Mistake Loving You part 2

GDMLY2

 

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 2

The Cast          : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

Rating             : +17

Genre              : Comedy Romantic

= = =

Semua takdir yang tertulis dalam namaku pasti akan terjadi dimasa depan . Entah itu manis ataupun pahit , aku tak punya daya besar untuk membatalkan apa yang telah Tuhan tulis untukku. Meskipun banyak orang berpendapat bahwa kau bisa menolak takdir jika kau mau berusaha , tapi aku tak sependapat dengan itu _ Kang Songgun

*

Tit tit tit cklek

‘bagaimana yeoja ini tau ?’

Mata Jiyong terbelalak saat Songgun berhasil membuka password apartemennya. Bukan hanya Jiyong , Dara dan Sungmin pun juga kaget

“YAKK !!” teriak Jiyong melepaskan diri dari papahan Songgun

“aish ,,, apa aku harus mengaku sekarang eoh …aku akan menjelaskan semuanya didalam .. kajja ”

Mata Jiyong menyipit “kau uhh … kau membuntuti .. YAKKK DASAR …”

“MWOO?”

**

Bukk ~ suara hantaman benda yang jatuh diatas sebuah objek lunak terdengar nyaring disetiap sisi ruangan ini

“arghh..” setelah melepas mantelnya ,Jiyoong mengelus pantatnya yang sakit karena dihempaskan begitu saja oleh Songgun diatas sofa ruang tamunya

“yakk .. bisakah pelan sedikit eoh !!” teriak Jiyong pada Songgun yang kini tengah berjalan diarah dapur

Songgun hanya diam dan ia hanya memfokuskan matanya pada sebuah benda dingin yang baru saja ia ambil dari dalam lemari es . Songgun menebalkan lapisan telinganya agar ia tidak mendengar teriakan dan tuduhan Jiyoong yang menganggapnya sebagai salah satu penggemar fanatiknya

‘kenapa mulut besarnya tidak bisa berhenti berteriak eoh’ gerutu Songgun yang kini tengah mendapat tatapan kesal dari Jiyong

Songgun mengambil beberapa kubus es batu yang kini ia tuang kesebuah mangkuk bening yang tertata rapi di counter dapur Jiyong . Tak lupa ia mengambil sebuah handuk putih kecil sebelum ia kembali menghampiri Jiyong

“berhentilah berteriak eoh ..” hanya itu tanggapan Songgun yang kini duduk disamping Jiyong “cha … kompres dengan ini , ini akan memperkecil bengkaknya “

Jiyong memandang waspada Songgun . Sebenarnya ia bingung dengan semua yang terjadi malam ini . Ia rasa ini terjadi begitu cepat_Pertemuannya dengan Songgun yang tiba-tiba

“Yakk ~ kenapa kau melihatku seperti itu eoh ..” Songgun berteriak kesal karena Jiyong tak merespon apapun. Hal itu membuat Jiyong tersentak  “aishh …jinjja ~”

“hya … jangan mendengus seperti itu di depan idolamu eoh !!” dengan cepat Jiyong merebut handuk yang berisi es batu itu dari tangan Songgun “arkh “ Jiyong sedikit mengerang karena ia terlalu keras  mengusap lebamnya

Songgun ingin sekali memukul kepala Jiyong “aku bukan fans mu eoh … jangan terlalu percaya diri dulu “ meskipun terus mengomel pada Jiyong , tapi matanya kini terpusat di awang-awang tidak fokus pada Jiyong

Pikirannya masih dipenuhi dengan goresan penghianatan Sungmin yang tak sengaja ia bongkar . Songgun masih bingung kenapa ia bisa mendapatkan serangan yang begitu cepat sehingga itu berhasil membuat mentalnya goyah

Tangan Jiyong mengusap lebamnya yang berada di sudut bibirnya“kau masih menyangkal michi yeoja ?”

Jiyong tersenyum miring saat melontarkan ejekan itu . Ia ingin memancing Songgun untuk mengaku bahwa Songgun adalah fansnya. Tapi sebenarnya yang ia inginkan adalah jawaban dari pertanyaan ‘darimana ia bisa mengetahui kata sandinya ?’

Songgun mendengar jelas ejekan itu , tapi alam bawah sadarnya yang masih cidera tak mengizinkannya untuk menanggapi perkataan Jiyong . Meskipun pandangan Songgun menatap Jiyong tapi itu hanya tatapan kosong yang perlahan menjadi tatapan menyedihkan karena kilatan air mata yang mulai kembali tergenang

Jiyong melihat itu , meskipun ia mengusap lebamnya tapi matanya berhasil beberapa kali mencuri pandang ke arah Songgun

“YAK … KANG SONGGUN”

Seperti diseret dari lubang hitam , jiwa Songgun kembali ke tubuhnya yang sedikit terpental ke udara karena terkejut

“yak …. Kwon Jiyong-ssi … kau ingin membunuhku …” Songgun mengatur nafasnya yang sedikit berantakan dan satu tangannya tengah memegangi dadanya

Jiyong melempar handuknya kedalam mangkok es yang ada didepannya “nde .. aku ingin sekali membunuh fans gila sepertimu yang bisa-bisanya mengunitku sepanjang waktu hingga ia tahu kata sandi apartement idolanya eoh … “ sebenarnya Jiyong tak tega bicara sekeras ini pada Songgun . Ia tau hati Songgun masih terguncang sama seperti dirinya

Songgun mendengus lagi dan ia mengambil handuk itu “yak … kenapa berhenti eoh “ Songgun mulai mengusap lebab dipipi Jiyong . “aku akan menjawab itu setelah kau selesai diobati “

Jiyong menolak dan menepis ringan tangan Songgun “shireoo~ ~ yak “

Tapi Songgun keukeuh dan terus mengusap beberapa luka di wajah Jiyong secara perlahan . Ia masih tak percaya orang yang membuat luka ini adalah namja manis yang sangat ia cintai itu

Songgun menghentikan aktifitasnya “ashh … berhenti bergerak eoh … kau mau lebabmu cepat hilang tidak …?”

Saat Songgun ingin lagi mendekatkan tangannya ke wajah Jiyong , dengan cepat Jiyong menahannya “jawab dulu pertanyaanku … jika kau mengelak lagi itu berarti kau benar fans yang sangat menggil –“

“ANIYOO~~ AKU INI YEOJA YANG AKAN DI –“

Tiluling – tiluling

Saat ingin mengaku , tiba-tiba saja Songgun mendengar Smartphonenya berbunyi. Ia bangkit dan saat akan mengambilnya ditas kuningnya yang ia taruh di atas grand piano milik Jiyong yang berada bersebelahan dengan ruang tamu, Jiyong menahannya dengan dahi yang mengerut

“kau yeoja apa eoh ?” tanya Jiyong tak sabaran

“aish , izinkan aku mengangkat telpon itu dulu eoh .. “ Songgun melepaskan tangan Jiyong dan beranjak bangkit

“aish ..” dengus Jiyong mengacak-ngacak frustasi rambutnya

Songgun berjalan kearah grand piano itu lalu duduk dikursi depan piano tersebut . Ia merogoh tasnya untuk mengambil hapenya

Deg ~

Songgun sedikit mendapat ketukan keras dihatinya saat melihat kontak yang sedang menghubunginya .

Jiyong yang tidak jauh darinya bisa menangkap ekspresi Songgun yang berubah semakin murung

Prakk ~

Dengan mata yang mulai berkaca-kaca , perlahan Songgun meloloskan pegangan smartphonenya sehingga kini smartphone berhasil meluncur kebawah lantai marmet berwarna cream milik Jiyong

Jiyong sedikit tersentak dengan apa yang dilakukan Songgun

Songgun menundukkan wajahnya dalam “hiks hiks “ ia mulai terisak “Jiyong-ssi .. berani sekali hiks dia menghubungiku hikss” bahu Songgun bergetar keras

Jiyong bangkit tapi ia bingung harus melakukan apa “nd-nde ?? hya hya hya  … ke-kenapa kau menangis lagi eoh.. nu-nuguya ?? “

Songgun perlahan mendongakkan wajahnya “Sungm Sung-hmi huwwaaaaa hikss “ bibir Songgun terasa kelu saat ingin menyebutkan nama Sungmin. Ia ingin meluapkan semuanya sekarang

Melihat Songgun menangis seperti itu , membuat memori Jiyong dipaksa untuk memutar kejadian 7 tahun yang lalu , saat melihat Songgun menangis karenanya

Jiyong sangat menyesal kala itu , sehingga kini ia ingin menebusnya

“Song Songggun-ah “perlahan langkah Jiyong tergeser maju tapi itu hanya selangkah . Ia masih meragukan dirinya

“hikss ini – hiks ini semua menyakitkan Jiyong- “

Greep ~

Dengan cepat Jiyong berlari memeluk Songgun

“hajima “ Jiyong memeluk erat kepala Songgun dan membenamkannya di perbatasan dada dan perutnya

Yang masih dalam posisi duduk Songgun mencengkram ujung kaos hitam v-neck yang kini dikenakan Jiyong

“hiks … kau – kau juga merasakannya bukan ? hiksss . jeongmal aphayo”

Jiyong mengangguk tapi ia masih sempat tertawa pilu “nde … aku sama sepertimu sekarang “

Nafas Songgun tersengal karena ia merasakan sesak didadanya “apa aku bersalah padanya Jiyong-ssi sehingga Sungmin hikss dia hiks …”

Jiyong melonggarkan pelukannya lalu berlutut dihadapan Songgun “kau tak bersalah sama sekali eoh , dia justru yang berdosa kepadamu sekarang “

Entah karena rasa bersalahnya dulu atau kesamaan takdir yang dimilikinya dengan Songgun , kemarahan Jiyong menguap pergi digantikan oleh rasa iba terhadap Songgun

Songgun mengentuh lebam di tulang pipi Jiyong dengan telunjuknya “dia juga berdosa padamu karena sudah memukulmu dan merebut Dara darimu

“argh .. hentikan eoh “ Jiyong sedikit mengerag saat Songgun terus menyentuh lebamnya tapi Jiyong sedikit tersenyum melihat Songgun sudah mulai tenang

Songgun menarik tangannya “mianhae Jiyong-ssi..”

“ah sudahlah … “ Jiyong berdiri lalu membuat jarak dengan Songgun “jangan membahas mereka ..”

“nde … “ Songgun berdiri , ia melihat jam tangannya menunjukkan pukul 10 malam. Ini sudah larut , ia putuskan untuk berpamitan pulang dan tak ingat sama sekali apa niat awalnya menemui Jiyong“ini sudah malam , sebaiknya aku – “

Seperti halnya Songgun Jiyong juga melupakan tuduhannya terhadap Songgun

Saat ingin melangkah , langkah Songgun terhenti

Krukk ~ ~

“aish “

Songgun mengumpati dirinya sendiri karena bisa-bisanya perutnya berbunyi disaat seperti ini_didepan seorang Superstar terkenal Korea

Jiyong tersenyum geli “akan ku pesankan ayam dan soda nde , kau harus makan bersamaku malam ini “

Dengan cepat Songgun menggelengkan kepalanya “an aniyoo.. aish ini memalukan Jiyong-ssi … tidak , aku langsung pulang saja” Songgun akan berjalan keluar tapi dengan cepat Jiyong menahannya

“anggap saja ini sebagai reuni … kau tak boleh menolak ajakan cinta pertamamu eoh “ goda Jiyong dengan mata yang berkedip pada Songgun

“mworago ? yakk … aku akan memegang lebammu jika kau mengatakan itu lagi eoh ?”

“aihh .. nde nde .. aku hanya bercanda … ini tak akan lama “

Songgun sedikit menimbang “emm .. baiklah “

Jiyong berjalan kearah dapur dan berhenti di dinding samping lemari es . Ia kemudian mengambil gagang telpon rumah yang tertempel disana

“kau mau menu apa eoh ? akan aku pesankan “

Songgun berjalan masuk dapur dan menuju meja makan yang di desain seperti minibar lalu ia duduk disalah satu kursinya

“terserah kau Jiyong-ssi “

“baiklah akan aku pilihkan yang biasa aku makan saja …” Jiyong mulai menekan tombol menghubungi layanan jasa antar makanan dari restoran ayam langganannya

“tambah soju ?” tawar Jiyong

“bukankah seorang penyanyi tidak minum soju ?” balas Songgun membuat Jiyong sedikit kecewa

“baiklah … soda saja “ nada Jiyong terdengar kesal oleh Songgun

**

Setelah 15 menit menunggu , akhirnya pesanan mereka pun datang . 8 potong paha ayam goreng pedas , 4 bungkus  kentang goreng , 2 kotak kimci dan 4 botol sedang cola berhasil mereka habiskan dalam waktu tidak kurang dari 20 menit .

Awalnya Songgun kesal karena Jiyong begitu banyak memesan makanan . Songgun kira Jiyong menganggapnya sebagai raksasa atau semacamnya yang memerlukan makanan sebanyak itu . Pasti akan banyak makanan yang terbuang jika tidak habis bukan

Tapi , Soggun salah . Ia tak sadar telah menghabiskan setengah menu besar yang dipesan Jiyong tadi . Entah karena Songgun benar-benar lapar mengingat sebelum penerbangan ia tak makan sama sekali atau karena ia terlalu asyik bicara dengan Jiyong selama sesi makan bersama itu

“uhh .. aku kenyang Jiyong-ssi “ Songgun menyandarkan tubuhnya di sofa Jiyong dengan  matanya yang tidak terbuka sempurna

Jiyong menghampiri Songgun dengan dua tangannya membawa piring kecil berisi irisan buah

“jangan lupakan salad buahmu ..” Jiyong duduk disamping Songgun dan menyodorkan satu piring untuknya

Songgun mendorong piring itu agar menjauh darinya “tapi aku benar-benar kenyang … hoammm“ ia mengucek matanya

Kebiasaan buruk Songgun mulai terlihat. Songgun selalu merasa mengantuk jika perutnya terlalu kenyang dimalam hari . Apalagi diluar sedang turun salju sehingga membuat suhu malam ini lebih dingin .

Jiyong yang mengetahuinya , menaruh dua piring tersebut diatas meja “kau mengantuk ?“ Songgun hanya mengangguk . Matanya benar-benar berat

“aku harus pulang sekarang “ Songgun menegakkan punggungnya

“akan ku antar kalau begitu“ Jiyong berdiri akan mengambil kunci mobilnya

Mendengar itu Songgun terpaksa membuka matanya lebar “mwo ? yah .. ?“ Songgu menahan tangan Jiyong cepat“aku tak mau terjebak skandal denganmu eoh !”

Jiyong kembali duduk dan mengerutkan keningnya “nde ?”

“aku tau diluaran sana ada banyak mata yang mengawasimu , aku tak mau tertangkap oleh mata itu dan di beritakan yang tidak-tidak oleh mereka “ Songgun tidak berhenti menguap

“kita bisa menyamar .. aku tak mungkin setega itu membiarkanmu berjalan sendirian ke halte bus saat turun salju seperti ini “

Songgun tetap saja menggeleng “aniyo ~” tapi kemudian ia tersenyum kearah Jiyong “apa benar kau Jiyong yang ku kenal 7 tahun lalu eoh ? “ tanya Songgun dengan wajah bantalnya

“nde ? ada yang aneh dengan ku ?“

Songgun mengangguk lemas , detik demi detik Songgun rasakan matannya semakin berat

“nde , ini sangat aneh. Aku pernah meneriakimu bahwa aku akan membencimu , tapi sekarang ,,” Songgun berhenti karena ia menguap lagi(-_-) “aku bisa mengahabiskan waktu berjam-jam dengan si naga penggila basket sepertimu “

Mendengar , itu Jiyong kembali merasa bersalah . Sebenarnya setelah mengolok Songgun 7 tahun lalu diperpustakaan , Jiyong berencana meminta maaf kepada Songgun keesokan paginya . Tapi niat Jiyong tidak pernah terlaksana , karena keesokan paginya Jiyong mendapatkan kabar bahwa Songgun sudah pindah ke Jepang

Jiyong menatap Songgun yang bersandar lagi dengan mata yang tertutup “hahh .. nde jeongmal mianhae … aku bersalah kala itu . Kau tau , sebenarnya aku ingin minta maaf keesokan harinya “

Songgun mengangguk sedikit dengan matanya yang masih tertutup “gwenchana ~” lirih Songgun. Perlahan kepalanya turun

Jiyong tersenyum , tanpa banyak bertanya

Grep ~ Jiyong mengangkat Songgun dan mengggendongnya ala bridal

“yakk “ Songgun tersentak tapi tidak banyak karena ia masih dikuasai dengan rasa kantuknya . Tangannya saja , Songgun kalungkan di leher Jiyong “kau akan membawa ku ke hoammm … kemana ?”

Jiyong membawanya masuk kedalam sebuah kamar bernuansa putih dengan beberapa furniture berwarna hitam

Perlahan Jiyong membaringkan tubuh Songgun lalu menyelimuti Songgun“anggap ini penebusanku untuk rasa bersalahku eoh … aku mengizinkan mu tidur disini”

Songgun duduk menyibak selimutnya “ah nde ? tapi Jiyong-ssi kau tak ..” mata sayu Songgun melihat Jiyong tengah menatapnya . Seolah tahu dengan apa yang dipikirkan Jiyong “YAK ..!!” dengan cepat Songgun memeluk tubuhnya sendiri

“hilangkan pikiran yadongmu itu eoh “ dengan cepat Jiyong mendorong dahi Songgun dengan telunjuknya . Alhasil Songgun kembali terbaring “aku akan tidur dikamar ku sendiri “ Jiyong berjalan kearah pintu

Songgun mengusap dahinya dengan bibir mengerucut “aishh … baiklah jika kau memaksa … gomawo hoammm “

“nde .. kau boleh pulang besok pagi .. selamat malam “ Jiyong membalikan tubuhnya lalu menekan tombol off untuk lampu kamar tamunya itu

“jaljjayo Jiyong-ssi” lambai Songgun sesaat Jiyong menutup pintunya

“jalja “balas Jiyong yang samar melihat Songgun memakai selimutnya lagi

#In the Morning

Jam nakas kamar Jiyong masih menunjukkan angka 6 tepat tapi Jiyong sudah tidak terlihat didalam kamarnya . Jiyong sedang melakukan aktifitas paginya yakni berolahraga disalah satu ruang gym-nya sendiri yang ada diapartemennya .

Setelah melakukan tretmen di gym , biasanya Jiyong akan menambah latihannya dengan jogging memutar disekitar apartementnya. Tapi pagi ini Jiyong tidak melakukannya mengingat ia sedang mendapatkan tamu bukan ?. Akan sangat tidak sopan jika Songgun bangun tidak ada dirinya dirumah .

Songgun masih tertidur pulas . Jiyong melihatnya sebentar tadi saat sebelum melakukan latihan. Ia sempat tertawa geli melihat gaya tidur yang berantakan tapi Jiyong tak mau mengganggu tidur Songgun

Jiyong begitu berkeringat , bahkan udara dingin tidak mampu Jiyong rasakan . kaos oblong tanpa lengan dan celana selutut ditambah dengan earphone hitam yang menempel di telinganya membuat Jiyong terlihat begitu sexy karena kulit bertatonya sedang berkeringat.

Jiyong akan berjalan kearah dapur untuk mengambil sebotol limun segar dari dalam kulkasnya. Tapi langkahnya berhenti saat matanya melihat sebuah objek persegi dibawah kolong grand pianonya

‘oh … bukankah itu milik Songgun ?’

Jiyong berjalan mendekati objek tersebut lalu mengambilnya . Jiyong lalu duduk dikursi depan pianonya

Ia mengamati benda tersebut lalu menekan tombol power yang berada disamping beda tersebut

Jiyong tersenyum sinis saat gambar walpaper yang dipasang Songgun untuk smartphonenya adalah foto Sungmin

“aishh menyebalkan ..” Jiyong sedikit memukul layar smartphone Songgun “go to hell eoh … “ dengus Jiyong

Lalu terbersit didalam otaknya untuk mengganti walpapernya . Ia segera menyentuh tombol menu dan masuk ke galeri Songgun. Tapi saat akan memilih gambar yang bagus , Jiyong sedikit mengerutkan dahinya melihat list teratas galeri ini

“video apa ini ? “ Jiyong begitu penasaran dengan videonya . Dengan cepat Jiyong menekan tanda play . Betapa terkejutnya saat Jiyong mengetahui isi video tersebut

Video masih diputar “yakk … bagaimana Songgun bisa mendapatkan ini .. aishh “ dengus Jiyong kesal , kepalanya kini kembali mengingat kejadian semalam saat Songgun tiba-tiba muncul dan mengejutkan Jiyong dengan mengetahui kata sandi apartemennya

“yakk ~ dia benar-benar … kenapa dia bisa merekam ku dengan Dara ? …” otak Jiyong kembali membangun beberapa spekulasi untuk Songgun

‘dia tidak mengaku sebagai fans ku semalam , jadi jika tidak .. dia ‘

“PAPARAZI …. “

Jiyong tidak menyangka bahwa Songgun adalah seorang paparazi “patas saja …”

Jiyong sepertinya sudah tau apa jawaban kenapa Songgun bisa mengetahui kata sandinya . Dunia seseorang paparazi sangat berkaitan erat dengan dunia gelap haker . Pasti Songgun bekerja sama dengan beberapa haker untuk membobol kunci apartemennya .

Atau jika bukan karena haker , mungkin Songgun sudah bertahun-tahun menjadi seorang paparazi jadi ia bisa membuntuti Jiyong tanpa sepengetahuannya

“meskipun aku bersalah padamu , tapi aku tak akan membiarkan ini “ dengan cepat Jiyong menyentuh gambar tong sampah yang ada disebelah kiri video tersebut .

Dalam htungan sepersekian detikpun video yang akan Songgun gunakan untuk membatalkan perjodohannya dengan Jiyong pun lenyap

“aku harus membangunkannya ..”

Drtt drtt

Saat akan bangkit , Jiyong merasakan smartphonya bergetar didalam sakunya . Dengan berat hatipun Jiyong kembali duduk dan mengangkatnya

“yeoboseo eomma “ salam Jiyong malas

Sebenarnya , sejak rencana perjodohan itu , Jiyong marah pada kedua orang tuanya dan sedikit segan jika eomma atau aboejinya menghubunginya

‘nde .. eomma akan datang mengunjungimu  ’

Mata Jiyong terbelalak mendengar sautan eommanya “mw mwoya ? eomma ? kemari ? wae ?”

‘ada yang ingin aku bicarakan  ?’

“aku tidak berminat jika itu tentang perjodohan itu “

‘jangan membantah eoh , eomma sudah berada di baseman .. ’

“andwae …!!!” teriak Jiyong panik

Eomma Jiyong mendengar nada Jiyong berubah panik ‘kenapa panik eoh .. apa kau membawa seorang yeoja di apartementmu ?’

Jiyong tertegun

‘yakkk !! Kwon Jiyong … kau benar membawa seorang yeoja eoh .. yak benar-benar awas kau ‘

“an aniyo eomma … eomma jangan kemari eoh … aku sedang tidak ada di apartement ..”

‘gojimal … eomma tak percaya …

Bip

“mwo .. yakk .. yeoboseo .. yeoboseo … eommaaa arghhh “ Jiyong meremas rambutnya frustasi. Ia melihat smartphone Songgun disampingnya , hal itu mengingatkannya akan Songgun yang masih tertidur di salah satu kamarnya

“yak … Songgun-ah !!!” Jiyong segera berlari ke kamar yang sedang ditempati Songgun . Ia pasti akan dikuliti eommanya hidup hidup jika eommanya tau Jiyong membawa seorang yeoja keapartement barunya

“aish jinjja ~ “

Tapi saat ia akan membuka kamar Songgun , entah ia dapat sebuah ilham dari mana , Jiyong menggagaskan sebuah ide

‘tunggu dulu …. jika eomma tau ada seoran yeoja tidur dikamarku maka ….’ Jiyong menggantungkan idenya karena beberapa detik lalu ia kembali mendapatkan ide yang lebih gila

‘ah jika eomma tau aku tengah tidur bersama dengan seorang yeoja ,,, maka ..’

Binggo ~~

“eomma akan membatalkan rencana perjodohan itu … wawwww …  its good ideah”

Dengan cepat Jiyong membuka kamar Songgun lalu ia biarkan sedikit terbuka agar eommanya nanti bisa melihatnya

Jiyong segera melepas kaos oblongnya lalu ia buang kelantai dan segera menaiki ranjang yang masih terdapat Songgun terpejam disana

Pok pok pok ~ Jiyong memukul pipi Songgun agar ia bangun

“eummmm …” hanya itu tanggapan Songgun

“aish .. anak ini ….KANG SONGGUN ” teriak Jiyong

Sontak Songgun langsung membuka matanya “yak .. ada apa eoh … ?” kata Songgun malas mengucek matanya , tapi ia segera membesarkan matanya saat melihat Jiyong half naked didepannya

Songgun segera bangkit mengeratkan selimutnya di dadanya“ap-apa yang akan kau la-lakukan ? ke-kenapa kau –“

Jiyong segera menggenggam kedua tangan Songgun “kumohon .. bantu aku Songgun-ah …tidurlah denganku ”

Pikiran Songgun sudah berpikiran yang tidak-tidak “mw-mwo ? k-kau tidak bisa melakukannya … yakkk mmpt” Jiyong membungkam mulut Songgun dengan tangannya

Mata jiyong tidak fokus melihat Songgun . Sesekali matanya melihat kearah pintu “sttt jangan menolak,,, jeballl”

Tit tit tit~

Pendengaran Jiyong mendengar suara tombol dari kombinasi kata sandinya yang sedang ditekan seseorang

“aishh eomma …”dengus Jiyong “Songgun-ah …” mata Jiyong memelas pada Songgun

‘mwoo ? eomma ? eommanim ?’

Songgun segera melepas bekapan Jiyong “eomma … yakk , eommamu tak boleh tahu aku ada disini .. yak aku harus bersembunyi Jiyong-ssi “

Iya , Songgun harus bersembuyi . Jika tidak , eomma Jiyong akan tau bahwa dirinya telah menginap di apartement Jiyong. Eomma Jiyong pasti akan sangat bahagia dan itu berarti akan semakin sulit membatalkan perjodohannya

“aniyo ~~ kau tak boleh bersembunyi ….” cegah Jiyong saat Songgun akan turun dari ranjang . Ini pasti akan beda ceritanya jika Jiyong sudah tau siapa yeoja yang akan dijodohkan dengannya

“Jiyong-ah .. kau dimana eoh!!”

Songgun begitu panik mendengar suara itu ‘eommanim’

Songgun meronta “Jiyong-ssi .. tolong lepaskan aku … aku harus bersembunyi karena aku sebemmppt”

Chupp ~

Dengan cepat Jiyong menempelkan bibirnya ke bibir Songgun . Sontak Songgun terbelalak mengingat ini

‘ciuman pertamanku’

Tangan Songgun tergolek lemas dibahu Jiyong . Otaknya tidak bisa memproduksi implus agar ia bisa menolak dan mendorong Jiyong . Kenyataannya Songgun hanya terdiam kaku

Jiyong melepas bibirnya dari bibir Songgun , ia menatap tajam Songgun

“mianhae ..”

Itu kata-kata terakhir Jiyong yang bisa didengar Songgun sebelum Jiyong kembali mendaratkan bibirnya di bibir Songgun

Jiyong mendorong Songgun hingga terlentang diatas ranjang . Ia memejamkan matanya saat mulai membuka bibirnya dan mulai melumat bibir Songgun yang masih tertutup

Songgun tidak bergeming , ia bingung dengan apa yang Jiyong lalukann yang tiba-tiba menciumnya. Hanya mata Songgun yang masih terbuka mengamati bola mata Jiyong yang bergerak-gerak dibalik kelopak matanya yang tertutup

Jiyong perlahan membuka matanya saat bibrnya terus aktif menyesab bibir Songgun , sehingga mata mereka bertemu .

Deg deg deg

Entah ada apa yang salah , jantung Songgun berdebar hebat saat jaraknya hanya sesenti dengan wajah Jiyong

Pipi Songgun perlahan mulai panas dan bisa Songgun tebak pasti wajahnya kini semerah tomat. Entah karena malu , perlahan Songgun memejamkan matanya.

Jiyong menggerakkan tangannya masuk ke perpotongan bahu dan leher Songgun lalu menekan tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya

“arghmm”Songgun sedikit terkejut tapi hal itu tidak disia-siakan Jiyong untuk memasukkan bibirnya melumat dalam bibir bawah Songgun

“eummm” desah pertama Songgun yang lolos dan beberapa saat kemudian Songgun mulai membalas ciuman Jiyong dengan menghisap bibir atas Jiyong

Lama-kelamaan ciuman Jiyong semakin menuntut dan mendorong Songgun semakin tenggelam di bantalnya

“eumm emmm” desah Songgun saat Jiyong menggigit-gigit kecil bibirnya dan Songgun merasakan ada yang merambat disekitar pahanya

Itu adalah tangan Jiyong . Jiyong kini berusaha menaikkan salah satu kaki Songgun agar melingkar di pinggangnya

“ahhh …Ji-yong ssi ,,emmm” Songgun merasakan geli karena Jiyong berulang kali meraba halus paha Songgun yang terbuka karena ia memang menggunakan rok

‘eummm” Jiyong menggigit bibir Songgun tapi tidak begitu saja melepaskannya

Sementara itu eomma Jiyong yang berada didepan kamar , curiga dengan suara eraman aneh yang ia dengar dari dalam kamar

“yak anak ini …” dengan cepat eomma Jiyong menghampiri kamar itu dan betapa terkejutnya saat melihat anak namja satu-satunya itu tengah berciuman panas dengan seorang . Tangan anak kesayangannya itu juga sedang mengelus paha yeoja tersebut

“YAKKK …… KWON JIYONG ~!!!!!!”

Jiyong dan Songgun tersentak mendengar itu langsung membuka mata mereka . Diluar skenario Jiyong yang tadinya hanya ingin mencium ringan Songgun tapi entah mengapa Jiyong tadi melakukan hal lebih _ berciuman panas yang belum pernah ia lakukan dengan Dara

Bibir mereka masih menyatu dan perlahan Jiyong melepaskannya. Songgun mengerjapkan matanya beberapa kali membuat Jiyong ingin sekali mencubitnya

Masih menindih Songgun , Jiyong menoleh kearah ibunya dengan ekspresi kaget

“mwo … eo eomma “ jiyongpun kini bangkit “aish … “ Songgun pun juga ikut bangkit

Dengan langkah marah , eomma Jiyong memasuki kamar itu

“yak … berani sekali kau melakukan ini pada eomma eoh … apa karena yeoja ini kau menolak perjo – “ eomma Jiyong ingin memukul Jiyong tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah Songgun yang berantakan

Mata tua itu masih bisa mengenali calon mantunya tersebut “neol  ..kenapa kau ad -?”

Songgun begitu malu bisa bertemu dengan eomma Jiyong dalam keadaan yang seperti ini _ kondisi yang berantakan. Mentalnya masih polos sehingga ia meresa harga dirinya jatuh

Songgun mulai menangis“eom …. eommanim hikss … mianhae hiks ..” dengan cepat Songgun turun dari ranjang lalu duduk berlutut dihadapan eomma Jiyong “Jiyong-ssi hikss yang memaksaku hiks ….”

Jiyong tertegun dengan apa yang dilakukan Songgun ‘apa yang kau lakukan Songgun? ‘

“mwo ? memaksa  yakkk“ mendengar itu Jiyong eomma membelalakkan matanya

Buk – buk – buk

Dengan brutal eomma Jiyong memukuli anaknya dengan tas tangan yang sedang ia bawa

“aish …. berani – beraninya kau memaksanya eoh … dasar anak nakal “

Jiyong berusaha berlari ingin menghindar tapi tangannya di pegang erat oleh yeoja berumur 50 tahunan itu

“yak uhh … apa yang salah agrhh … dia yeojachinguku eomma “

“MWO ?!! “ eomma Jiyong dan Songgun hampir bersamaan mengatakan itu

Seperti ada orang yang menekan tanda pause , eomma Jiyong berhenti bergerak “yeojachingu… “ tangan eomma Jiyong masih menggantung diudara bersiap memukul Jiyong

Dengan cepat Jiyong ikut duduk disamping dan memeluk Songgun “nde … aku sudah memilihnya .. benarkan itu chagi “ Jiyong mengeratkan pelukannya

Mata Songgun berteriak panik , dengan cepat Songgun menatap tajam Jiyong ‘apa yang kau katakan eoh ‘ arti tatapan itu

Jiyong tidak menggubris tatapan Songgun “eomma ~ inilah alasanku menolak perjodohan itu” Jiyong semakin mengeratkan pelukannya

“ hikss … mworago ??” Songgun menepis tangan Jiyong yang memeluknya

Tapi sekilas Jiyong hanya mengedipkan satu matanya dan kembali memeluk Songgun

“hahh ?” Eomma Jiyong sangat terkejut tapi perlahan senyumnya terbit“jeongmal .. jeongmalyo … Songgunie …?”

“nd nde ?” Kini Jiyong yang giliran terkejut “mwo ….?” Jiyong sedikit melepaskan pelukannya “da-dari mana eomma tau nama – ? “

Jiyong menatap bingung eommanya dan kini pada Songgun

Eomma Jiyong menarik Songgun untuk berdiri “hah … kenapa kau tidak bilang kalau sebenarnya kau sudah memilih putri tunggal tuan Kang dari awal eoh “

“mwo … ?” Jiyong segera bangkit

“yeoja ini yang sebenarnya akan eomma jodohkan dengan mu nanti … ah kalian memang terikat eoh …”

Mata Jiyong terbelalak besar “MWOOO ?”

TBC

Advertisements

Posted on 07/09/2014, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. 19 Comments.

  1. Jung Yong Seokkiee

    Woaaaaah Daebakk thorrr…
    keren intinya aku suka banget… 😀
    Fighting thorrr publish jangan lama” yah
    nextttt thorr…. 🙂

  2. ngakak xD
    poor jiyoung, niatnya mau batalin tp malah tidak bisa menolaknya,
    lanjut yo *-*)/

  3. makanya cari tau dulu siapa yang mau dijodohkan denganmu, bukannya berhasil menggagalkan perjodohan malah membuat jiyong gak punya pilihan selain menikahi songgun, semoga mereka happy ending yah…

  4. itha_sparkyu

    nah looohhh Jieyong kaget dah hahahaha g kebyang tampang begonya si Jiyong….

    mreka kloo jd nikah psti seru deh, next part jgn lama ne author

  5. yak..knoa dri smua adgan cma adgn gd cium songgun yg aku ska thor…
    aish..bahaya,ini next ua jngan lma lma thor soal ya bkin pensran bngtt.. 🙂

  6. ¸.•*¨)¸.•*¨)
    •Ɯ∂Ќ=))¸.•*¨)¸.•*¨)
    •´Ɯ∂Ќ=))¸.•*¨)¸.•*¨)
    •´Ɯ∂Ќ=))
    Sumpah lucu ߪΩǦ̩̥έ³[e̲̅]t‎​ Šɑмά”̮ ekspesi jiyong oppa
    Ќά└ö ternyata yang di jodohin Šɑмά”̮ sia songgun
    Next min Ppalli palli

  7. uahahahaha begitu baca endingnya aku ketawa bebas ,,, hehehe
    ternyata rencana songgun ma gd bt ngegagalin rencana perjodohan dg memanfaatkan satu sama lain malah gagal jadi senjata makan tuaaaaaaaaaan
    apalagi si GD ud gak bisa kerkutik itu nanti ,,, apalagi ngebayangin muka GD pas tau songgun itu calon tunangannya hahahaha

    lanjut author ,,,, semangat bt yang part 3 ditunggu …………
    FIGHTING

  8. Prok prok, ffnya keren, :’)

  9. Wahhh..seru n kocak ff ini..heheheheee

  10. Keren !!!!
    Di tunggu ya lanjutannya

  11. MWO..aqu jga ikutan kaget bcanya.kkkk
    makin seruuu ajj.next ditnggu.

  12. hahaha…. jiyong pabo…. dia malah memperlancar pertunangannya!!!! hahaha…. lanjut thor!!!

  13. han young ae

    sumpah part ini ceritanya gokil berat ampe gak kuat karna ketawa terus pas bacanya next part thor

  14. lanjut thooor kereeeen.
    g sabar banget deh

  15. °•ŵĸ\=D/ŵĸ•°=D°•ŵĸ=))ŵĸ•° jiyoung masuk perangkapnya sendiri hahaaa…lanjut thornim.

  16. ga sabar nuggu chapter selanjutnya hihi

  17. andi ayu rahayu

    Hahah ff nya lucu. Itu cewnya suka banget nagis yah. Hahah

  18. wkekwk yaampun kocak thor part iniii daebakk

  19. hahaha lucu akhir part ini 😀 astaga jiyong yg mau menghindari perjodohan tpi malah hahaha lucu pokoknya aduh perutku ^^

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: