Mistake Loving You part 5

MLY5

Annyeong …. jeongmal mianhae thor bisa post next ff ini baru sekarang because thor barusan sakit dan lagi banyak kerjaan juga di campus.. thor masih berusaha buat ngegambarin roman-romannya Jiyong sama Songgun. Jadi cast yang lain masih belum thor tulis banyak storynya nde..

Siap=siap dengan alur part ini yang mungkin arak garing nde *efeksakit mungkin… Jangan bosen kritik dan saran ya … dan #hantutypo juga selalu ikut selama proses pembuatan ff ini … JANG~ kita langsung CEKIDOT…

>>>>>

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 5

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : ++17

Genre              : Romance and NC

^+^

Aku sangat yakin dengan hatiku sekarang. Setelah 7 tahun berlalu, aku menemukannya kembali dalam sebuah kesalahan yang tak kusengaja untuk aku pilih menjadi sebuah takdirku_Kwon Jiyong

“istirahatlah … setelah di Jeju nanti, aku akan mengumumkan hari penikahan kita didepan semua orang” lalu Jiyong mengecup kening Songgun

Songgun mendongak“MWO ? hari pernikahan … bukankah terlalu cepat oppa .. maksudku , kita bahkan belum membicarakannya dengan keluarga kita”

“aku pikir akan sangat menyenangkan bisa membuat mereka terkejut.. mereka pasti akan sangat marah pada kita …”

“hemmm terserah oppa saja … tapi bagaimana dengan karir dan fans .? mereka pasti akan sangat kecewa “

“ani… para fans sangat mencintaiku … jika mereka melihat aku bahagia , mereka pasti juga bahagia …”

Songgun menganggu paham “ah begitu rupanya .. baiklah .. aku setuju oppa “ Songgun memeluk Jiyong lalu membenamkan wajahnya di dada Jiyong “saranghae” bisik Songgun di dada Jiyong lalu mengecupnya

“nado saranghae ..” jiyong mencium puncak kepala Songgun

^1 hours later

Songgun mulai membuka matanya. Dengan malas ia mengucek matanya dan perlahan duduk menyandarkan tubuhnya di hedboard ranjangnya. Kedua tangannya menahan selimut tebalnya untuk menutupi tubuhnya yang masih polos.

Ia mendengar gemericik air didalam kamar mandinya. Tanpa bertanyapun songgun sudah tau bahwa Jiyong yang ada didalam sana

Ia menatap geli beberapa potong bajunya dan Jiyong yang masih berserekan dilantai.

“aigoo… mianhae appa” Songgun  tersenyum mengatakan itu

Ia sedikit bersalah karena ia melanggar perintah appanya yang melarangnya untuk tidak tidur dengan Jiyong sebelum mereka menikah

“arhh” saat Songgun melebarkan senyumnya, ia merasa sedikit perih dibagian sudut bibirnya

Songgun mengambil smartphonenya dan menekan tanda camera lalu mengaturnya dengan camera depan.

“aihh… eomma keterlaluan sekali ..” Songgun mengelus ujung bibirnya yang sedikit lebam

Cklekk ~ Songgun menoleh kearah pintu kamar mandi yang dibuka. Ia tersenyum melihat Jiyong yang keluar hanya dengan handuk putih yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

Satu tangan Jiyong memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya “kau sudah bangun emm” Jiyong tersenyum lalu duduk disamping ranjang

Songgun mematikan smartphonenya lalu ia letakkan disampingnya “nde … kenapa tidak membangunkanku ?” Songgun mengerucutkan bibirnya dan salah satu tangannya mengelus beberapa tattoo ditubuh Jiyong

Jiyong melihatnya gemas “kenapa kau ingin ku bangunkan ? kau ingin kita mandi bersama ?” Jiyong mencubit pipi Songgun

“arghh.. appo “ tanpa sengaja Jiyong mengenai lebam Songgun “ yak .. !! Kwon Jiyongg”

Ekspresi gemas Jiyong menghilang “omonaa… mianhae chagiya ishh …” Jiyong memandang khawatir Songgun yang memegangi lebamnya

“jangan mencubitku sembarangan eoh “ Songgun menatap tajam Jiyong

Jiyong kini bisa melihat lebam kebiruan yang ada di ujung bibir Songgun. Tangannya telulur menangkup pipi Songgun dan ibu jarinya mengelus lebamnya “mianhae… eommamu sangat keterlaluan sekali… berani-beraninya ia membuat calon istriku seperti ini”

Songgun mulai berkaca-kaca “jangan bahas orang itu eoh … sangat menyakitkan mendengarnya” Songgun menundukkan kepalanya sedih saat ia mengingat kembali eommanya begitu keras menampar pipinya

“ani ani ..” dengan cepat Jiyong menegakkan kepala Songgun “aku tak mengijinkanmu untuk menangis kali ini” ia merengkuh kepala Songgun lalu membenamkannya dibahu polosnya

“aku.. aku berusaha untuk tidak menangis , tapi- hiks… “ Songgun akhirnya menangis “mianhae oppa hikss”

Jiyong merasakan bahunya hangat karena air mata Songgun. Ia mengeratkan pelukannya “hufhh.. baiklah, hanya kali ini saja eoh “

Songgun mengangguk “bisakah kita menunda prescont-nya oppa hikss.. aku tak bisa keluar dengan keadaan seperti ini” Songgun melepas pelukannya

Jiyong paham dengan perkataan Songgun. ‘ia mungkin belum siap’

Jiyong mengangguk “baiklah .. kita akan mengumumkan semuanya saat kau siap”

“jangan marah eoh hiks… lebam ini sangat memalukan” Songgun mulai menghentikan tangisnya dan menghapus air matanya kasar

“nde arraseo .. kau cukup bersenang-senang saja disana nanti”

“gomawo oppa …”

Chup ~

Songgun mengecup singkat bibir Jiyong

“aishh Cuma itu ?“ Jiyong mengerucutkan bibirnya. Ia melirik selimut Songgun yang sedikit turun. Alhasil ia bisa melihat belahan dada Songgun “kau ingin menggodaku hmm”

Songgun mengikuti arah mata Jiyong “yak !! “ Songgun segera membenarkan selimutnya “pervert ajussi .. “Songgun mendorong Jiyong menjauh dan segera turun dari ranjang untuk masuk ke dalam kamar mandinya

“yakk chagiya ~ chakkaman “ dengan cepat Jiyong menahan tahan Songgun diambang pintu kamar mandi

“aishh oppa~ lepasmmppt”

Chup ~ Jiyong dengan cepat membungkam bibir Songgun dengan bibirnya. Ia merengkuh pinggang Songgun agar mendekat dengan pinggangnya. Tangan kanan Jiyong menarik tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya

“euumm” Songgun mendesah memejamkan matanya saat merasakan bibir sexy Jiyong bergerak lambat menghisap posesif bibir bawahnya lalu berganti dengan bibir atasnya

“emmppt ah” Jiyong melepaskan ciumannya, menatap wajah kemerahan Songgun “gomapta.. kau boleh masuk sekarang “ elus pipi Songgun

“aihh.. kau memang pervert eoh “ dengan malu, Songgun masuk lalu menutup pintu kamar mandinya

“aku tunggu dibawah nde..kita akan tiba beberapa menit lagi” kata Jiyong mendekat dipintu kamar mandi

“oh nde oppa” tanggap Songgun sedikit berteriak

Jiyong membalikkan tubuhnya dan kini bisa melihat bajunya yang masih berserakan “aishh chagiya ~~ haruskah aku menelpon layanan kamar ?“

Saat jiyong berteriak seperti itu Songgun yang bersiap masuk kedalam bathup menghentikan gerakannya “yakk!! Aku akan membunuh oppa jika melakukannya eoh “

Jiyong tertawa geli “kkk … baiklah, akan ku bersihkan “

30 menit kemudian, Songgun sudah menyelesaikan sesi mandinya dan saat keluar dari kamar mandi, ia sudah tidak melihat Jiyong dan kamarnya sudah rapi seperti awal ia masuk. Sudah tidak ada baju yang berserakan dan sprei ranjang yang juga sudah ditata rapi

Ia berjalan kearah tas ranselnya dan mengambil satu-satunya baju yang tersisa didalam sana. Songgun memang sengaja membawa baju minim karena ia berniat akan membeli baju baru ketika ia sampai di Jeju nanti

Setelah ia sudah siap dengan kaos longgar hitam bertuliskan ‘BOY’ . sepatu nike, hotpants dan rambut kuncirnya, Songgunpun segera memakai tasnya dan berjalan keluar kamar. Tak lupa ia mengunci kamarnya lalu berjalan kearah lift

Ding ~ pintu tebuka dilantai dasar loby. Songgun tersenyum pada resepsionis saat mengembalikan kartu kamarnya.

Drtt…drtt..

Saat keluar loby, Songgun merasakan smartphonenya bergetar didalam sakunya. Ia tersenyum melihat contact name yang menghubunginya

Bip

“yeoboseo oppa ..”

‘…’

“aku baru saja keluar loby”

‘…’

“oh jinjja ? eoddiga ?” masih dengan smartphonenya yang menempel ditelinganya, Songgun menolehkan kepalanya mencari keberadaan Jiyong yang katanya berada disekitarnya

“Songgun-ah~~”

Songgun mengenal suara itu, segera ia memalingkan wajahnya kearah sumber suara. Ia bisa melihat Jiyong yang berdiri di dek depan kapal dekat pagar pembatas tengah melambaikan tangan kearahnya . Songgun tersenyum lalu berjalan kearah Jiyong

“omona … yeoja siapa ini eoh ? sexy sekali” Jiyong menggoda Songgun yang kini sudah dihadapannya

Songgun sedikit menghela nafas dihadapan Jiyong yang kini memakai kaos putih yang dipadukan dengan blezer pink dan celana jeans senada “aishh sexy ?? hilangkan pikiran kotormu oppa ..”

“entahlah chagiya … kau selalu tampak sexy dimataku “ bisik Jiyong

“issshh….kau memang perlu dicuci otak oppa ”

Songgun menggeleng-gelengkan kepalanya heran saat mengetahui watak pervert namjanya itu yang sangat tinggi

“oh .. kau sudah memakai sepatu ? apa kakimu sudah baik-baik saja ?” tanya Jiyong yang melihat Songgun sudah memakai sepatu tertutup

“nde … aku sudah merasa baik oppa “

“dan lebammu ?” Jiyong sedikit mengelus lebam Songgun yang tersamarkan dengan makeupnya

“gwenchana … jangan terlalu menekannya “ Songgun sedikit meringis

“ah baguslah ..” Jiyong berhenti mengelus Songgun “kau ingin minum ?” tawar Jiyong yang kini sedang memegang segelas wine

Songgun menggeleng lalu menatap lurus samudra “oh oppa … itu Jeju kah ? kita sudah sampai ?” mata Songgun menangkap satu objek pulau yang berada dekat didepannya

“nde … sebentar lagi kita sampai “ satu tangan Jiyong memeluk pinggang Songgun dari belakang

“aih oppa lepaskan … kau tak ingat-“

Jiyong langsung mendekatkan wajahnya “aku akan menciummu jika kali ini kau bicara tentang skandal lagi”

“nde nde… kau menyebalkan oppa “

Jiyong tersenyum melihat Songgun lagi-lagi mengerucutkan bibirnya. Ia mengecup bahu Songggun yang sedikit  terbuka karena potongan baju Songgun sedikit lebar dibagian bahu

Jiyong menyandarkan dagunya dibahu Songgun“kita memang menunda pengumuman hari pernikahan kita… tapi persiapkan dirimu untuk tampil sebagai yeojachingu GDragon eoh”

Songgun menoleh kearah Jiyong “kau berniat mengenalkanku ?“

Jiyong mengangguk yang kini juga menghadap Songgun “huftt… nde, apa kau keberatan chagi ?”

“aniyaa … terserah oppa saja “ Songgun tersenyum tulus mencubit hidung Jiyong

“itu melegakan .. “ tanggap jiyong “apa yang ingin kau lakukan saat tiba disana emmm ?”

“hmm” Songgun sedkit memikir “menikmati es krim coklat saat matahari terbenam sepertinya akan menyenangkan oppa … itu yang sering aku lakukan saat di Jepang ”

Jiyong melepas pelukannya dan menegakkan dagunya “jepang ?? … apa dengan Sungmin eoh “ nada Jiyong terdengar marah

Songgun memutar kedua bolah matanya, ia baru tahu bahwa Jiyong sangat pencemburu

Songgun melipat kedua tangannya didadanya “jangan seperti itu eoh , es krim dan matahari terbenam adalah beberapa hal kesukaanku … sudah hal yang tak penting lagi apa aku melakukannya dengan Sungmin atau tidak !”

“cih ..” Jiyong bercakak pinggang “kau tak bisa melupakannya kan ..” tanggap Jiyong

Songgun sedikit tersentak, tapi kemudian otaknya dengan cepat membuat balasan untuk Jiyong

“kau juga pasti belum melupakan Sandara eonni sepenuhnya kan ??” Songgun tersenyum kecut kemudian

‘SKAKMAT….kau dulu yang memulainya kan’ kata hati Songgun puas melihat Jiyong yang kini tersentak

“Jiyong-ssi …” kini Songgun benar-benar berhasil membuat Jiyong terdiam “kau masih meragukanku kan ?”

Songgun memasang wajah sedih dihadapan Jiyong. Berbeda dengan hatinya yang kini tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya ia hanya berniat mengerjai Jiyong

‘aku akan memberi pelajaran pada naga pervert ini’

Jiyong menaruh gelasnya dimeja yang berada didekatnya “Ani.. aniya cha-chagiya … aku “

Songgun memundurkan langkahnya “lihatlah … kau gugup sekarang Jiyong-ssi..“

Jiyong menahan tangan Songgun agar tidak mundur lagi “tidak , chagiya … siapa yang meragukanmu hmm .. mianhae , tolong jangan memanggilku seperti itu lagi”

Songgun menggeleng “entahlah … 7 tahun yang lalu kau membuatku menangis , apa kali ini … kau juga-“ nafasnya ia buat tercekal

Tes … Songgun berhasil membuat air mata palsunya

‘omona… kau pantas mendapatkan piala oscar Kang Songgun ‘ sorak hati Songgun

Bibir Songgun bergetar “aku .. aku kecewa Jiyong-ssi .”

“Aniya ~ aishh mianhae.. oppa salah bicara hmmm ,,, jeongmal mianhae” kedua tangannya kini Jiyong gunakan untuk menangkup kedua pipi Songgun

Songgun berusaha melepaskan tangan Jiyong dari pipinya “lepaskan hiks … aku ingin mengatakan sesuatu Jiyong-ssi ..hikss.”

Jiyong menggeleng kasar “jangan katakan apapun eoh … jika kau fikir untuk membatalkan perjodohan kita … itu tidak akan terjadi … jeongmal mianhae “ jiyong berusaha menghapus jejak air mata Songgun dipipinya

’membatalkan perjodohan ? ah … kau memberiku ide oppa’

“aku hikss ..harus mengatakannya Jiyong-ssi , aku…”

Grepp~ dengan cepat Jiyong memeluknya

“omona .!!.” kaget  Songgun

“chagiya , jeball.. setelah semua yang kita lakukan bersama.. aku tak mungkin melepasmu begitu saja hmmm..” Jiyong membenamkan Songgun semakin dalam ke dadanya

Songgun kehabisan nafas ‘dia akan membunuhku ‘ kata hati Songgun berusaha melepaskan dekapan Jiyong

“hoss..hoss..tolong dengarkan aku ..” songgun melepas pelukannya

“chagiya ~ “nafas Jiyong lemah

Songgun perlahan memasang wajah datarnya “kenapa kau merusak semuanya.. kau berniat mengenalkanku pada semua orang disaat hatimu masih meragukanku ??”

Jiyong kini hanya menggeleng. Ia benar-benar sebal dengan mulutnya yang berulang kali menyakiti hati Songgun. Hari ini saja sudah terhitung 2 kali mulutnya menyakiti Songgun. Pertama karena ia berani mengomentari busana Songgun tadi pagi dan yang paling fatal adalah sore ini

“kita harus memikirkan kembali ini semua … “ Songgun membalikkan tubuhnya membelakangi Jiyong dan ia langsung tersenyum puas “aku takut… ini hanya pelampiasan kita saja Jiyong-ssi”

Jiyong terdiam menundukkan wajahnya ‘haruskah aku menyetujuinya ? .. tapi, dia bukan pelampiasanku’

“selama di Jeju nanti , jangan menggangguku …beri aku waktu untuk memikirkan ….”

Jiyong menegakkan wajahnya menghadap punggung Songgun

Songgun menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya “apa kita harus melanjutkan semuanya ataukah … aku akan kembali ke Jepang besok dan melupakan semuanya “

“ani …” Jiyong berkata lirih saat mendengar kata-kata itu

Songgun perlahan melangkah maju ‘mianhae oppa … aku sangat keterlaluan kkkk’ kata hati Songgun yang menjauhi Jiyong

Kaki Jiyong hanya mampu melangkah sekali dan tangannya berusaha menggapai bahu Songgun yang perlahan mulai hilang dari hadapannya.

Jiyong memberi apa yang Songgun inginkan. Ya , Jiyong tidak mendekati Songgun sama sekali dari awal kapalnya tiba di pulau Jeju hingga tetap matahari terbenam seperti saat ini. Jiyong hanya memperhatikan Songgun dari kejauhan yang kini sedang duduk sendirian dipantai dengan es krim coklatnya

Jiyong duduk disalah satu kursi pantai yang ada disana. Meskipun beberapa tamunya juga ada dipantai tapi mata Jiyong tak pernah lepas dari bayangan Songgun yang tersiram cahaya jingga matahari terbenam. Sesekali ia tersenyum saat Songgun berlarian kecil menghindar dari ombak pantai

Seseorang berbadan atletis kini menghampiri Jiyong “hey … kenapa kau hanya diam disini eoh … kajja, aku butuh satu orang lagi untuk masuk tim volly pantaiku” namja itu duduk disamping Jiyong sehingga menghalangi pandangannya dari Songgun

“aishhh minggirlah Siwon-ah.. kau merusak pemandanganku eoh “ Jiyoong membenarkan kaca mata hitamnya lalu mendorong Siwon untuk berdiri

“pemandangan apa eoh ..” Siwon memandang kearah Songgun “aigoo.. ada apa lagi kali ini… membuatnya marah dan kau akan ditinggalkan seperti 7 tahun lalu eoh”

“mw mwo ? kau mengetahuinya ? ”

Siwon mengangguk kembali menatap Jiyong “aku tak sengaja melihatmu bertengkar dengan Songgun tadi , kau masih meragukan yeojamu ?”

“aniya … aku tak meragukan Songgun sama sekali.. tapi, entahlah … aku merasa tidak nyaman jika mendengar Sungmin ada disekitar Songgun”

“pecaya dengan hatimu… setelah Dara, apa kau juga akan memberikan Songgun untuk Sungmin ?”

“shireooo… Songgun hanya milikku eoh, tak ada yang boleh – “ kata-kata Jiyong terhenti saat matanya melihat seseorang namja yang tengah mendekati Songgun

*Songgun pov

Senang rasanya bisa mengerjai Jiyong oppa hingga sejauh ini meskipun ada sedikit ruang didalam hatiku yang meronta kasihan padanya. Meskipun tanpa ada yang memberitahuku, aku sudah tahu bahwa aku sedang diawasi oleh Jiyong disana.

Aku sengaja pura-pura tak memperdulikannya dan hanya sibuk dengan eskrim dan pemandangan senjaku.

“hahhh… aku mendapatkan senjaku kembali “kataku lirih saat kakiku sedikit terguyur oleh ombak pantai.

Bisa dibilang aku di Jepan sudah cukup lama tak pergi kepantai karena tak ada yang menemaniku. Biasanya aku ditemani oleh ..

“aishh … jangan memikirkannya lagi eoh “ kataku menggeleng cepat saat nama itu kembali tersangkut didalam otakku. Aku berusaha untuk tak menyebut namanya sekarang

Aku sedikit mencuri pandang kearah Jiyong yang kini tengah berbicara dengan Siwon si CEO muda itu. Badan atletisnya bak dewa-dewa yunani yang mampu membutakan penglihatan para dewi di surga. Bedanya Siwon tak memiliki sayap dipunggungnya hanya kulit kecoklatan nan gagah yang sedikit membuatku terpaku.

“aishh ..” aku segera mengalingkan wajahku saat aku tau Jiyong akan melihat kearahku “ sebaiknya aku kembali hotel saja” aku bangkit dari dudukanku dan sedikit membersihkan hotpanstku yang terkena pasir

Tak lupa aku mengambil sepatuku yang tadi aku lepas disampingku. Tapi hanya selangkah aku berjalan , ada seseorang yang memanggilku sedikit berteriak

“Songgun-ahh!!”

Deg

Tanpa melihatnya pun aku sudah tau siapa yang memanggilku. Tak kuhiraukan orang itu dan aku kembali melangkah. Hatiku , ah tidak … bukan hatiku saja yang bergetar. Tapi seluruh syaraf ditubuhku ikut bergetar karena begitu takut dengan Sungmin. Aku takut eomma melihat ini

“yak.. Songgun-ah..” tanpa diduga Sungmin menahan tanganku, reflek aku kini mau tak mau melihat wajahnya

“benari-beraninya kau menyentuh tanganku eoh .. lepaskan “ aku meronta dan berhasil melepas tahanan tangannya. Aku berusaha berjalan cepat menjauhinya.

Apa dia tak takut jika mendekatiku akan muncul skandal mengingat dia sudah bertunangan dengan Sandara kan?

‘Jiyong oppaa. Tolong aku …’ jerit hatiku, dia pasti melihat ini kan ?

Sungmin berusaha menyusulku dan kini ia menghentikan langkahku dengan mencengkram bahuku .

“kumohon Songgun-ah … untuk kali ini saja… tolong dengarkan aku..”

Mataku berkaca-kaca melihat wajah Sungmin sedekat ini. Dia begitu imut tapi kenapa dengan wajah itu dia berani menghianatiku ?

Aku terdiam .. mataku perlahan buram karena tumpukan cairan bening yang berhasil memenuhi mataku

Sungmin masih memegang bahuku tapi kali ini ia tidak mencengkramnya “entah aku harus bicara dari mana .. tapi Songgun-ah … Sandara dan aku …”

Pertahananku kalah, kini air mata itu berhasil keluar dihadapan Sungmin

“apa kau tak malu menceritakan semuanya padaku eoh ..” kataku lirih dengan nafas yang tak tentu “ apa kau akan puas menceritakan semua penghianatan dan kebohonganmu selama ini padaku nde ? ….” masih dengan menangis aku tersenyum miring “ APA KAU AKAN TERUS MENYIKSAKU SEPERTI EOMMA TIRIMU ITU EOH …”

Kupastikan kini semua yang ada dipantai tengah menengok kearahku.

Sungmin terdiam “Songgun-ah “

“lepaskan… aku mohon lepaskan … ini sudah berakhir”kataku memelas dengan wajah yang begitu menyedihkan. “hiks…” aku tak bisa terlalu lama melihat wajahnya sehingga kini aku menangis dengan menundukkan wajahku. Yang bisa aku lihat kini kedua kakiku dan Sungmin

“ANDWAE ..KAU HARUS MENDENGARKANKU KALI INI”

‘mwo ?? dia berani membentakku ?aishh,,, kau fikir kau siapa eoh ’ aku mengumpat

“yak .. kau tak mendengarnya eoh … “

Aku sedikit tersentak tiba-tiba mendengar suara Jiyong disampingku. Segera aku menegakkan wajahku

“Ji Jiyong,,” aku tergagap melihat wajahnya yang penuh dengan amarah dengan salah satu tangannya mencengkram lengan Sungmin yang memegang bahuku

“jangan ikut campur Jiyong-ssi , aku harus  – “ Sungmin ingin menjelaskan niatnya

“Op oppa hiks..” aku kembali meneteskan air mataku dan Jiyong pasti melihat itu

“bajingan kau !!!”

Buk ~

Jiyong berhasil mendaratkan bogem mentahnya tepat di perut Sungmin hingga tersungkur

“arghh” erang Sungmin

“omona ..”aku membelalakkan mata

“benarinya kau memaksa Songgun seperti ini eoh … kau membentaknya ..”

Buk ~ kini pukulannya mendarat di pipi Sungmin

Jiyong menduduki perut Sungmin “apa belum puas kau memiliki Dara sebagai calon istrimu .. “ Jiyong ingin kembali memukul Sungmin tapi dengan cepat aku menahan tangannya

Aku menggenggam pergelangan tangannya erat  “je-jebal … hiks ..hajima ….”  aku menariknya bangkit dari tubuh Sungmin

“hikss ..kau tak perlu mengotori tanganmu untuk orang seperti dia … kajja “

Jiyong mengangguk “mianhae …” katanya lirih menghapus air mataku

“nde ..” aku menjawabnya lirih “kajja …”

“ingat kau lee Sungmin … jangan pernah mendekati Songgun lagi eoh .. atau kau akan tau akibatnya !!!” setelah mengatakan itu Jiyong menggandeng tanganku lalu membawaku pergi menjauhi Sungmin dan beberapa orang yang menyaksikan kejadian ini.

Aku sedikit melirik keadaan Sungmin. Aku bisa melihat darah segar mengalir disudut bibirnya

Mataku kini bisa melihat sosok yeoja yang berlari kearah Sungmin “Sungmin oppa ~ “ dengan cepat Dara membantunya duduk

“uhukk Dara-ya ,,,” keluh Sungmin

“Apa yang kau lakukan Jiyong-ah ..!!” Dara berteriak kearah kami tapi Jiyong tidak menanggapinya dan tetap membawaku menjauh

Aku merasakan genggaman Jiyong semakin kuat saat Dara berteriak seperti itu

Aku sedikit meringis ‘oppa .. apa kau benar-benar masih mencintai Sandara eonni ?’ tanyaku dalam hati

Jiyong tetap menggandengku hingga kami tiba disebuah parkiran

“masuklah “ kata Jiyong seraya membukakan pintu mobil sport mewah berlabelkan Lamborginie putih tersebut

Aku hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil lalu memasang sabuk pengaman.

Jiyong berlari memutar kearah kursi kemudi lalu membuka pintunya

Aku berusaha diam menenangkan hatiku “mau kemana kita ?” tanyaku saat Jiyong selesai memakai sabuk pengamannya dan mulai menyalakan stater mobilnya

Jiyong menekan pegal gasnya “kau perlu pantaimu sendiri emm … kajja kita kesana “

“nde ??” aku sedikit bingung.

“kau akan tau nanti …” jiyong tersenyum tulus kearahku seraya mengelus rambutku

*Author pov

15 menit berlalu, Kini Jiyong dan Songgun sudah sampai disebuah pantai yang sangat sepi. Bukan karena langit sudah gelap pantai ini menjadi sepi. Tapi ini seperti pantai pribadi menurut Songgun. Ini begitu sepi hingga membuat Songgun bisa mendengar deburan ombak dan kerikan suara dari beberapa serangga malam yang ada.

Beberapa cahaya lampu yang dipasang disana membuat pantai ini tidak benar-benar gelap gulita. Dan beberapa pohon kelapa berjejer rapi disana

Saat keluar mobil Songgun menatap heran pantai yang ada didepannya “aku baru tahu ada pantai yang sesepi ini diJeju.. ” Songgun mulai berjalan mendekati pantai

Jiyong yang baru keluar dari mobil mengikuti Songgun dari belakang “ini pantaiku “

“MWO ?” Songgun berbalik dan menatap Jiyong kaget “pan pantai mu ?”

Meskipun dirinya termasuk golongan VVIP tapi Songgun baru pertama kali mendengar tentang hal yang seperti ini

Jiyong mengangguk “nde … dan itu ..” Jiyong menunjuk sebuah rumah yang tidak jauh dari pantai “adalah villa pribadiku … aku sering menenangkan diri dan membuat lagu disana “

Songgun hanya mengangguk lalu kembali berjalan mendekati pantai “kau pasti sangat bekerja keras untuk mendapatkan ini semua

Jiyong masih diam tak menyusul Songgun “gomapta untuk pujianmu …chagi “

Mendengar itu Songgun berhenti, ia teringat dengan ide mengerjai Jiyong

Songgun mendengar Jiyong menghela nafas panjang “apa kau sudah menemukan jawabannya … apa kau masih perlu waktu untuk sendiri “

‘hei aku hanya main-main oppa … kau terdengar sangat menyedihkan … mianhae , aku akan mengaku sekarang ‘

“aku tak mungkin merelakanmu begitu saja jika – “

Songgun membalikkan tubuhnya kembali menghadap Jiyong “mianhae “ potong Songgun cepat

Seperti mendapatkan petir dimalam hari, Jiyong merasa gemetar mendapati permintaan maaf dari Songgun

Jiyong mengepalkan tangannya “hya … ke-kenapa kau minta maaf eoh .. kau .. kau sungguh-sungguh ingin membatalkannya …“

“Jiyong-ssi .. aku mungkin sangat keterlaluan melakukan ini , tapi -”

“Andwae..!!!” Jiyong histeris berteriak

“omona “ Songgun berlonjak kaget “hya oppa~…. aku sangat keterlaluan mengerjaimu hingga sepanjang ini eoh kkkk “ Songgun tak bisa menyembunyikan kegeliannya telah berhasil mengerjai namjanya itu “kkkk kau kena oppa kkkk”

“hya. Hya. … kenapa kau malah tertawa eoh …” Jiyong menatap Songgun bingung “apa maksudmu mengerjaiku eoh “

“omo .. omo …” Songgun memegangi perutnya yang sakit karena terlalu keras tertawa. Seperti lupa akan kejadian dipantai tadi, sampai-sampai Songgun tertawa terbahak-bahak “terlepas dari kejadian Sungmin tadi , aku berniat mengerjaimu oppa kkk , aku hanya pura-pura marah ,,, mianhae …”

“Mwo ??? beraninya kau … Kwon SONGGUN !!!”

Tap tap tap hap ~ Dengan cepat Jiyong berlari kearah Songgun

“hyaa … naga jelek apa yang kau… hyaa !” Songgun mulai berlari “hyaaaa… aku kan sudah minta maaf padamu oppa …”

“aiihhh … setelah kau membohongiku kau sekarang berani mengolokku eoh … tunggu kau … yakkk” Jiyong tepat dibelakang Songgun sekarag. Saat tangannya akan menggapai Songgun, Songgun mempercepat lajunya

“kau tak akan bisa oppa ,,,asal kau tau saja oppa, aku ini pelari tercepat di Sma dulu eoh”

Mereka berlarian ditepi pantai dengan deburan air laut yang tidak terlalu kencang. Disaat Songgun dalam kecepatan maksimal tiba-tiba

Buk

“yakk ..” kaki Songgun tak sengaja menyandung karang yang tertutupi pasir. Alhasil kini ia tersungkur “aishh oppaa kkk yakk” Songun sedikit histeris saat Jiyong akan menangkapnya

Jiyong menahan tangan Songgun “hya,,, tertangkap kau.. kau benari membohongiku eoh ”

“hmm mianhae mianhae oppa … aku hanya ingin kkkk menggodamu … yakk .. sudah lepaskan eoh “ Songgun meronta tapi dengan kuat Jiyong menahannya

“tidak semudah itu hmmm “ Jiyong mulai mengangkat Songgun ala bridal “kau harus dihukum “

“yakkk shireo oppaa~~” Soggun lebih keras berteriak saat Jiyong membawa dirinya kearah villa Jiyong

Jiyong memamerkan smirknya  “hukumanmu menanti chagi ..”

….

Jiyong kini sudah membawa Songgun masuk kedalam villa pribadinya yang  dindingnya sebagian besar terbuat dari kaca dan sebuah grand piano persisi seperti diapartement Jiyong tertata rapi di sudut ruangan villa ini.Saat tiba diruang tengah, Jiyong menurunkan Songgun.

“hya,,,, oppa inimmpptt” dengan cepat Jiyong mencium ganas Songgun menangkup kedua pipinya dengan tangan dan mendorongnya serta memojokkannya kedinding yang ada disana

“emmmpp opp!!” Songgun ingin berteriak tapi Jiyong tak menghiraukannya dan serius mengerjai bibir Songgun

“ahhhmmpp” kepala Jiyong beberapa kali ia miringkan kekanan dan kekiri untuk mencari gaya yang pas untuk pergerakan bibirnya

“euhh” Songgun mulai terbawa suasana saat satu tangan Jiyong menekan tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya dan tangan yang lain ia masukkan kedalam kaos kedodorannya

“ark ..” Songgun sedikit kaget dan membuka mulutnya yang tentu saja tidak disia-siakan oleh Jiyong untuk semakin menghisap bibir bawah Songgun

“uhhhmmm “ Songun mendesah saat tangan nakal Jiyong menggelitiki punggungnya dan bermain disekitaran pengait branya

“ehhh” lidah Jiyong ia masukkan kedalam mulut Songgun untuk mengajak lidah yeojanya itu saling berbelit

Songgun memejamkan matanya saat ia berusaha mengimbangi dan membalas ciuman bibir Jiyong. Ia menyesap dan sedikit menggigit bibir bawah Jiyong hingga membengkak

Cklek ~ Songgun segera membuka matanya lebar saat pendengarannya menangkap suara itu. Beberapa detik kemudian ia dapat merasakan sesuatu kain yang tadinya menempel ditubuhnya perlahan merosot dan jatuh. Tanpa melihat Songgun sudah tau bahwa kain itu adalah bra pink tanpa talinya yang sudah jatuh kelantai

“ahhh…” jiyong melepaskan ciumannya dan segera turun mengerjai leher Songgun dan kedua tangannya ia masukkan kedalam kaos Songgun dan dengan cepat meremas dua gundukan kembar milik Songgun

Songgun mendongak “ohhhh ssstt emmm” Jiyong memijat kedua niple Songgun secara bersamaaan. Memelintirnya kuat dan menggoyangnya cepat dengan ujung jarinya

Jiyong masih menjilati leher Songgun dan menghisap kuat disana sehingga tanda kemerahan kini menghiasi leher putih Songgun

Songgung menjambak rambut belakang Jiyong menahan nikmat “ahhh oppaaa“ ciuman Jiyong turun hingga kini ia sudah sampai dibagian dada atas Songgun yang terlihat

Jiyong sedikit menundukkan tubuhnya dengan tangan yang masih aktif meremas payudara Songgun hingga membengkak lalu memutarnya kencang seperti adonan roti

“ahh … ahhh” Songgun semakin menggelincang tak kala mulut Jiyong menggoda nipl Songgun dengan gigi-giginya. Jiyong menggigit kecil nipl Songgun yang masih tertutup dengan kaosnya

Songgun merasakan nikmat dan geli secara bersamaan karena bahan kaos yang sedikit kasar membuat niplnya berdiri jika bergesekan dengan gigi Jiyong“geli eumm.. jeball “ Songgun berusaha memberitahu Jiyong apa yang ia rasakan

Jiyong menghentikan aksinya dan dengan cepat melepas baju Songgun. Kini ia bisa melihat langsung gundukan kemerahan kembar Songgun yang cantik. Jiyong segera menarik songgun duduk di sebuah sofa panjang yang ada ditengah ruangan ini.

Jiyong membawa Songgun untuk duduk di pangkuannya dengan kedua kaki Songgun ia lingkarkan dipinggangnya. Tangan kanan Jiyong menekan pinggang Songgun kedepan dan alhasil dada Songgun membusung

“ahhh..”Songgun dibuat mendesah lagi oleh Jiyong saat dengan cepat Jiyong memasukkan nipl Songgun kedalam mulutnya dan menghisapnya kuat. Sementara tangan kiri Jiyong ia gunakan untuk mengerjai nipl Songgun yang satunya

“uhhh” tangan Songgun ia kalungkan dileher Jiyong untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh “ahhh,,ahh eummm” ia menjambah rambut Jiyong saat ia merasakan bendah basah nan lunak menggoyang ujung nipnya didalam mulut Jiyong

“ahhmmmtt opppaaa “ lidah Jiyong menyapu melingkar dinipl Songgun dan sesekali menusuknya tepat dibagian lubang kecil yang berada ditenga-tengahnya

Jiyong juga melakukan hal sama pada nipl Songgun yang satunya “ahh ahh ahh”

Salah satu tangan Jiyong merambat turun dan segera membuka kancing hotpanst Songgun. Tanpa melepas hotpantsnya, Jiyong menelusupkan tangannya tersebut kedalam dalaman Songgun

“Ahhhh “ Jiyong sedikit hafal dengan letak clitoris Songgun sehingga ia dengan cepat menemukannya dan segera menggesekkan dengan jari telunjuknya

Songgun mencengkram bahu Jiyong “ahhhmmm … oppaaa… kau haruss ohhh melepaskann ithuuu” Songgun sedkit susah payah mengutarakan keinginannya. Gerakan Jiyong tidak leluasa jika hotpantsnya tidak terlepas dan secara otomatis Songgun tidak merasakan nikmat sepenuhnya

Tapi Jiyong memang sengaja melakukannya, ia harus menghukum Songgunkan ?

“ammpp…” Jiyong masih menghisap kuat nipl Songgun dan jarinya ia putar-putarkan di clitoris Songgun “aku tak tau cara melepaskan ini hmmm… kau bisa membantu oppaa” kata Jiyong polos yang ingin menggoda Songgun yang sudah terangsang hebat

“ahhmm ndee… chakka mann” Songgun sedikit mendorong Jiyong melepaskan diri dan segera bangkit dari pankuan jiyong. Dengan cepat Songgun melepas hotpants beserta dalamannya sendiri tepat didepan Jiyong

Dengan posisi duduk, Jiyong sengaja melingkarkan lengannya dipinggang polos Songgun “aigoo… kau ingin membangunkan seekor naga rupanya … benari sekali hmmm”

“kau yang menyuruhhku kanhhh “ Songgun mencengkram rambut Jiyong karena Jiyong kini meniup-niup vaginanya pelan “oppaa…ahhhh” Songgun semakin mendongak karena tangan Jiyong kini merambat kebelakang , meremas lembut pantat Songgun “ahhh..ahhh”

Jiyong yang masih meniup – niup vagina Songgun, kini bisa melihat wajah Songgun yang semakin merah. Ia kemudian mulai lebih mendekatkan wajahnya kearah vagina Songgun yang ditumbui beberapa mulu halus yang semakin terlihat sexy dimata Jiyong

Cup cup

“sttt … ahhh” Jiyong mulai mengecup vagina Songgun dan menghirup wangi khas kewanitaan yeojanya itu. Tangan Jiyong perlahan mulai masuk kelipatan paha dalam Songgun dan terus hingga masuk kedalam vagina Songgun

“kau sudah basah chagi…” Jiyong merasakan jemarinya basah

“nde sstt” Songgun memejamkan matanya saat jemari Jiyong bergerak perlahan maju mundur divaginanya “jeb jeballl palliwhaaa oppaaaa”

“baiklah ,,, “ Jiyong dengan cepat berdiri merengkuh pinggang Songgun tanpa melepaskan 3 jarinya didalam vagina Songgun “mendesahlah untuk ku em ?”

Songgun melingkarkan satu kakinya di pinggang Jiyong “nde …”

Setelah mendengar persetujuan dari Songgun, Jiyong segera menggerakkan cepat jemarinya dan mengenjai clitoris Songgun dengan ibu jarinya

“ooowhhh ahhhh oppaaa yeahhhh” Songgun mencengkram surai belakang Jiyong “itss greatt uhhhh” kini Songgun melingkarkan satu lagi kakinya dpinggang Jiyong alhasil Jiyong harus menahan pantat Songgun dengan satu tangannya yang bebas

“omona… kau berat chagi ….” Jiyong membawa Songgun berjalan mendekati grand pianonya dan mendudukkan Songgun diatas tult yang tertutup dan Jiyong duduk dikursi kayu depan  piano. Gerakan tangan Jiyong sedikit melambat karena ia membenarkan posisi duduknya

“ammmppt oppaa.. jangan berhentii eoh ahhh” protes Songgun melebarkan kakinya sendiri

“baiklah baiklah … mianhae “ Jiyong kembali mempercepat gerakan jarinya dan hal itu membuat payudara Songgun yang berada ditepat didepan wajah Jiyong bergerak bebas. Jiyong dengan cepat memasukkan payudara Songgun kedalam mulutnya menghisap kuat

“ahhh oppaaaa … akuuu ingiinn samppaiii”

“mwo ?? cepat sekali ..eumm baiklah.. kau harus memanggil namaku keras saat mendapatkannya ..”

Songgun mengangguk. Ia merasakan otot vaginanya berkedut cepat menjepit jemari Jiyong yang masih aktif keluar masuk“ahhh Jiyongg oppaaahh ahhh … lebihhh cepattt hhhhh”

Dinding mis v Songgun semakin menebal dan Jiyongpun tau Songgun akan mendapatkan klimaks pertamanya. Dengan cepat ia mengubah gaya gerakan jarinya. Dengan keras ia menyentakkan ketiga jarinya masuk kedalam miss v Songgun berulang kali

“ahh Jiyong ahh … kau hebatt ahh ssstttt sedikitt lagi ahh” setiapa kali Jiyong menyentakkan jarinya, tubuh Songgun ikut terangkat keatas sehingga saat tubuhnya jatuh kebawah, Soggun bisa merasakan jari Jiyong semakin menusuk kedalam

“ahhh yeahhh Ji jiyoongggg opp-AAAA” Songgun mendongak dan mengejang saat merasakan cairan cintanya berhasil keluar membasahi jemari Jiyong

Mulut Songgun yang terbuka membuat kesan sexy semakin bertambah dimata Jiyong “senikmat itu em?” kata Jiyong saat mengeluarkan jemarinya

Songgun hanya mengangguk mengatur nafasnya

Jiyong lalu mengemut jarinya yang basah terkena cairan cinta Songgun “emm.. mashitaa “

“aihh.. itu menjijikkan oppa…” Songgun turun dari atas piano lalu duduk diatas pangkuan Jiyong lalu bersandar didada Jiyong “apa kau pernah melakukannya dengan Dara eonni ?”

Jiyong mengelus punggung polos Songgun “hufftt …”

“hei.. aku hanya bertanya… jangan mendengus didepan calon menantu Kwon Group eoh” Songgun sedikit memukul dada Jiyong

Jiyong tersenyum mendengar itu “jinjja? Menantu Kwon group? Pasti Kwon Jiyong sangat beruntung memiliki calon istri se-sexy ini” bisik Jiyong menggoda Songgun

Songgun menarik kepalanya dari dada Jiyong “aish .. oppa .. kau menggodaku lagi “ Songgun tersenyum malu saat pipinya merona merah

“aigu aigu… kau terlihat semakin sexy jika seperti ini emm”Jiyong mengelus pipi kemerahan

“kau cukup menjawab pertanyaanku oppa.. jangan menggodaku emm”

Jiyong mengangguk “apa pertanyaanmu tadi? Oppa lupa “ Jiyong memang sengaja ingin mengerjai Songgun

“aishh …. “ dengus Songgun

“hyaa… kali ini jangan mendengus didepan calon menantu Presdir Kang eoh .. “ jawab Jiyong dengan senyum mengejek

“yakk oppaa… kau memutar-mutarnya eoh .. jawab saja pertanyaanku tadi !!!” Songgun kesal mengerucutkan bibirnya

“kkkkk… nde nde baiklah “ Jiyong menyubit pipi Songgun “aku hanya pernah menciumnya . tak pernah sejauh ini …”

Songgun memiringkan kepalanya “jinjja ? wae ? bukankah Dara eonni lebih –“

“aniyo… kau lebih dari segalanya menurutku chagi ..” Jiyong semakin melingkarkan lengannya di pinggang Songgun

Pipi Songgun kembali merona “gomapta oppa ..” hanya itu jawab Songgun sebelum ia kembali memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada Jiyong

Jiyong menyandarkan dagunya di bahu Songgun “cheonma chagi … dan mianhae .. aku tak bisa melindungimu dari Sungmin tadi ”

Songgun mengangguk “ini juga salahku meminta oppa untuk menjauh dariku ..”

Jiyong menegakkan bahu Songgun untuk menghadapnya “dengar.. meskipun kau hanya berniat untuk mengerjai oppa tadi, tapi ada yang perlu kau ketahui . aku tak pernah sedikitpun untuk meragukanmu chagi .. Dara adalah masa laluku dan Sungmin adalah masa lalumu jadi aku rasa itu sudah tak penting lagi untukku … yang terpenting sekarang adalah hanya kita dan takdir kita kedepan emm … kau mau menjadi takdirku kan ?” dengan pandangan Jiyong yang teduh membuat Songgun bergetar hatinya

Songgun kembali mengangguk “kau membuatku merasa sangat bersalah oppa … jeongmal mianhae .. aku mau jadi takdirmu ..” mata Songgun kembali berkaca-kaca

“ashhh … sudah berapa kali kau menangis hari ini eoh … kau cengeng sekali “ Jiyong mengelus alis Songgun

Songgun menekan matanya sendiri dengan tangannya agar air matanya keluar dan tak menangis lagi “hya … aku ini anak tunggal jadi jangan salahkan aku jika aku terlalu cengeng.. eomma tiriku yang terlalu memanjakanku oppa”

“itu tak menjadikan alasan eoh..”

“aku tak peduli jika kau tak suka sifat cengengku wekkk “ songgun menjulurkan lidahnya mengejek Jiyong

“aishh sudahlah … kajja pakai bajumu eoh … aku tak ingin kau sakit “

Songgun kaget dengan perintah Jiyong “nde ? oppa tak ingin melanjutkanya.. oppa kan belum ..”

“masih ada banyak waktu untuk menghabisi tubuhmu emmm … malam ini kita cukup beristirahat disini dan besok kita harus segera kembali ke Seoul”

“yakk…  menghabisi apa eoh .. aku tak suka mendengarnya ..” Songgun turun dari pangkuan Jiyong lalu berjalan kesal kearah sofa untuk mengambil bajunya

Darah Jiyong sedikit berdesir saat melihat Songgun berjalan full naked tanpa sedikitpun rasa malu padanya . Tapi dengan cepat Jiyong mengalihkan pandangannya saat Songgun mulai memasang bra dan busananya yang lain agar ia tak menyerang Songgun malam ini.

“kkk….  baiklah mianhaee .., aku tak akan mengulanginya lagi … kajja kita kekamar “ Jiyong melangkah terlebih dahulu kearah anak tangga menuju kamarnya

Grep

“omona ..” Jiyong kaget saat tiba-tiba Songgun meloncat ke pungungnya dan reflek kedua tangan Jiyong ia gunakan untuk menahan pantat Songgun agar tidak jatuh

“aku akan memaafkan oppa jika kau menggendongku malam ini “ kata Songgun yang sudah mengeratkan lengannya dileher Jiyong dari belakang

“emmm baiklah aku akan melakukannya untuk calon istriku ini .. pegangan eoh “ Jiyong mulai melangkah naik menyusuri anak tangga

Songgun mengangguk , lalu kemudian Songgun teringat sesuatu. Hal yang Songgun pikirkan saat ia mendiami Jiyong tadi “oh ya oppa..setelah aku berfikir, bukankan lebih baik kita mengadakan presscon untuk menjelaskan hubungan kita secepatnya oppa, masalah eomma maksudku nyonya Han jangan terlalu difikirkan … aku sudah merasa tidak apa-apa”

Jiyong menghentikan langkahnya ditengah anak tangga “oh jinjja ?  kau yakin”

“nde … semua orang yang ada dipestamu pasti sudah bertanya-tanya “siapa yeoja yang bersama GD itu? Apa itu yeojachingunya?” itu pasti akan mengganggu konsentrasimu oppa… jadi bagaimana ?”

Jiyong sedikit memikir “em baiklah … aku setuju denganmu chagi … setelah sampai di Seoul, aku akan meminta menejerku untuk mengurus semuanya” Jiyong kembali melanjutkan langkahnya

Songgun tersenyum lalu mengecup tengkuk Jiyong“emm gomawo oppa … saranghae “

TBC

Posted on 02/10/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 26 Comments.

  1. Apakah aku yang pertama komen disini?? Kyaa seneng banget

    Oh ya thorr aku suka ffnya,, ff ini slalu kutunggu updatenya.. Ncnya juga jinjja daebak thor..
    Kutunggi part selanjutnya..anyeong^ ^

  2. gak sabar liat moment lainnya yg lebih romantis

  3. Akhir [d̲̅i̲̅] post ǰµǤά lanjutannya
    So sweet bgt
    ƍäª apa2 min lebih bagus banyakin moment jiyong sama songgun ajah
    Next min

  4. Ya ampun thor ini bner2 moment mereka berdua..hmmm so sweettt bngett..jdi nggak sbar nunggu nextnya.hehe

  5. waah part ini romantis bnget thor,,🙂 jdi mengandai andai..kkkk
    part next ya ditunggu iy thor klau bisa jngan lma iy…
    keep writing and FIGHTING :*😀

  6. next thorrr…
    makin unyu aja ini pasangan berduaa >\\< kyaaa

  7. sosweet, lanjut yow

  8. Jiyoung..so hot but romantic..

  9. omo GD ganas bener hehehe. posesifnya keluar gak nau songgun deket2 sungmin. seneng akhirnya ff ini muncul lg.
    authorum semoga lekas sehat ya :))

  10. keren thor di tunggu lanjutannya…

  11. Kyahhh feel romance nya berasa bnget😀 next thor jngan lama ne?😀 fighting !

  12. Keren so swee bnget, lanjut thor

  13. Moment nya so sweet romanc nya juga bkin greget thor next thor jngan lama palliwa uda gak sbar nunggu lanjutanya. Moga cepet sembuh fighting !

  14. Thor lanjuuuuuuuuuuut…
    Ini ff gue suka bnget feel nya dapet pake banget, klo boleh tau akun fb author apa? Moga cpet sembuh ya thor dan cepet di next juga ff nya. Semangat thor !!

  15. Daebak ! Ff nya bkin greget thor. Author lg sakit ya thor cepet sembuh ya thor.. trus jngan lupa lanjut ff nya. Jebal jngan lama thor klo bisa skrng😀 kkkkkkk semangat author !!

  16. Ne, moga cpet slesai dah tugasnya… Smngat bkin next nya thor. Trus kira” kpan mau di share? Kekeke mian thor agak maksa, abis gak sbar ama nextnya #fighting

  17. Haha jiyong mau ngabisin songgun gue ngikut donk bang kkkkkkk

    lanjut donk thor uda pengin langsung bca nextnya nih *siapinPedang

  18. Kyaaaaah so sweet moment

    saya suka saya suka spertinya mreka udh bner2 sling cinta deh. Kasian pas jiyong dikerjain ahahaha

    next thor palliwa jebal jngan pke lama

  19. Kasian kasian kasian si jenong dikerjain, mkanya bang jngan mancing emosi gue eh songgun maksudnya

    keren romance nya. Lanjut thor jngan lama2 klo bisa skarang ntar author gue ksih tugas yg makin numpuk deh *kabur

    pkonya cpet2 next ya thor? Hwaiting !!

  20. Roman romanya keren, ditunggu lanjutanya thor

    udh gak sbar nunggu moment roman slanjutny.

  21. Daebak ff nya, di tunggu lanjutanya thor

  22. Cieee tumben jiyong gak mau kekeke

    lanjut thor pengin bca nexnya gak sbar mhehehe

  23. Jiyong ganas amat ye? Pke ngehukum songgun kaya begono but i like it hehe…
    Lanjut donk thor *hwaiting!

  24. Yah thor di next donk… Gue nungguin nih *pasangMukaSedih

    gue suka bnget ama ff ini, masa
    soalnya moment romanya bagus bnget Daebak pkonya…
    Slain itu jiyong juga my bias jadi makin lope-lope ama nih ff *mianBeforeThor
    ditunggu lanjutanya.
    Hengso

  25. so sweeeet……….

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: