Obsession (Sequel Stalker)

himchan ff nc

Title: Obsession (Sequel Stalker)

Cast: – Kim Himchan
– Yoo Hyunmi
– Jung Daehyun
– Bang Yongguk
– find yourself

Genre: – kekerasan
-nc

Lenght: Series and longshoot

Author: kimmilo_baby

Annyeong!! Maaf yaaa udah kelamaan nungguin stalkernya, ini bikinnya agak buru buru dan sempet terhambat karena ukk 🙂 makasih buat yang udah baca dan kasih kritik komen serta saran.. cinta banget :* haha udah ahh kelamaan 🙂 langsung aja dehh cekidot

Yang belom semper baca stalker, cari aja yang judulnya stalker cuman satu kok^^

No Plagiat and No Bash!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kau tidak bisa putus denganku
Kau harus mencintaiku
Jangan sebut ini obsesi
Kau tidak tahu apa itu cinta -Kim Himchan-

Hyunmi pov

Berbulan bulan sudah terlewati, semua masih sama. Yongguk sunbae yang menjauhiku tanpa sebab, himchan yang masih menempel padaku, daehyun yang semakin ku cintai, dan hyemi youngjae yang selalu memamerkan kemesraannya di hadapanku saat daehyun tidak ada. Satu perbedaan, kami sudah naik kelas dan yongguk sunbae sudah lulus. Ah, aku akan merindukan orang itu

“Kya!” Daehyun melompat dan memelukku dari belakang

“Ahhh sesange!!” Aku mengusap pucuk kepalanya yang bersandar di bahu ku

“Jagi ya~ kau masak apa hum??” Berlagak seperti mengendus endus, padahal aku baru memotong bahan bahannya, belum memasaknya

“Kau bodoh atau apa? Aku baru memotongnya, kenapa kau mengendus endus seperti itu” ia hanya bisa garuk garuk kepala, jelas saja! Matanya saja masih tertutup. Aku membalik tubuhku dan menyentyuh pipi daehyun dengan punggung tangan ku. Lengannya masih erat memeluk pinggangku

“Kau mandi sana, bau tahu! Nanti selesai mandi, sarapan sudah siap arra??” Wajah nya berubah menjadi malas, manusia satu ini dari dulu memang malas mandi, walaupun kepribadiannya rapi, tapi dia malas bahkan tidak suka mandi

“Ck- arraseo! Poppo!” Daehyun memajukan bibir nya setelah meminta cium dariku, aku hanya menciumnya sekilas. Sebuah senyuman menghiasi wajah paginya yang sangat tampan dengan rambut acak acakkan dan kaus putih tipis serta celana pendek se paha milik nya

“Sudah ku bilang, masakan 3 wanita yang ku cintai memang sangat enak” 3 orang wanita?? Siapa saja?? Daehyun menaruh sumpitnya di samping mangkuk nasinya, tanda ia sudah selesai makan

“3 wanita??” Aku mulai menginterogasinya

“Kau, eomma, dan eommonim. kalian memang membuat ku semakin cinta” ku kira daehyun mempunyai selingkuhan -,- aku hanya bisa menanggapi daehyun dengan senyuman, wanita mana  yang tidak senang dipuji seperti itu??

“Kau hari ini harus ikut dengan ku”

“Aku ingin membeli dress cantik untuk minggu depan”

“Ada apa dengan minggu depan??” Aishh pria ini!!

“Minggu depan tunangan kita bodoh!!” Seharusnya beasiswa daehyun dicabut!! Karena dia sebenarnya tidak lah pintar, ia hanya pura pura pintar

“Hanya berdua kan??”

“Iya, memang mengapa??”

“Tidak, hanya saja aku tidak ingin teman mu bernama ginchan itu ikut”

“Maksud oppa himchan??”

“Apalah itu namanya” memang setiap kami pergi selalu saja bertiga, himchan memaksakan diri untuk ikut bersama kami. Aku juga sebenarnya tidak suka, bahkan saat membeli cincin beberapa bulan lalu pun dia ikut

“Dia sedang di seokcheo, katanya sedang ada urusan disana sampai sehari sebelum kita tunangan” terlihat wajahnya sangat senang, akupun begitu. Akhirnya kami bisa berdua saja

Daehyun pov

Aku sangat senang, si penguntit itu tidak ada. Setidaknya, dia tidak akan mengganggu kemesraan kami

“Oppa, menurutmu lebih bagus yang ungu muda atau merah muda?” Hyunmi menyuguhkan 2 gaun beserta gantungannya di tangannya

“Aku lebih suka yang merah muda, tapi yang merah muda lebih terbuka. Yang ungu muda juga bagus”

“Chogi, aku minta bungkus kan yang ini” hyunmi memanggil pelayan dan membeli nya

“Oppa tidak ingin beli baju eoh??”

“Baru saja aku ingin membeli kemeja” aku menarik tangan hyunmi ke toko kemeja setelah membayar gaun hyunmi

“Kau suka aku memakai yang putih atau abu abu??” Aku menyuguhkan 2kemeja

“Yang putih, karena lebih cocok dengan gaun ku”

“Aku tidak membeli untuk tunangan kita” wajahnya tampak bingung, kalau untuk tunangan, aku punya yang kualitasnya lebih bagus di Busan

“Tenang saja ini hanya untuk bepergian, lagi pula aku sudah punya yang kualitas nya jauh lebih bagus di Busan” hyunmi hanya tersenyum menanggapi ucapanku

Haahhh lelah sekali, sekarang kami sudah diluar pusat perbelanjaan di seoul. Senang rasanya bisa belanja berdua dengan hyunmi, senang melihat hyunmi bergelayut manja di lenganku di tempat umum. Sedangkan aku membawakan semua tas belanjaan

“Bagaimana kalau kita makan es krim??” Aku menawarkan hyunmi sebelum naik taksi, karena kedai es krim dekat dari sini

“Tidak, aku ingin ke coffee shop saja” hyunmi memanyunkan bibir nya tanda ia menolak tawaranku

“Arraseo” aku mulai memanggil taksi, karena gyeosong coffee shop lumayan jauh dari sini

Aku memeluk  hyunmi, memeluk perutnya yang rata. Aku sungguh tidak tahan melihat nya seperti ini, hanya memakai gaun tidur yang tipis, jujur saja kami seperti layak nya sepasang suami istri. Bagaimanapun juga, aku hanyalah seorang laki laki pada umumnya, laki laki mana  yang tidak tergoda melihat kekasih tercintanya memakai pakaian seperti ini?? Ahhh aku bisa gila

Bibirku mencium tengkuk hyunmi, wangi sabun yang menguar dari tubuhnya membuat birahi ku semakin naik. Haruskah aku melakukan ini?? Lagipula kami akan menikah, apa salahnya aku melakukannya sekarang??

“Hyunmi ya” aku semakin mengeratkan pelukanku, selain sangat dingin di balkon karena malam ini angin sangat kencang dan ini adalah kesukaan hyunmi di terpa angin malam, akupun sangat menginginkannya

“Kau mau menikah denganku tidak??” Masih tetap merajuk dengan iming iming yang pasti akan aku lakukan

“Pertanyaan oppa sangat bodoh, ck” apa?? Jadi dia tidak ingin menikah dengan ku??

“Tentu saja aku ingin, ingin sekali. Andai bisa menikah sekarang oppa, aku mau” lega, lega sekali, perasaan cemasku barusan menghilang di terpa angin malam, membuatku semakin menginginkan nya, seutuhnya

“Hyunmi ya”

“Hmm?”

“Hyunmi ya”

“Hmm oppa??”

“Hyunmi ya” menggoda nya malam malam begini adalah hobiku, wajah kesal hyunmi akan lebih cantik jika terkena sinar bulan yang remang

“Wae oppa wae??” Akhirnya hyunmi membalik tubuhnya, dan menangkup wajah ku dengan kedua tangan indah miliknya, aku menatapnya dalam. Mencari secercah harapan, apakah dia mau melakukannya dengan ku malam ini??

“Mau kah kau menjadi milikku??” Hyunmi mengembangkan senyum cantik di wajah mungil itu

“Aku sudah milikmu oppa” kali ini ia memelukku dan mengirup dalam aromaku, seakan itu adalah aroma terwangi di bumi ini

“Bolehkah aku memilikimu seutuhnya??” Hyunmi hanya mendongakkan kepalanya, terlihat ragu dan sedikit berpikir. Lucu sekali, pikirku

“Ayolah, sekaliii saja” hyunmi memejamkan matanya lalu mengangguk pelan. Aku tersenyum menang. Aku mulai mencium bibirnya dan melumatnya, tangan kanan ku menekan tengkuk nya dan sebelahnya lagi menarik pinggang kecil hyunmi agar lebih dekat dengan ku. Perlahan ciumanku turun ke dagu lancipnya dan ke leher jenjang nan putih yang menaikkan birahi ku, wangi sabun yang melekat pada bahunya membuatku tidak tahan. Aku menggendong tubuh hyunmi ke kamar tanpa melepaskan ciuman kami yang semakin nafsu, dengan perlahan dan sangat hati hati, menganggap hyunmi adalah benda rapuh yang mudah rusak aku menidurkan hyunmi dan sedikit menindihnya, karena tangan sebelah kananku menahan berat tubuhku sendiri

Hyunmi pov

Entah pikiran apa yang ada di otakku, pikiran yang harus melakukan ini, sebelum hal paling berharga yang ku miliki dan ku jaga untuk daehyun di rebut oleh orang lain selain daehyun. Lagipula setelah lulus kami akan menikah bukan??

Daehyun tetap menciumku kasar, begitupun aku membalasnya. Kami saling melumat kasar, bahkan daehyun menggigit agar mendapatkan akses lidahnya kedalam rongga mulut ku

“Sebentar, aku akan membuatmu terlena dengan sensasi baru” daehyun pergi meninggalkanku yang masih kebingungan dengan maksudnya. Tidak lama kemudian daehyun kembali dengan membawa kotak kecil berwarna coklat. Daehyun mengambil satu bola coklat beku dan memasukkan kedalam mulutnya. Daehyun mulai mencium kembali bibirku, mentransfer coklat di dalam mulutnya ke rongga mulutku. Aku merasakan sensasi dingin bercampur manis di dalam mulutku sambil meraba raba punggung daehyun yang sejak kapan sudah terlepas baju nya. Decakan bibir kami menggema diseluruh ruangan, coklat yang semakin melumer karena hangat mulut kami pun aku bagi dengan daehyun. Daehyun beralih mengecup ngecup lumeran coklat yang menempel di bibirku

“Manis, seperti pemiliknya” untung sekarang malam hari dan hanya diterangi cahaya bulan, kalau tidak mungkin rona pipi di wajahku terlihat oleh daehyun

Daehyun membuka gaun tidur ku dengan lembut, bahkan daehyun tidak memaksaku untuk melakukan ini. Kini aku hanya terbalut 1 set underwear berwarna ungu tua, yang terkesan seksi. Ia pun hanya memakai celana tidurnya tanpa atasan

“Can i..” sekilas daehyun melihat payudaraku

“Sure” setelah mendapat lampu hijau, daehyun mencari cari pengait bra ku di punggung. Aku tertawa melihat daehyun yang kebingungan mencari pengait braku yang sebenarnya ada di depan

“Ya ya ya ya!! Pengaitnya ada di depan” seketika daehyun tersenyum, senyum idiot yang membuatku semakin cinta padanya. Dengan tidak sabar daehyun menciumku lebih kasar dan membuka bra ku. Aku mencengkram bahu nya saat tangan kanannya meremas payudara sebelah kiriku. Sakit, tentu saja! Ini pertama kali nya untukku

“Mmphhh” desah ku tertahan ketika  tangan daehyun turun dan menekan nekan klitoris yang masih terbalut celana dalam ku. Tangan daehyun yang semula menekan nekan klitorisku beralih mengambil satu bola coklat yang lembek akibat udara terbuka dan mengoleskannya mulai dari leher, dada, perut
sampai paha bagian dalam ku. Terasa sangat lengket ketika bola coklat itu habis terkikis oleh kulitku. Ciuman daehyun turun ke dagu, mengecap dan menjilat dagu serta leherku yang ada bekas coklat, sekuat tenaga aku menahan desahan kala milik daehyun yang masih terbalut celana tidur menekan nekan dan menggesek kemaluanku

Aku menarik kepala daehyun tidak sabaran dan kembali melumat bibir tebalnya “kau curang” bisikku seduktif disela sela ciuman kami, seakan mengerti, daehyun mulai membuka celananya, namun ku tahan tangannya yang sudah memegang celana yang masih menggantung di pinggang indahnya “biar aku” daehyun melanjutkan aktivitasnya, sedangkan aku membuka celana biru langit dari pemiliknya

“Mmhhh..ah dae-daehyun” desahku tertahan merasakan geli di permukaan kulit perutku saat daehyun mengecup dan menjilatnya. Ditambah milik daehyun yang sudah terekspos itu menggesek dan menekan lembut vagina ku yang sudah basah karenanya, daehyun memasukkan satu jarinya membuatku menggelinjang hebat karena nikmat, dan mengocoknya cepat membuatku klimaks dan membanjiri jari jari tangan daehyun dengan cairanku. Aku merasa jijik saat daehyun menjilat jarinya sendiri yang tertumpah cairanku

Daehyun pov

Aku sudah di depan vaginanya yang terbuka lebar, menghirup bau khas disana membuat nafsuku semakin bertambah. Bibirku mengecup paha bagian dalam, yang ada beberapa bercak coklat yang ku buat. Hyunmi menggelinjang hebat saat aku menjepit klitorisnya dengan bibir ku, serta memainkannya dengan lidahku. Aku mulai merasai vagina nya yang wangi dan merekah itu, hyunmi mendorong kepalaku lebih dalam dengan menekuk kakinya dan membuat kepalaku semakin dekat dengannya. Dari bawah sini aku bisa melihat wajahnya yang menahan semua kenikmatan yang ia rasakan. Dengan peluh yang membasahi keningnya, beserta bibir bawahnya yang tergigit itu membuatnya lebih sexy. Ditambah aku melihatnya memainkan payudaranya sendiri, sesekali meremas sprei tatkala lidah ku masuk ke lubang kenikmatannya

“Aku mohon, kali ini jangan menahan desahanmu sayang” aku kembali menaiki dirinya, mensejajarkan wajahku dengan wajahnya dan menciumnya lebih ganas dari sebelumnya “ak!!” Teriakan hyunmi tertahan dengan bibirku, padahal baru kepala little jung yang baru memasuki tubuhnya

“Aaahhh.. akh!! Pe-pelan aah!!” Kami berteriak bersama saat aku memasuki dirinya. Vagina nya menjepit keras junior ku. Membuat ku merasa sakit sekalligus nikmat

“Aahhhhhh” desahnya panjang saat juniorku tertancap sempurna. Ku rasakan sesuatu mengalir hangat dan membasahi juniorku

“Terima kasih sayang, sudah menjaganya hanya untukku” aku mengecup keningnya. Hyunmi tersenyum manis sambil menahan rasa sakitnya

“Boleh kah??” Seakan mengerti pertanyaanku, hyunmi menjawab

“With my pleasure” aku memompanya pelan, dan mulai bangun dan berdiri menginjak lantai, aku menarik hyunmi agar lebih dekat dengan pinggir kasur, desahannya terdengar merdu di telinga ku, bagaikan alunan musik klasik yang akan menenangkan hati ku. Hyunmi menggenggam erat tanganku yang sengaja terulur untuknya. Kulinya yang putih mulus, bentuk badannya yang bagus walaupun agak sedikit membesar karena terlalu banyak mengkonsumsi es krim membuatnya nikmat untuk di pandang, apalagi bahu nya yang kecil dan indah. Karena itu bahu adalah tempat favoritku menciumnya setelah bibir.

“Aaahh- mmhh.. jung daehyun..ahhh ooohhh lebiiihh ahh cepat” racaunya tidak karuan sambil tetap meng elu elu kan namaku. Hyunmi menarik tanganku dan membuat tubuh bagian atas ku jatuh di atasnya dan hyunmi menciumku tidak sabar membuatku lebih lebih ganas lagi menciumnya. Sambil menghentakkan tubuhnya berlawanan menciptakan rasa yang lebih dalam lagi. Hyunmi melepaskan ciuman kami dan mulai menggigit bahu dan sekitar dadaku, membuatku semakin bernafsu menjelajahi tubuhnya lebih intim

“Aaahh”
“Teruuss”
“Ouuuhhh”
“Aah ah fuck me baby!! Fuck meh!!”

Hyunmi terus mendesah dan meracau, masih tetap mempercepat tempo gerakanku dan menancapkannya lebih dalam dan lebih bernafsu

“Aahhh ooohhhh.. yoo hyu-hyunmi”
“Mmmhhhh uuuhhh” desahku nikmat.

Hyunmi memeluk dan mendorong kepalaku yang sedang mengecup dan menjilat payudaranya

“Aaaakkhh!! Terus daehyun, te- aahhh” erangannya tertahan saat tangan sebelah kiriku memainkan sebelah payudaranya dan tangan sebelah kananku menggoda klitorisnya yang memerah dan membesar.

“Aaaahhhh!!! Aaahhh oohhh daeh daehyunhhh ppalli ahh mmhh uuhhh… faster!! Ahh!! More daehyun!! More fucking meh.. aaaahhhh”

“Yoo Hyunmi!! Aku Ah-!!!” Aku klimaks, mengeluarkannya di dalam. Juniorku terasa lebih hangat di dalam sana. Aku menjatuhkan tubuhku di sebelahnya yang masih terlihat kelelahan

“Ronde 2??” Godaku pada hyunmi yang masih menarik nafas. Hyunmi menggeleng kelelahan

“Kali ini aku akan memperkosa mu” seringai ku membuat bulu roma nya menegang. sambil menjilat tengkuknya, aku sudah memasuki ronde ke dua. Hyunmi hanya bisa pasrah di bawah kekuasaan ku, malam ini akan menjadi malam yang sangatlah panjang

Himchan pov

Malam ini lelah sekali, pulang pulang untuk mempercepat menyelesaikan urusanku di busan dan sesampainya di seoul aku langsung ke rumah jongup. Penat, lelah, sakit kepala, itulah aku saat ini. Sekarang ini aku hanya ingin melihat hyunmi, biasanya malam malam begini ia di balkon untuk menikmati angin malam. Sambil melempar koper, jas, dan syal ku gunakan aku membuka tirai dan pintu balkon yang berhadapan dengan balkon kamar hyunmi. Aku mematung melihat apa yang terjadi di sana, melihat sepasang manusia sedang bercumbu dan bercinta di atas ranjang hyunmi, pintu dan tirai nya pun tidak di tutup. Coba kalian rasakan kalau wanita yang kau cintai having sex dengan pria lain selain kau?? Tentu saja sesak rasanya. Hasrat ku untuk menyingkirkan daehyun semakin menjadi, aku sudah menyiapkan beberapa keperluan di Busan tentu nya di bantu salah satu anak buahku choi junhong. Aku menyiapkan semuanya disana. Melihat mereka semakin panas dari sebrang sini membuat ku semakin muak. Kalau saja aku tidak pulang lebih cepat, mungkin aku tidak akan melihat kejadian ini

“AAARRRGGHHH!!!” Aku frustasi!! Tentu saja!!
“Jung Daehyun!! Mati saja kau!!” Aku berteriak frustasi, tidak peduli apa kata tetangga malam malam seperti ini malah berteriak. Sekilas aku teringat bulan depan pertunangan daehyun dan hyunmi, aku harus sesegera mungkin menyiapkan rencana karena tanggal nya pun sudah di tetapkan.

“Hya bang yongguk! Hari ini apakah kau ada acara??” Hari ini, ya hari ini aku akan menentukan kesepakatan agar dia tidak berani mendekati hyunmi. Ku lihat dari balkon, hyunmi baru keluar rumah bersama daehyun dan membawa koper besar, apakah dia akan pulang?? Masa bodoh, dengannya. Aku tidak ingin melihatnya lagi

“Aku ingin bertemu dengan mu”

“Naega wae??”

“Karena ada sesuatu yang ingin ku bicarakan!”

Author pov

“Wae?” Yongguk membanting dirinya sendiri keatas kursi dan memesan minuman softdrink

“Aku ingin membuat kesepakatan” himchan menatap lurus ke manik mata yongguk. Mata yongguk melihatnya penuh kebencian begitupun himchan

“Kesepakatan apa lagi??” Tanya yongguk malas

“Kau tidak boleh bertemu, berbicara, menyentuh dan menatap matanya”

“Aku tidak mau” yongguk membuang pandangannya ke arah jendela cafe

“Atau…” yongguk menoleh kearah himchan. Ucapan himchan yang tergantung membuat yongguk mendelik

“Geurae Arraseo!! Asalkan kau tidak mencelakai keluargaku dan hyunmi!!”

“Baiklah, kalau kau mengerti. Tunggu disini, aku ingin ke toilet” himchan melangkah pergi meninggalkan yongguk sendirian di meja itu

Drrrttt~ drrrttt~

Suatu benda membuat meja itu sedikit bergetar, yongguk mengecek handphonenya sendiri, tidak ada pesan ataupun telepon. Yongguk menyingkirkan cardigan tipis milik himchan yang tergeletak begitu saja di atas meja, sedikit ragu untuk mengotak atik ponsel pintar itu, tapi entah kerena insting yang kuat  yongguk berani membuka pesan masuk di ponsel himchan.

Kaget bukan main saat melihat pesan masuk dari kontak bernama ‘최준홍’

“Hyung, aku sudah menyiapkan semua alat dan tempat untuk daehyun. Kau tinggal cek sendiri, nanti aku suruh jongup hyung untuk menipu daehyun agar kesini”

Begitulah isi pesan tersebut, yongguk tahu apa maksudnya. Dengan cepat ia men-shot layar tersebut dan mengirimkan hasil shot itu ke ponselnya sendiri melewati bluetooth lalu menghapus semua jejak gambar dan pengiriman itu

Yongguk menaruh kembali ponsel himchan di tempat semula dengan tergesa setelah melihat batang hidung himchan keluar dari toilet

“Maafkan aku. Aku sibuk, aku harus pergi” himchan merapikan barang barang nya dan mengantungi ponselnya di saku celana lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan yongguk yang masih tidak percaya apa yang dilihat nya ‘himchan akan membunuh daehyun?? Apa yang harus aku lakukan??’ Satu kalimat itu lah yang terngiang di otak yongguk

Hyunmi pov

Libur panjang memang menyenangkan, menikmati istirahat panjang, berjalan jalan di taman dan melihat daun daun berguguran, melihat senja dari namsan tower, terlebih bersama daehyun. Sungguh, kami seperti sepasang suami istri saat ini. Bahkan kadar ketampanan daehyun membuat iri para gadis di sekitar kami ‘bagaimana bisa gadis biasa saja bersanding dengan laki laki tampan seperti itu??’ Pertanyaan itulah yang di lontarkan para gadis. Entahlah, mungkin benar kalau cinta itu buta. Hari hari kita habiskan bersama, mungkin sampai hari pertunangan kami nanti?

“Oppa!! Aku mau pulang, aku lelah” senang sekali merengek di hadapannya, dengan begitu daehyun akan lebih perhatian padaku

“Arraseo arraseo, jibe kajja!!” Daehyun menarik tanganku keluar dari area namsan tower, sudah pasti lelah mengingat kami mengitari kota seoul tanpa menggunakan kendaraan, dan berbelanja di cheondamdong, kemudian ke taman bermain dan menaiki namsan tower hingga malam seperti ini. Pukul 7, waktunya kami pulang

“Mwoya?? Chagi ya! Disini tidak ada makanan” daehyun membuka lebar pintu lemari pendingin ku, akupun baru ingat belum berbelanja bulanan dan membeli bahan makanan

“Aahhh jinjja, yasudah kau disini saja.. aku akan ke supermarket sebentar”

“Aku ingin ikut” lagi?? Daehyun lagi lagi memasang puppy eyes nya dan mem pout kan bibir nya.

“Kau jaga rumah saja, ok??” Aku mengecup bibirnya sekilas dan menyambar jaket beserta tas ku dan bersiap ke supermarket

Author pov

Pukul 8 malam adalah waktu yang pas untuk yongguk berjalan jalan dan berkeliling sebentar, ia memang menyukai udara malam yang dingin, biasanya pun ia akan mampir ke kedai, mini market, ataupun super market untuk membeli minuman dan camilan sekedar menemani waktu berjalan jalan menyenangkan. Menurut nya, menghirup udara malam dapat menghapus sejenak stres yang ada dan stres itu pergi begitu saja terbang bersama angin malam

Pandangan yongguk menyipit kala ia melihat sedikit keributan di ujung gang buntu yang gelap tanpa cahaya lampu

“Ya!! Lepaskan wanita itu!!” Dengan keberanian penuh yongguk menantang preman yang sedang mengganggu seorang gadis. Beruntung ia mempunyai amunisi, yongguk pun lumayan jago dalam bela diri

“Hei bocah kecil!! Kau berani menantang kami huh??” Kedua preman itu menggulung lengan baju mereka dan mulai berjalan kearah yongguk menandakan mereka pun siap ditantang

“Huh?? Siapa takut??” Yongguk mulai memasang kuda kuda bersiap akan pukulan yang mungkin akan diterimanya. Perkelahian tak urung terhindarkan, perkelahian itu pun dimulai dengan yongguk menghantam salah satu kepala preman itu menggunakan botol soju yang tinggal setengah hingga pecah

“Op-oppa!!” Apa?? Oppa?? Pikir yongguk. Otomatis yongguk menoleh ke belakang melihat siapa orang yang ditolongnya itu. Yongguk ter belalak kaget, hyunmi?? Bagaimana bisa?? Apakah ia terluka?? Begitulah pemikiran yongguk ketika melihat hyunmi -lagi- pertama kalinya

“Oppa, gomawo. Jeongmal gomawoyo” lantas hyunmi memeluk yongguk, oppa nya yang beberapa waktu ini menghindarinya tanpa mengetahui sebab pasti. Yongguk hanya mendiamkannya, sejujurnya ia pun rindu pada gadis ini, gadis yang akhir akhir ini selalu mengisi hari dan relung hatinya. Janji itu, karena janji itu yongguk tidak bisa membalas pelukan hyunmi, ingin sekali rasanya ia memeluk gadis yang wajahnya sedang tetutup dada bidang yongguk

Seseorang yang beberapa meter dari mereka melihat dengan geram di balik tembok, tak kuasa menggertakkan gigi gigi nya saat tak sengaja melihat adegan memuakkan di depannya

“Oppa! Aku merindukan mu sangat” hyunmi melepas pelukan hangat itu, jangan! Jangan lepaskan batin yongguk

“Maaf hyunmi, tapi tolong jangan dekati aku. Aku mohon” yongguk melangkah pergi setelah melepaskan genggaman tangan hyunmi pada lengannya

“Tapi oppa, aku merindukanmu! Aku ingin kau tetap-” hyunmi kembali menggenggam lengan yongguk yang sudah satu langkah beranjak mendahuluinya. Yongguk marik nafas dalam sejenak

“AKU BILANG JANGAN DEKATI AKU!!” Yongguk malah membentak dan menepis genggaman tangan hyunmi kemudian pergi berlalu meninggalkan hyunmi yang masih terdiam di tempatnya

Yongguk marah, marah pada dirinya sendiri. Kalau saja ia tidak menuruti kemauan himchan, ia tidak akan seperti ini, mungkin ia akan balas memeluk hyunmi, mungkin mereka akan saling mengucapkan kata rindu, mungkin mereka akan berjalan dan saling menggenggam tangan bersama, mungkin ia tidak akan menjauhi hyunmi seperti saat ini

“Kau?!” Jalan yongguk terhadang pria bertubuh tinggi putih dan kurus. Pria itu menghampiri yongguk, padahal yongguk lebih tua darinya. Himchan hanya menepuk pundak yongguk lalu melangkah pergi begitu saja. Meninggalkan beberapa pertanyaan pada yongguk

“Terima kasih karena kau benar benar menepati janjimu di belakangku, tapi sepertinya hyunmi yang masih tidak bisa melupakan mu”

“Geurasseo” yongguk hanya bisa mengaduk aduk coffee latte di hadapannya, menimpali ucapan himchan dengan malas

“Aku ingin meminta bantuanmu untuk menyingkirkan orang yang sangat hyunmi cintai. Kau mencintainya juga bukan?? Jadi ini pun bagus untukmu bang yongguk”

“Membunuh daehyun??” Himchan terbelalak kaget, berbanding terbalik dengan yongguk yang masih tenang dan santai di posisi nya

“Kau-“

“Sudahlah!! Aku tidak ingin membantumu saat ini, aku tidak akan mendekati hyunmi, akupun tidak akan menyebarkan rahasiamu, aku akan membuat hyunmi membenciku dengan caraku sendiri. Jadi kau tidak perlu khawatir kim himchan. Kau pun tidak perlu tahu aku mengetahui hal ini dari mana dan siapa. Cepat atau lambat rahasiamu pun akan terbongkar walaupun tidak melewatiku kim himchan” yongguk menatap himchan penuh kebencian, ia menggebrak meja dan meninggalkan himchan yang masih terdiam di tempatnya

“Ya!! Saekkiya!!” Teriak himchan di depan kedai kopi yang mereka kunjungi. Himchan menghampiri yongguk. Semua mata memandang kearah mereka berdua

“Kalau kau berani melakukan sesuatu, mati kau!” Himchan merangkul yongguk dan membisikan dengan suara pelan dan tenang di balik bahu yongguk dan tepat pada telinganya

“Tapi sebelum kau membunuhku, akan ku pastikan aku tidak akan melakukan sesuatu itu” jawab yongguk tenang kemudian melangkah pergi

“Oppa!! Kau tidak pulang huh?? Kau tidak memikirkan sekolah??” Hyunmi merapikan seragam sekolah nya, dan memandang dirinya di depan cermin sebelum ia berangkat

“Untuk apa?? Aku sudah pintar” daehyun tetap mengunyah sandwich sarapan paginya dan menjawab dengan tenang

“Sombong sekali kau” hyunmi mengecup sekilas kening daehyun

“Aku berangkat yaa oppa!!”

“Mau ku antar??”

“Tidak usah! Kau tidak akan tahu jalan pulang!!”

“Hati hati sayang!!” Daehyun melambaikan tangannya di pintu utama rumah hyunmi

“Eoh! Kau jaga rumah ya oppa!” Dengan cepat hyunmi menutup gerbang kemudian berjalan riang ke sekolahnya

Himchan pov

“Yoo hyunmi!!”

“Eo! Himchan ah!! Duduk disini!!” Aku duduk di tempat biasa kami tempati berdua

“Chansa! Bukan kah kau bilang kau akan pulang nanti? Mengapa cepat sekali??” Hyunmi mengintimidasiku sambil mengaduk ice chocolate di atas meja kantin. Ya tuhan, aku harus jawab apa??

“Mmm- itu, urusanku sudah selesai. Lagi pula untuk apa berlama lama di sana jika urusanku sudah selesai” aku menggaruk kepalaku, berusaha menggali ide ide di otakku

“Benar juga, apa yang kau lakukan disana??”

“Aku bertemu teman lama sekali yang sudah tidak pernah bertemu sebelumnya” maaf hyunmi karena membohongimu, maafkan aku

“Teman ya? Perempuan atau laki laki??” Mwoya?? Apakah wajahnya bersemu merah?? Haruskah aku jawab perempuan?? Pasti seru menggodanya

“Perempuan” kulihat wajahnya lesu seketika. Lihat lihat! Bahkan rona merahnya pun menghilang begitu saja!!

“Ahhh begitu yaa??”

“Hyunmi ya! Apakah kau cemburu??” Matanya membelalak kaget, dan lihat! Rona merahnya kembali! Apakah ia benar benar cemburu??

“Ne- ne? Aigoo seolma, kau jangan terlalu percaya diri chansa!” Hyunmi sedikit merapikan rambut panjangnya dan di sangkutkan ke belakang telinga nya

“Kau tahu tidak??” Hyunmi menghela nafasnya berat, dan wajahnya terlihat malas dan lesu

“Aku masih bertanya tanya, mengapa yongguk sunbae menjauhiku. Kau tahu?? Aku sedih sekali

“Dan, waktu itu.. ia membentakku” haisshh, mengapa hyunmi harus membahas orang itu?? Haaa jinjja!!

“Hya hya hya!! Sudah kubilang! Dia itu tidak baik! Dia hanya memanfaatkan kecantikanmu ketika pesta ulang tahun waktu itu” aku mengelus elus rambutnya yang kini kepalanya sudah disandarkan keatas meja

“Tapi setidaknya, dia menolongku malam itu dari preman”

“Semua laki laki akan begitu, jika melihat seorang gadis dalam bahaya, walaupun ia tidak kenal sekalipun. Itu namanya naluri”

“Tapi mengapa ia tidak menolak saat kupeluk??”
Deg!

Mengapa ia harus membicarakan pelukan malam itu?? Menyebalkan!!

“Seorang lelaki tidak akan melepaskan sebuah pelukan seorang wanita, jadi mereka harus menunggu si wanitanya melepaskan sendiri” yaa walaupun tidak semua lelaki seperti itu, tapi menurut pendapatku, melepaskan pelukan seorang wanita adalah hal yang tidak gentle

“Ahh begitu yaa?? Apa sebaiknya hadiah yang diberikan sunbae aku kembalikan apa tidak yaa??” Hadiah?? Hadiah apa?? Mengapa aku tidak mengetahui tentang hadiah??

“Pesta malam itu, sunbae memberikan ku sebuah boneka tiger. Jika ia sudah tidak ingin dekat denganku, harus ku kembalikan atau tidak??” Hyunmi menatapku sambil menopang dagunya malas, dan seakan menuntut sebuah jawaban itu dariku

“Terserah padamu, jika kau tidak ingin mengingat kenangan darinya lebih baik kau buang atau kembalikan. Sekarang kembali pada keputusanmu, hyunmi” aku kembali menatap hyunmi dengan memposisikan kepalaku sama dengan hyunmi, namun dengan jarak yang lebih dekat dengan wajah hyunmi

“Aku- aku tidak akan membuangnya” hyunmi menarik kepalanya dan menghembuskan nafas berat

“Terserah, itukan bonekamu” aku kesal!! Mengapa ia menyimpan boneka dari yongguk, sedangkan aku belum pernah memberinya apapun, kecuali ciuman itu yang malah sakit sendiri dihatiku. Seketika aku memikirkan ciuman waktu itu, apa alasan hyunmi membalas semua ciumanku?? Berarti aku tidak bertepuk sebelah tangan?? Aku tidak tahu

“Hyunmi ya” panggilku. Hyunmi masih setia mengotak atik handphone nya wajahnya terlihat senang saat hanphonenya berdering

“Eoh oppa?” Raut wajahnya terlihat gembira, pasti itu daehyun
“Geundae wae jigeum?”perlahan air wajahnya cemberut, apakah mereka bertengkar?
“Baiklah, salam pada eomma dan appa. Rawat appa dengan baik, lusa aku akan menyusul oke”

“Wae?” Tanyaku penasaran

“Ani, geunyang. Daehyun oppa tiba tiba kembali ke busan. Ayah nya sakit, jadi ia harus cepat cepat kesana” lucu pikirku saat hyunmi mengerucutkan bibirnya dan memainkan sedotan di bibirnya

“Tadi kau ingin bicara apa??” Tatapan itu, aku benci sekali kalau ia sudah menginterogasi

“Ya!! Tatapan mu itu!!” Aku menunjuk kedua matanya

“Ada apa?? Aku hanya bertanya”

“kau tidak bertanya, tapi ingin menginterogasiku yoo hyunmi!”

“Apa salah aku menginterogasimu?? Lagipula kalau bicara jangan setengah setengah!” Hyunmi memukul kepalaku

“Kalau bukan karena telepon itu, ucapanku tidak akan terputus” aku menoyor keningnya, hahaha wajahnya berubah merah!! Mungkin ia sedang marah karena kalah telak

“Baiklah baiklah, aku tidak jadi bicara, akupun sudah lupa. Mengapa kita terlalu sering bertengkar hanya karena masalah sepele?” Aku mengacak pucuk kepala hyunmi, kami berdua tersenyum dan melupakan pertengkaran kecil kami. Yah, kami memang jarang bertengkar hebat, karena itu lah kami cocok bukan??

Author pov

Seseorang bergetar hebat di atas sebuah kursi dan mengikat dirinya erat, dia berada di sebuah ruangan asing yang gelap. Hanya satu lampu di atas kepalanya yang menerangi dirinya. Wajahnya penuh darah, mulutnya tersumpal, pakaiannya pun sudah lusuh dan robek, bahkan seluruh tubuh dan wajahnya penuh dengan luka gores. Ia tidak tahu dimana ia berada, tempat seperti apa ini?? Ia tidak tahu

“Well well, kita bertemu lagi” seorang lelaki jangkung berdiri di hadapannya, tubuhnya memang terkena sinar lampu, tapi tidak dengan wajahnya

“Are you happy now jung daehyun??” Pria itu menyayat pelan pipi daehyun dengan pisaunya

“Who?? Who are you fucking asshole?!” Daehyun berteriak di depan wajah yang tertutup masker hitam

“Oww slow down!! Ckckck, you’re so sad!” Pria itu menyayat lebih dalam pipi daehyun yang sudah pernah tersayat oleh nya juga

“Ahh jadi bibir ini yang mencium dan menjamah tubuh wanitaku, benar begitu jung daehyun??” Pria itu menggores kecil bibir daehyun dengan ujung pisau

“Kim Himchan?? Kau kah itu??” Pria itu membuka penutup wajahnya, ia melempar topi, masker dan kacamatanya ke sembarang arah

“Ups ketahuan” seringai himchan tidak mempan bagi daehyun, pikiran himchan masih sangat dangkal dan ke kanak kanakan

“Apa yang kau lakukan??” Daehyun mulai membalas tatapan himchan, mereka bertatapan dengan tatapan benci

“Menurutmu?? Kau pernah dapat kabar kalau bang yongguk pernah patah tulang dan masuk rumah sakit? Menurutmu siapa yang melakukan itu semua?”

“Kau?!” Daehyun tidak percaya dengan pengakuan himchan, kedua matanya memicing mencari kebohongan. Nihil, himchan bertepuk tangan untuk dirinya, ia sangat bangga terhadap dirinya

“Dan kau tahu kesalahannya apa??” Himchan berbicara sangat pelan di telinga daehyun, namun daehyun masih dapat mendengarnya

“Dia…. HAMPIR… merebut hyunmi dari ku” kini himchan tertawa puas

“Aku hebat bukan?? Dan kau, kau sudah black target ku sejak dulu” daehyun diam, hanya sibuk mencerna semua kata kata himchan

“Yongguk babak belur hanya karena hampir merebut hyunmi, bagaimana kau yang sudah pernah ber cin ta!!” Himchan menekan kan kata bercinta. Daehyun menatap benci himchan, ia tak percaya dibalik kebaikan himchan, ia sangatlah keji

“Aku tahu caranya bercinta, nikmat bukan jung daehyun?? Apalagi bersama orang yang kau cintai??” Himchan memainkan ujung pisaunya pada jari telunjuknya, pisau yang ia pegang adalah pisau militer, cukup efektif memotong apapun yang ia mau

“Pertama, kau akan membelai lembut rambutnya” himchan menggoreskan sedikit demi sedikit luka pada telapak tangan daehyun. Daehyun mengerang kesakitan, ia tahu ini baru permulaan

“Shhhh, tenang jung daehyun.. ini baru permulaan” himchan menempelkan jari telunjuknya yang penuh darah pada bibir daehyun

“Kedua, kau akan mencium bibir nya” pisau himchan kini menggoreskan luka di bibir daehyun, merobek sekuat tenaga dengan ujung runcing. Daehyun hanya bisa berteriak dan mencoba memberontak, nihil seluruh tubuhnya pun terikat kuat

“Himchaaannnn!!! Kau sudah gila!!” Berontak daehyun, himchan hanya tersenyum sinis sambil tetap melanjutkan kegiatannya menyayat seluruh tubuh daehyun yang sudah tidak memakai baju atasan

“Ne!! Aku memang sudah gila!! Aku gila karena hyunmi!! Kau harus tahu itu!”

“LEPASKAN AKU!! Atau aku akan lapor polisi!!” Bibir daehyun yang tebal sekarang sudah berlumuran darah, begitupun seluruh tubuhnya

“Akan kupastikan kau tidak akan melakukannya jung daehyun! Sekarang kita ke intinya, kalau kau bercinta, kau lebih menyukai acara intinya bukan??” Himchan melepas sabuk celana daehyun dengan pelan, membiarkan daehyun lebih merasakan sakit pada tubuhnya lebih lama di setiap inci permukaan kulitnya yang banyak tergores

“Apa yang kau lakukan?? Kim himchan!!”

“Menurutmu??”

“AAAAAAAHHHHHHHHHH!!!!”

Hyunmi pov

Tok tok tok

Urgh! Siapa pula mengganggu liburku pagi ini??

“Selamat pagi nona”

“Pagi” dua orang ber jaket hitam dan terlihat sedikit lusuh di depan pintu rumahku sekarang

“Kami dari kepolisian, ingin bertanya. Apakah kau kerabat dari Jung Daehyun??”

“Iya saya calon istrinya, kenapa??”

“Bisa ikut kami sekarang?” Salah satu pria tadi menyuruhku mengikutinya dan masuk kedalam mobil sedan pribadi yang juga berwarna hitam. Aku hanya mengikutinya, jika itu berkaitan dengan daehyun. Tapi apakah daehyun terlibat masalah?? Bagaimana bisa?

Aku mengikuti kedua polisi itu masuk ke dalam rumah sakit dan kemudian memasuki ruang yang sedikit luas penuh dengan ranjang besi yang tertutup kain putih, kamar mayat??

“Kami menemukannya pagi ini di sebuah gudang kecil di perbatasan kota, tubuhnya sudah bersimbah darah. Alat vitalnya menghilang, dan semua goresan ini di perkirakan bukan dari pisau biasa, melainkan pisau militer. Dan aku pastikan kematiannya bukan karena goresan di tubuhnya, melainkan kehabisan darah karena seseorang telah memotong nadi karotisnya” tidak mungkin! Orang yang berbaring dengan  mengerikan seperti ini pasti bukanlah daehyun

“Kau pasti salah orang!! Ini bukan daehyun!! Daehyun yang ku kenal masih hidup!! Tidak mungkin!” Dokter yang menangani kasus daehyun memberikan sebuah ponsel pintar padaku

“Kami menemukan ini, dan panggilan terakhir adalah dari nomor mu, karena itu kami memintamu datang kesini” andai saja aku tidak membiarkan daehyun pulang, ini tidak akan terjadi.

“Tangkap pembunuhnya!!” Aku mengguncang guncang tubuh sang polisi, memohon agar mencari manusia kejam itu

“Sayangnya pembunuhnya terlalu pintar nona, dia tidak meninggalkan jejak apapun. Tapi kami tetap akan berusaha”

“Akan aku bayar berapapun yang kau mau”

Author pov

2 minggu hyunmi di kamarnya, memeluk guci kecil berisi abu dari tubuh daehyun yang di kremasi, tidak ingin makan, sekolah ataupun tidur. Hidupnya sudah hancur, beberapa hari menjelang pertunanganya dengan cinta sejatinya pupus sudah, air matanya tidak berhenti mengalir deras membentuk anak sungai di kedua pipinya, beberapa hari tidak tidur ditambah ia terus terusan menangisi kekasihnya, daehyun. Cukup untuk membuat kantung matanya bertambah hitam, benar benar seperti tidak terurus

PIP

Pintu rumah hyunmi terbuka, tidak peduli itu maling atau siapa. Karena ia sudah tidak peduli dengan itu, dunia ini hancur, bukan, lebih tepat hanya hidupnya yang hancur berantakkan. Mungkin lebih baik ia mati di bunuh oleh penjahat atau siapapun itu

“Hyunmi!! Apakah kau didalam??” Himchan itu suara himchan, himchan memang sehari 2 kali kerumah hyunmi menanyakan kabar, walaupun tidak pernah di respon. Makanan dari berhari hari yang lalu sudah basi dan menumpuk di depan kamar hyunmi, makanan yang seharusnya ia makan menumpuk begitu saja di depan kamarnya. Himchan khawatir, sangat. Karena dirinya, hyunmi menjadi seperti ini. Haruskah ia dobrak pintunya? Melihat keadaan wanita yang dicintainya?? Sebelum itu, ia membereskan makanan di depan pintu dan membuangnya, himchan juga membersihkan rumah hyunmi

“Hyunmi ya!” Himchan mencoba membuka handle pintu, yang ternyata tidak dikunci. Jika hyunmi tidak pernah keluar dari kamarnya, berarti pintu itu pun tidak pernah terkunci. Mengapa ia tidak mencoba itu dari dulu?? Bodoh

“Hyunmi” himchan memasuki ruang gelap yang berantakan, kamar hyunmi bagaikan baru saja terkena bencana puting beliung, barang barang berserakan dan tidak tertata pada tempatnya

“Hyunmi ya” panggil himchan lembut, bahkan hampir tak terdengar. Himchan mendekati seorang gadis di pojok kamar, rambutnya berantakan, wajahnya tertutup dengkul yang dilipat, tangannya masih setia memeluk sebuah guci hijau marmer, warna kesukaan daehyun. Baju nya masih tetap sama semenjak pertemuan terakhir namun sudah sedikit kusut dan kotor

“Meonjo kka!” Himchan bangkit dari duduk, bukan untuk pergi, melainkan membereskan kamar hyunmi. Ia masih bingung, mengapa ia bisa mencintai gadis seperti ini? Sampai tega membunuh kekasihnya sendiri

“Tidak! Kau bukan daehyun! Pergi!! Aku hanya ingin daehyun!” Himchan mencoba menyadarkan hyunmi yang terus memberontak jika di sentuh, tangis mereka berdua pecah bersamaan. Himchan memeluk hyunmi yang terus meronta, tidak! Hyunmi tidak gila! Pikirannya hanya sedang terguncang karena kematian daehyun

“Sudah hyunmi! Ada aku disini!! Ada aku” himchan membelai lembut rambut hyunmi yang tiba tiba diam, hyunmi tidak merespon panggilan himchan, kepalanya masih bersandar di dada himchan, namun hyunmi sama sekali tidak menjawab atapun berontak seperti tadi

“Hyunmi!! Yoo Hyunmi ireona!” Himchan menepuk nepuk pipi hyunmi dan menggoyang goyangkan tubuhnya. Hyunmi tidak sadarkan diri

Himchan pov

“Bagamana dok?” Dokter yang memeriksa hyunmi akhirnya keluar dari kamar hyunmi

“Pikiran dan jiwanya sedikit terguncang, temani dia selama beberapa hari, dia akan melupakan kejadian yang ia alami beberapa saat. Jadi, jangan mengungkit kepedihannya, dan bersiaplah kalau dia teringat akan daehyun dan histeris seperti ini lagi” aku bersyukur dia baik baik saja, setidaknya dia akan melupakan masalah ini bukan??

“Dan ini obat nya, jika ia tidak mau memakannya campurkan saja ke makanannya. Ia akan bangun besok, ia benar benar lelah dan kurang tidur” dokter itu memberiku obat obatan untuk hyunmi, ia menepuk pundakku memberiku semangat. Aku hanya bisa tersenyum simpul

“Terima kasih dok, kalau ada yang lain aku akan menelponmu” dokter itu hanya mengangguk dan kemudian pergi berlalu, aku hanya berputar putar keliling kamar hyunmi, mencari sesuatu yang menarik. Tapi ada satu pikiran yang terus menggangguku

‘Bolehkah aku menemaninya tidur??’ Pikiran itu yang terus terngiang di otakku, menemani hyunmi tidur di sampingnya sampai ia terbangun, mengelus rambut hyunmi seperti apa yang daehyun lakukan. Mengingat daehyun, aku harus menyembunyikan guci itu. Aku menyembunyikannya di kamar rumahku dimana hyunmi tidak akan bisa menemukannya dan mengingat kembali daehyun. Tentu dia akan menyulitkanku jika dia kembali mengingat dan kembali tenggelam kedalam kesedihannya

Aku mengambil posisi berbaring di samping hyunmi, menatap matanya yang terpejam. Kau sedang memimpikan apa Yoo Hyunmi?? Tentu akan sangat senang jika kau memimpikan ku sayang, aku membelai lembut pipinya yang tirus, lingkaran hitam di matanya pun tak kunjung hilang setelah beberapa jam terlelap, tubuhnya bertambah kurus, bibirnya pucat pasi

Aku mengerjapkan mataku, cahaya lampu benar benar mengganggu mimpi indahku

“Uh!” Kenapa kepalaku pusing sekali?? Denyut nya sangat menyakitkan, aku membiarkan mataku terpejam sejenak menghilangkan denyutan di kepalaku

Tidak sengaja aku menyenggol bantal sebelah, kosong. Permukaannya pun dingin. Kemana hyunmi??

“Himchaaann!!! Turun!! Sarapan sudah siap!!” Itu suara hyunmi terdengar dari lantai bawah, apa dia bilang?? Sarapan? Aku melihat jam di atas nakas. 8 pagi, dan sekarang bukan hari libur?? Oh god!! Aku beberapa hari ini sudah membolos! Haruskah aku melakukan itu lagi?? Tidak apalah, demi hyunmi

“Ja! Ini sayur untuk mu! Kau harus makan banyak sayur!!” Hyunmi menyodorkan semangkuk nadi san semangkuk sup sayur, yang entah apa namanya

“Eeeiiii, kau yang harus makan sayur” aku mengacak rambut hyunmi, senyumnya kini kembali merekah seperti dulu, demamnya turun. Mungkin benar, ia melupakan semuanya, walaupun hanya sesaat. Ya, sesaat

“Cham!! Apakah kita libur himchan??” Hyunmi menghentikan kegiatan makan nya

“Iya, kabarnya saat ini guru kita rapat karena akan ada ujian tengah semester! Apakah kau tidak tahu?” Bohong!! Ujian tengah semester masih lama himchan!! Kau bodoh sekali, rutukku dalam hati

“Aahhh begitu ya.. cepat habiskan! Habis ini kau antar aku beli es krim!!” Kebiasaannya berubah seperti biasanya, kebiasaannya yang gemar es krim kembali

“Arrasseo” aku menghabiskan makananku cepat, dan bersiap sembari menunggu hyunmi mandi, aku mencuci piring sebentar, membersihkan alat alat bekas makan kami tadi

“Kajja chansa!” Tiba tiba hyunmi menggandeng tanganku dan menarikku dengan gembira. Senang rasanya melihat hyunmi kembali, sepanjang jalan aku senyum senyum sendiri. Sudah lama sekali aku tidak merasakan pelukan hyunmi dari belakang jika di motor seperti ini. Maklum, selama ini kan ada hama pengganggu itu. Untung aku memakai helm, kalau tidak, bisa dibilang gila oleh orang sekitar karena aku terus tersenyum sendiri

Hyunmi pov

Semakin hari, entah aku semakin dekat dengan himchan, bukan tanpa alasan. Akupun sebenarnya sudah ingat tentang daehyun, namun aku tidak ingin terlalu larut dalam kesedihanku. Yang sekarang aku pertanyakan, kemana guci abu daehyun?? Aku mendekati himchan karena ini. Tidak bisa menanyakannya langsung, hanya takut disangka menuduh. Itu saja.

“Ya! Eonni! Bagaimana kabarmu??” Tiba tiba hyemi menyadarkan lamunanku, sedetik kemudian ia dan youngjae duduk di sampingku. Dan mengapa kelas sepi sekali, lihat saja! Hanya ada kami bertiga!

“Bisakah kau sopan sedikit! Benar benar! Aku baik baik saja” ku lihat youngjae oppa memberikan death glare pada kekasihnya itu

“Aku turut berduka cita hyunmi ya” youngjae oppa menundukkan kepalanya, kemudian menatapku teduh, haahhh dia benar benar tampan, pesonanya membangkitkan semangatku kali ini

“Gamawo” youngjae tersenyum simpul, sesaat kami saling menatap, entah mengapa, akupun tidak mengerti.

“Ya ya ya!! Eonni!! Berhenti menatap kekasihku!!” Tiba tiba saja hyemi menarik tubuhku agar menghadapnya, kemudian berteriak marah

“Eiiiii kau cemburu eoh?!” Ku lihat youngjae oppa hanya tersenyum

“Oppa apa kau senang eoh??” Kini hyemi lebih histeris setelah melihat youngjae tersenyum malu. Youngjae berpindah tempat menjadi disamping hyemi, hyemi masih memasang wajah cemberut andalannya

Ku lihat youngjae mengacak pucuk kepala hyemi

“Hya hya hya, kau tahu aku hanya mencintaimu bukan?? Jadi jangan berpikir yang tidak tidak sayang” haaaaahh mereka sangat lah mesra, aku jadi rindu dimanjakan seperti itu oleh daehyun oppa.

“Kau janji tidak akan meninggalkanku kan?!”

“Aku janji” setelah mengucapkan janji, youngjae memeluk hyunmi. Romantis sekali, tapi bagaimana bisa mereka melakukannya di hadapanku?? Jinjja!

“Oppa!! Kau libur huh?? Aku baru sadar, mengapa bisa kau ada disini??” Aku memecah ke romantisan mereka, wajah hyemi seketika menatapku kesal karena kegiatan mereka terganggu kehadiranku

“Membolos satu mata pelajaran tidak apa apa bukan??”

“Eeiiii kau benar benar. Memberikan contoh yang tidak baik dan tidak benar kepada hoobae sendiri” tanganku mengepal keatas seakan ingin memukulnya, walaupun dia memang pantas dipukul. Kebiasaannya suka membolos kelas masih ada sejak SMA, dan masih kental apalagi jika sudah bersama bang yongguk. Bicara soal bang yongguk, aku sudah lama tidak mendengar tentang dirinya

“Ah! Mengingat bang yongguk yang selalu membolos kelas denganmu. Apakah dia satu universitas denganmu??”

“Aahh si bocah tengik itu?? Bahkan dia mengikuti jurusan bahkan mata pelajaran kuliahku. Semuanya!! Bahkan kami hampir di gosipkan gay oleh mahasiswa kampus kami, karena yongguk selalu menempel padaku” seketika tawa aku dan hyemi pecah, kami tertawa terbahak bahak

“Mengapa kalian mentertawakanku huh??”

“Aahh oppa apo!!” Kami berdua mengelus dahi kami setelah youngjae oppa menjitak dahi kami

“Tapi, aku selalu melihat sirat muram dari wajahnya, dari kelakuannya yang menjijikan itu rasanya melihatnya itu menjadi kasihan. Ia selalu terlihat banyak pikiran jika sedang belajar, karena itu ia selalu duduk di bagian paling belakang dan melamun hingga pelajaran selesai, entah ia menangkap ilmu dari dosen atau tidak, aku tidak tahu” youngjae oppa menghembuskan nafas nya berat

“Geurae?” Tanya hyemi antusias

“Dan satu lagi, dia sering tertidur di taman kampus, dibawah pohon sakura. Tempat itu seperti sarang baginya. Sekali aku pernah mendekatinya, samar samar aku mendengar ia memanggil namamu dalam tidurnya yang nyenyak. Awalnya aku tidak yakin, karena ia tiba tiba terbangun, namun hal itu terulang hingga seterusnya, bahkan mungkin hingga sekarang” cerita youngjae oppa yang membuat suasana kami muram, benarkah yongguk sunbae memimpikanku? Tapi ia mengusirku bukan?

“Tapi malam itu, yongguk sunbae berteriak marah padaku, bahkan mengusirku. Kupikir dia membenci ku. Issshhh isanghane” sepasang kekasih itu menengok padaku bersamaan

“Benarkah??” Aku hanya mengangguk kepalaku perlahan sambil menatap mereka yang membelalakan matanya masing masing

“Huaaa manusia itu, benar benar” kini youngjae oppa yang angkat bicara

“Hyunmi!” Reflek kami menengok kearah sumber suara yang melengking nyaring itu. Pemilik suara itu malah menghampiriku

“Eo! Annyeonghaseyo sunbae” himchan kaget melihat youngjae duduk di kursi kelasnya, ia memberi salam untuk menghormati youngjae yang lebih tua darinya. Di balas perlakuan sama dari youngjae

“Ehm! Aku akan mengajak hyunmi makan di kantin. Kalian ingin bergabung tidak??” Himchan tiba tiba menggenggam erat pergelangan tangan ku. Seakan takut aku lepas darinya

“Tidak, terima kasih. Aku akan kembali ke kampus” youngjae oppa mengambil tas biru milik nya, mencium kening hyemi kemudian keluar begitu saja dengan langkah cepat

“Bagaimana denganmu hyemi? Kau mau ikut?” Tawar himchan lagi

“Baiklah! Lagipula, akupun lapar”

Himchan pov

Tok tok tok

Aishh siapa pula mengganggu malam malam begini. Mati listrik pula

“Siapa??” Aku membuka pintu rumah, terlihat lah sosok mengerikan di hadapanku, saat ini gelap sekali dan hanya di terangi satu lilin di ruang tamu seluas ini

“Himchaaaannn~” dia masih menunduk, aku takut, tapi penasaran. Suaranya pun parau dan menyeramkan

“Himchaaaann!!” Tiba tiba sosok itu memelukku

“Kkamjjakiya!!” Aku menjerit kaget seketika, hey aroma ini aku kenal!!

“Himchaaaannnn aku takut gelaaapp!!” Eiiii, ku kira benar benar makhluk halus

“Aku disini hyunmi” aku memeluk nya dan menariknya masuk

“Himchaaann aku takut!!” Hyunmi mengeratkan pelukan nya, aaahhhh ini benar benar surga

“Arrasseo arrasseo, aku ambil minum dulu” aku berdiri beranjak pergi dari sofa ruang tengah untuk ke dapur

“Kajima~ museowo!” Hyunmi menarik ujung kaus tipis ku, tangan sebelahnya tetap memeluk sebuah boneka. Tiger?? Se tahu ku boneka itu yang diberikan yongguk, belum di buang?? Atau bahkan tidak akan

“Arrasseo, nan yeogi isseo” aku kembali ke duduk ku, memeluknya yang ketakutan, aaahhh aku benar benar senang. Tanpa sadar aku ujung bibirku terangkat dengan sendirinya sambil tetap membelai rambutnya yang berada di dada ku

15 menit berselang, posisi dan kegiatan kami masih tetap sama

“Hyunmi” ku panggil namanya, siapa tahu dia bosan dan ingin berbincang

“Hyunmi” aku memanggilnya sekali lagi, dan ia tetap tidak menjawab? Apakah ia tidur? Ku singkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya. Ia tertidur lelap, wajahnya sangat cantik. Apakah harus aku bawa ke kamar?

“Ahh” desahku saat menidurkannya di atas ranjang kesayangan ku. Tak kusangka, ia semakin berat semenjak ia sakit waktu itu. Benar benar waktu yang singkat. Sayangku apakah kau makan truk? Karena itu tubuhmu menjadi seberat ini?

Hyunmi menggeliat dan bibirnya mengecap, ia semakin erat memeluk boneka itu, bisakah boneka itu digantikan olehku?? Aku menarik boneka itu, malah semakin dieratkan oleh hyunmi, seakan tidak ada yang boleh menyentuhnya  selain dirinya

Aku berbaring di sebelah hyunmi, menatapnya yang sedang menghadapku. Ingin mengganggunya yang tertidur nyenyak, aku menutup hidungnya agar ia tidak bisa bernafas. Hyunmi kesulitan mencari nafas, anehnya ia tidak terbangun haha. Pikiranku semakin melenceng ketika melihat bibir mungil hyunmi

Aku memposisikan diriku di atas tubuh hyunmi. Pikiran dan tubuhku tidak sinkron saat ini. Tubuh ku menginginkannya, tapi tidak dengan pikiranku. Aku pun mulai ragu untuk memulainya, takut hyunmi akan marah. Ayolah himchan! Kali ini saja!

Dengan perlahan aku mengulurkan jemari ku untuk menepis helai rambut yang menutupi wajah tidurnya, walapun keadaan gelap dan hanya di terangi satu batang lilin, aku masih dapat melihat jelas cantiknya hyunmi. Ah! Aku ingin membuat suasana romatis, aku mengambil semua lilin aromatherapi yang ku punya dan menyalakannya, hampir memenuhi ruang kamar ku. Kini kamarku menjadi lebih terang ditambah wewangian aromatherapi yang menenangkan

Aku kembali ke posisi ku sebelumnya, hyunmi masih terlelap, dengan ragu aku memajukan kepala berniat menciumnya

Chu~

Ahhhh canggung rasanya, setelah sekian lama  tidak menikmati bibirnya, kini ku rasakan kembali, rasanya tetap sama. Manis, sangat manis, bibirku pun mulai bergerak menyesap semua bagian bibir hyunmi

“Emmhhh” hyunmi terbangun, tubuhnya menggeliat tidak nyaman, kedua matanya pun perlahan terbuka. Astagaa, apa yang harus aku katakan?? Himchan! Kau malah membuat semuanya berantakan, kau tidak memikirkan apa yang akan kau katakan jika hyunmi terbangun. Dari jarak wajah kami yang sangat dekat, kulihat hyunmi kembali menutup kedua matanya yang sebenarnya tidak sepenuhnya terbuka, dan kurasakan ia membuka bibirnya dan mempersilahkan ku memainkan bibirnya

Setelah mendapat lampu hijau, aku melanjutkan kegiatanku

“Mmhhh” desah ku tidak tertahankan saat hyunmi meraba dada ku dari dalam. Bibirnya mulai membalas ciuman ku, ciumannya semakin ganas, bibirnya bergerak keatas ke bawah seperti apa yang ku lakukan pada bibirnya

“Haaah himchan” ciumanku turun ke pipinya, kedua tanganku menelusup ke dalam piyama hyunmi dan meraba raba punggungnya, desahannya tertahan karena hyunmi menggigit bibir nya. Aku kembali mencium bibirnya melepas gigitannya pada bibirnya sendiri, menyuruhnya agar ia leluasa mendesah. Desahannya kini menjadi alunan music merdu di telinga ku. Setiap desahannya menjabarkan nikmat yang ia rasakan

Sambil tetap bergerumul, tanganku mulai nakal. Tanpa sadar aku membuka satu persatu kancing piyama hyunmi

Hyunmi pov

Urghh! Sakit sekali kepalaku, aku teringat kejadian semalam. Mengapa aku melakukannya?? Tentu karena aku punya alasan, aku terduduk dari tidurku, bahkan tubuhku dan himchan hanya tertutup selimut putih. Aishh kemana pakaianku? Aku melihat ke lantai, banyak lilin di ruangan ini yang sudah padam.

Pukul 5 pagi, entah mengapa aku terbangun sepagi ini?? Mungkin setelah aku bermimpi tentang daehyun oppa semalam, daehyun oppa membangunkan ku, untuk melaksanakan maksudku. Ahh aku sangat merindukannya, merindukan daehyun oppa. Aku segera memungut pakaianku di samping ranjang, tergeletak begitu saja. Dengan cepat dan tenang aku menjalankan tujuanku. Memastikan apakah himchan yang mengambilnya, aku mulai mencari ke seluruh rumah dan kamar himchan, setiap sudut dan rak sudah ku periksa. Namun nihil, usahaku sia sia. Aku kembali ke kamar himchan, memposisikan ku seperti sebelumnya, agar membuatnya tidak curiga. Kegiatanku membuka baju terhenti melihat ekor boneka tiger ku muncul di kolong kasur. Entah kenapa ada yang menarik ku kesana

Aku menyingkirkan sprei yang menjuntai dari kasur hingga ke lantai. Gelap. Aku tidak bisa melihat apapun kecuali boneka tigerku. Aku mulai meraba raba yang bisa ku jangkau

Tok

Cincinku terbentur sebuah benda tumpul keras, seperti

Guci??

Aku masuk kedalam kolong kasur, memastikan itu milikku atau bukan, aku mengeluarkannya dari sana, dan benar itu milikku, milik daehyun.

Aku berlari keluar dari rumah ini dan berjalan ke rumahku, menyimpan guci itu di tempat yang benar benar tersembunyi di rumah ku, kemudian kembali lagi ke kamar himchan dan membuka bajuku seperti semula, seolah tidak terjadi apapun

Himchan masih tidur, syukurlah.. aku kembali mengambil tempat di sampingnya, mungkin ia menyadari pergerakan ku karena ia mulai meraba raba perutku dan menarikku dalam dekapannya. Aku membalik tubuhku mennghadapnya, menatapnya yang terlelap. Mungkin aku sudah gila pernah menyukainya, tapi apa boleh buat?? Aku sebenarnya butuh jawaban, mengapa himchan mengambil guci itu?? Mengapa himchan menyembunyikannya?? Itu masih menjadi misteri

“Uhmn, kau sudah bangun??” Himchan berbicara tanpa membuka matanya

“Hem” aku hanya mengangguk sembari menyisir rambut himchan dengan jari jariku

“Ada apa?? Ini masih pukul 6 pagi” ia menghentikan kegiatanku, dan mulai menggenggam tanganku dan meletakkan diatas dada bidangnya

“Geunyang~ apakah kau ingin sarapan??” Ia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggangku

“Aniyo, aku masih ingin menikmati pelukan pagi ini” himchan semakin merapatkan tubuh kami, menaruh wajah ku di hadapan dadanya, masih sangat wangi. Wangi tubuhnya yang khas bahkan tidak memudar sedikitpun setelah sangat berkeringat semalaman

“Apakah kau tahu?” Himchan membuka suara setelah beberapa menit kami terjebak dalam keheningan

“Hem?” Aku mendongakan kepalaku, memposisi kan bibir ku di dagunya

“Aku mencintaimu, sangat mencintaimu” himchan tersenyum kepadaku, kedua tangannya masih setia memeluk pinggangku

“Nan arra” wajah nya terkejut, himchan melonggarkan pelukannya agar bisa lebih leluasa melihat wajahku

“Jinjja?? Eonjae?”

“Hmmm, baru baru ini” himchan menghempaskan nafas panjang, entah dia senang, bimbang, atau tidak menyangka.. akupun tidak mengerti

“Ahh intinya aku benar benar mencintaimu sampai sampai..” himchan mengeratkan pelukannya lagi

“Sampai apa?” Himchan mulai gelagap, ia tidak melanjutkan kata katanya. Wajahnya  mulai terlihat berfikir

“Uhm! Tidak jadi, kau ingin sarapan apa?? Aku punya beberapa daging dan daun daunan”

“Hey! Namanya bukan daun daunan, tapi sayur!!”

“Apalah itu namanya, ayo kita bikin sarapan”

Himchan pov

“Mau apa kau daehyun??!!” Aku berteriak sekuat tenaga, tubuhku terkunci oleh rantai dan borgol di mana mana, kini aku ada dalam posisi daehyun

“Ahh, jangan berpura pura bodoh himchan! Kau tahu apa mauku bukan??” Sungguh aku tidak mengerti mengapa aku bisa di tempat ini?? Tempat menyeramkan ini, kumuh, bau, kotor, berantakan. Tempat apa ini sebenarnya?

“Aku sungguh tidak mengerti daehyun!!! Ku mohon lepaskan aku”

“Kau merasakan jadi diriku, bukan?”

“Tersiksa karena perih menjalar di tubuhmu, kau diambang kematian yang tragis. Tidak akan menyangka kau akan di perlakukan seperti ini tanpa tahu penyebab nya. Sekarang kau merasakan perih itu, bukan?? Perih yang ku rasakan” tambahnya, daehyun mulai mengambil sebilah pisau besar dan memegang bibir bawahku

“Aaaarrrgggghhhh!!!!!!” Aku berteriak sekuat tenaga, simbah darah di tubuhku kini bertambah

“Beginilah rasanya kalau bibirmu di robek begitu saja. Sakit bukan?? Hahaha” bibirku robek menjadi tiga bagian, perih sekali. Aku tidak tahu rasanya akan seperti ini

“Sudah puas kau daehyun!! Kenapa tidak kau bunuh saja aku??” Pelafalanku menjadi buruk, aku pun sebenarnya tidak tahu daehyun mengerti perkataanku atau tidak

“Ingin nya sih begitu, tapi…” aku menatapnya tajam, luka di seluruh tubuhku bertambah perih karena aku mulai berkeringat ketakutan

“Tapi aku ingin membuat mu mati perlahan, bukan kah itu kejam, kim himchan??” Aku tidak menjawabnya, aku hanya memberi tatapan benci padanya, aku membenci bagian ini. Dari semua rencana yang ku atur, mengapa bisa begini??

“Hahaha, se kejam ini lah dirimu kim himchan!! Apakah kau tidak menyadarinya?? Kau!! Bukan manusia. Bahkan setelah kekasihnya pergi, kau berani bercinta dengan hyunmi” wajahnya mendekat ke arahku, memasang wajah meremehkan. Tangan kanan nya memegang sebilah pisau sedikit tumpul, tangan kirinya memegang senapan laras panjang, aku tidak tahu daehyun mendapatkan benda itu dari mana

“Jika kau di suruh memilih, tangan kanan atau tangan kiri ku?” Daehyun mengangkat kedua benda di tangannya itu menyuruh untuk memilih, kalau di pertimbangkan rasa sakitnya. Lebih baik senapan itu, karena membuatmu langsung mati tanpa merasakan sakit lagi

“Satu..” aku diam tertunduk

“Dua..”

“Tiga..” tatapanku hanya menatap senapan laras panjang itu

“Kau menginginkan ini eoh?? Kau membuat pilihan yang benar benar tepat kim himchan ssi” daehyun memasang senyum puas di lemparnya jauh sebilah pisau di tangan kanannya. Aku memilih karena itu senapan laras panjang yang hanya memiliki dua selongsong, ku yakin dia hanya  memiliki dua peluru, walaupun satu peluru saja cukup untuk menembus tubuh mu

Daehyun berbalik begitu saja, ia mengeluarkan sebuah kotak di dalam tas hitam nya

“Kau mau berapa peluru kim himchan??” Daehyun menunjukkan kotak peluru yang di ambilnya tadi. Shit!!!

“Satu..”
“Dua..” aku masih tidak mengerti mengapa dia menghitung
“Tiga..” aku mulai berpikir
“Empat..”
“Lima..”

“Stop!!!!!!” Aku berteriak, aku tahu ia menghitung berapa peluru yang ia pakai untuk menyiksaku

“Lima?? Kau suka lima?? Akupun begitu”

“Kau?? Apa yang akan kau lakukan padaku??”

“Menurut mu??” Daehyun memasukan 2 peluru ke selongsongnya. Moncong selongsong itu mengarah pada dada kanan ku

“Selamat tinggal, dada indah mu yang selalu menjadi tempat sandaran wanitaku” aku menggigil ketakutan, tubuhku panas dingin, aku hanya  bisa melihat selongsong itu pasrah

DUAAR!!

“AAAAAAHHHHHHHHH” aku membuka mata, melihat sekeliling ku. Empuk, apa ini?? Ini mimpi?? Aku memeriksa dada kanan ku, utuh. Syukurlah, hanya mimpi. Mimpi itu benar benar nyata, apakah sebenci itu padaku jung daehyun?? Kau sangat membenciku bukan?? Sekarang kau tidak bisa berbuat apapun, kan? Tenanglah di alam sana, jangan pernah menggangguku lagi. Dunia kita sudah berbeda dae, ku harap kau mengikhlaskan saja hyunmi, jangan berbuat seperti ini lagi. Itu akan membuatku semakin membenci dirimu.

Hyunmi pov

Aku sedang memasak, memasak berbagai macam sayuran dan daging untuk himchan. Entah mengapa aku melakukan ini, hanya ingin saja. Hal itu membuatku senang, entah aku menyukainya atau hanya perhatian sekedar sahabat. Hal ini menyenangkan, apapun yang ku lakukan yang berkaitan dengan himchan membuatku bahagia, mungkin dia pengganti yang diberikan tuhan untuk menemaniku. Pengganti kekasih tercintaku, mungkin kelak himchan yang akan menggantikan posisi daehyun sebagai calon suamiku, atau mungkin benar benar akan menjadi suamiku. Karena ku tahu dia benar benar mencintaiku walaupun aku agak ragu dengan perasaanku sendiri

Kriiingggg~~

Ponsel ku berbunyi, ku matikan kompor dan segera meraih ponselku di atas meja makan

Panggilan dari yongguk sunbae?? Untuk apa dia menelpon ku??

“Yeoboseyo, sunbae”

“Eoh! Hyunmi ssi!! Ada yang ingin ku bicarakan denganmu!!”

“Ah, ye sunbae. Kau ingin bicara di sini atau kita bertemu??” Tidak ada jawabaan dari yongguk sunbae, tapi mengapa yongguk sunbae menjadi sangat sopan memanggilku, seperti orang baru bertemu saja

“Yeoboseyo?” Aku memanggilnya  sekali lagi, mungkin ia sedang melamun

“Ah… oh.. ye, jwiseonghamnida.. maaf aku melamun, begini saja. Aku ingin kau mendengarnya sendiri di rumah makan di persimpangan jalan besar. Pukul 4 sore, dengan penyamaran apapun, tapi jangan terlalu mencolok”

PIP

Dan sambungan itu pun terputus begitu saja

Aku sekarang terduduk di rumah makan yang di maksud yongguk sunbae, menggunakan penyamaran yang di maksud yongguk. Di tangan kananku terdapat ponsel yang tersambung dengan yongguk, walaupun jarak kami jauh, aku masih dapat mendengar suaranya. Kini kami tinggal menunggu seseorang, aku tidak tahu siapa

“Dengar, apapun yang terjadi jangan bertindak ceroboh, jangan melakukan apapun, dan aku berharap kau jangan pingsan dan kaget, jangan melakukan apapun yang menarik perhatian. Dengarkan kata kataku, atau aku mati” mati?? Kalau aku melakukan itu yongguk sunbae akan mati??

“Itu dia, dia datang, jangan putuskan sambungan dan dengarkan percakapan kami baik baik”  ku lihat di balik kaca tembus pandang yang memisahkan kami, yongguk menyembunyikan ponselnya di bawah meja

Sedetik kemudian aku melihat sosok pria masuk dan duduk di hadapan yongguk

“Kau ingin makan apa??” Tawar laki laki itu, suara itu sangat ku kenal. Bukan kah itu suara himchan?? Aku benar!! Postur tubuhnya benar benar himchan, ada apa dengan yongguk dan himchan??

“Tidak, terima kasih. Ada apa?” Ku rasakan nada bicara yongguk sangat marah dan malas menanggapi himchan

“Begini, langsung ke intinya saja. Kau tahu youngjae bukan?? Kalian satu angkatan kan??” Youngjae oppa?? Ada apa dengan youngjae oppa?? Aku lebih menajamkan pendengaran ku pada ponsel ini, karena suarany tidak terlalu jelas

“Ada apa?? Kau menawarkan ku untuk menyingkirkan seseorang lagi?? Dan kali ini sahabatku?? Apa maumu?” Yongguk sunbae mulai terbakar amarah

“Kau pintar yongguk ssi, benar sekali aku sangat ingin menyingkirkan nya”

“Atas dasar apa?? Apakah dia menyukai hyunmi?? Hei! Dia sudah punya kekasih!! Tega sekali kau ingin membunuh kekasih orang yang tidak salah apa apa!!” Membunuh?? Himchan ingin membunuh youngjae oppa??

“Dia menyukai hyunmi!! Aku sangat tidak suka melihatnya bertatapan mata seperti itu walaupun ia memiliki kekasih!!”

“Berapa orang yang akan kau bunuh??!! Termasuk aku!! Apakah aku termasuk dalam bagian catatanmu??”

“Berapapun yang mendekati hyunmi, itulah yang harus ku singkirkan” jadi yongguk sunbae masuk rumah sakit itu ulah kim himchan?? Dia benar benar bukan manusia

“Apakah kau masih mencintai hyunmi??” Tanya himchan tiba tiba, nadanya sangat dingin dan datar

“Apa maksudmu??”

“Kau masih mencintai hyunmi atau tidak. Seharusnya pertanyaan ini tidak sulit untuk mu bukan??” Jantungku berdetak kencang, menunggu jawaban apa yang akan di lontarkan yongguk sunbae?? Yongguk sunbae pernah mencintaiku??

“Me..memang nya mengapa kalau aku masih mencintainya??”

“Aku ingin meminta bantuanmu yongguk, tentu ini akan menguntungkan kita karena orang orang yang menyukai hyunmi semakin sedikit, dan ini kesempatan besar mendapatkan hyunmi”

“Percuma saja jika setelah aku berpacaran dengan hyunmi kau akan memperlakukan ku seperti daehyun!!”

“Tentu aku tidak akan membunuh orang yang telah membantuku, aku tidak akan membunuhmu seperti daehyun!! Kita akan bertanding sebagai pria” aku menangis tertahan, jadi selama ini yang membunuh daehyun adalah himchan?? Kim Himchan, pria yang pernah ku cintai, pria yang pernah meniduriku, pria yang selama ini lembut padaku ternyata dia juga lah yang membunuh daehyun?? Kau jahat kim himchan, kau bukan manusia!!

“Bagaima-“

BYUR

Aku mengambil segelas kola milik salah satu pelanggan dan menyiramkan diatas kepala himchan

“Hyu- hyunmi ya” himchan berdiri dan berbalik  tangannya menggenggam lengan atasku, semua mata tertuju kepada kami bertiga. Tatapan yongguk sunbae terlihat iba padaku

“Aku membencimu kim himchan, sangat membencimu” aku menangis tertahan, walaupun air matasudah tak bisa ku bendung lagi, setidaknya aku tidak menjerit seperti biasanya

“Tap-“

PLAK

Aku berbalik menjauh, menepis lengannya setelah menampar keras pipinya

“Apakah yongguk yang menyuruhmu datang ke sini dan mendengar semua pembicaraan ku??” Aku berbalik, melihat himchan meraih kerah kaus yongguk, menatapnya penuh kebencian. Semua pengunjung restoran tegang, tidak ada yang berani melerai mereka berdua, para pengunjung terlalu takut mengambil resiko, terlebih kedua mata mereka yang tajam saling menatap, tentu saja tatapan himchan membuatmu merasa ingin di bunuh olehnya, mata dan wajah himchan pun memerah, berbanding terbalik dengan yongguk yang terlihat tidak takut apapun

“Berhenti!! Yongguk tidak merencanakan dan menyuruh ku datang kesini!!” Sangkal ku, aku tahu itu bohong dan memiliki sedikit kesempatan untuk himchan mempercayainya

Himchan melepas genggamannya di kerah yongguk dengan kasar

“Kau lolos bang yongguk” himchan melewati beberapa pengunjung dan menarik erat lenganku, aku hanya meronta, cengkramannya sangat kuat, mungkin pergelangan tanganku akan membiru

Di pintu keluar aku melirik yongguk yang khawatir padaku “pulang saja” isyaratku padanya, membiarkannya pulang dan menyuruhnya agar tidak terlalu khawatir padaku, walaupun akupun tahu aku tidak akan baik baik saja

“Lepaskan!! Kau menyakitiku!! Lepaskan aku!!” Aku meronta, kakiku menahan tarikan himchan, menggeseknya ke aspal berusaha agar ia berhenti dan berusaha menarik diriku sendiri

“Lepaskan aku kim himchan!!” Aku membanting tanganku agar genggaman himchan terlepas, dan benar saja pergelangan tangan kananku memar dan lecet karena aku juga memakai gelang yang menusuk kulitku

“Hyu-hyunmi ak-aku” kami tiba di gang buntu kecil di sudut jalan, tidak seorang pun bisa memperhatikan kami

“Kau mau jelaskan apa huh??! Kau ingin bilang kalau kau membunuh daehyun secara tidak sengaja!! Kau merebut kebahagiaan ku himchan!! Hanya itu yang bisa kau lakukan agar kau bisa bahagia!! Denganku!! Kau hanya  terobsesi padaku!! Ini bukan cinta!!” Aku memotong omongan bullshit nya, kini aku berteriak di hadapannya sambil menangis, menjerit sebagaimana orang kecewa lainnya

“Aku mohon dengarkan aku” himchan menggenggam tanganku, suaranya yang berat berubah lembut jika bicara denganku, air wajahnya pun tampak menyesali apa yang ia perbuat

“Maafkan aku” aku menepis genggamannya di jari jari ku, aku mundur saat himchan mendekatiku yang aku yakin ingin memelukku

“Jangan sentuh aku!! Dan, maaf katamu?? Apa dengan permintaan maafmu kau bisa mengidupkan dan membangkitkan kembali daehyun!!” Tangan kanan himchan tergerak ingin menghapus air mataku yang membasahi pipiku

“Aku bilang jangan sentuh aku!!” Ku palingkan wajahku mengindarinya dan menghapus air mataku sendiri

Chu~

Dengan gerakan cepat, himchan menarik pinggangku disaat aku lengah dan menempelkan bibirnya padaku. Aku meronta, memukul punggung dan lengannya dengan keras, namun himchan menahan tubuhku dengan kekuatannya, ia menghiraukan pukulan ku yang pasti sangat sakit. Aku berusaha mendorong dadanya sekuat tenaga, namun himchan malah semakin merapatkan diriku dengan tembok, ia menghimpit tubuhku dan bibirnya pun semakin ganas, ciumannya semakin kasar, tahu aku sudah lelah dan aku tak kunjung membalas ciumannya, himchan melepaskan pelukannya dan meraba pipiku, ciumannya semakin lembut terasa dan ia mulai kembali memelukku dengan lembut berbeda dengan beberapa menit yang lalu

“Hentikan!!” Aku merasa kekuatan ku kembali, aku mendorongnya saat ia lengah, himchan kembali mendorong wajahnya, berniat menciumku lagi

PLAK!

Tamparan kedua kalinya di tempat yang sama, pipi sebelah kirinya memerah, aku yakin itu panas. Lagipula, lelaki tidak tahu malu, sudah ketahuan membunuh tapi masih mencium kekasih yang dibunuhnya. Baik hati aku tidak melaporkannya ke pihak polisi, itu pun karena aku tidak mempunyai cukup bukti kuat untuk menjebloskannya ke penjara

Himchan menatapku marah, aku melepas genggamannya dan pergi meninggalkannya sendiri

“Eoh hyemi ya, nan gwenchana” hyemi mengkhawatirkan ku tentang kejadian tadi siang selepas yongguk sunbae memberi tahu hyemi dan youngjae, aku pun memberi tahu youngjae oppa untuk berhati hati terhadap himchan, namun aku dan yongguk tidak memberi tahu alasannya

“Bagaimana dengan yongguk oppa? Apakah ia tidak menolongmu di gang buntu itu??” Aku membaringkan tubuh ku di ranjang, menatap pakaian tidur yang sering ku pakai jika bersama daehyun, baju tidur kesukaan daehyun

“Eoh, aku menyuruhnya pulang karena dirinya terancam”

“Bagaimanapun kau tidak perlu khawatir hyemi, aku baik baik saja”

“Huh, dari pertama dia masuk sekolah kita, aku sudah merasa ada yang tidak beres dengannya!!” Aku berjalan ke arah jendela, berniat menutup tirainya dan hyemi pun mematikan sambungan secara tiba tiba, aku terpaku melihat himchan terduduk di trotoar jalan, ia berdiri setelah melihatku di jendela, di terangi lampu jalan, himchan mengeluarkan ponselnya

Ting~

Sebuah pesan singkat masuk kedalam ponsel ku, aku menutup tirai dan membaca pesan tersebut

“Bisakah kau turun sebentar?? Aku ingin berbicara denganmu” begitulah isi pesan singkat dari himchan, aku lebih memilih tidak membalasnya, menghapus conversation darinya

Tidak lama, himchan menelpon ku berkali kali dan akupun lebih memilih tidak menjawab nya, akupun tidak me reject panggilannya juga

Beberapa pesan singkat bertuliskan ‘tolong angkat’ dan ‘ku mohon’ memenuhi ponselku, aku lebih memilih mematikan ponselku agar ia tidak menggangguku lagi

Aku kembali menjalani rutinitas sekolah ku, himchan mulai meneror ku dengan sms dan telpon tiap malam, membuatku sesak. Ia pun masih sering melihatku di trotoar jalan jika malam, itu sebabnya aku tidak berani keluar jika sudah diatas pukul 7 malam, selama ini yang menjadi bodyguard ku dari himchan adalah hyemi dan teman sekelas laki laki, yang juga tidak begitu menyukai himchan. Aku pun sudah tidak sebangku dengan himchan, himchan duduk dengan jo deokhwan. Pria culun yang mau saja jika disuruh, karena itu aku menyuruhnya duduk dengan himchan. Awalnya himchan tidak terima, namun akhirnya ia terpaksa menerima nya

“Dia masih menunggumu??” Setiap malam akhir akhir ini, hyemi selalu menemaniku lewat telepon. Dan ia menomor dua kan kekasihnya sendiri

“Iya, dia masih di trotoar jalan menungguku keluar rumah sambil mengirim banyak pesan singkat” aku mengintip sekilas ke luar, akhir akhir ini pun aku tidak berani membuka tirai jendela. Setiap pagi pun himchan menaruh setangkai bunga mawar putih di kolong meja kelasku, dan bersamaan surat berduka cita atas daehyun dan permintaan maaf, ia pun menulis ia menyesali perbuatannya. Setiap hari, surat yang sama walaupun berakhir di tempat sampah atau melayu di kolong meja karena aku tidak menyentuhnya sama sekali

“Apa perlu aku kerumahmu?”

“Tidak apa apa, aku baik baik saja. Lagi pula semua pintu dan jendela di lantai bawah sudah terkunci. Ayah pun menyewa pembantu laki laki untuk menjaga dan mengawasiku”

“Yasudah, besok aku tidak masuk, karena menghadiri pemakaman kakek ku di gwangyang. Maaf aku tidak bisa menjemputmu, aku akan minta tolong pada youngjae oppa”

“Ah iya, tidak apa apa. Youngjae oppa? Semoga oppa mau direpotkan olehku haha”

“Dia pasti mau haha, baiklah aku ingin menyiapkan barang barang untuk besok. Eoh, kketno (aku tutup)”

“Eoh” aku mengintip sekilas ke luar, himchan sudah tidak ada. Huft~ aku bisa menarik nafas lega

Aku bersiap berangkat sekolah, himchan selalu datang pagi bersama motornya, jadi aku tidak perlu khawatir jika berjalan dengan pria lain

Aku membuka pintu rumah dengan potongan roti di tangan kiri ku

“Ahjussi, aku berangkat sekolah dulu, jika kau ingin pergi jangan lupa kunci pintunya dan kamarku” pamit ku pada pelayan rumahku

“Ne nona, hati hati”

Mana youngjae oppa? Apakah ia belum sampai?? Tapi samar samar aku melihat sosok hitam di tanaman pot, ia berdiri memunggungi ku dan berpakaian serba hitam. Aku menghampirinya, siapa tahu itu youngjae oppa

“Oppa!! Mengapa kau disini?? Mengapa kau tidak masuk saja menungguku??” Aku menepuk pundaknya, aku terkejut saat ia berbalik

“Eoh, hyunmi ya. Maaf, youngjae Yang menyuruhku disini, aku tidak tahu  akan melakukan apa, jadi aku menunggu disini saja”

“Jadi, kemana youngjae oppa? Kau yang menjemputku?”

“Dia pergi bersama hyemi ke gwangyang, mungkin youngjae menyuruhku untuk menjemput mu” yongguk sunbae menaik turun kan pundaknya, ia pun tidak mengetahui maksud youngjae oppa menyuruhnya kesini

“Geureom!! Kita berangkat!! Kajja!!” Aku menggandeng lengan yongguk sunbae sudah lama sekali tidak berdekatan dengannya seperti ini. Yongguk sunbae terlihat canggung dan gugup, lengan yang ku gandeng sangat lah kaku.

“Uhm, kapan kau akan melaksanakan ujian akhir??” Yongguk memecah keheningan setelah kami 200 meter kami berjalan menuju halte terdekat

“Minggu depan” aku semakin mengeratkan dekapanku pada lengannya, dia memang bisa membuatku nyaman.

“Hyunmi ssi”

“Hm?”

“Bisakah kau memanggilku oppa seperti tadi??”

“Bisakah kau juga tidak memanggil ku ‘hyunmi ssi’ seperti barusan??”

“Ahaahaha!! Arrasseo Bang Hyunmi!!” Yongguk sun- ani oppa, mengacak pucuk kepalaku seperti biasanya, kami terlihat seperti kakak adik, atau sepasang kekasih??

“Mwoya?? Bang Hyunmi?? Aku bukan adikmu!!” Aku mem poutkan diriku memulai kebiasaan manja ku padanya, senyum yongguk

“Siapa pula yang akan menjadikanmu adikku??” Yongguk memeletkan lidahnya sebelum aku terpaku akan ucapannya barusan, jika bukan adik berarti?? Istri??

“Kau akan menjadikan ku istrimu, oppa??”  Aku menarik lengannya menyuruhnya berhenti sesaat

Chu~~

Yongguk oppa mendaratkan ciumannya di pipiku, wajah ku memanas, pasti sedang bersemu merah saat ini

“Hmm, mungkin saja” yongguk oppa menarik kembali lenganku untuk berjalan kembali

“Ayo, nanti kau telat”

Kami sudah sampai di depan gerbang sekolah

“Karena masih tidak ada  hyemi, bagaimana nanti ku jemput lagi?? Kali ini aku akan membawa mobil”

“Tidak usah membawa kendaraan, aku hanya ingin berjalan” yongguk oppa merapikan rambut ku, membelai dan menyisir dengan jari jarinya

“Arrasseo, nanti ku jemput ya” yongguk oppa mencium pucuk kepalaku

“Oppa!! Nanti kalau himchan lihat bagaimana??”
Aku menyingkirkan pelukannya dan bibirnya  di kepalaku

“Aku tidak takut padanya, lagipula semua kata katanya pun ku rekam. Jika dia  macam macam, akan ku ajukan polisi atas gugatan pembunuhan”

“Ja~ masuk sana, nanti ku kirim pesan” yongguk oppa mendorong ku masuk ke dalam lingkungan sekolah, aku baru sadar bahwa dari tadi kami menjadi pusat perhatian warga sekolah

Aku melambai ke arah yongguk oppa, begitupun sebaliknya sampai gerbang sekolah menelan ku masuk kedalam sekolah

“Mau masuk dulu oppa??” Tawarku pada yongguk untuk mengunjungi rumah ku

“Ahh, tidak usah terima kasih” saat yongguk oppa baru berjalan satu langkah

BRESS

Hujan mulai turun dengan derasnya

“Sebaiknya aku masuk dulu!!” Kini aku tersenyum penuh kemenangan, ternyata tuhan memihakku hari ini haha, walaupun kami basah kuyup

“Kau suka apa oppa?? Kopi? Teh? Susu? Coklat panas??” Tanyaku setelah yongguk masuk kedalam rumah dan duduk di sofa, aku sibuk mencari alat penghangat ruangan dan sebagainya

“Aku lebih suka coklat panas” aku berlari kedapur setelah menemukan alat penghangat ruangan dan menyalakannya. Aku mulai membuatkan yongguk oppa coklat panas, aku tidak tahu bagaimana seleranya, hanya membuatkannya sesuai selera kami -aku dan daehyun-

Aku menyuguhkan 2 gelas besar coklat panas di atas meja ruang tamu, yongguk dengan menggigil mulai mengambil gelas coklat dan menyeruputnya, kami cukup basah kuyup karena kami tidak benar benar di depan rumah

“Apa sebaiknya kau ganti baju dulu oppa??”

“Ganti baju?? Aku tidak ingin memakai dress atau lingerie, hyunmi”

“Hahahaha!! Bukan itu maksudku, aku masih memiliki beberapa potong pakaian daehyun. Aku tidak dapat memakainya karena ukurannya besar” yongguk oppa tertegun

“Apa tidak apa apa aku memakai pakaian daehyun?? Baiklah!”

“Kau pergi ke kamarku di lantai dua, lalu buka saja lemari pakaiannya. Ambillah yang kau mau”

“Baik” yongguk pergi ke kamarku, aku juga lupa kalau aku juga basah kuyup, aku sangat kedinginan karena penghangat ruangan belum bekerja sepenuhnya

Aku berlari mengikuti yongguk ingin mengambil baju ganti dan berganti di ruangan yang lain

‘Tok tok tok’

Aku mengetuk pintu kamarku yang tertutup

“Eo, masuk hyunmi” aku membuka handle pintunya, dan

“Aahhh!!! Yongguk oppa!! Pakai baju mu!!” Aku menutup mataku saat melihat yongguk oppa tidak menggunakan baju atasan

“Gwenchana hyunmi ya, masuk saja. Aku sudah pakai celana” yongguk menahan lenganku yang berniat peegi. Yongguk yang tidak memakai baju, mengapa aku yang malu? Kali ini pipiku benar benar hangat, tubuhku yang semula dingin kini membaik. Walaupun aku sebenarnya tidak benar benar melihat jelas karena gelap

“Bukan celana!! Tapi baju mu!!” Aku kemballi masuk karena di tarik yongguk masuk, aku masih memalingkan wajahku sambil menutup mataku dengan tangan

“Oh jadi kau ingin aku membuka celana ku?? Haha” tanya yongguk menggodaku

“BUKAN ITU!! CEPAT PAKAI BAJU MU OPPAAA!!!”

DEP

Tiba tiba yongguk oppa memelukku dari belakang

“Shireo” yongguk oppa semakin mengeratkan pelukannya, memeluk pundakku erat, aku terpaku. Tidak bisa mengucapkan kata kata yang sudah diujung lidah ku

“Biarkan seperti ini, hyunmi. Sebentar saja” yongguk membalik tubuhku dan kembali memelukku, hangat. Aku belum membalasnya, kini ku rasakan secara perlahan lenganku balas memeluknya, otot otot punggungnya terbentuk dengan sempurna

“Kau sudah dengar bukan??” Yongguk oppa setengah berbisik padaku, membuatku merinding, di tambah suara beratnya

“Apa?”

“Kalau aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu sejak pesta malam itu” aku terkejut, kini perasaanku senang, namun juga  bimbang

“Dan aku..” yongguk oppa menggantungkan ucapannya. Disandarkan kepalanya di pundakku, terasa hembusan nafasnya yang membuatku bergidik

“Dan??” Tanya ku balik, menuntut sebuah jawaban darinya. Aku sangat penasaran. Kini kepalaku perlahan bersandar di dada bidang yongguk oppa

“Dan aku sangat cemburu malam itu, kau mengerti bukan??” Yongguk melepas pelukan kami, ia menatapku dalam jarak dekat bahkan hidung kami bersentuhan. Kedua telapak tangannya menghangatkan pipiku. Aku mengerti maksudnya, ketika aku menangis karena himchan dan berciuman dengannya.

“Maafkan aku” aku menunduk, menyesali perbuatanku. Aku tidak tahu kalau yongguk menyukaiku, aku tidak merasakan itu, ku pikir hanya aku yang menyukainya

Entah sejak kapan yongguk memajukan wajahnya, menempelkan bibirnya pada sudut bibirku namun tidak menggerakkannya, matanya terpejam erat menikmati bibir ku. Rasanya berbeda, berciuman dengan yongguk oppa bagaikan semua beban dipikiranku hilang entah kemana. Yang kupikirkan hanya dia, mungkin aku ingin dia menjadi pendampingku kelak, dan berharap dia tidak sama seperti himchan

Aku mengalungkan kedua lenganku di lehernya, mendorong tubuh ku agar menempel padanya, aku melumatnya untuk pertama kali. Awalnya yongguk terlihat kaget, namun ia membalasnya, bahkan lebih ganas. Aku tidak pernah tahu yongguk yang baik ini bisa liar dan ganas. Kami saling melumat decakan kami cukup keras terdengar bersahutan dengan suara hujan dan petir diluar, yongguk oppa memasukkan lidahnya merasaiku lebih dalam. Ia mendorongku ke sudut ruangan menciumku kasar disana, membuat sudut bibirku berdarah karena ia terlalu kuat menggigitnya, ia tampak tidak peduli dan menyesap darah yang berada di sudur bibirku

Kami mulai kehabisan nafas, ia menjauhkan wajahnya sebentar untuk kami mengambil nafas. Ia  menatapku penuh nafsu, wajahnya tampan walaupun hanya di sinari sekelebat lampu jalan diluar sana. Ia kembali memulai pergerumulan kami, entah sejak kapan 2 kancing atas seragam sekolahku terbuka menujukkan kulit mulus ku, yongguk menaikkan kedua kaki ku di pinggangnya dan menahan tubuhku dengan lengannya, membuat aku leluasa menempelkan kedua tubuh kami. Yongguk menyandarkan punggungku di tembok, aku yang posisinya lebih tinggi dari yongguk membuatku bebas memainkan bibirnya

Merasa di kalahkan, yongguk membawa tubuhku ke atas ranjangku. Membantingku disana, dan mulai menaiki tubuhku tanpa melepas bibir kami

“Mmmmhhhh” desah nya ketika lidahku memasuki rongga mulutnya, membelit lidahnya dan merasai seluruh sudut rongga mulutnya. Aku kehabisan nafas, karena ia menumpukan seluruh tubuhnya yang berat dia atasku. Aku memberinya kode dengan menjambak rambutnya lebih keras. Seakan mengerti, yongguk mengalihkan ciumannya pada pipi dan leherku. Ia menciumnya penuh nafsu, tanpa pernah menggigit atau menghisapnya, mungkin ia menjilat sekali kali, nafasku tidak beraturan dada ku naik turun. Aku meremas sprei dengan kuat, membuatnya menjadi tidak rapi lagi

Yongguk sampai di dadaku, ia membuka kancing seragam sekolahku. Mucullah belahan dadaku, membuat yongguk diam tertegun, ia hanya menatapnya, tidak melakukan apapun terhadapnya

“Ma-maafkan aku hyunmi, aku terlalu jauh, aku tidak ingin menyakitimu” yongguk bangkit dan membantuku duduk di ranjang, aku hanya menatapnya lesu dan kecewa ia menghentikan permainan kami. Mungkin aku sudah mulai haus cinta setelah kepergian daehyun

“Lebih baik kau ganti baju dulu, nanti kau bisa sakit” tanpa sepatah katapun, aku berdiri, mengambil pakaian di lemari dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti seluruh pakaian ku yang basah

Setelah berganti, aku mengambil posisi di samping yongguk yang tertidur, sisi dimana aku tidur di sisi ini ketika daehyun tidur bersamaku. Seketika aku menangis mengingat daehyun. Aku mencampakkannya dan berani bercumbu dengan orang lain setelah kepergiannya. Mingkin merasa terganggu dengan suara tangisku, yongguk terbangun dan memeluk pinggangku dari belakang, merapatkan tubuhnya dengan ku. Yongguk oppa, mengapa kelakuanmu malam ini mirip sekali dengan daehyun??

“Wae ureo??” Tanyanya, suaranya melembut dari terakhir kali ku dengar. Membuat wanita manapun akan jatuh cinta, termasuk aku. Aku membalik tubuhku dan menempelkan tubuhku di dada telanjang yongguk. Aku mengeratkan pelukan ku padanya dan menangis lebih keras, yongguk oppa balas memelukku erat seakan tidak ingin melepasku, ia  mengelus rambutku dan menepuk nepuk pelan punggungku. Membuatku tenang

“Kalau aku boleh tebak, apakah karena  daehyun??” Aku mengangguk, aku benar benar rindu padanya. Aku sangat merindukannya

“Kau merindukannya??” Aku mengangguk dan menangis lebih keras lagi. Kini dada yongguk basah oleh air mataku. Yongguk menaikkan selimut yang belum menutupi tubuhku sama sekali, ia menaikkannya sampai ke pundakku

“Keluarkan lah semuanya, kemudian tidur. Besok kau masih sekolah dan harus belajar untuk bisa lulus, arraseo??” Aku mengangguk, tangisanku sudah reda. Aku terlalu lelah untuk menangis lagi. Aku sudah merasakan rasa kantuk menyerangku, yongguk oppa tertidur dengan mencium pucuk kepalaku. Aku pun kehilangan kesadaranku dan tertidur di pelukannya

Hari ini adalah hari kelulusanku, hari dimana menjadi penentu kemana arah hidupku setelah hengkang dari sekolah ini, apakah aku akan menjadi penulis yang ku inginkan, atau kuliah dan menjadi dokter?? Semua itu ada di tangan ku, kini kami sedang berkumpul di aula sekolah bersama orang tua murid, begitupun papa dan eomma ku yang bangga aku mendapat peringkat 5 besar dari seluruh sekolah. Saat ini kepala sekolah kami menyampaikan peringkat terbaik disekolah ini tahun angkatanku

“Dan peringkat pertama jatuh pada.. Selamat!! Kim Himchan, kau mendapat peringkat pertama atas usahamu, nilai keseluruhan darimu yang terbaik dari 3 angkatan sebelumnya” seluruh pendengar di aula bertepuk tangan riuh menyambut himchan yang berjalan ke podium diatas panggung. Namun berbeda dari siswa siswi yang lain, ia tidak bersama orang tua atau siapapun

Pendapatku adalah, untuk apa dia mendapat nilai tertinggi jika ia telah membunuh seseorang, percuma jika dia pintar namun hanya bisa mendekap di penjara

“Terimakasih untuk semuanya, semua yang mendukungku di kala aku susah, senang dan sedih. Terimakasih untuk seseorang yang menemaniku 1tahun ini” himchan menatapku dari atas podium tempat ia dimana menyalurkan rasa bahagianya, namun tidak ada senyumanpun di wajahnya, hanya seringaian yang ia tunjukkan saat menatapku. Aku bergidik ngeri dan mengalihkan pandanganku pada papa yang masih bertepuk tangan

“Papa, habis ini kita langsung pulang” aku sedikit berteriak di telinga  papa karena suasana di sini riuh dan berisik

“Eo? Mengapa?? Apakah kau tidak memberi ucapan selamat pada teman temanmu?? Aku dengar kim himchan itu teman sekelasmu, tidakkah kau akan memberinya selamat??

“Tidak usah”

2 jam kami berada di dalam aula dan kini saatnya  berfoto perkelas untuk di jadikan kenang kenangan

“Apakah semuanya sudah lengkap??” Tanya sang fotografer

“Tunggu!! Himchan tidak ada disini!!” Teriak deokhwan, kami semua sibuk mencari dan meneriaki nama kim himchan, kecuali aku tentunya

“Tunggu!!” Himchan berlari dengan kaki kakinya yang panjang dan mengambil posisi di sampingku kemudian merangkul ku erat sambil menunjukan pose berfoto dua jari dan tersenyum lebar

“Tunggu saja dan aku akan mendapatkanmu kembali” bisik himchan tepat di telingaku, kemudian berlari pergi meninggalkanku yang masih gemetar karena takut ia akan macam macam

“Ayo papa, kita pulang” aku menarik lengan kedua orang tuaku, tidak seberapa lama, seseorang mencegat kami

“Annyeonghaseyo, emmonim, abeonim. Aku Kim Himchan teman sebangku dari hyunmi” himchan menundukkan tubuhnya dan mulai memperkenalkan dirinya. Cih tidak tahu malu, bahkan aku tidak ingin memperkenalkan nya pada orang tuaku, himchan memberikan tatapan yang sulit ku artikan

“Omo!! Kau si peringkat satu itu kan?? Kau teman sebangku hyunmi? Pantas saja ia menjadi pintar sepertimu” eomma membanggakan himchan atas kepintaranku sendiri, ia terlalu berlebihan memuji himchan

“Ah tidak seperti itu, hyunmi belajar sendiri, bukan karena aku”

“Sama saja, karena kau menularkan virus kepintaranmu pada hyunmi yang membuatnya mendapatkan peringkat 5 besar” kini appa yang memuji himchan habis habisan

“Aigoo, kau sangat tampan himchan” eomma menyentuh kulit wajah himchan, aku hanya bisa cemberut, merasa bosan dengan percakapan ini dan ingin segera pulang

“Terima kasih, karena itu anak mu jatuh cinta padaku” himchan dan kedua orang tuaku tertawa terbahak bahak

“Berhenti mengarang!! Ayo papa!! Eomma! Kita pulang, aku lapar” aku menggandeng kedua orang tuaku dan menarik mereka menjauhi himchan

“Eommonim, abeonim annyeong. Hati hati di jalan, pulanglah dengan selamat”

“Iya himchan, annyeong”

“Ada apa denganmu?? Dia pria baik!!”ujar eommaku
“Dia tidak sebaik yang kalian kira!! Dia jauh terburuk dari yang terburuk” aku membanting pintu kamar, entah apa yang eomma pikirkan untuk memilih himchan menjadi pengganti daehyun

“Pokoknya aku tidak mau!! Lebih baik aku sendiri sampai tua!!”

“Kalau eomma sudah mau pulang!! Eomma pulang saja!!” Teriakku pada eomma. Memang ini terdengar kasar, namun eomma keterlaluan untuk menjodohkanku pada orang yang ia kenal, terlebih itu himchan

Seketika terlintas ide gila diotakku, entah mengapa aku bersemangat tentang ini

“KAU GILA!!!” Aku hanya mengangguk, wajah hyemi terlihat kaget, matanya membulat, mulutnya ternganga lebar

“Aku memang gila”

“Waaaahhh, kau benar benar!! Apakah kau ingin seperti himchan?? Di cap sebagai pembunuh??”

“Tidak apa, yang jelas nyawa harus di bayar nyawa apapun resikonya. Kau harus membantuku, aku tidak akan mengungkapkan identitas mu jika aku tertangkap

Hyemi menghela nafas berat, ia terlihat pasrah.

“Baiklah baiklah, harus ku apakan dia?? Apakah aku harus  mengajak youngjae oppa?”

“Ajak dia, aku butuh tenaga lebih besar, bulan depan kau pergilah ke chungcheong selatan bersama youngjae dan bekerja di salah satu hotel bintang lima di sana. Rencana selanjutnya aku kabari nanti

“Oke, tapi bagaimana jika aku di tolak”

“Masalah itu aku yang urus, kau tinggal datang saja dan beri tahu hotel mana yang kau mau”

“Arraseo”

Himchan pov

Hari hari ku jalani seperti biasa, diam dirumah dan membuti atau meneror hyunmi kemanapun ia pergi. Ini memang jahat, namun hanya satu yang ku inginkan darinya, untuk mendengarkan penjelasanku, walaupun ini sudah terlalu jelas dan tidak ada lagi yang harus di jelaskan.

Aku membuka pintu rumah bersiap melakukan aktivitas ku di luar, karena yang aku tahu hyumi sudah pergi dari dua hari lalu. Kulihat ada note yang tertempel di pintu rumahku

Ps: pergilah ke chungcheong selatan untuk bertemu denganku, aku ingin mendengar penjelasan darimu

Hyunmi

Untuk apa dia ke chungcheong selatan?? Itu kan tempat yang jauh. Lebih baik aku ikuti saja permintaannya. Aku segera mengambil perlengkapan dan motor kesayanganku di garasi, aku segera melajukan motorku secepat mungkin, aku sudah merindukannya. Kesempatan emas jika ia ingin menemuiku secara langsung

Aku segera memarkir motorku di hotel yang ditunjukkan hyunmi, beserta nomor kamarnya. Aku berjalan dengan langkah lebar menuju kamar hyunmi. Dan disinilah aku, di depan kamar 1990. Aku mengetuk pintu tersebut, tidak lama terbuka lah pintu itu dan menampakkan sosok hyunmi yang, bisa dibilang berpakaian pesta yang minim dan ketat, errrrrr jujur saja jika hubunganku dan hyunmi masih seperti dulu, tidak segan segan ku terkam dia saat ini juga. Namun saat ini aku hanya bisa menelan ludah dan menahan getaran panas yang menjalar di tubuhku

Aku langsung memeluknya, aku sangat merindukannya, dan hyunmi pun tidak menolaknya, tidak seperti terakhir kali aku memeluknya paksa. Ku rasakan tangan hyunmi juga memelukku erat

“Aku merindukanmu, hyunmi!!” Aku terus memeluknya

“Aku juga, lebih baik kita masuk, disini bisa dilihat oleh pegawai hotel” hyunmi melepas pelukanku dan menarik tanganku masuk kedalam luxury room yang luas. Jujur aku sangat senang, senyuman di wajahku tidak kunjung luntur

Hyunmi menyuruhku duduk di ranjang king size kamar ini sambil masih menggenggam tanganku, membuatku tidak berhenti berbunga bunga.

“Kau mau minum apa, chansa??” Ia berdiri di hadapanku dan menatapku penuh senyuman

“Air putih saja” hyunmi melepas genggaman tangan kami dan pergi ke bar kamar untuk mengambil minun untukku

“Igeo” hyumi menyerahkan segelas air putih, namun aku langsung menaruhnya di atas nakas, tidak langsung meminumnya. Aku menyuruh hyunmi duduk disampingku, dan belahan dadanya terlihat terhimpit disana, tanganku mulai gatal untuk membebaskannya. Tubuhku langsung menegang melihat pangkal paha hyunmi. Gaun seksi ini benar benar membuatku panas

“Kau tidak apa apa himchan??” Merasakan ekspresiku berubah dan keringat mengucur dari dahi ku, mungkin membuat hyunmi terusik

“Ah, eoh, aku tidak apa apa” aku mengelap keringatku dangan sapu tangan

“Apa perlu ku dingin kan lagi ruangan ini??

“Tidak usah” aku tersenyum sangat manis, tanganku merapikan rambut hyunmi yang terurai, mengesampingkannya agar aku dapat leluasa melihat wajahnya yang dirias bergaya smoky, aku melihat ada perubahan darinya, sejak kapan ia suka make up berlebihan seperti ini?? Tidak biasanya ia seperti ini, terlihat nakal

“Memang ada acara apa membuatmu berpakaian seperti ini??” Aku mulai penasaran akan hal ini, hyunmi mulai mengambil sebelah tanganku yang  berada di pipinya dan menggenggamnya erat

“Aku habis berpesta dengan teman lamaku, kini aku sudah diperbolehkan memasuki diskotik malam, dan aku baru pulang pagi tadi, namun karena ada acara lagi jadi aku tidak sempat berganti baju hingga saat ini”

“Ah begitu, mengapa sekarang kau belum berganti baju??” Tanyaku penasaran, mungkin saja ia juga menyiapkan pakaian ini untukku. Mungkin

“Karena kau akan datang, aku tidak mempunyai lagi pakaian layak untuk menyambutmu” ini sudah pukul 9 malam, tidak mungkin juga riasannya bertahan dari semalam

“Sekarang berikan penjelasan yang ingin kau jelaskan, aku akan mendengarkan dan mencoba mengerti dirimu” aku mulai bercerita dan memberikan penjelasan, terkadang hyunmi juga memberikan ku perasaannya saat aku membunuh daehyun, ia juga mengatakan ia begitu memmbenciku saat mengetahui aku membunuh kekasihnya, namun wajahnya sangatlah tenang, hyunmi tidak seperti hyunmi malam ini, aku merasakan suatu aura aneh darinya

Aku sudah lelah berbicara panjang lebar dengan hyunmi, tenggorokkan ku mengering sejak tadi. Aku mengambil segelas air yang ku letakkan di atas nakas dan meminumnya habis, aku mengambil nafas sebentar, namun kurasakan udara disini semakin panas. Aku tidak memperdulikan itu, aku kembali berbincang dengan hyunmi, sifat manjanya mulai terlihat, ternyata ia belum juga dewasa.

“Himchan, apa perlu ku turunkan lagi suhu nya? Kau terlihat sangat kepanasan” hyunmi mulai khawatir padaku, aku memang merasakan hawa panas, seluruh tubuhku mulai gatal, terlebih adikku di bawah. Hyunmi pergi ke arah pintu dan menguncinya, bagus hyunmi, karena aku akan menerkam mu malam ini

Hyunmi mulai mengelap keringatku dengan tisu, membuat belahan dadanya tepat di hadapan wajahku, terlebih kini tangan kiriku berada di atas paha mulusnya, membuat panas di seluruh tubuhku menjadi, juniorku mulai merasakan sesak di bawah sana, bibirnya yang tebal dan berwarna natural mengkilap itu membuatku tidak tahan untuk menggigitnya. Hyunmi bangkit dan pergi ke kamar mandi

“Ahh!!” Terdengar suara teriakkan dari dalam sana

“Ada apa hyunmi??” Hyunmi keluar dengan terburu buru dan mengambil tisu, wajahnya basah

“Aku salah memencet tombol dan terciprat air dingin. Ahhh dingin sekali” hyunmi mulai mengelap wajahnya, kemudian menjenjangkan leher putihnya, dan mengelap dadanya, tisu itu memasuki belahan dada nya, hyunmi mengelap sangat intens, aku tidak dapat menahan ini.

Aku menariknya dan membantingnya di kasur, lalu mencium bibirnya membabi buta, aku sudah tidak tahan, kedua buah dadanya  menggesek dada bidangku, ku tindih dia di bawah ku, tanganku masih belum bergerak bebas. Perlahan namun pasti, tangan hyunmi bergerak turun, membelai seluruh tubuhku, membuka semua kancing kemeja putihku dan meraba raba perut ku disana, aku masih sibuk menggigiti leher putihnya, tanganku mulai nakal memainkan buah dadanya dari luar gaunnya

“Mhhh, haa akh!!” Erangan demi erangan kami bersahutan mengiringi pergerakan kami, kurasakan tangan hyunmi turun dari perutku menuju bawahku

“Aaarrrrkkkkhhh!!!” Aku menjerit keras saat hyunmi meremas juniorku dari luar celana, rasa nikmat luar biasa yang kurasakan membuat rasa gatalku perlahan menghilang

Aku membuka resleting gaun ketat hyunmi dan menurun kan setengahnya, muncullah dua gunung kembar yang bisa kau sebut dengan payudara, payudaranya sangat sintal, masih sama sejak terakhir aku menidurinya sangat padat. Tanganku mulai meremas payudara hyunmi, tanganku yang satu lagi sibuk memainkan vaginanya dari luar celana dalam

“Ahhh mhhhh!! Him…chan!! Aahhh, uughhh dissituh mhhh” berbagai kicauan aneh keluar dari bibirnya, wajahnya terlihat sangat menikmati hal ini, dahinya berkerut mengeluarkan keringat, bibirnya menganga menahan semua desahan, terkadang ia menggigit bibirnya sendiri untuk menahan desahan desahan yang terdengar merdu di telinga ku, kedua tangannya menjambak rambutku erat dan menarik kepalaku untuk dicium bibirnya, bibirku di mainkan olehnya, ia menggigit bibir ku keras disaat ia akan mencapai klimaks, aku menurunkan kecepatan jariku membuatnya terlihat marah

“Akuu moh…hon!! Jangan permainkan aku!!” Ia menggigit cuping telingaku setelah berbisik disana. Aku kembali menggerakkan tanganku dibawah sana, menggerakannya lebih cepat dari sebelumnya, membuat hyunmi berteriak dan mengeluarkan cairannya. Nafasnya memburu, dadanya naik turun menyentuh dada bidangku. Hyunmi menatapku dalam, ia menyingkirkan rambutku dan mencium bibirku lembut, kami berciuman cukup lama hingga aku memutuskan melucuti semua pakaian hyunmi hingga full naked. Bibirku turun melewati lehernya yang sudah banyak bercak merah keunguan

Aku memainkan puting payudaranya dengan lidahku,  tangannya mendorong kepalaku masuk agar payudaranya lebih masuk kedalam mulutku. Aku menggigit, menjilat dan menghisapnya kuat kuat, sedangkan payudara satunya sibuk ku mainkan dengan jari jariku, desahannya semakin keras saat aku menyedotnya kuat, kedua kakinya memeluk pinggangku, membuat juniorku yang masih terbalut celana jeans menyentuh vaginanya

Dengan cepat ia menarik kepalaku kemudian mencium lagi bibirku, ia sibuk memainkan lidahku dengan giginya, hyunmi melepas ciumannya kemudian berbisik seduktif padaku

“Kau curang, Kim Himchan” ia menggodaku dengan suara desahan di akhirnya dan jilatan di pipiku

Hyunmi berguling, membalik tubuhnya hingga kini berada diatasku. Ia duduk di atas perutku dan menunjukkan vaginya nya yang basah, tanganku mencoba membuka ikat pinggangku, namun gerakanku ditahan oleh hyunmi. Ia menyingkirkan tanganku, ia  berputar kini aku di hadapkan dengan bokongnya yang besar, ia berhasil melucuti seluruh pakaianku, kini di ganggamnya juniorku yang membesar sejak tadi mengocoknya cepat membuatku merem melek sendiri, tanganku mencoba mencari sesuatu yang dapat menahan rasa nikmat yang kurasakan, aku meremas bokongnya kuat saat mulut kecilnya memasukkan juniorku yang besar, menyedotnya keras sambil mengocoknya. Desahanku tidak karuan, aku berteriak keras saat hampir mencapai klimaks, dan

“Aaaahhhhhhhhh!!!!!” Semua itu terasa begitu lambat saat aku mengeluarkan sperma ku, hyunmi menelan habis sperma yang ku keluarkan, ia masih menjilati paha sekitar juniorku, mengabiskan sperma yang masih menempel disana

Aku menarik perut hyunmi agar dapat menjangkau vaginanya dengan bibirku, setelah dapat, aku memainkannya dengan bibirku. Menghisapnya kuat dan memainkannya dengan lidahku

“Ahhh”
“Ahhh”
“Uuuhh”
“Mhhh”
“Just fuck me now you idiot!!” Aku menepak bokongnya, menyuruhnya berhenti mengeluarkan kata kata kasar dan umpatannya padaku karena aku tidak langsung memainkan bagian intinya, aku masih memainkan vaginanya, menggigit klitorisnya dan memasukkan lidahku ke dalam lubang vaginanya, mengocok isinya dengan lidahku. Kepala hyunmi bersandar di perutku, ia tidak mampu lagi mengerjai juniorku, ia sudah lelah, walaupun aku merasakan hal yang sama, namun aku tidak boleh menyerah

Aku membalik keadaan, kini aku berada di atasnya, aku menyuruhnya berputar menjadi posisi yang benar. Aku membuka kedua kakinya dan menampakkan vaginanya yang basah dan memerah, aku mengelusnya pelan, hyunmi tampak menikmati, matanya tertutup rapat dan masih tetap meracau tidak karuan. Aku mencium bibirnya sekilas dan memposisikan juniorku siap berperang dengan vaginanya malam ini.

“Aahhhh!!!” Kami berteriak keras saat juniorku memasuki hyunmi sepenuhya secara langsung. Juniorku merasa terjepit keras di bawah sana, vaginanya pun pasti terasa penuh dan sesak. Kuku nya mencakar punggungku, menancapkannya disana, aku merasakan perih di punggung dan juniorku

Perlahan aku mengocok vaginanya pelan, secara pasti itu akan semakin cepat. Teriakan dan desahanku bersahutan menahan rasa nikmat yang menerjang tubuh kami, kepalanya menengok ke kiri dan ke kanan. Aku menahan rasa nikmatku, bibirku terbuka lebar untuk menarik nafas lebih banyak, dahiku berkerut mataku terpejam merasakan nikmatnya surga dunia ini. Setelah ini aku berencana menikahi hyunmi, keluarga hyunmi terlihat menyukaiku, jadi apa salahnya mencoba melamarnya, cincin pun sudah ku beli jauh jauh hari ketika kami masih kelas sebelas, aku rasa setelah ini adalah saat yang tepat.

“Himchan!! Aku!! Ak..aku! Ahhhhh”

“Sama aku juga!!”

“Ahhhhh!!!!” Desah kami berdua, cairannya membasahi juniorku, sperma ku mengisi rahimnya hingga penuh bahkan meluber keluar. Rasa hangat membanjiri junior dan seluruh tubuhku

“Aku akan mengikutimu, terserah padamu ingin bermain sampai kapanpun. Aku siap”

Hyunmi pov

Aku terbangun, ini sudah pukul 5 pagi. Aku merasakan sakit di seluruh tubuhku, vaginaku lecet karena kelakuannya semalam. Aku lelah, kami bermain hingga pukul 3 pagi. Keadaan masih gelap, aku buru buru mandi dan memakai pakaian yang kupunya satu satunya disini, karena koperku ku tinggal di rumah kakek youngjae oppa di sekitar sini

Setelah mandi, aku memakaikan baju pada himchan yang tidak sadarkan diri selama 6 jam kedepan. Jujur saja, minuman semalam yang kuberikan pada himchan telah ku campur obat nafsu dan obat tidur dan aku sengaja membuatnya lelah semalam agar ia bisa tertidur lebih lama.

Aku mengambil ponselku dan menelpon hyemi

“Hyemi ya, sekarang kau ke kamarku dan gotong himchan. Dan jangan lupa ikat dia. Sebelum pengunjung hotel terbangun dan melihat ini”

“Ne! Arraseo!! Kami akan segera ke sana”

“Gomawo”

Berjam jam aku mengendarai mobil, ini sudah pukul 5 sore. Dari tadi bagian belakang bagasi ku sangat berisik, wajar saja ini mobil sedan klasik tua. Jalanan mulai sepi, aku memasuki perbatasan provinsi dimana ada sebuah jalan lurus panjang yang tak pernah di gunakan orang untuk berlalu lalang, mereka lebih memilih highway, daripada harus memilih jalan yang panas ini, justru ini yang ku butuhkan. Pemandangan disini bagus, walaupun hanya ada ilalang, namun matahari terbenam membuat ilalang itu sangat indah, membuat ujung ilalang itu berwarna oranye. Disini hanya ada beberapa bengkel dan tempat pengisian bensin

Aku berhenti sebentar di tempat pengisian bensin untuk istirahat sejenak sembari mengisi bensin. Bagasi ku semakin berisik, kap bagasi bahkan naik turun, aku melihatnya sebentar lalu menepak keras bagasi itu agar tidak berisik lagi

“Nona, kau tidak apa apa?? Ada apa dengan bagasinya?? Apa perlu aku cek?” Tanya seorang pemilik pengisi bensin

“Tidak usah ahjussi, tidak perlu. Apakah sudah terisi penuh??”

“Ne nona, ini bonnya” ahjussi tua itu menyodorkan sebuak kertas bon yang berisi harga bensin dan beberapa makanan ringan yang ku beli. Aku memberikan 2 lembar uang

“Nona, ini kembaliannya”

“Tidak usah ahjussi, simpan saja” aku menolak kembalian itu lalu kembali memasuki mobil

“Terima kasih nona!! Semoga kau di berkati!!”

“Terima kasih kembali ahjussi” ahjussi itu sangat ramah, bahkan ia mendoakan ku. Yeah, semoga aku di berkati tuhan, walaupun aku tidak percaya adanya tuhan lagi

Aku kembali melanjutkan perjalanan ku lagi hingga hari menjelang petang. Keadaan sudah semakin gelap, aku memberhentikan mobilku. Aku merenung sejenak, apakah aku harus melakukan ini?? Setelah berfikir banyak aku memutuskan keluar mobil kemudian membuka bagasi ku, terlihat lah sesosok pria yang terikat, matanya tertutup kain, mulutnya tersumpal, tangan dan kaki nya terikat kuat. Aku membuka sumpalan mulutnya, namun tidak dengan matanya

“Hyunmi!! Hyunmi” ia terus menyebut namaku kepalanya menerka nerka sedang dimana  dia saat ini

“Kau siapa?? Apa yang kau lakukan?? Lepaskan aku!! Hyunmi dimana?? apa yang kau lakukan padanya??” Aku membelai rambutnya yang basah keringat. Aku tahu ia lelah, karena itu aku ingin mengakhiri rasa lelahnya ini

“Tenang sayang, ini aku hyunmi” aku berbisik lembut di telinganya

“Hyunmi?? Syukurlah, hyunmi sekarang lepaskan aku kumohon”

“Maaf, aku tidak bisa himchan” wajahnya yang gembira perlahan memudar berganti gemetar, bibir kelincinya bergetar hebat, ia ketakutan

Aku mengambil 2 jerigen bensin, jerigen pertama aku tuangkan ke seluruh mobil

“Hyunmi!! Apa yang kau lakukan??! Aku mohon lepaskan aku! Jangan begini!! Maafkan aku” himchan mulai ketakutan ia mulai memohon dan meminta maaf, aku tidak butuh permohonan dan permintaan maaf mu! Terlambat, dan aku tidak akan luluh dan kasihan padamu

“Kau membunuh orang, seharusnya kau tidak takut mati bukan??” Aku mengecup bibirnya sekilas, membiarkan ia merasakan bibirku terakhir kalinya sebelum ia mati

Aku mengambil jerigen satu lagi dan menumpahkan setengahnya pada seluruh tubuh himchan, sisanya ku buat jejak untuk di jadikan sumbu sepanjang 8 meter. Aku berdiri tepat diujung sumbu itu. Aku menyalakan sebuah pematik api

Aku melihat api itu bagaikan menghipnotisku, terlihat bayang bayang dimana saat aku pertama kali bertemu himchan, hingga akhirnya kami saling jatuh cinta. Terbayang saat kami melakukan malam pertama kami saat mati lampu, saat ia membelikanku eskrim, saat aku menangis karena nya di pesta, saat himchan menciumku paksa, seketika aku tidak tega melakukan ini. Namun saat mengingat kematian daehyun aku sangat membencinya

“Hyunmi!! Ku mohon!! Maafkan aku!!” Suaranya bergetar ketakutan

“Terlambat himchan!”

Aku melempar pematik api itu ke belakang, kurasakan panasnya api merembet panjang

“HYUNMI!!”

FIN

makasih udah sempet baca, maaf kalo alurnya kecepetan.. maaf juga kalo ceritanya gajeeeeeeeee >< maaf buat yang bash, ga aku terima, ntar aku panggilin papah himchan loh #wtf.. sebagai newbie, aku minta krisar nya yaa 😉 don’t be a silent reader okay. Oh iya, maaf juga kalo kelamaan nungguinnya 🙂 makasih 😀

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 07/11/2014, in OS and tagged . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. what, terbakar kah ? ya hyunmi kenapa kau ikut jahat juga

  2. kejam. tp impas2 aja sih 😀

  3. ending-nya kaya mv going crazy-nya member secret(lupa siapa) ,tapi hyunmi terkesan murahan.

  4. benci sama hyunmi.. harusny dia mempunyai perasaan.. a

  5. Ooo hyunmi jadi spyco..dari keseluruhan cerita hyunmi seperti gadis murahan pemuas napsu lelaki dalam kesedihannya…jadi terkesan melampiaskan kemarahan dengan sex.

  6. Tragis

  7. ih bgus thor

  8. wah keren thour v bca crita ini ak jdi inget mtan ak yg pisicopat jga cmn berending berbeda ak terpaksa masukin dy ke RSJ…. v serius bgs cmn g nyangka hyeminya jdi jhat

  9. Ga suka -,-
    q kira bkal fine2 aja hmm padahal q ska bgt genre cerita yg saico2 kek gni._.

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: