Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 7

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 7

Pg : NC

Cast : Cho Kyu-Hyun

         Lee Eun-Ji

*

The Story Begin…

*

Dia mendesah, dia menarik kepalaku agar menatapnya. “Maafkan aku, dan terima kasih. Aku… Seorang pria yang bodoh karena sudah meninggalkan seorang yang mencintaiku. Setelah ini, aku janji akan menggenggam terus tanganmu sampai kita mencapai apa yang namanya kebahagiaan. Bersyukur kau masih ada di dunia ini, bersyukur karena kau bisa memaafkanku, bersyukur karena kau masih begitu mencintaiku. Aku sudah terlalu banyak bersyukur kepada Tuhan, tidak ada alasan lagi kenapa aku harus meninggalkanmu.”

Aku tersenyum. Entah di sebut senyum bahagia, atau senyum penuh arti. Ada suatu hal yang harus ku lakukan kalau sudah mendengarnya mengatakan janji. Yaitu…

“Tolong pegang janjimu, oh?”

*

Aku tidak tahu kalau sedikit kata-kata bisa membuat hati menjadi sakit.

“Kau benar-benar akan menikah dengan Eun-Ji?” Lee Sungmin terbelalak kaget mendengar apa yang baru saja Kyu-Hyun ucapkan. Laki-laki itu sudah ada di kantor kejaksaan, dan dengan santai membuka kumpulan data tuntutan dari orang-orang yang memiliki masalah.

Ia yang duduk di bangkunya itu mengangkat wajah menatap Sungmin yang berdiri sambil berkacak pinggang, ia berdehem dan mengangguk membenarkan.

“Kenapa? Ada yang salah?” Tanyanya heran. Kenapa respon Sungmin berlebihan sekali, seperti baru mendengar kabar buruk saja.

Sungmin menautkan alisnya, dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa saja. Ah, ia memang terlalu merespon berlebihan. “Maksudku… Memang tidak ada yang salah, hanya saja, aku takut terjadi sesuatu.” Katanya terus-terang.

“Maksudmu?” Kyu-Hyun kembali heran. Apa sih yang di maksud temannya ini?

“Begini, kau itu masih belum bisa membina keluarga dengan baik. Kau masih main-main di luaran sana, kau masih seperti remaja ingusan yang hanya tahu permainan. Kenapa…? Kenapa sekarang kau begitu cepat memutuskan untuk menikahi Eun-Ji? Kau hanya akan memberikan luka untuknya.” Kata Sungmin sungguh-sungguh. Ia tahu apa saja yang sering Kyu-Hyun lakukan diluaran sana, jadi mendengar laki-laki itu akan segera menikahi Eun-Ji rasanya sulit sekali untuk menerimanya.

Kyu-Hyun terkekeh. “Tidak akan terjadi.” Jawabnya. Ia kira apa yang Sungmin maksud, ternyata ini.

Sungmin menggelengkan kepalanya. “Kau itu labil! Mungkin sekarang kau bilang mencintai gadis itu, nanti besok-besok, ketika kau mengatakan bosan kau akan meninggalkannya lagi. Tidak bisakah kau pikir dengan matang-matang? Ini tentang agama, janji, keluarga, dan cinta, bisakah kau memikirkannya sekali lagi? Ini pernikahan Kyu-Hyun! Bukan bermain di luar dengan para pelacur.” Sungmin sendiri sadar kalau responnya terlalu ikut campur dan tidak berhak sama sekali. Ini hidup Kyu-Hyun, laki-laki itu pasti tahu apa yang harus ia lakukan. Tapi, sebagai teman, ia juga harus memberi tahu, semoga saja temannya itu akan mengerti.

Tatapan biasa Kyu-Hyun perlahan menjadi tidak bersahabat. “Kenapa kau mengatakan itu? Ku pikir itu bukan urusanmu, aku tahu apa yang harus ku lakukan.” Ya! Baru saja Sungmin pikirkan tadi.

“Aku tahu, aku tahu sekali kalau ini bukan urusanku. Tapi! Tapi, kau itu temanku, setidaknya aku harus memberikan sanggahanku atas hal yang kau anggap seperti menangani kasus tuntutan akibat seorang perempuan yang merebut suami orang lain. Ini tentang jalan cerita cintamu.” Sungmin masih belum berhenti meyakinkan Kyu-Hyun.

“Maafkan aku, Sungmin. Tapi aku tidak bisa mengabulkan apa yang kau katakan. Aku masih mencintainya, Eun-Ji jelas masih mencintaiku, ku pikir tidak ada salahnya pasangan yang saling mencintai menikah atas nama hukum. Lagipula orang tuaku, orang tuanya juga setuju. Apalagi yang harus di khawatirkan? Masalah ke labilanku? Aku sedang belajar, aku berharap kau mendukung keputusanku.” Kata Kyu-Hyun berusaha mengatakannya dengan sabar dengan nada suara rendah. Sungmin mengangguk-ngangguk, ya, tentu ia kalah. Baiklah, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi.

Sungmin tersenyum dan mengangguk sekali lagi. “Aku harap kau bisa menepati apa yang kau ucapkan sendiri.” Sungmin mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh Kyu-Hyun. “Meskipun aku tidak berjanji, tapi aku akan berusaha melakukan se-baik mungkin.”

“Semoga kau tidak meruntuhkan kepercayaanku.”

*

Mencintaimu ternyata lebih sulit daripada melupakanmu. Karena mencintaimu, membuatku sakit, tertekan, dan tidak bisa hidup dengan tenang.

“Kau benar-benar akan menikah?”

Eun-Ji mengangguk. Ia baru saja sampai di sekolahnya, ia memang memutuskan masuk ke sekolah, dan meminta ijin karena jam paginya di tinggalkan. Ia masih harus mengajar dua kelas lagi hari ini, jadi tidak ada salahnya masuk ke sekolah. Lagipula Kyu-Hyun pun langsung bekerja.

“Kau yakin?” Hyuk-Jae duduk di atas meja guru Eun-Ji dan bertanya dengan nada suara yang mengintimidasi. Ia harus mendengar jawaban dari Eun-Ji agar ia merasa yakin dengan jawaban hati dari seorang Eun-Ji.

“Yakin tak yakin, aku harus melakukannya. Bodohnya, aku tidak bisa berhenti.” Sahut gadis itu lalu mendesah berat. Ia menyenderkan bahunya ke belakang bangku, dan mendongak menatap Hyuk-Jae.

“Kau akan mendukungku kan?” Tanyanya, suaranya pelan dan serius. Hyuk-Jae diam sesaat. Mata mereka saling menatap dan pada akhirnya Hyuk-Jae mengangkat bahunya.

“Aku pasti akan mendukung apa saja yang kau lakukan, aku tidak berhak melarangnya. Tetapi… Kalau itu memang berat, lebih baik kalau kau tidak melakukannya.”

Eun-Ji mengangguk lagi. Ia tahu itu.

“Tidak. Aku harus melakukannya, akan melakukannya. Haha, rasanya lucu sekali kan? Aku yang berniat melupakannya, lagi aku sendiri yang akan menikahinya. Tidakkah ini memalukan? Itu benar! Aku sungguh memalukan.”

Hyuk-Jae menyentuh bahu gadis itu. “Dalam kata cinta tidak ada yang namanya memalukan, semuanya sah dalam apa pun, termasuk mempertahankan cintamu. Kalau Kyu-Hyun memang benar adalah jodohmu, kalian memang seharusnya kembali bersama.”

Terima kasih Hyuk… Kau sudah melakukan hal banyak untukku.

*

Respon yang cukup berlebihan. Itulah yang di pikir Eun-Ji setelah acara makan antar keluarga. Tentang acara pernikahan yang terdengar di mana-mana, banyak orang yang mengenalnya, sampai wajahnya saja di pajang di layar kaca televisi. Demi Tuhan, ia sedang tidak menikahi seorang aktris kan? Dia menikahi seorang jaksa.

Oh tidak bisa di pikir secara logis. Ia yang di hina di mana-mana, di bilang tidak pantas bersanding dengan Kyu-Hyun, atau murid-murid perempuannya yang bersikap sinis kepadanya. Sungguh tidak dapat di percaya! Bagaimana mungkin orang bisa merespon itu kepadanya.

“Guru, ini tugas yang Anda berikan kemarin.” Hyun-Kyung, gadis berambut pendek berwajah seperti boneka itu bahkan memberikan buku tugas kepadanya dengan gaya acuh tak acuh. Sebegitu populernya kah Cho Kyu-Hyun. What the..

“Terima kasih, atas respon sinis yang Anda berikan.” Balas Eun-Ji tak kalah sinis. Gadis itu mendengus, lalu kembali ke bangkunya.

Akhirnya ia mendesah dan bangkit berdiri. Ia mendecak menatap murid-muridnya yang mengobrol masing-masing tanpa menyimak ke depan.

“Bisakah aku di beri perhatian sebagai guru saat ini?” Ia berkata tegas. Namun…

“Aku sungguh-sungguh…”

“Kemarin aku melihat tas di toko online, itu bagus-bagus.”

“Ah bagaimana ini, Ibuku menyuruh agar aku mengikuti kelas kursus.”

“Bagaimana kau bisa memiliki ponsel ini eoh? Kudengar harganya sangat mahal.”

Dunianya berubah dalam sehari. Oh, ia merasa muak. Rasanya perih, sampai ia sulit bernafas. Ia tidak tahu, kehidupan biasanya akan berubah menjadi buruk seperti ini. Bagaimana bisa?

“BISAKAH KALIAN DIAM?” Ia berteriak. Sontak murid-muridnya menghentikan aksi mengobrolnya dan menatap ke arahnya.

“HARUSKAH AKU MEMINTA IJIN KEPADA KALIAN UNTUK MENIKAHI KEKASIHKU SENDIRI? KALIAN SIAPA? AKU BILANG KALIAN SIAPA?” Ia membungkam mulutnya dan menggeleng pelan. Emosinya meledak seketika, ia bahkan tidak bisa mengontrol apa yang ia bicarakan.

“Sebenarnya dia siapa? Cho Kyu-Hyun itu seorang jaksa atau artis? Mengapa dia banyak memiliki penggemar? Kenapa sulit untukku agar bisa menikahi seorang yang aku cintai, aku merasa kalian ini adalah seorang murid yang tidak memiliki kesopanan sama sekali. Salahku di mana? Karena aku menikah dengan Kyu-Hyun? Hei… Kalian itu tahu apa? Apa kalian pikir hidupku begitu bahagia karena akan menikahi laki-laki itu? Kalian tidak boleh melihat orang dari luar saja, kalian harus tahu di dalamnya sebelum kalian melayangkan komentar pedas di internet. Kalian itu tidak tahu apa-apa! Itu hak-ku karena menikahinya, itu hidupku, kenapa kalian ikut campur? Demi Tuhan, aku pikir kejadian kecil ini tidak akan terjadi pada diriku. Aku merasa dengan aku hidup itu adalah sebuah kesalahan. Sakit karena itu, aku sakit karena kehilangannya, aku sakit karena itu, dan aku sakit karena menerimanya. Semuanya yang kurasakan sakit.” Suaranya bergetar. Nafasnya naik turun, dan tubuhnya bergetar. Ia menangis, di depan murid-murid yang dulu begitu ia sayangi.

“Kalian akan terus seperti ini? Baiklah, lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Aku tidak akan menanggapinya lagi.” Pidato dadakannya berakhir begitu saja. Ia mengambil buku yang ia bawa dan langsung berjalan keluar kelas. Rasanya benar-benar tertekan, ia tidak menyangka akan melakukan hal itu. Semuanya hanya karena satu hari itu. Semua hidupnya perlahan berubah drastis.

Bersama Kyu-Hyun, hanya ada tangisan. Haruskah ia segera melarikan diri? Tapi kemana?

“Eh guru Eun-Ji kau sudah selesai mengajar? Apakah hari ini juga akan ada yang menjemputmu?” Sung Yuh-Ji, guru yang sekarang memakai kemeja warna merah itu menjegatnya di depan pintu guru sebelum ia sempat menduduki bangkunya.

Ia menghela nafas. “Kau tidak bisa melihatku sekarang? Aku baru saja menangis karena para murid bersikap tidak sopan padaku, dan… Apakah kau juga akan melakukan hal yang sama?” Ia balas bertanya dengan nada suaranya yang bergetar, dan menatap Yuh-Ji dengan tajam.

Guru itu berdehem. “A-apa yang kau maksud Eun-Ji saem, aigoo… Kau berlebihan.” Katanya, lalu pergi keluar ruang guru. Eun-Ji memejamkan matanya sekali lagi. Ia tertekan, ia tertekan dengan semua ini.

“Aku berharap bisa mati saja.”

Next >> this

About rositaadiana

Nama gue Rosita Adiana. Hobi gue dance, nulis ff dan tentunya mantengin TL nungguin berita oppadeul SJ. Gue seorang ELF yang masih berharap buat ketemu mereka. Gue juga masih muda dan bukan orang yang galak. Gue baik kok, makanya gue selalu di sakitin sama orang yang gue sayang *huee* Percaya deh sama gue, orang itu harus jadi jahat aja supaya gak di tindas *apa ini?* mueehehehe.

Posted on 28/09/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. Apakah aku yg pertama?? Huaaa… Aku ninggalin jejak dulu yaa mau baca part 6 nya dulu soalnya critanya agak lupa,ntar aku komen lgi disini

  2. Sepertinya ini sudah pernah dipos beberapa waktu lalu ya.
    Tapi sepertinya eun ji terlihat ragu dengan keputusannya.

  3. fauziyyah r

    aaaa link thisnya knpa gk bisa dibuka ?

  4. page not found…. pleaseeee

  5. Next >> this (kok g bs???…)
    Eottokhae??

  6. Kok saya klik next gk bisa ya, kenapa? Jadi gk bisa baca lengkapnya

  7. chingu.. link this ny ko’ ndx bisa di buka ya..??

  8. Lonely Sick (Hate or Love) Promise You Special Sequel 7 | Yo Jin’s FF
    http://rositaadiana.wordpress.com/2014/09/21/lonely-sick-hate-or-love-promise-you-special-sequel-7/comment-page-1/#comment-1356

    Buka aja di blognya, chingu..ini blognya

  9. Kok ga ke buka yah –“

  10. donghaeaddict

    suka banget kisah yg stu ini selalu ditunggu kelanjutannya..mdh2an da versi balas dendamnya ya kekeke

  11. Ditunggu kelanjutannya author^^

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: