Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 6

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 6

Pg : NC

Cast : Cho Kyu-Hyun

         Lee Eun-Ji

*

The Story Begin…

*

Perihku kembali menghujam-hujam jantung yang sudah tidak berbekas lagi untuk sekian kalinya. Di setiap celotehan yang dia keluarkan, penjelasan yang dia anggap itu tidak apa-apa, kini semakin menyudutkan posisi hatiku yang sudah tidak lagi membaik.

“Aku minta maaf.” Ucapnya pelan. Aku juga bisa melihat setetes air mata turun dari kelopak matanya. Aku mengangguk menyembunyikan kenyerian yang ku tahan mati-matian agar tidak meledak.

“Tidurlah…” Aku memeluk tubuhnya. Mencium bau tubuhnya dan memejamkan mata. Dia juga melakukan hal yang sama. Kami tidur dalam posisi ini, dalam sakit di hatiku ini, dan balas dendam yang akan kulakukan setelah ini.

*

Jika aku membiarkannya pergi, jika aku melepasnya pergi, akankah ini berakhir?

Di waktu yang sama, di rumah Lee Sungmin, ia menatap layar ponselnya dengan bingung. Apa ini? Kapan ia mengirimkan pesan ini?

“Kyu-Hyun kenapa kau pulang awal sekali hari ini? Bukankah kau sudah tidak lagi mengencani perempuan, karena di hatimu sekarang hanya ada Eun-Ji.”

Sungmin sendiri sadar, kalau ia tidak pernah mengirimkan pesan ini ke Kyu-Hyun. Ia tidak pernah, maksudnya ya, ia tidak mengirim pesan seperti ini kepada temannya itu. Namun, kenapa di layar ponselnya, ia mengirim pesan seperti ini kepada Kyu-Hyun?
Ia yang duduk di bangku ruang tamu dengan memakai pakaian santainya, mendengus kecil.

“Tidak mungkin… Dia mengambil ponselku di meja, dan… Mengirimkan ke ponselnya atas namaku? Sebenarnya apa lagi yang ia rencanakan?”

*

Eun-Ji sepenuhnya sadar bahwa ia tidur rumah Kyu-Hyun. Ia memang menyadarinya. Meskipun tahu apa yang telah terjadi, meski mengerti apa yang terjadi padanya, ia hanya ingin menghabiskan waktu ini bersama Kyu-Hyun.

Balas dendam? Apa yang harus ia lakukan agar laki-laki itu bisa sadar dengan apa yang telah ia lakukan? Eun-Ji masih berpikir.
Ia sudah bangun sepuluh menit dan tertidur sambil menatap lelaki yang tidur di sebelahnya tanpa ekspresi. Ia bahkan tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan. Apa yang ia lihat dari Kyu-Hyun saat ini?

Kyu-Hyun, tentang laki-laki itu. Entah memang tulus, atau hanya berakting belaka, tapi anehnya Eun-Ji menganggap Kyu-Hyun tidak bersungguh-sungguh.

Memang benar dugaannya. Kyu-Hyun sudah merencanakan hal yang sudah di kiranya akan mengambil perhatian Eun-Ji kembali. Tiba-tiba melihat ponsel di meja kerja Sungmin, ia mulai memikirkan segalanya, segalanya tentang bagaimana caranya Eun-Ji akan berbalik ke pelukannya kembali. Sebenarnya ketika di mobil, ponselnya tidak bergetar, ia sudah mengirim pesan yang ia tulis sendiri melalui ponsel Sungmin saat ia masih ada di kantor kerjanya. Tapi sengaja membuat Eun-Ji membaca pesan itu, agar gadis itu mengetahuinya.

Menurut pemikirannya, perkataan orang lain adalah hal yang lebih mudah mempengaruhi orang lain. Ketika kau mengetahui kejujuran seseorang melalui orang lain, kau akan langsung percaya dan tersanjung. Kyu-Hyun terlalu pintar untuk memerankan itu.

Lamaran. Ia sudah mengenal Eun-Ji lebih dari siapa pun, ia tahu apa harapan gadis itu dengannya setelah mereka lulus kuliah. Gadis itu suka keromantisan, kehangatan, dan kedamaian. Oleh karena itu, tidak salah kalau Eun-Ji sangat tersipu dengan acara lamaran yang ia berikan di kafe.

Dan menangis… Kyu-Hyun telah banyak menangani kasus-kasus kejahatan manusia yang rumit, dan rata-rata semuanya menggunakan air mata untuk membuatnya bimbang. Katanya air mata itu adalah tindakan yang tulus, makanya ia menggunakan taktik menangis seolah-olah Eun-Ji mengetahui ketulusannya. Ia ingin Eun-Ji mengetahui kalau ia sangat menyesal, dan bisa menerimanya lagi.
Semuanya hanya drama, ya, drama. Ia tidak memiliki perasaan lain yang ingin ia tunjukkan kepada gadis itu, ia tidak tahu. Ia cuma membuat drama yang bisa disukai oleh penontonnya.

Gadis itu tidak tahu kalau ia sedang diperalat semalam. Ia tidak tahu… Karena ia memilih diam, dan mencoba melupakan kesakitannya, ia tidak bisa berpikir lebih jauh lagi. Eun-Ji akan mencoba balas dendam kepada Kyu-Hyun secara halus, dan tidak terasa. Ini sudah keputusannya, membuat Kyu-Hyun menderita seumur hidup.

Namun… Saat pagi hari ini, saat matanya terbuka… Kenapa tiba-tiba merasa tidak tega? Melihat Kyu-Hyun tidur, melihat mata itu tertutup di depannya, hatinya bergetar.
Sebenarnya ini benci atau cinta? Kenapa terasa sangat sulit untuk membedakannya? Kenapa?
Kyu-Hyun begitu sama, dan begitu indah di matanya kini. Mereka bahkan tidur bersama, saling memejamkan matanya bersama, dan Kyu-Hyun di depannya saat ini, persis seperti dulu. Ia merasa balik ke dunia masa lalu.

Tadinya, awalnya, rencananya, hanya ingin membiarkan semuanya pergi dengan tenang. Selalu berperang dengan batin, itu alasan kenapa ia masih belum sembuh dari sakit hatinya selama ini. Ingatan, tidak mudah di lupakan. Kebiasaan, tidak bisa menghilangkan kebiasaan yang biasa ia lakukan setiap harinya. Sulit, itu benar-benar sulit, sampai membuat bibirnya bergetar.

Ia menangis, memikirkan apa yang ia alami dalam hidupnya ketika ia berakhir dari Kyu-Hyun. Tubuhnya bergetar, dan matanya perih bagai di tusuk. Sakit. Sakitnya bukan karena luka kecil di kulit, tapi di hatinya. Tidak bisa di lihat, namun sangat terasa. Tidak bisa di sembuhkan secara nyata, dan tidak semuanya rasa sakit itu menghilang walaupun sudah menemukan hal yang lebih baik.

Melarikan diri, ia melarikan diri dari kenyataan dan terpuruk di kamarnya. Mengasihani diri sendiri dalam diam, tanpa kata-kata. Pengkhiatan yang di lakukan Kyu-Hyun bukan suatu yang sepele, karena ia begitu mencintai Kyu-Hyun lebih-lebih-lebih dari apa pun. Tapi di tengah jalan, cintanya di balas dengan pengkhiatan.

Waktu itu, malam ketika ia berakhir dengan Kyu-Hyun, ia pulang dengan langkah tidak berdaya. Menatap langit malam dengan mata yang berkaca-kaca dan luka yang mulai muncul di titik hatinya. Sakit kah? Tapi kenapa sulit bernafas? Sesak kah? Tapi kenapa matanya terasa perih? Semuanya bercampur aduk sehingga ia tidak bisa membedakan apa yang ia rasakan waktu itu. Sampai sekarang, ia masih belum lupa… Tidak bisa lupa… Tidak akan. Rasa itu semakin nyata, saat ia mengingatnya.

“Eun-Ji…” Kyu-Hyun mulai membuka matanya dan langsung berhadapan dengan Eun-Ji yang memejamkan matanya. Memejamkan mata tidak ada salahnya, namun gadis itu memejamkan mata untuk menjatuhkan air mata yang menggenang di bawah kelopak matanya.

“Kau kenapa?” Tanyanya. Suaranya serak, dan hatinya mulai tidak tenang. Kenapa gadis ini tiba-tiba menangis tanpa sebab?

“Kyu-Hyun… Terima kasih,” kata gadis itu setelah sudah menelan ludah dan berbicara dengan nada yang tenang.

“Terima kasih untuk apa?” Tanya Kyu-Hyun lagi, tidak mengerti. Eun-Ji tersenyum di sela tangisnya. “Terima kasih sudah membuatku tidur dengan nyenyak. Aku bertanya-tanya..” Ia berhenti sejenak, suaranya mendadak tercekat.
“.. Aku bertanya-tanya kenapa aku tidak bisa tidur selama beberapa tahun ini, aku tidak bisa tidur sepanjang malam. Aku sudah meminum obat tidur, namun rasanya masih tetap sulit.” Ia membasahi bibirnya dan menatap Kyu-Hyun dengan sungguh-sungguh di tengah kerabunan oleh air mata. “Obatnya di sini. Di hadapanku. Kau sendiri yang menyembuhkannya, kau sendiri…”

Kyu-Hyun tertegun melihat Eun-Ji mengeluarkan air mata yang beruntun bagaikan titik hujan. Terus berjatuhan tanpa penyangga apa pun. Terlihat sekali ia begitu sedih sampai tidak bisa mengendalikan air matanya sendiri

“Eun-Ji, jangan menangis.” Kyu-Hyun menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.
Eun-Ji memejamkan matanya kembali dan menumpahkan air matanya ke dada Kyu-Hyun. Menangis lagi, menangis dengan satu tarikan nafas yang teratur. Berada dalam pelukan laki-laki ini, masih sangat nyaman, dan sulit untuk di lupakan. Tenang, teratur, dan membahagiakan. Seandainya Kyu-Hyun tidak pernah meninggalkannya dulu, seandainya Kyu-Hyun tahu kalau Eun-Ji tidak bisa hidup dengan baik jika tidak bersama Kyu-Hyun. Seandainya dia tahu… Seandainya…

“.. Setiap malam aku tidak bisa tidur Kyu-Hyun, aku sakit,” isak tangisnya tiba-tiba saja meledak dalam satu detik. “Aku-aku… Sakit. Sakit, Kyu-Hyun…” Tidak sadar Kyu-Hyun nafas Kyu-Hyun terasa sesak. Ia semakin mengeratkan pelukannya.
Tidak bisa tidur? Jadi ketika gadis itu hanya ingin tidur dengan nyenyak karena selama ini gadis itu tidak bisa tidur? Tidak bisa tidur karenanya…

next http://rositaadiana.wordpress.com/2014/07/30/lonely-sick-hate-or-love-promise-you-special-sequel-6/#more-474

About rositaadiana

Rosita Adiana, 4 oktober 1998. Big Fans of Super Junior.

Posted on 27/08/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. kyu mkn nappeun ja…
    next

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: