemu dengannya

“nado bogoshipoo chagiya ..” woobin melepaskan pelukannya agar dapat melihat yeoja yang sangat dirindukannya itu

“kau lama sekali oppa … “ nadanya kesal yang bibir song yang dipoutkan membuat woobin gemas ingin menciumnya “aku hampir mati karena tidak bisa melihatmu ..” song menyandarkan kepalanya didada kekar woobin manja

Woobin mengulurkan tangan kirinya memeluk pinggang song “euumm mianhae … oppa sudah membuatmu menunggu lama , oppa harus mengurus cabang baru disana …”

“emm aku mengerti oppa …” song menegakkan tubuhnya lagi “kau pasti capekkan ,, kajj-“

CHUPP

Tanpa pikir panjang woobin mencium song dalam . Meskipun pada awalnya song memberontak tp lama kelamaan song menurut dengan semua perilaku woobin terhadapnya yang mulai memasukkan lidah mereka

“eummm eumm “ eram song disela ciuman panas mereka

Woobin menggiring song menuju sofa dan membaringkannya disana tanpa melepaskan ciumannya

“aku menginginkanmu chagiya …” ucap woobin tulus yang telah menindih song dibawahnya

“tapi oppa … aku sedang dalam masa subur bagaimana kalau ..”

“aku akan berhati – hati “ bujuk woobin sambil elus pipi song

Song menatap woobin ragu tapi sedetik kemudian song mengangguk “lakukan oppa ..” song mengalungkan tangannya leher woobin menambah kesan intim dan mengikis jarak diantara mereka

“gomawo ..” woobin tersenyum dan tanpa pikir panjang woobin langsung mengerjai setiap tubuh song

“ahh ahh ahh ssthh ”

Song sangat kewalahan dan hanya mengeluarkan desahan-desahan yang memenui ruangan tamu song hingga keesokan harinya .

>> FLASHBACK END <<

Song masih saja menangis mengingat apa kata-kata terakhir lee uisanim kepadanya

‘selamatan nona lee .. anda positif hamil’

DARRRR

 

TBC

Ingin tau jalan hidup apa yang akan thor tulis buat woobin dan songgun ? Ikutin terus ya ,,, dan jangan lupa comen and kritik juga perlu banget buat thor . Karakter nichkhun emang belum thor tulis jelas tapi uda thor sempat singgung tadi di salah satu adegan hehe J GOMAWOOO oh ya JEONGMAL MIANHAE kalo bertebaran typo 🙂

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 11/07/2014, in Aktor, FF and tagged . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. ini sdah prnah d post yah??? kayaknya sudah pernah baca … *readers pelupa*

  2. ini bukan udh pernah dipost ya ?

  3. aigoo … ni mungkin di post admin sini … thor g ngerasa ngepost

  4. ini udah

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: