Marriage Without Dating part 1

Author: PP

Title: Marriage Without Dating part 1

Genre: Romance, Marriage life, yadong, series

Main Cast:

Jung Eun-ran as Min Hyo Rin

Dong Young Bae as Taeyang

Support Cast:

Cari sendiri di cerita ya..

Annyeong haseyeo … Terima kasih yang sudah baca dan komen . maaf kalau ada yang baca dan masih bingung sama ceritanya…. hehheeh maklum masih tahap pembelajaran jadi masih susah ngungkapin yang ada dipikiran…. Mmmmmmmm…. Moga suka sama cerita nya..

Typo bertebaran dimana-mana.. HAPPY READING…

 

Ps: anggap Min Hyo Ri nya lebih muda dari Taeyang ya.

 

 

-Hyo Rin pov-

“Ya. Saya bersedia” Kata-kata itu masih terdengar jelas di telinga Hyo Rin.

Sekarang ia sudah resmi menjadi istri sah Dong Young Bae atau lebih sering dipanggil Taeyang. Ia sudah menikah dengan pria itu 1 bulan yang lalu.

 

*flaskback on*

“ Hyo!”

“oh.. wae?” kataku sadar dari lamunan

“kau tak mendengarkan kata-kata omma?”

“aku mendengarnya omma. Sangat jelas”

“Ottokhe? Kau mau kan menikah dengan Young Bae?”

“mmmm” kataku mengganguk lemah dan memandangi foto Young Bae yang diberikan oleh ibunya.

*flashback off*

 

Ya. Aku dan Taeyang menikah karena perjodohan. Kedua orang tua kami bersahabat dari dulu. Bahkan sebelum aku dan Taeyang lahir.

Seperti pada perjodohan biasanya. Kami tak pernah mengenal satu sama lain. Karena sejak kecil aku tak tinggal di korea. Melainkan di New York bersama nenek. Aku baru kembali ke korea setelah menyelesaikan S2. Dan sekarang aku memilih menetap disini. Karena appa dan omma yang memintaku untuk tetap di korea. Dan bukan karena keinginan kedua orang tua ku saja, aku memilih menetap di korea. Karena ingin melupakan kekasihku yang meninggalkanku begitu saja.

“aku akan berangkat”

“oh.. oppa.. kau tak sarapan dulu?” kataku sambil menghampiri Taeyang yang berdiri di depan pintu rumah.

“aku akan sarapan di kantor”

“mmm.. araso.. hati-hati”

“mmm” Taeyang mehampiriku dan mencium keningku.

Itu adalah kebiasan Taeyang. Selalu mencium keningku sebelum pergi ke kantor.

“jangan bawa mobil. Nanti aku akan menjemputmu” kata Taeyang lembut sebelum masuk mobil.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Taeyang sangat baik padaku. Dan aku mulai mencintainya.

 

-Taeyang pov-

*flashback on*

“appa.. tapi aku sudah menjadi mempunyai kekasih”

“kekasih yang meninggalkanmu, setelah kau melamarnya?”

“Dia akan kembali padaku.”

“ini sudah dua tahun. Kau masih mau menunggunya? Dia tak akan kembali padamu”

“Apa appa menyuruhku melupakan Dara?”

“ya”

“ayo lah appa. Apa karena pertemenan kalian, appa harus pengorbankan perasaanku?”

“ani. Appa percaya Hyo Rin akan membuatmu jauh lebih bahagia.”

“hanya karena itu? Dara sudah membuatku bahagia. Sangat bahagia”

“tapi dia meninggalkan mu tanpa alasan yang jelas, dan sampai sekarang dia belum kembali padamu” kata appa sambil menyerahkan foto Hyo Rin. “dia gadis yang pintar. Dan appa harap, kalian akan segera menikah ketika dia sudah ada di Korea” kata appa menjelaskan dengan tenang.

Aku pun terdiam. Kata-kata appa benar. Dara meninggalkanku tanpa alasan. Dan mungkin dia tak akan pernah kembali padaku. Aku hanya memperhatikan wajah yang ada di dalam foto. Seolah dia tersenyum kepadaku. Cantik. Wajahnya sangat lembut. Aku tau dia gadis baik.

*flashback off*

 

Aku masih mengingat jelas. 2 bulan yang lalu appa memintaku untuk menikah dengan Hyo Rin. Dan aku mengiyakan permintaan appa. Aku juga ingin melupakan Dara. Sandara Park yang telah meninggalkanku, setelah aku melamarnya. Dia meninggalkanku dengan pria lain.

Aku melihat istri ku sedang duduk di meja makan. Dia melamun.

Aku pun melewatinya. Dan berkata “aku akan berangkat”

“oh.. oppa.. kau tak sarapan dulu?” katanya sambil menghampiriku yang berdiri di depan pintu rumah.

“aku akan sarapan di kantor”

“mmm.. araso.. hati-hati”

“mmm” aku menghampirinya dan mencium kening Hyo Rin

Itu adalah kebiasanku. Selalu mencium keningku sebelum pergi ke kantor.

“jangan bawa mobil. Nanti aku akan menjemputmu” kataku sebelum aku masuk kedalam mobil.

Hari ini aku sengaja tidak bekerja lembur. Karena ingin menjemput Hyo Rin. Aku mulai melajukan mobilku menuju butik Hyo Rin. Ya. Dia adalah seorang Designer dan ia membuka butiknya sendiri.

Aku berhenti tepat di depan butiknya. Jam sudah menunjukkan pukul 20:00 dan butik Hyo Rin sudah gelap. Artinya semua karyawannya sudah pulang. Aku pun masuk kedalam butik. Karena aku mempunyai kunci butik itu, jadi aku bebas bisa masuk walaupun pintunya sudah terkunci.

Aku menaiki anak tangga menuju ruangan kerja Hyo Rin yang berada di atas. Aku melihatnya sedang menatap keluar jendela. Sepertinya dia belum menyadari kehadiranku. Aku pun menyentuh pundaknya. Ia tampak terjekut karena kehadiranku. Jarak kami sangat dekat.

 

-author pov-

Taeyang tak mengalihkan pandangan dari wajah Hyo Rin. Tubuhnya terasa berat dan merinding dengan emosi yang tak dapat dikatakan, karena ia tak pernah merasakan ini sebelumnya. Yang ia tahu adalah bahwa saat ini menuturnya Hyo Rin sangat cantik. Taeyang ingin memeluk Hyo Rin.

Suasana hening. Seekor lalat berdengung di dekat situ, tetapi selain itu segalanya membeku. Keringat bercucuran menuruni wajah Taeyang. Tubuh mereka menegang saat mereka mencoba menahan diri agar tetap berpisah. Tetapi tetap saja tubuh mereka condong terhadap satu sama lain

Taeyang meletakkan tangan di puncak kepala Hyo Rin, kemudian dengan lembut membawa tangannya turun ke leher Hyo Rin. Rambutnya terasa sangat lembut di tangan Taeyang. Taeyang memfokuskan matanya pada bibir Hyo Rin. Bibir Rana sedikit terbuka bahkan saat Taeyang amati. Bibir-bibir itu terlihat luar biasa lembut, menyediakan hiburan yang sangat menarik.

“Hyo” Taeyang menunduk. Bibir nya mulai menyentuh bibir Hyo Rin secara perlahan.

“Hyo!” suara lain terdengar.

Mereka terlonjak dan saling menjauh. Hyo Rin secara otomatis langsung menjauh dari Taeyang dan berlari keluar ruangan kerja Hyo Rin.

 

-taeyang pov-

“Hyo” aku menunduk. Bibir nya mulai menyentuh bibir Hyo Rin secara perlahan.

“Hyo!” suara lain terdengar.

Kami terlonjak dan saling menjauh. Hyo Rin secara otomatis langsung menjauh dariku dan berlari keluar ruangan kerjanya.

“shit! Aku lupa mengunci pintunya” umpatku menyesal atas perbuatanku.

Ya. Aku memang belum pernah melalukan hal apa pun dengan Hyo Rin. Kamar kami terpisah. Aku tidur di kamar utama, sedangkan Hyo Rin di kamar yang menjadi ruang kerjanya. Alasan kami tidur terpisah adalah karena kami memang belum saling mengenal. Bahkan rasa jatuh cinta pun tak ada.

-Hyo Rin pov-

“Hyo” Taeyang menunduk. Bibir nya mulai menyentuh bibirku secara perlahan. Aku dapat merasakannya.

“Hyo!” suara lain terdengar.

Kami terlonjak dan saling menjauh. Aku secara otomatis langsung menjauh dari Taeyang dan berlari keluar ruangan kerjaku.

“shit! Aku lupa mengunci pintunya” umpat Taeyang menyesal atas perbuatannya. Dan Hyo Rin dapa mendengar kata-kata itu sebelum ia keluar dari pintu.

“YA” kataku berlari kearah sumber suara.

Aku melihat lampu butik semua menyala. Dan aku melihat seorang namja yang keren berada di bawah. Seperti menyambutku. Namja itu adalah kakakku. Ah ani. Dia saudaraku tapi sudah aku anggap sebagai kakak sendiri. Kwon Ji Yong.

“aku kira kau tak ada disini. Pintu butik tak dikunci. Makanya aku masuk untuk mengecek. Aku takut jika ada pencuri masuk” kata Ji Yong.

“kau baru pulang oppa?” kataku mengalihkan pembicaran dan memeluk oppa.

“mmm.. kenapa kau masih disini?” kata oppa melepaskan pelukanku,.

Aku melangkah mundur untuk memberi jarak pada kami.

“oh. Ternyata ada kau.” Kata oppa sebelum aku menjawab.

Aku mengikuti arah mata oppa. Dan aku melihat Taeyang menuruni tangga.

 

TBC

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 11/07/2014, in FF and tagged . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. Bgus
    bgus
    bgus
    next
    next
    next
    thor jngn lama2 yach he hee penasaran. Kykny bkLn menarik nih.

  2. itha_sparkyu

    author brhubung ini msi part awal jd psti mmbingungkn plus mmbuwt pensarn sangat…….

    next part jgn lama” neeee
    fighting!!!!

  3. bagus, jarang2 main cast nya ini’-‘

    next part!!

  4. Pendek bingit

  5. bagus bikin penasaran tapi masih agak bingung dgn percakapannya karena ada beberapa bagian yg percakapannya di ulang2

  6. PEndek bgt..
    Tp bgus kok..

  7. sophia irawan

    Penasaran..penasarann
    Ceritanya keren.. Tapi kependekan -_-
    Next..next..next ya author , jgn lama-lama yaa
    Fighting, gomawo ^^

  8. Woooo….. Lanjut \^^/ di tunggu dengan sangat ya kelanjutan nya. wkwk. hehe *gak jelas **plakk

  9. Penasaraannn !!
    Kenapa pendek banget Author-nim 🙂
    Jangann lama2 ya , next chap-nya 😀
    ◦ђёђёђё◦°◦⌣Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡⌣ 

  10. Ih dikit ceritnya jd penasaran
    Next partnya jangan lama2 ‎​ǏƔǻ,,,,
    Ditungguuuuu bingitz
    ‎​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: