Led Me To You | Part 10

Author : Chia
Genre : Romance, sad
Rate : PG-17
Lenght : Chaptered

= CAST =
Kim Yesung | Choi Minra ( OC )

Other Cast :
– Lee Dong Hae
– Baek Su Min ( OC )
– Kim Jong Min ( OC )

Ye-Min Couple

Happy Reading Guys !!!

.

.

Part 10

Beginning Of Our Happiness

* * *

Iris coklat bening Minra memperhatikan gedung yg berada dihadapannya. Gedung yg cukup besar namun sudah tidak terawat, karena sepertinya tidak lagi terpakai. Dindingnya yg sudah terlihat berlumut, jendela kacanya pecah, pintunya rusak, dan banyaknya jaring laba-laba menyambut Minra. Saat ia melangkahkan kaki untuk memasuki bagian dalam gedung tersebut. Debu yg menumpuk dan dihembus oleh angin, terhirup oleh Minra. Membuatnya kesulitan bernafas dan sesekali terbatuk. Ia berdiri diambang pintu, menatap sekitar, mencari-cari keberadaan Su Min yg tengah menyekap putranya.

Ponsel dalam tas Minra berdering, ia sudah tau panggilan itu pasti dari Su Min. Dengan cepat tangannya meronggoh tas, mencari-cari benda persegi panjang itu. Hingga ia menemukannya dan segera mendekatkan ponsel ketelinga, setelah menyentuh tombol penjawab.
“dimana kau Baek Su Min ?” tutur Minra, langsung pada inti. Tidak mau mengulur-ulur waktu dan menjadikan keselamatan putranya sebagai jaminan.

“wow wow, kau sudah tidak sabar ingin bertemu denganku sayang ? Ah maksudku dengan putramu” gelak tawa mengintrupsi pendengar Minra, Membuatnya merasa benar-benar muak. Su Min, wanita itu suka sekali bermain-main dengan perasaan nya.

“katakan saja, aku harus kemana lagi ? Aku tidak mau membuang waktu untuk mendengar celotehan mu yg tidak berguna itu”

“astaga Ny. Kim, dari mana kau mendapat keberanian untuk menantangku seperti ini ha ?”

“semua ibu akan seperti ku, demi anaknya”

“ahh sayangnya aku bukanlah seorang ibu, sehingga aku tidak tau bagaimana rasanya. Ini semua karena mu yg membuat Yesung tidak mau menyentuhkan dan memberiku seorang anak”

“sampai kapan aku harus mendengar ucapan tidak berguna mu ini. Katakan dimana Jong Min”

“arra, arra. Kau benar-benar tidak sabaran. Tenang saja, setelah panggilan ini berakhir akan ada orangku yg menjemputmu. Kau hanya cukup mengikutinya dan dia akan mengantarmu padaku”

“secepatnya, jangan mengelur waktu”

Karena tak ingin lagi mendengar suara serta tawa menyebalkan Su Min, panggilan pun segera Minra akhiri. Baru saja ia hendak menyimpan ponselnya, namun sebuah panggilan masuk menggalkannya. Mata Minra terbelalak ketika melihat ID penelpon yg tak lain adalah suaminya. Ia tidak bisa menjawab panggilan itu, sehingga Minra memilih menggerakkan tangan bergetarnya untuk me-nonaktiv kan ponsel. Kemudian menyimpannya.

Jika boleh ingin menjawab panggilan itu dan mengatakan semuanya pada Yesung. Tapi itu tidak mungkin ia lakukan, karena lagi-lagi demi putranya. Sedikit saja ia salah bertindak, Su Min akan mencelakai atau bahkan membunuh putranya. Tidak, ia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Jangankan Su Min berniat membunuh Jong Min, menyakiti putranya seujung kuku saja. Minra bersumpah akan membunuh Su Mim dengan tangan nya sendiri. Tidak perduli jika nanti ia harus mendekam dipenjara. Yg terpenting ia bisa menyelamatkan putrannya dan menghilangkan wanita iblis seperti Su Min dari muka bumi ini. Agar ia tidak perlu merasa ketakutan setiap waktu. Minra fokus memperhatikan apa yg ada dihadapannya, menunggu orang suruhan Su Min untuk menjemputnya. Tanpa Minra sadari ada dua orang pria yg tengah mengendap-endap —mendekatinya. Salah satu dari mereka memegang sebuah sapu tangan berwarna putih. Saling pandang, lalu dengan sigap membekap mulut Minra.
“ARRGGGHHMMMPPTT” Teriak Minra sesaat sebelum kesadarannya menghilang.

Mendengar suara teriakan itu membuat Dong Hae yg gelisah berdiri tak jauh dari gedung tersetak kaget. Ia menatap pintu gedung tua itu dengan perasaan berkecamuk. Otaknya memberi perintah untuk masuk menyelamatkan Minra, tapi kakinya berkhianat. Tak bisa digerakkan barang satu centi pun, menancap ditempatnya berada. Bukan karena ia pengecut atau takut untuk masuk ke gedung tua itu. Akan tetapi ia mengingat ucapan Yesung yg memintanya jangan bertindak gegabah, sebelum Yesung memastikan keberadaan Jong Min. Tapi sepertinya, Dong Hae tak bisa menahan diri untuk menunggu. Tanpa pikir panjang lagi ia segera melangkah cepat memasuki gedung. Ketika kaki kanannya menyentuh lantai bagian dalam, saat itu lah sebuah benda keras menghantam punggungnya. Membuat Dong Hae tertelungkup dengan mata berkunang-kunang, hingga akhirnya semuanya menjadi gelap.

* * *

Mobil hitam metalic Yesung melaju kencang, membela jalanan kota Seoul tanpa perduli akan keselamatannya. Saat ini yg terpenting untuknya adalah segera sampai kesekolah Jong Min untuk memastikan kalau putranya baik-baik saja. Lalu menemui Dong Hae yg sudah mengirimkan pesan berisi alamat tempat pertemuan Minra dan Su Min saat ini. “ahh Shitt” geram Yesung karena terpaksa menghentikan laju mobilnya, saat melihat jalanan yg begitu padat. Tidak aneh jalanan akan macet, mengingat ini merupakan jam makan siang.

Dengan menggila serta tak memperdulikan teriakan protes juga suara Klakson pengemudi lain. Yesung memotong jalur samping kiri untuk berbalik, kembali menuju persimpangan jalan yg terletak sekitar 10KM dari area kemacetan. Pria itu seperti menatang maut karena melaju dijalur yg salah. Benar-benar nekat dengan menghilangkan akal sehatnya.

Beberapa menit berlalu, Yesung sudah mendekati gerbang sekolah Jong Min. Bunyi gesekkan ban mobil dan jalanan, membuat siapa saja menutup telinga karena tidak mau kehilangan indra pendengaran mereka. Seperti kesetanan Yesung membuka pintu mobil, keluar setelah itu berlari cepat menuju kelas putranya. Wajah tampannya kini terlihat begitu berantakkan, karena peluh yg membanjiri setiap permukaan kulit wajah Yesung. Oh jangan lupakan tentang bibir pria itu yg biasa terlihat merah menggoda, kini pucat seperti kedinginan. “Kim Jong Min, putraku. Dimana dia ?” tanya Yesung pada seorang wanita yg baru saja keluar dari kelas. Kepanikkan Yesung bertambah karena tidak menemukan putranya —kelas sudah kosong.

“semua siswa baru saja pulang tuan dan tadi Jong Min sudah ada yg menjemput”

“nugu ? Siapa yg menjemput putraku ? Apa seorang wanita”

“bukan tuan, tapi seorang pria. Jong Min memanggilnya Haraboeji” sedikit bisa bernafas lega saat mengetahui kalau orang yg menjemput putra nya adalah Young Woon —ayahnya. Yesung mengucapkan terima kasih, sembari menundukkan kepalanya. Kemudian kembali kemobilnya sembari mengambil ponsel disaku celana. Mencari kontak Young Woon dan mendialnya saat ia sudah duduk didalam mobil.

“yoeboseo aboeji” ucap Yesung setelah beberapa detik menunggu hingga akhirnya panggilan itu dijawab.

“waegeure Yesungie ?”

“apa Aboeji yg menjemput Jong Min disekolah ?”

“ne, aboeji pikir Minra sedang sibuk karena banyak konsumen yg memesan barang diawal bulan seperti ini. Ada apa Yesung ? Apa kau menjemput Jong Min ? Kau khawatir karena tidak menemukan putramu, suaramu terdengar panik sekali”

“ne aboeji, bukan hanya itu yg membuatku panik. Tapi terlebih karena sekarang Minra tengah menemui Su Min”

“mwo ? Untuk apa ?”

“entahlah aboeji, aku tidak mengetahuinya dengan jelas. Dong Hae hanya mengatakan padaku kalau Su Min menelpon Minra. Mengatakan Jong Min sedang bersamanya dan membuat Minra panik. Dari awal aku sudah tau, kalau Su Min hanya menjebak Minra”

“lalu apa kau sudah menghubungi polisi ?”

“aku tidak mau gegabah aboeji, Minra dalam bahaya. Sekarang aku akan menemui Dong Hae yg tengah mengintai mereka. Aku minta pada aboeji untuk menjaga Jong Min dan jangan sampai dia mengetahui hal ini. Aku takut Jong Min khawatir pada mommy nya”

“ne, aboeji mengerti. Berhati-hatilah. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aboeji”

“ne aboeji”

Dengan kasar Yesung melempar ponsel kedashboard. Menyalakan mobil dan segera melajukannya dengan cepat. Menuju tempat dimana Dong Hae tengah menunggunya.

* * *

Panas sinar matahari membuat Minra perlahan membuka matanya. Tubuhnya terasa berat, bahkan tak bisa digerakkan. “Su Min” lirih Minra setelah matanya terbuka sempurna dan melihat sosok Su Min berdiri dihadapannya. Tersenyum miring penuh kemenangan. Minra melihat keadaan dirinya yg saat ini tengah terduduk di kursi dengan kaki dan tangan yg terikat. Meronta, menatap tajam pada Su Min, sembari mengupat. Membuat wanita yg berada dihadapannya tertawa penuh kemenangan. Puas melihat rivalnya kini berada dalam cengkramnya, hanya cukup mengeratkan cengkramannya dan Minra akan mati secara perlahan.

“dimana Jong Min” tawa iblis Su Min keluar, membuat Minra menutup sejenak matanya karena merasa telinganya berdenging. Dalam hati ia berdoa agar Su Min kehilangan suaranya. Sehingga jangan kan untuk tertawa, bicara pun ia tidak akan mampu. Wanita itu mencondongkan tubuhnya, kemudian menggerakkan satu tangan nya untuk mencengkram rahang Minra. “kau ini polos atau bodoh Choi Minra. Baru digertak seperti itu saja, kau sudah datang padaku. Seperti kau rela memasuk kedalam kandang singa yg sedang kelaparan, siap menerkammu kapan saja” Su Min melepaskan kasar cengkraman nya membuat kepala Minra reflek tergerak kesamping.

“jadi maksudmu Jong Min tidak ada disini ? Kau hanya menjebakku ?”

“tentu saja. Tanpa aku benar-benar membawa Jong Min, kau sudah datang sendiri padaku untuk menyerahkan nyawamu” setelah menunjukkan senyum miringnya. Su Min berbalik —memunggungi Minra, kemudian melangkahkan kakinya menuju tepi gedung yg tidak memiliki besi penyanggah. Menatap sekitar gedung tua itu dan menikmati hembusan angin yg menerbangkan rambutnya yg tergerai. Ya, saat ini mereka tengah berada diatap gedung 3 lantai. “aku tidak perduli atau pun takut jika saat ini juga kau akan membunuhku. Karena yg terpenting bagiku Jong Min dalam keadaan baik”

“kau menantangku” kepala Su Min bergerak kesamping, menatap Minra yg duduk dibelakangnya melalui sudut matanya. Minra terkekeh, sembari tersenyum manis. Menunjukkan kalau Minra sama sekali tidak takut, gentar, atau pun terintimidasi dengan ucapan Su Min.“apa kau lupa, sebelumnya juga kau pernah membunuhku. Tapi ternyata aku masih hidup hingga detik ini. Kematian bukanlah hal yg membuatku takut. Justru kehadiranmu didunia inilah yg membuatku takut, iblis berwujud manusia sepertimu pasti selalu berusaha untuk mencelakai orang2 terkasihku. Iblis sepertimu lah yg harusnya mati, pergi dari dunia ini, karena kau tidak pantas berada didunia. Tempat cocok untukmu adalah Neraka. Kau dengar Baek Su Min, tempatmu adalah di Neraka” penuh penekanan dikata terakhir, lalu suara tawa Minra menyebar bersama dengan hembusan angin. Membuat tawa itu benar-benar menusuk gendang telinga siapa pun yg mendengarnya.

Merasa ucapan serta tawa Minra itu seperti merendahkan nya, membuat Su Min tersulut emosi. Wajahnya memerah dengan nafas memburu. Dengan gerakkan cepat Su Min berjalan menghampiri Minra, berdiri tepat beberapa centi dihadapan wanita itu. Menatap nyalang dengan sorot mata berapi-api, serta tangan terkepal disisi tubuhnya.

PLAKK

Pipi kanan Minra memerah, tercetak jelas kelima jari Su Min dikulit putih itu. Namun Minra sama sekali tak bergeming, seperti rasa sakit itu tak pernah menderanya. Senyum manis masih tersungging diwajah cantik Minra, menantang Su Min untuk melakukan hal yg lebih dari tadi.
“hanya itu kekuatan mu Baek Su Min ? Kau bahkan tak bisa membuat sudut bibirku berdarah” tantang Minra meremehkan dan membuat Su Min semakin dilanda Emosi yg menggebu.
“Ny. Ada telpon dari Kim Yesung” perkataan salah satu orang Su Min, membuat wanita itu menghentikan gerakkan tangannya yg kini tengah menggantung diudara. Ia menurunkan tangannya, menatap kearah samping kanan. Lalu menghampiri orangnya untuk mengambil ponsel itu.

“setelah Dong Hae, sekarang Yesung. Apa sebentar lagi akan datang polisi. Choi Minra bukankah aku sudah mengingatkanmu untuk tidak mengatakan hal ini pada siapapun” ucap Su Min dengan nada tinggi agar Minra mendengarnya. Mengingat jarak mereka yg cukup jauh. Awalnya Minra sama sekali tidak memperdulikan apa yg Su Min lakukan. Namun ketika mendengar nama Dong Hae dan Yesung yg disebut, membuat Minra menatap kesamping. Saat itu juga matanya membulat sempurna, karena melihat Dong Hae yg tengah berdiri. Kedua tangan pria itu terikat berbeda pada dua besi tegak yg berada disamping kiri dan kanan Dong Hae. Minra menatap miris pria itu, juga merasa bersalah. Ia yakin pria itu pasti mengikutinya untuk menolong nya. Tapi akhirnya Dong Hae juga tertangkap. Wajahnya lebam dengan darah yg mengering dan Minra yakini itu pastilah perbuatan orang2 Su Min.

“kenapa kau memukuli Dong Hae, dia sama sekali tidak tau apa yg terjadi” bentak Minra dengan sorot matanya yg kini berkilat penuh amarah. Melihat reaksi Minra, membuat Su Min tersenyum. Ia menghampiri Minra, melipat tangan didepan dada, dengan satu tangannya memegang ponsel yg terus berdering. “dia memang tidak tau, tapi dia sudah berani ikut campur urusan kita. Jadi terpaksa aku juga harus meleyapkannya, setelah membunuhmu. Aku tidak mau ada saksi mata Ny. Kim”

“kau benar-benar iblis Baek Su Min” teriak Minra yg penuh dengan kemarahan. Bahkan teriakan itu terdengar samar ditelinga Yesung yg tengah berdiri depan gedung. Namun karena merasa kurang yakin, Yesung tak terlalu menghiraukannya dan kembali menghubungi Dong Hae.

“ahh Chankaman, sepertinya Tuan Kim sudah tidak sabar” Su Min menunjukkan ponsel Dong Hae yg tengah menampakkan Nama Yesung. Lalu beranjak meninggalkan Minra untuk kembali mendekati tepi gedung. “Su Min, jangan angkat kumohon. Aku tidak ingin Yesung mencemaskanku. Jika kau ingin membunuhku, lakukan sekarang. Jangan melibatkan orang lain lagi” meronta dan berteriak, hanya itulah yg bisa Minra lakukan ketika Su Min menyentuh layar ponsel. Sesekali Minra menatap pada Dong Hae saat mendengar rintih kesakitan pria itu, seharusnya Dong Hae tidak seperti ini jika ia tidak terlibat. Dan berusaha menolong Nya. Dong Hae sudah babak belur, lalu sekarang Yesung. Apa lagi yg akan wanita iblis itu lakukan ? Mengingat orang yg sejak awal Su Min inginkan adalah Yesung dan orang yg akan ia singkirkan adalah dirinya.

Oh, tuhan. Ia tidak ingin Yesung datang kemari, lalu mengikuti semua permintaan Su Min. Dengan jaminan kebebasan untuk dirinya. Tidak, ini tidak boleh terjadi. Yesung, pria itu pasti akan melakukan apa pun untuknya. Termasuk menyerahkan diri demi dirinya.

“yakk Dong Hae kenapa kau lama sekali menjawab panggilanku ha” Mata Minra membelalak saat mendengar suara suaminya. Su Min, wanita itu mengaktivkan loudspeaker agar ia bisa mendengarkan pembicaraan mereka. Minra hendak membuka suara untuk melarang Yesung kemari, namun seseorang yg sejak tadi berdiri dibelakangnya langsung menutup mulutnya. Membuat Minra hanya bisa terdiam, menatap nanar Su Min yg tengah tersenyum miring padanya.

“hei Lee Dong Hae, apa terjadi sesuatu ? Apa kau sedang berada disekitar Su Min dan Minra”

“ya oppa benar, Dong Hae memang berada disekitar ah tidak lebih tepatnya. Didekat kami” Yesung yg mendengar sahutan disebrang telpon nampak menganga. Karena ia masih jelas mengenali suara istrinya yg sebentar lagi akan berpisah dengannya.

“Baek Su Min apa yg kau lakukan pada Dong Hae ha”

“tidak ada, aku hanya meminta orang2 ku untuk memukulinya. Tapi oppa, kenapa Dong Hae yg oppa tanyakan ? Oppa tidak ingin tau bagaimana keadaan Choi Minra” Su Min kembali mendekati Minra, melepas penutup mulut wanita itu dan memaksanya berteriak. Namun Minra menolak, ia tetap membungkam mulutnya meskipun kini rambut panjangnya tengah ditarik kuat oleh orang dibelakangnya.

Merasa kesal karena Minra tak kunjung berteriak, Su Min menengadahkan tangan pada pria disampingnya. “apa yg akan kau lakukan Su Min ?” lirih Minra nyaris seperti bisikkan karena tidak ingin Yesung mendengarnya. Su Min tak menjawab, ia malah membuka pisau lipat yg berada digenggamannya. Kemudian tanpa aba-aba menggoreskan permukaan tajam pisau itu kepipi kiri Minra. Membuat wanita itu berteriak kesakiatan yg terdengar begitu memilukan ditelinga Yesung atau pun Dong Hae yg kini sudah mendapatkan kembali kesadarannya. Meskipun ia masih tidak bisa bergerak ataupun mengeluarkan suaranya.

“SU MIN APA YG KAU LAKUKAN PADA ISTRIKU HA” teriak Frustasi Yesung namun sama sekali tidak Su Min gubris. Ia masih begitu menikmati pemandangan yg ada dihadapannya. Menatap bahagia wajah cantik Minra yg kini sudah tergores dan mengeluarkan darah segar.

“oppa ingin tau apa yg baru saja kulakukan ? Baiklah aku akan memberitahu oppa, kalau tadi aku menggores wajah cantik istri tercintamu ini dengan pisau. Kau harus melihatnya oppa, darah yg Minra keluarkan begitu merah dan segar. Rasanya aku ingin melihat lebih banyak lagi. Apa harus aku melukai bagian yg lain” Suara teriakan dan umpatan terdengar dari sebrang telpon. Su Min hanya menanggapinya dengan tawa, bak seorang iblis yg baru saja mengalahkan malaikat. Panggilan itu Su Min akhiri secara sepihak, ia yakin sebentar lagi Yesung akan menemui mereka.

Su Min memberikan ponsel pada pria disampingnya, kemudian menggerakkan kembali pisaunya untuk menyayat lengan dan paha Minra. Teriakan, rintihan serta tangisan yg Minra keluarkan seolah menjadi penyemangat untuk Su Min melakukan lebih. Wanita itu terlihat sangat senang dan tertawa riang ketika darah segar keluar lagi dari tubuh Minra. Dong Hae yg sejak tadi diam, karena masih merasa lemah. Kini mulai berteriak dan meronta agar ikatannya terlepas. Namun sayang usahanya tidak berhasil, ia malah kembali mendapatkan pukulan dari orang2 Su Min. “kau akan mendapat balasan atas semua perbuatanmu ini iblis” lirih Dong Hae dengan sorot mata tajam menatap Su Min. Sudut bibirnya kembali mengeluarkan darah ketika kepalan tangan kekar itu menghantam perutnya. Dan lagi, Dong Hae harus terkulai lemah serta kehilangan kesadarannya.

BRRAKK

Semua tatapan kini tertuju kearah ambang pintu yg terbuka paksa. Kecuali Minra dan Dong Hae, mereka tengah menahan rasa sakit yg tengah menderah tubuh. Yesung, pria yg baru saja mendobrak kasar pintu itu. Memfokuskan tatapan nya pada Minra yg tengah duduk membelakanginya, ia tidak tau apa yg terjadi pada istrinya saat ini. Iris coklatnya beralih pada Dong Hae yg berdiri terikat tak jauh dari tempat Minra berada. Pria itu terkulai lemas dengan tubuh yg sudah sangat memperhatikan.

“selamat datang oppa ? Ingin bergabung ? Acaranya baru saja kumulai” suara itu mengintrupsi pendengaran Yesung, ia sontak menatap pada pemilik Suara. Su Min, wanita itu berdiri dihadapan Minra, menatapnya dengan senyum yg sulit diartikan. “apa oppa ingin melihat bagaimana hasil kerjaku ?” Su Min kembali berucap karena Yesung tak kunjung mengeluarkan suara, pria itu masih setia menatap tajam sosok wanita yg saat ini berada dibeberapa meter dihadapannya. “well, sepertinya oppa memang ingin melihatnya”

Kursi yg tengah Minra duduki diputar oleh Su Min, agar Yesung bisa melihat dengan jelas apa yg terjadi pada istrinya. Saat mereka bertatapan, saat itulah Yesung merasa jantungnya tak lagi berdetak. Hatinya mencelos bersamaan dengan nafasnya yg kini memburu. Emosinya semakin memuncak tak kala melihat keadaan istrinya. Wajah dan paha Minra berlumur darah yg keluar karena tersayat pisau. Tak bisa menahannya lagi Yesung pun segera berjalan menghampiri Minra, namun saat tersisa jarak 3 meter diantara mereka. Beberapa orang Su Min menahannya, memegang lengan dan tubuh Yesung agar tidak lagi bisa bergerak. “LEPASKAN AKU BRENGGSEEKK” Teriak Yesung sembari meronta agar pegangan pada tubuhnya terlepas. Tapi semua terasa sia-sia ketika melihat Yesung mulai kehabisan tenaga. Rasanya tidak masuk akal Yesung bisa menghabisi banyak pria berbadan kekar yg berada disekitarnya.

“tenanglah oppa, aku memiliki penawaran untuk oppa” Su Min melipat kembali pisau nya, kemudian mengusap lembut pipi Minra yg masih mulus. “aku akan melepaskan Minra dan tidak akan mengganggunya lagi, asalkan oppa kembali padaku. Batalkan niat oppa untuk berpisah dariku, eotte ?”

“shireo, Kau pikir setelah aku melihat semua ini, aku akan kembali padamu. Cih, bahkan hal ini membuatku semakin yakin untuk berpisah denganmu” mata Su Min menyalang penuh amarah. Ia tidak terima saat mendengar kata2 pedas Yesung yg menyatakan penolakkan pria itu atas dirinya. Namun ia berusaha tenang, kembali ditatapnya Minra yg kini sudah sangat lemah dengan wajah pucat pasih. Tentu saja darah yg terus mengalir keluar itu, lama kelamaan bisa saja membunuh Minra.

“berarti oppa sudah siap melihat Minra meregang nyawa” mata sipit Yesung membulat ketika melihat Su Min kembali membuka pisau lipatnya, kemudian menumpuhkan bagian tajam pisau itu didada kiri Minra, tepat pada bagian jantuh. Sekali saja Su Min menggerakkan tangannya, bagian ujung pisau itu akan menancap dan membuat Minra mati dengan seketika. “Baek Su Min, apa yg kau lakukan ha ? Belum puaskah selama ini kau menyakiti Minra ?” sudut bibir Su Min tertarik, sembari menggerakkan kepalanya kesamping. Melihat Dong Hae yg baru saja sadar dan mengeluarkan ucapan yg sangat tidak menyenangkan untuk didengar —bagi Su Min.

“Sumpal mulut pria itu, suaranya mengganggu pendengaranku dan membuat telingaku sakit” tak perlu dua kali Su Min berbicara, pria yg setia berdiri disampingnya segera menghampiri Dong Hae. Menutup mulut pria itu dan kembali memukulinya, namun kali ini Dong Hae berusaha menahan diri agar tak lagi menyerah —pingsan. “kau benar-benar wanita mengerikan Baek Su Min” pandangan wanita itu teralih pada Yesung yg kini tengah tersenyum miring khas pria itu padanya. “mungkin aku tidak akan terlalu membencimu saat mengetahui sebuah fakta yg menyatakan kalau kau lah pembunuh eomma dan Jong Min. Aku berusaha untuk melupakannya, memaafkanmu meski sulit. Tapi sekarang, sungguh aku sangat menyesal pernah hidup satu atap, tidur satu ranjang, makan satu meja denganmu selama bertahun-tahun. Kau bukan manusia, melainkan iblis” mendengar perkataan Yesung membuat mata Su Min berkaca-kaca. Ia bisa terima bila Minra atau orang lain yg mengatakan hal itu, tapi ini Yesung. Pria yg begitu ia cintai, pria yg menjadi ambisinya hingga ia seperti kehilangan akal. “oppa pikir karena siapa aku seperti ini ? Semuanya karenamu oppa. Kau sama sekali tidak membuka hatimu untukku, mencoba menerimaku meskipun wanita ini tidak berada disisimu” bersamaan dengan ucapan yg Su Min lontarkan terdengar suara ringisan dari bibir Minra. Ya, bagian ujung pisau itu ternyata sudah berhasil menusuk kulit Minra. Tidak terlalu dalam tapi cukup bisa mengeluarkan banyak darah. Yesung yg melihat hal itu kembali meronta dan berteriak. Minra, wanitanya, istrinya kini sudah sangat lemah. Ia tidak memiliki waktu banyak atau nyawa istrinya lah yg menjadi taruhan.

“kau menyalahkanku karena hatimu yg sakit ? Kenapa kau tidak pernah membuka matamu dan menyadari semuanya. Sejak awal aku tidak pernah memberimu angan-angan yg membuatmu berharap. Tapi dengan bodohnya kau berpura-pura buta, tidak mengetahui apa yg terjadi. Hatimu sakit, terluka itu karena ulahmu sendiri, bukan karena aku atau pun Minra” Lagi terdengar suara ringisan tapi kali ini lebih lama dan nyaring. Ya, Minra berteriak kencang karena merasakan perih pada bagian atas dadanya. Luka sayatan pisau tajam sepanjang 10 centi itu, mengeluarkan darah semakin banyak. “oppa appoyo” ucap Minra tanpa suara, hanya gerakkan bibir. Namun Yesung bisa mengetahui apa yg Minra ucapkan. Perasaan nya berkecamuk, jika ia terus menentang Su Min. Maka Minra akan terus menderita, hingga tak ada hal lain yg bisa ia lakukan kecuali menuruti permintaan Su Min, ini demi Minra. Ya, demi istrinya. “aku menyerah, aku akan menerima tawaranmu”

“Joengmalyo oppa ?” mata Su Min berbinar penuh kebahagian, berbeda dengan Dong Hae dan Minra yg menatap nanar pada Yesung. Kepala Minra menggeleng pelan berulang kali, tanda tidak terima dengan keputusan suaminya. Yesung melihat gelengan Minra, namun ia tidak mengubrisnya melainkan memberikan senyum tulus diantara rasa kesakitan dalam hatinya ketika melihat keadaan Minra. “ne, kkeunde. Kau harus melepaskan Minra. Jangan pernah mengusik apa lagi menyakitinya. Kau harus berjanji ini yg terakhir”

“baik, asalkan oppa juga berjanji tidak akan menemui Minra lagi. Eotte ?” hanya anggukkan kepala yg Yesung berikan sebagai jawaban, namun hal itu tetap membuat Su Min bahagia tiada kira. Bahkan ia dengan cepat melepaskan pisau yg tengah dipegangnya, lalu berlari menghampiri Yesung. Memberi perintah pada orang2 nya untuk melepaskan Yesung, lalu berhambur kepelukan pria itu. “aku senang mendengarnya oppa, sungguh” riang Su Min menenggelamkan wajahnya didada bidang Yesung, sedangkan pria itu menatap nanar pada Minra. Wanita yg ia cintai itu meneteskan air mata, membuat hatinya mencelos merasa perih. Untuk kesekian kalinya ia kembali membuat Minra menangis, menyakiti wanita itu, dan membuatnya tersiksa.

View Original

Posted on 16/07/2014, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. diposting di blog pribadi ya?

  2. diblokir sm provider… jd ngk bisa baca

  3. mau baca part sebelum” nya tapi ada yg di protec gmn cara buat dapetin pw.a chingu

  4. mau baca part sebelum” nya tapi ada yg di protec gmn cara buat dapetin pw.a chingu?

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: