Marriage Without Dating Part 3

Author: PP

Title: Marriage Without Dating Part 3

Genre: Romance, Marriage life, yadong, series

Main Cast:

Jung Eun-ran as Min Hyo Rin

Dong Young Bae as Taeyang

Support Cast:

Cari sendiri di cerita ya..

Annyeong haseyeo … Terima kasih yang sudah baca dan komen . maaf kalau ada yang baca dan masih bingung sama ceritanya…. hehheeh maklum masih tahap pembelajaran jadi masih susah ngungkapin yang ada dipikiran…. Mmmmmmmm…. Moga suka sama cerita nya..

Typo bertebaran dimana-mana.. HAPPY READING…

Ps: anggap Min Hyo Ri nya lebih muda dari Taeyang ya.

*cerita sebelumnya*

Aku melihat sulli membawa banyak belanjaan.

“kau belanja banyak sekali” kataku.

“aku sedang ingin makan pasta onnie” Katanya sambil tersenyum dan berjalan menuju dapur.

“aku akan membantumu membereskannya” kataku sebelum Sulli hilang dari penglihatanku

“aku akan menyusul Sulli. Terima kasih atas pelajaran piano nya oppa”

“hei” katanya menyambar lenganku ketika aku akan melangkah. Ia berdiri juga, melingkarkan lengannya di tubuhku, dan menciumku lagi.

*Taeyang pov*

Seminggu setelah kejadian aku mencium Hyo Rin. Aku benar-benar sudah tak tahan. Tidur satu kamar dengannya. Dan tak melakukan apa pun. Itu benar-benar menyiksa.

Aku merasakan telfonku berbunyi. Sulli.

“yeoboseyo”

“oppa”

“wae?”

“hari ini aku akan menginap di rumah teman.”

“mmm.. jangan berbuat yang aneh-aneh”

“araso. Tolong bilang pada onnie. Gomawo oppa”

Tut tut.

Aku pun tersenyum.

Setelah menerima telfon dari Sulli. Aku pun focus kembali pada pekerjaanku.

*Hyo Rin pov*

Aku pulang kerumah. Sepi. Apa Sulli belum pulang? Padahal ini sudah jam 8 malam.

Aku pun segera ke dapur untuk memasak makan malam.

Aku mendengar pintu depan terbuka.

“Sulli?” kataku teriak dari dapur

“ini aku” kata Taeyang melewatiku dan langsung menuju tangga.

“oh oppa. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu” kataku sedikit berteriak

*author pov*

Setelah selesai makan malam. Hyo Rin sedang mencuci piring ketika Taeyang memeluknya dari belakang. Dan mencium tengkuk Hyo Rin.

“oppa. Aku sedang mencuci” kata Hyo Rin merasa risih atas kelakuan Taeyang.

Taeyang meraih tangan Hyo Rind an membersihkannya dari sisa sabun cuci yang masih menempel. Dan membalikkan badan Hyo Rin menghadapnya.

“Hyo?”

“Hmmm”

Taeyang menatap Hyo Rin, ekspresinya penuh dengan rasa penasaran. “Hyo?”

Sedetik kemudian bibir Teyang ada pada bibir Hyo Rin, panas, keras dan mendesak. Sambil menahan wajah Hyo Rin dengan kedua tangannya. Taeyang mencium bibir Hyo Rin.

Tangan Hyo Rin mengepal di bahu Taeyang, mencengkram bajunya. Ia memalingkan wajahnya dan mengambil napas.

“Tidak”

“Ya”

Taeyang memberi Hyo Rin kesempatan untuk protes. Bibirnya menguasai ketika menjebak bibir Hyo Rin dalam ciuman yang meruntuhkan tekad gadis itu.

Tubuh Hyo Rin melemah, dan ia pasti sudah merosot di dinding, kalau tidak di tahan oleh Taeyang.

Lengan Hyo Rin merangkul leher Taeyang.

Lidah Taeyang menyelinap masuk ke dalam mulut Hyo Rin. Lidah Taeyang yang basah, hangat, dan bertekstur kasar terasa baru bagi Hyo Rin. Dia membiarkan lidah Taeyang bermain di mulutnya dengan bebas. Dan Hyo Rin merasakan sensasi yang berbeda. Di balik itu semua. Jantung Hyo Rin berdegup sangat kencang. Sampai-sampai Hyo Rin takut kalau Taeyang akan mendengarnya.

Mereka berhenti untuk menarik napas sebanyak-banyaknya. Saling tatap satu sama lain. Dan menyatukan bibir mereka kembali. Mantan Kekasih Hyo Rin tak pernah menciumnya dengan hasrat seperti ini. Bahkan pria lain pun tak berani seperti ini.

Taeyang tak mengenal batasan semacam itu. Mulutnya mengecup bibir Hyo Rin berulang kali. Ia tak akan pernah meresa bosan mencium Hyo Rin. Dan ciuman itu pun akhirnya tak pernah cukup lagi.

Tangan Taeyang meluncur turun dari lengan Hyo Rin menuju pinggang. Dengan gerakan liar dan cepat, Taeyang mengangkat Hyo Rin dan memeluknya lebih erat.

“aku menginginkanmu” geram Taeyang saat bibirnya mulai mencium leher Hyo Rin.

“Kita tak bisa melakukannya”

“kita akan melakukannya”

“dimana Sulli?”

“kita hanya berdua”

“tapi….”

“tidak ada perdebatan. Kau dan aku sudah menikah. Dan hal ini di takdirkan untuk terjadi”

Dan Hyo Rin tau itu. Sejak saat ia mengucapkan akan menikah dengan pria ini. Hyo Rin langsung tahu ketika melihat mata Taeyang dan menjadi korban dari senyumnya yang memikat, bahwa Taeyang akan mengubah hidupnya.

Sekarang Hyo Rin menyerahkan diri pada takdir itu.. tetapi penyerahan diri tidak ada kaitannya dengan persetujuannya ketika Taeyang menyentuh payudaranya. Mata Hyo Rin terpejam saat Taeyang menggoda puncak payudaranya dengan lembut dan lambat sampai mendapatkan reaksi yang diinginkan. Bahkan kemudian, Taeyang melanjutkan, mencium leher Hyo Rin.

Taeyang membuka kancing baju Hyo Rin dengan canggung dan tergesa-gesa, sangat ingin melihat apa yang telah ditemukan oleh tanggannya. Ia tahu Hyo Rin tak memakai bra,tetapi ia senang melihat pakaian dalam tipis dan berenda yang di kenakan oleh Hyo Rin.

“Ya Tuhan” desah Taeyang saat melangkah mundur untuk melihat apa yang telah ia buka. Ia mengharapkan cahaya, karena apa yang ia bayangkan ia lihat adalah payudara yang luar biasa cantik, tidak besar, tetapi penuh dan indah. Kulitnya sangat halus dan puncaknya yang manis.

Dengan ujung jarinya, taeyang menyetuh lembut benda itu, membelai wanitanya, wanita yang menjadi istrinya. Ini bukan hayalan yang biasa Taeyang bayangkan selama ini. Ini nyata. Dia menyentuh Hyo Rin.

Dari balik baju tipis itu. Kulit Hyo Rin sangat hangat. Dan ketika Taeyang dengan ringan menyentuh puncak payudara Hyo Rin. Payudara itu merespon dalam cara yang membangkitkan gairahnya. Taeyang mengerang. Ia menarik pakaian dalam Hyo Rin dan dengan suara campuran antara desahan dan erangan, Taeyang mengulum puncak payudara istrinya.

Hyo Rin memanggil nama Taeyang dan meremas rambut Taeyang. Hyo Rin mencondongkan kepala ke kepala Taeyang, sambil tetap memejamkan mata. Napasnya terengah-engah. Setiap gerakan lembut mulut Taeyang mengirimkan getaran ke seluruh tubuhnya.

Seakan tubuhnya diam-diam mengirimkan sinyal kepada Taeyang. Tangan Taeyang meraih rok pendek selutut milik Hyo Rin dan mengangkatnya. Ketika Hyo Rin merasakan tangan Taeyang pada paha nya. Ia bergetar, merasakan sensasinya. Hyo Rin menahan napas, agar desahannya tidak keluar. Taeyang tak mungkin melakukannya. Tidak disini. Tidak sekarang.

Tetapi Taeyang tak mau berhenti. Rasa penasarannya sangat besar untuk menjelajah setiap inci tubuh istrinya.

Tangan Taeyang bergerak di kulit Hyo Rin, menikmati setiap inci yang lembut. Tangan itu membelai dengan perlahan, sangat menawan.

Kemudian kedua ibu jari Taeyang bertemu pusar Hyo Rind an bergerak dengan lebih berani untuk membelai seluruh tubuh Hyo Rin.

Hyo Rin tersentak. Tangannya mencengkram bahu Taeyang karena takut terjatuh. Napas Hyo Rin tersentak ketika tangan Taeyang menyelinap ke balik pakaian dalamnya. Dengan berani Hyo Rin membuka mata dan menatap mata suaminya. Mata itu menyala-nyala. Seolah-olah Hyo Rin adalah mangsa yang di idamkan oleh suaminya selama ini. Tak ada niat sedikit pun untuk protes. Tubuhnya mendambakan Taeyang.

Hyo Rin membantu Taeyang melepas pakaian dalamnya. Mulut Taeyang memberi penghargaan pada Hyo Rin dengan cara menciumnya dengan penuh nafsu. Setiap belaian terasa sangat lembut dan nyaman.

Taeyang mencium leher Hyo Rin, meninggalkan jejak kepimilikan secara acak. Jantung Hyo Rin berdegub kencang ketika Taeyang mencium payudaranya lagi. Taeyang mengulum puncak payudara Hyo Rin.

Hyo Rin tersentak.

Taeyang menyentuhnya.

Kulit Hyo Rin semanis madu menurut Taeyang.

Taeyang membelai, perlahan dan lembut, menciptakan kenikmatan yang tak pernah berakhir.

Hyo Rin merasakan kenikmatannya memuncak.

Dengan belaiannya, Taeyang membujuk Hyo Rin menyerahkan diri.

Hyo Rin menuruti apa kemauan suaminya.

Ketika ia merasakan ada gelombang kenikmatan yang akan datang. Hyo Rin memejamkan matanya lebih erat merasakan kenikmatan itu.

Tetapi Hyo Rin merasakan napas Taeyang di pipinya saat suaminya itu menciumnya dengan lembut. Hyo Rin membuka matanya. Taeyang menatapnya dengan senyuman lembut yang tersinggung di bibir suaminya.

Tetapi tubuh Taeyang tak setenang wajahnya. Hyo Rin dapat merasakan ketegangan dari gairah yang belum terpuaskan. Tangan Taeyang bergerak di antara tubuh mereka untuk membuka celana jeansnya.

Tangan Taeyang menyentuh bokong Hyo Rin. Taeyang mengangkat Hyo Rind an mendekapnya lebih erat, menyatukan tubuh mereka, dan kepala Hyo Rin terkulai di bahu suaminya saat mereka mendesahkan kepuasaan.

Taeyang begitu hangat. Tangan Hyo Rin menyambut cumbuan Taeyang. Taeyang mengerang nikmat. Dan ini suara yang paling menggembirakan yang pernah Hyo Rin dengar. Ia sudah membuat suaminya senang.

Taeyang mulai menggerakan pinggangnya dan Hyo Rin menikmatinya. Erangan pelan Hyo Rin menyatakan hal itu pada Taeyang. Bagi Hyo Rin, Taeyang ingin menjadi lebih baik daripada dirinya yang sebelumnya. Taeyang mencium payudara Hyo Rin dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.

Hyo Rin tak pernah menyangka hal ini, tapi ia dapat merasakan hasrat yang baru, jauh di dalam dirinya. Dengan setiap gerakan tubuh Taeyang, hasrat itu meningkat. Hyo Rin kembali pada kenikmatannya.

Taeyang menunggu, menggertakan gigi dalam usaha menahan diri. Hanya ketika Hyo Rin mencapai puncak Taeyang melepaskan kendali. Kemudian Taeyang mendapatkan kenikmatan yang begitu lengkap, sangat menakjubkan.

Dengan tubuh yang lembap dan lemas, mereka berpelukan sangat erat. Jantung mereka berdegup sangat kencang. Napas Taeyang mengembus bahu Hyo Rin di tempat kepala nya terkulai. Napas Hyo Rin berhembus di leher Taeyang.

Suara hujan seperti music latar belakang sekarang. Bunyi jam yang menghiasi dinding samar-samar terdengar di antara napas dan detak jantung mereka.

Akhirnya Taeyang menurunkan Hyo Rin. Kemudian ia memeluk Hyo Rin erat. Tangannya mendekap Hyo Rin, tapi masih menyisakan jarak di antara mereka. Ia mencium lembut puncak kepala Hyo Rin.

Tanpa kata Taeyang meraih tangan Hyo Rin, membimbing menuju tangga. Ia berjalan di depan, tetapi menahan matanya tetap pada Hyo Rin saat mereka mulai menaiki anak tangga. Taeyang menarik Hyo Rin ke kamar mereka dan mendorong pintu agar tertutup. Taeyang meninggalkan Hyo Rin berdiri di tengah ruangan, lalu pergi ke tempat tidur dan menarik penutup tempat tidur. Kemudian ia mengulurkan tangannya ke arah Hyo Rin dan mengangguk kea rah tempat tidur.

“oppa. Kita harus bicara” kata Hyo Rin parau.

“tidak, kita tidak harus melakukannya.”

Pelan-pelan Taeyang membuka kancing kemejanya. Hyo Rin mulai merasakan nya. Gairah yang tadi ia rasakan. Taeyang membuka kemejanya dan melemparkan dengan asal ke lantai. Ia kemudian melepaskan celana jeansnya.

Ketika menegakkan tubuh, Taeyang telanjang. Sexy. Ia berjalan menyeberangi ruangan yang redup menuju Hyo Rin. Cahaya dari jendela member sedikit penerangan pada tubuh telanjang Taeyang. Hyo Rin menginginkan suaminya lagi.

Lengan Hyo Rin ada di sisi tubuh Taeyang. Tanpa kata Taeyang menarik baju Hyo Rin yang telah terbuka kancingnya. Baju itu bergabung dengan kemeja Taeyang di lantai. Tangan Taeyang menyentuh lembut payudara Hyo Rin. Ia mengulum salah satu puncak payudara Hyo Rin. Taeyang bermain-main disana lebih lama dari yang ia rencanakan.

“Oppa” Hyo Rin tersentak ketika kakinya mulai lemas.

“sssstttt”

Taeyang langsung melepas rok Hyo Rin dan melepaskannya bersama pakaian dalam istrinya. Mereka berhadapan dengan tubuh telanjang. Taeyang mengendong tubuh Hyo Rin yang kecil dan meletakkannya secara perlahan di tempat tidur, kemudian berbaring bersamanya disana.

Hyo Rin menyambut Taeyang. Suaminya mendekap Hyo Rin erat dan Hyo Rin menyukai perasaan itu. Hyo Rin menggerakkan tanggannya ke punggung dan bokong suaminya. Ia belum pernah melakukan hal ini pada pria mana pun. Dengan membelai Taeyang perlahan, dan suaminya pun tersenyum atas tindakan istrinya.

Hyo Rin mencium Taeyang. Dengan berani.

Taeyang membalas ciuman Hyo Rin. Lebih dalam.

Taeyang memasukkan lidahnya ke mulut Hyo Rin sampai Hyo Rin terengah-engah.

“masih ingin bicara?” Taeyang berbicara pelan ketika bibirnya yang terbuka mencium leher dan payudara Hyo Rin.

“kita harus bicara?” Hyo Rin mengerang ketika Taeyang mengulum puncak payudaranya, menciumnya perlahan.

“kau belum belajar bersantai sayang.”

Taeyang bergerak lebih rendah, menciumi perut. Hyo Rin bergetar karena ulah suaminya itu. Lidah Taeyang bermain di pusar Hyo Rin.

“oppa”

“hmm?”

Secara naluri Hyo Rin mendekap Taeyang lebih erat lagi. Taeyang semakin mendekatkan tubuh mereka berdua.

“kita benar-benar harus…..”

Belaian Taeyang berikutnya memberikan sensasi yang berbeda. Sehingga Hyo Rin menghentikan kata-katanya.

“inilah yang harus kita lakukan” Taeyang berbisik lembut di telinga Hyo Rin. “dan aku berniat melakukannya untuk waktu yang amat sangat lama”

TBC

Gimana? Gimana? Gimana?

Hot ga? Kalau kurang HOT tambahin sambel aja. Hehehehe…

Maaf kalau ada kata-kata yang kurang di mengerti..

Tinggalin Jejak ya,,

Makasih udah baca.

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 07/11/2014, in FF and tagged . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. christiejaena480

    setelah penantian sekian lama ahirnya dipost juga ini lanjutannya…thor mereka bergerak sangat lamban..

  2. author kependekn deh….

    masa ia
    si aTBC muncul gitu aja? dah gitu gantung bgt.

  3. wow lap kringet
    next

  4. sebenarnya hyorin mw ngomong apa

  5. akhirnya di post juga lanjutan nya 😀 #tapi gak nyesel deh soalnya makin asik aja ceritanya

  6. lintanggg1004

    lanjutttt lagi thor :)) rameeee!

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: