Mistake Loving You part 7

agd

holla holla … FF ini masih ditunggu g ya…. Jeongmal mianhae next part FF ini lama thor rilis soalnya thor bener-bener sibuk sama kuliah thor. Thor curhan nih ye… ini semester bener-bener nguras pikiran thor banget soalnya dalam satu minggu itu thor harus nyelesaiin 2-3 laporan praktek sama 1 makalah. Mai gat g tuhh… Tapi thor berusaha nyuri waktu buat next FF ini

Mian buat reader yang nungguin lama, mian jika alurnya tidak sesuai dan mian jika dipart ini hantu typonya bertebaran banyak karena sebagian besar ff ini thor kerjain tengah malem *ideyadongnya tambah berlipat tuh #plakkk

okedeh … Comen yang panjang ditunggu thor nde…. cedikott

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 7

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : +21

Genre              : Comedy, Romance and NC

Aku berjanji akan selalu berada disampingnya dalam kondisi apapun juga, meskipun itu berarti aku harus meninggalkan semuanya. Aku harus egois untuk kebahagianku_Kwon Jiyong.

**

“aku sudah tak tahan oppa … aku ingin …” Songgun menggigit bibir bawahnya karena gelombang kenikmatannya akan segera datang lebih besar dari yang pertama tadi..

“tunggu … bersama nde ..” Jiyong semakin mempercepat gerakan pinggul Songgun dan memasukkannya lebih keras dan dalam

“ahhh Jiyonggg opp ahhh AHH~”

“akuu bersama AHH~”

Merekapun berhasil melewati puncak bersama.

Tok tok tok

“yak Songgun-ah !!! apa yang lakukan bersama menantuku didalam eoh “

Suara eomma Songgun sontak mengagetkan mereka berdua

“MWOO?” ucap keduanya

***

Buk … buk..

“yak .. eomma hentikan … aghh,, kau tak ingat aku sedang sakit eoh “ dengan wajah meringis Songgun berusaha menahan beberapa pukulan yang eomma berikan kepadanya diatas ranjang

Eomma Songgun menghentikan pukulan bantal ringannya di punggung Songgun“huff ..”

Wanita paruh baya keturunan Jepang asli itu mendengus kesal. Otaknya tak berhenti berdenyut tak kala mengingat kenekatan anak tiri dan calon suaminya itu.

“ashh,,, bagaimana jika eomma tadi datang bersama appamu eoh … eomma tau kalian saling mencintai tapi apa kalian tidak bisa menahannya eoh “ eomma Songgun bercakak pinggang dan memberikan tatapan tajam pada Songgun yang masih duduk diatas ranjang dan Jiyong yang hanya malu menundukkan wajahnya berdiri di samping ranjang Songgun

“hya.!! kenapa diam eoh … Jiyong-ah, kau tak ingin menjelaskan sesuatu “

Jiyong sedikit tersentak memandang takut wajah calon mertuanya itu“eom eommanim … jeseohamnida … aku benar-benar menyesal”

Jiyong meraih tangan eomma Songgun “aku hanya ingin menghiburnya “ Jiyong mulai memasang wajah manjanya pada wanita yang kini berdandan casual ala ibu rumah tangga. Tapi yang membedakan adalah busana yang melekat pada tubuh wanita itu adalah busana dengan brand internasional keluaran rumah mode di Paris

“aku dimaafkan eommanim ?“ Jiyong mengedip-ngedipkan matanya memohon pada eomma Songgun. Hal itu membuat Songgun jijik mendengus tidak suka

Eomma Songgun menimbang sebentar. Sebenarnya ia malah senang mengetahui Songgun sudah melakukannya dengan Jiyong, tapi eomma Songgun marah karena mereka melakukannya dikondisi yang tidak tepat. Bagaimana jika mereka tertangkap basah oleh suaminya.

Eomma Songgun memandang lekat Jiyong “aishh … baiklah..baiklah… kali ini eommanim maafkan eoh .. eomma hanya khawatir jika appa yang memergoki kalian “ eoma Songgun mengelus rambut biru Jiyong

“hmm… gamsahamnida eommanim .. kau memang yang terbaik “ Jiiyong memeluk sayang bahu calon mertuanya itu

“cih … penjilat ..” dengus kesal Songgun tapi Jiyong tak menghiraukannya hanya memasang wajah mengejek pada Songgun “aishh … ini tidak akan terjadi jika menantu kesayangan eomma tak memaksaku eoh “

“dan ini tidak akan berlanjut jika kau bisa menolaknya kan” kata eomma Songgun membuat Songgun membelalakkan mata dan Jiyong tersenyum menang.

“mw mwo ? yakk !!! kenapa lagi lagi eomma membela naga jelek ini aishhh ..”  Songgun mengerang frustasi.

Meskipun hubungan mereka baru bejalan dan eommanya hanya pernah bertemu sekali dengan Jiyong sebelum ini, tapi eomma tiri Songgun sudah sangat menyukai Jiyong dan selalu membelanya saat mereka bertengkar.

“yahh… jangan mengejek calon suamimu seperti itu eoh “ Songgun menatap tatapan mematikan dari eommanya

“aishh terserah eomma eoh “ Songgun menyerah dan memilih untuk diam dengan bibir yang dikerucutkan

Jiyong menghampiri Songgun dan duduk disampingnya “hya.. jangan seperti ini hemm .. kau terlihat jelek” Jiyong mencubit pipi Songgun

“apa pedulimu eoh ..” jawab cepat Songgun yang kesal

“tentu aku harus peduli dengan calon istriku sendiri emmm” Jiyong merapikan poni Songgun

Eomma Songgun tersenyum dan merasa sangat senang melihat pemandangan romantis ini. “jangan seperti anak kecil eoh … kau harus tumbuh dewasa dan segera memberiku cucu hemm”

Mendengar itu perlahan bibir Songgun ia datarkan “aihh eomma … jangan mulai eoh “ ia merasa pipinya memanas

“aigo … kau memerah chagi “ Songgun menyentuh pipi merona Songgun dengan telunjuknya berkali kali

“an aniyoo .. yak hentikan oppa ..” Songgun tersenyum malu malu

“aih… anak muda jaman sekarang “ Eomma Jiyong menggeleng-gelengkan kepalanya

Jiyong masih menggoda Songgun dengan jarinya “aish oppa hentik- ”

Cklekk ..

Seseorang membuka pintu kamar Songgun membuat Jiyong berhenti menggoda Songgun dan menolehkan kepalanya kearah pintu yang terbuka

“appanim~ .. annyeong haseyeo ~” Jiyong turun dari ranjang Songgun lalu membungkuk memberi salam pada pria dengan setelan jas kelabunya itu

Tuan Kang tersenyum melihat Jiyong “oh Jiyong-ah … kapan kau datang. Kau yang menjaga Songgun semalaman ? “ tuan Kang menghampiri istrinya lalu mengecup keningnya sekilas

“nde appanim ..  setelah menerima kabar tentang Songgun aku langsung kemari ..” Jiyong mulai merasakan hatinya dipenuhi rasa bersalah

Ia memandang tuan Kang dengan sedikit gugup. “Joseoamnida appanim .. ini semua terjadi karena aku tid – “

“aishh .. bicara apa kau ini eoh .. jangan salahkan dirimu “ tuan Kang menepuk bahu Songgun “ini akan membuatku tambah sedih “

Jiyong mengangguk patuh “Joseoamnida appanim “ sekali lagi Jiyong membungkuk meminta maaf

Kini tuan Kang menghampiri Songgun “bagaimana keadaanmu hemm ..” lalu mengelus sayang rambut hitam anak perempuannya itu

Songgun tersenyum tapi hatinya sedikit bergetar melihat didalam mata appanya terdapat kekhawatiran yang besar “aku seperti orang yang mempunyai satu tangan appa .. dan itu menyebalkan “ jawaban itu berhasil membuat tuan Kang tersenyum samar “tapi aku baik baik saja appa.. jangan khawatirkan aku nde “

Tuan kang mengangguk “huff… “ lalu beliau menghela nafas berat kemudian duduk disamping ranjang Songgun “appa sudah menemukan pelakunya “ dengan nada sedih tangan tuan Kang telulur berkali-kali mengelus rambut anaknya

Nafas Songgun sedikit tercekat , begitu pula dengan Jiyong yang ikut menegang mendengarnya. Songgun melirik kearah Jiyong yang mengepalkan tangannya.

Sebenarnya Songgun lebih khawatir dengan Jiyong. Bagaimana jika pelakunya adalah salah satu fans Jiyong? Apa Jiyong akan mundur begitu saja?

“mwo …? kau sudah menemukannya yeobo ? “ eomma Songgun begitu antusias menghampiri tuan Kang yang ditanggapi anggukan darinya

“nu-nuguya ap appa ?” entah takut dengan sikap Jiyong kedepannya, mata Songgun mulai berkaca-kaca.

Mengetahui itu Jiyong mendekati Songgun dan menggenggam erat tangan bebas Songgun. Jiyong pikir ini akan sangat melukai hati Songgun “tenanglah.” Bisik Jiyong ditanggapi dengan genggaman Songgu yang semakin erat.

Tuan kang kembali menghembuskan nafas beratnya sebelum mengucapkan siapa pelaku sebenarnya “detektif yang appa sewa melakukan kerjanya dengan sangat cepat. Mereka memeriksa beberapa CCTV yang terpasang disekitar tempat kejadian. Setelah mendorongmu orang itu langsung pergi dan masuk kedalam sebuah mobil yang sudah menunggunya dipersimpangan jalan “

“apa orang itu hanya orang suruhan saja ?” Jiyong mulai mengutarakan alibinya

Tuan Kang mengangguk lalu ia mengeluarkan beberapa carik kertas dari dalam tas kerjanya “ini foto yang diambil dari rekaman CCTV saat pelaku masuk kedalam mobil itu” tuan kang memberikan kertas itu pada Songgun

Deg ..

Songgun tercekat melihat tanda khusus yang tertera pada plat mobil itu.

“kau bisa mengetahui pelakunya hanya dengan melihat platnya “ lanjut tuan kang

Jiyong mengerutkan alisnya. Ia kemudian mengambil kertas yang dipengang Songgun dan mulai melihat plat nya

“MWO ? Lee Corp ? “ Jiyong dengan cepat bisa mengenali lambang merpati dengan tanda bintang yang melingkarinya “ja jadi maksud appa … pelakunya dari – “ Jiyong seperti akan meledak sehingga nafasnya memburu membuatnya sesak

“nde … ini perusahaan keluarga Sungmin.  Para detektif bilang, mereka sudah berhasil menyadap sambungan telpon orang suruhan itu dengan pelaku dari perusahan itu “

Songgun menunduk, ia tau siapa pelakunya “Ha-, Han Byun Yoo “ Songgun mulai terisak “eomma .. dia pelakunya kan ?” kata Songgun lirih

“aish .. meskipun appa juga sependapat denganmu tapi..” tuah Kang menarik Songgun yang semakin terisak ke pelukannya “kita harus memastikan semuanya emm “

**

Ini menginjak hari ke 7 Songgun dirawat. Songgun tidak bisa segera pulang karena ini kemauan Jiyong agar Songgun tetap dirawat dirumah sakit saja. Hampir setiap hari puluhan karangan bunga ataupun bingkisan dikirimkan ke kamar Songgun. Apa itu dari Jiyong yang sudah kembali ke Seoul untuk melanjutkan project album barunya ?

Tidak, itu tidak benar. Semua hadiah yang Songgun terima adalah kiriman dari para fans Jiyong yang juga ikut sedih atas kejadian yang menimpa Songgun. Songgun berfikir ini sangat manis karena hadiah yang dikirimkan mulai dari boneka taddy, kemeja, rose flower yang langkah dan semua pernak-pernik didominasi oleh dark blue, warna kesukaannya.

Awalnya Songgun bertanya-tanya bagaimana semua fans jiyong tahu warna favoritnya ? apa ada sebuah artikel di dunia maya yang memberitahu mereka ? ah itu tidak mungkin mengingat Songgun bukan dari keluarga sembarangan yang bisa seenaknya saja ditulis kehidupannya.

Namun, setelah satu jam Songgun dibuat bingung, akhirnya iapun mengetahui jawabannya

“Dalam waktu yang lama mungkin aku tidak akan mengganti warna rambutku karena ini adalah warna yang disukai malaikatku. Sungguh menyebalkan harus kembali ke Seoul dan membuatnya kesepian lagi. “ tulis Jiyong sesaat sebelum ia berangkat menuju Seoul. Jiyong juga menyisipkan foto dirinya diruang tunggu bandara dengan ekspresi sedih.

Songgun kini termenung sendiri duduk didekat jendela kamarnya yang terhubung dengan balkon. Ia sangat bosan akhir-akhir ini karena rutinitasnya yang monoton antara  tidur, makan dan minum obat saja. Ya meskipun sesekali ia berjalan-jalan dikoridor rumah sakit untuk menyapa beberapa pasien lain tapi itu tidak cukup.

Songgun ingin jalan-jalan diluar dan bahkan ia ingin keluar dari rumah sakit mengingat ia sudah tidak merasakan nyeri ditangannya. Meskipun masih sulit untuk digerakkan tapi itu takkan membunuhnya kan?. Ia juga sudah berkali-kali merengek pada appanya untuk segera keluar tapi Songgun hanya mendapatkan tatapan tajam dari appanya itu

‘turuti apa syarat Jiyong eoh’ kata-kata itu yang selalu appanya lontarkan membuat Songgun mengerucutkan bibirnya

Songgun membuang sembarang smartphonenya diatas sofa “aishhh menyebalkan ..” dengus kesal Songgun saat sambungan telponnya tidak terhubung dengan Jiyong. Sudah puluhan kali Songgun mencoba menghubungi Jiyong hari ini tapi hasilnya sama.

“tak biasanya dia tidak mematikan handphonenya … aishh naga jelekkk !!!” mungkin para penjaganya diluar kamar bisa mendengar teriakan Songgun tadi.

“arhh ..” Songgun sedikit mengerag saat menggeser tangannya untuk mengambil minum. Tangannya sudah terbebas dari sabuk penyangganya yang dilepas dua hari yang lalu tepat eomma dan appa jiyong mengunjunginya. Tapi mereka hanya menginap semalam dan kembali lagi ke Seoul keesokan paginya karena appa Jiyong harus menghadiri rapat

Cklek .

“uh eomma ….cepat sekali kau kembali “ tanya Songgun setelah ia selesai minum. “bagaimana hasilnya, kapan aku bisa pulang “ pertanyaan berderet itu ia tujukan untuk eommanya yang baru saja kembali dari ruangan dokter yang merawat Songgun

“satu-satu eoh “ kata eomma kesal menghampiri Songgun “dokter Morhi bilang keadaanmu mulai membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan  “ eomma Songgun duduk di samping Songgun “kau boleh pulang besok “

“yakkk!! Jinjja .. hwaaaa akhirnyaaa “ Songgun berteriak histeris dan langsung memeluk eommanya dengan kedua tangannya meskipun dengan gerakan yang lambat

“aishh … kau mengagetkan eomma eoh ..” kata eomma Songun sambil mengelus rambut anaknya dan tersenyum “kabari Jiyong nde “

Mendengar itu Songgun melepaskan pelukannya “andwae .. jangan biarkan naga jelek itu tau eomma .. cih” kata Songgun membuat wajah sebal

“hya… sudak berapa kali eomma katakan jangan panggil calon suamimu seperti itu eoh, itu sangat tidak sopan” eomma Songgun melotot kearahnya

“aku tak peduli “ jawab Songgun cepat lalu bangkit naik keatas ranjangnya

Eomma Songgun menghela nafas “kalian bertengkar..?” tebak yeoja paruh baya itu yang kini tengah mengenakan dress casual sederhana berwarna jingga dengan beberapa hiasan payet di dekat lehernya

Songgun sedikt terdiam dan berfikir, jika ia bilang bahwa ia sedang kesal dengan Jiyong pasti eommanya akan tetap memberitau menantu kesayangannya itu.

“ani … kami tidak bertengkar. Aku hanya.. em  tidak mau mengganggu konsentrasi album barunya yang akan keluar beberapa hari lagi. Sudah bisa ditebak dia pasti akan langsung datang kemari jika tau aku keluar dari rumah sakit. Aku tak mau lagi memikirkan seribu cara untuk membujuknya agar mau kembali ke Seoul “

Songgun masih kesal jika ia harus mengingat betapa sulitnya membujuk Jiyong untuk kembali ke Seoul. Jika bukan karena appanya yang turun tangan dan berbicara pada Jiyong, pasti sekarang Jiyong masih tetap melanjutkan niatnya untuk tetap menemani Songgun hingga keluar. Timbal baliknya Songgun harus menurut untuk mau tetap dirawat.

Eomma Songun mengangguk”kau benar juga em…baiklah kalau begitu. Eomma hanya akan memberi tahukan ini pada eomma Jiyong saja agar mereka tak khawatir”

Songgu mengangguk setuju.

….

Brett .. srakk

“aishh “ dengan mendengus Jiyong melemparkan asal smartphonenya kemeja ruang tamu. Sementara Jiyong terlihat frustasi diatas sofa bludru merah marunnya

“hya… berhentilah mendengus eoh .. eomma bosan mendengarnya “ kata eomma Jiyong datar yang kini duduk dihadapannya tanpa melepaskan matanya dari majalah fashion yang tengah dibacanya.

Jiyong yang masih menggunakan kemeja putih panggungnya membaringkan tubuhnya diatas sofa “sudah tiga hari Songgun tak mengangkat telponku eomma .. aih .. bukankah itu keterlaluan “

“siapa suruh membuat Songgun kesal “

Jiyong menelungkupkan tubuhnya sehingga tengkurap tapi wajahnya masih menghadap ibunya “aku sedang metting hari itu jadi aku menonaktifkan telponku jadi …”

“tetap saja kau salah ..” kini eomma jiyong menatap anaknya “kau bisa menghubunginya setelah selesai kan tapi kau malah mematikan telponmu sepanjang hari..”

“aku –“

Jiyong menghentikan perkataannya, ia fikir memang ia yang salah kali ini. Tapi dibuat khawatir sepanjang waktu seperti ini sangat tidak menyenangkan

“apa dia sudah makan dan istirahat dengan baik? .. hhfff aku harap suster disana tak terlalu memaksanya minum obat “

Mendengar gumaman Jiyong, eommanya hanya tersenyum samar dibalik majalahnya. Sampai saat ini Jiyong masih tak tahu Songgun sudah keluar dari rumah sakit jadi bisa dipastikan Songgun bisa istirahat dan makan dengan sangat baik.

“aku pulang .~”  kedua ibu-anak itu serempak menoleh kearah sumber suara. Jiyong memanjangkan lehernya untuk melihat orang tersebut dari balik sandaran sofa

Terlihat seorang namja yang usianya lebih tua dari eomma Jiyong menghampiri mereka dengan melepas setelan jas hitam kerjanya dan mengendurkan dasinya.

Eomma Jiyong menutup majalahnya dan tersenyum kearah orang itu yang tak lain adalah appa JIyong “yeobo ,, kau sudah pulang “ eomma Jiyong bangkit

“nde .. perjalanan ke Hongkong kali ini sedikit melelahkan“ jawab tuan Kwon sambil mengusap tengkuknya dan menyerahkan jasnya ke eomma JIyong

“biar ku siapkan air panas kalau begitu “ kata eomma Jiyong meninggalkan ruang tamu dan ditanggapi anggukan oleh tuan Kwon

Dengan nada malas Jiyong menyapa appanya “annyeong haseyeo aboeji “ Jiyong duduk dan sedikit membungkuk memberi salam pada appanya yang kini duduk disampingnya

“ada apa ? kau sakit eoh “ tuan Kwon menepuk bahu Jiyong “jangan terlalu lelah dengan album barumu” tuan Kwon menebak Jiyong seperti  ini karena Jiyong harus mulai comeback stagenya lagi dibeberapa acara musik tv untuk album barunya yang dirilis kemarin

Jiyong menggeleng “ani aboeji, aku hanya sedikit khawatir dengan Songgun” Jiyong menggulung lengan kemejanya hingga siku “ia tak mengangkat telpon atau membalas pesanku sama sekali. Dia pasti sangat kesepian dirumah sakit”

Tuan Kwon mengerutkan keningnya “rumah sakit ? bukankah Songgun sudah pulang sejak beberapa hari yang lalu “ kata tuan Kwon bingung

Jiyong kaget “mw-mwo ? apa maksud aboeji ? Songgun tentu masih mendapatkan perawatan dirumah sakit”

“jinjja ..? ah aneh sekali “ tuan Kwon menggosok dagunya tanda bingung “waktu aboeji dibandara tadi tak sengaja aboeji bertemu dengan appa Songgun. Kami sedikit berbincang dan beliau bilang … aish “ menyadari sesuatu tuan Kwon langsung memukul dahinya

Ia baru sadar tentang perkataan appa Songgun yang melarangnya untuk memberi tahu Jiyong

‘Songgun bilang ia tak ingin memberi tahu Jiyong jika ia sudah keluar dari rumah sakit. Jiyong harus berkonsentrasi dengan album barunya tapi aku pikir mungkin mereka bertengkar’

Tuan Kwon terdiam mengingat kata-kata terakhir appa Songgun sebelum mereka berpisah

“yak aboeji !!… apa yang kau sembunyikan eoh …” Jiyong tambah gelagapan karena aboejiny tak merespon “aboeji,,,~”

“nde …. yak aboeji salah bicara eoh … lupakan nde ..” tuan Kwon gugup bangkit dari sofanya “aboeji kekamar dulu “

“yak aboeji … ada yang kau sembunyikan eoh .. jeball beritau aku …. Songun sudah keluar ? dia sudah benar-benar keluar ?” Jiyong tak sabaran menahan tangan appanya. Matanya menatap besar tuan Kwon

“aniyo … sudah aboeji katakan –“

“hya .. ada apa ini ?” tiba-tiba eomma Jiyong menghampiri mereka berdua

“eomma … apa kau tau Songgun sudah keluar dari rumah sakit … aboeji yang mengatakannya” kata Jiyong terdengar seperti anak kecil

“mw mwoya ? “ eomma Jiyong sedikit terkejut tapi memberikan tatapan aneh pada appa Jiyong yang ada disebelahnya

“yeoba … kau juga sudah tau kan … aku tak sengaja bilang “ bisik appa Jiyong pada eomma

“aishh kau ini bagaimana ..” balas eomma Jiyong tak kalah lirihnya

Melihat kedua orang tuanya saling berbisik membuat Jiyong tambah curiga kepada eommanya “yakk!! Eomma juga sudah tau … kalian kompak untuk menyembunyikannya ?” Jiyong uring uringan menjambak rambutnya sendiri

“hya kam – kami setuju dengan permintaan Songgun supaya kau fokus dengan albummu yongie “ eomma Jiyong berusaha menjelaskan mengelus lengan anaknya

“mwo ? Songgun yang memintanya ?” Dengan kedua tangannya Jiyong mengusap wajahnya kesal “eomma tega melihatku khawatir dan frustasi setengah mati beberapa hari ini? Eomma tahu bahkan aku tak berfikir jernih karena terus mengiriminya pesan saat jumpa press kemarin”

Saat jumpa press kemarin sesekali Jiyong tak fokus dengan pertanyaan juru warta mengenai album barunya dan Jiyong memintanya untuk mengulanginya kembali

‘ah sepertinya aku tak fokus kali ini … Joseoamnida ‘ jawab Jiyong dengan sedikit senyum terpaksanya

“karena Songgun tau kau pasti akan langsung pergi ke Jepang saat dia keluar dari rumah sakit Jiyong … lalu bagaimana dengan albummu eoh jika kau pergi kemarin” jelas tuan Kwon yang meresa bersalah

“tapi itu tak menjadikan alasan aboeji.. ” dengan kesal Jiyong mengambil smartphonenya diatas meja lalu menyentuh beberapa icon dan menghubungi seseorang

“ah tolong batalkan semua jadwalku besok.. dan siapkan tiket untuk pergi ke Jepang malam ini”  kata Jiyong sambil berjalan pergi melewati kedua orang tuanya

Mendengar itu kedua orang tua Jiyong mendengus kesal “aishhh .. anak ini benar-benar” dengus eomma Jiyung memijat dahinya karena pusing dengan tingkah Jiyong

“hya .. ini hampir tengah malam anak muda” teriak tuan Kwon membuat Jiyong menghentikan langkahnya ditengah anak tangga menuju kamarnya

Jiyong melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya ‘benar juga’ gumam Jiyong

“kau sudah mendapatkannya ?“ tanya Jiyong pada seseorang yang masih terhubung dengannya

‘penerbangan terakhir menuju Jepang tinggl 10 menit lagi Jiyong-ssi kau tak mungkin punya waktu untuk ke bandara’ jawab seseorang namja dengan logat kemayunya

“huff…  siapkan pesawat pribadiku saja kalau begitu ..”

‘ini weekend kau ingat …. semua pilotmu libur’

“aishhh jinjja …” Jiyong melanjutkan langkahnya menuju lantai dua

‘sebenarnya ada apa eohh … kau tak boleh pergi karena besok kau masih punya jadw-‘

“aku kan sudah menyuruhmu untuk membatalkan semuanya eoh .. jangan mengguruiku dan dalam waktu 5 menit kau sudah harus mendapatkan tiket penerbangan untuk besok eoh”

Bip – Blammm

Bertepatan dengan Jiyong mematikan telponnya, Jiyong membanting pintu kamarnya keras sehingga dapat didengar oleh kedua orang taunya dibawah

“ah Jiyong sangat sensi seperti perempuan jika menyangkut dengan Songgun” kata eomma Jiyong yang masih memandang kearah kamar anaknya dari bawah

Tuan Kwon tersenyum geli mendengarnya dan mulai berjalan menuju kamarnya diikuti eomma Jiyong “itu membuktikan bahwa Jiyong memang serius dengan Songgun yeobo.. apa kau tak senang ?” tanggap tuan Kwon

“tentu saja aku senang tapi dia sangat protektif setelah kejadian penyerangan Songgun … “

Tuan Kwon menghela nafas “Aku kesal karena tak bisa membuktikan bahwa nyonya Han memang terlibat dalam kasus ini” tuan kwon masuk kamar dan eomma Jiyong mengambilkan handuk dilemari

“nde … aku juga kesal mendengarnya yeobo, mungkin Han sialan itu sudah menyumpal mulut pelakunya dengan banyak uang” masih dengan nada kesal eomma Jiyong memberikan handuk pada tuan Kwon

“sangat licik dan juga cerdik. Han tau tentang hukum Ham terhadap seorang pelaku penyerangan kejahatan di Jepang. Mereka akan langsung menghukum seseorang yang pertama kali mengaku dan menutup kasusnya jika pelaku tersebut mengatakan tak ada orang lan selain dirinya, mereka tak akan mengintrogasi lebih lanjut”

“hah sunggung tidak masuk asal jika menyerang Songgun karena pelakunya adalah fans Jiyong yang tak setuju dengan hubungan mereka. Polisi sama sekali tak menggubris dengan foto CCTV itu”

“sudahlah … jangan membahas ini lagi… aku takut Jiyong juga mengetahuinya “

“nde .. kau benar yeobo..”

Ya, Songgun juga menyembunyikan kasus ini dari Jiyong. Songgun ingin ia yang menanggungnya sendiri meskipun itu berat. Alasannya sama, ia tak mau membuat karir Jiyong semakin sulit

“ tapi apa kita harus menelpon Songgun dan memberitahunya Jiyong akan kesana ? “

“em tak usah .. mungkin Jiyong sekarang sudah menelponya dengan nada yang berapi-api”

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Jiyong sudah rapi dengan kemeja hijau yang sangat pas ditubuhnya serta kacamata hitam yang terselip disakunya, jeans ketat gelap yang memiliki robekan disalah satu lutut dan pahanya, rambut yang disisir klimis keatas dan juga sepatu nike merahnya. Salah satu tangannya membawa jaket dan pasportnya.

Eomma Jiyong melihat dari arah dapur Jiyong yang menuruni anak tangga

“yahhh… kau benar-benar ingin keJepang eoh “ teriak eomma Jiyong

“nde “

“kau masih marah dengan eomma eoh” tanya eomma Jiyong saat Jiyong sudah berada dilantai dasar

“nde “ hanya itu jawaban Jiyong yang masih menanggapi eommanya

“aishhh kau seperti anak yeoja yang marah dengan eommanya eoh … “goda eomma Jiyong

“nd-“ Jiyong tak melanjutkan jawabannya membuat eommanya tersenyum geli

“kajja sarapan dulu “

Jiyong menatap tajam sebentar kearah eommanya “ani .. aku akan sarapan disana sana ….”

“setidaknya kau habiskan susumu dulu eoh “ kata eomma Jiyong memperlihatkan segelas susu vanila diatas meja makan

“ani .. akan kujadikan Songgun sebagai menu sarapanku “Jiyong berjalan keluar ruang tengah menuju ruang tamu

Eomma Jiyong sedikit terhenyak dan mencerna kata-kata Jiyong barusan “mwo apa maksud- … YAKKK!!!”

*Songgun pov

“hah segarnya …” legahku senang saat aku berhasil mengguyur keseluruhan tubuhku dengan air dingin dari sower kamar mandiku. Entah kenapa siang ini benar-benar panas tak seperti hari biasanya.

Apa mungkin ini efek menunggu Yamamoto sensei berjam-jam diruangan pengap itu. Hah … jika saja ini bukan karena jadwal sidangku yang harus ditata ulang, aku pasti tidak sudi menunggunya diruangannya yang tak dipasang pendingin ruangan itu. Yamamoto sensei memang terkenal sebagai dosen yang sangat perhitungan dengan hal-hal yang seperti itu.

Aku melangkah keluar dari kamar mandiku dengan hanya mengenakan dalaman dibalik kimono mandiku dan handuk yang melilit rambutku. Aku melihat jam digital yang berada diatas nakasku

“hah.. aku harus segera bergeras” gumamku segera membuka lemari pakaianku dan masuk kedalamnya. Ya, lemariku begitu luas seperti terdapat toko baju kecil didalamnya. Setelah memilih baju merah longgar, dress selutuh warna senada aku bergegas keluar.

Siang ini aku jadwalkan untuk pergi mengunjungi cafeku dan mulai seperti biasanya. Aku memang berniat untuk kembali menjalankan aktifitasku hari ini setelah tiga hari hanya berbaring dikamar. Apa bedanya dengan rumah sakit ?

Eommaku yang menyuruhku tapi tidak untuk hari ini. Eomma hari ini pergi menyusul appa ke Hongkong karena mengantarkan beberapa stempel yang tertinggal dan akan kembali dua hari lagi. Aish… aku benar-benar bebas hari ini. Meskipun aku tak benar-benar bebas dengan bodyguard ku tapi tak apalah , aku tak mau mengambil resiko lagi.

Aku meletakkan bajuku disamping ranjang dan membuka lilitan handuk dirambutku sehingga rambutku yang masih sedikit basah terurai.

Aku berjalan mengambil smartphoneku dan mulai menyalakan lagu dengan volume penuh. Ini lagu baru Jiyong oppa yang sedikit mengurangi rasa rinduku yang mungkin akan meledak sebentar lagi. Dan aku mulai membuka ikatan kimonoku dan meloloskan dari bahuku tapi gerakanku terhenti saat tiba tiba

Cklekk-

Aku langsung menoleh kearah pintu “yak MWO!!” teriaku histeris

*Jiyong pov

Setelah tiba di Jepang aku segera melangkahkan kakuku cepat keuar dari bandara dan menyetop salah satu taxy yang sudah berjejer didepan bandara. Aku tak memperdulikan tatapan beberapa orang yang pasti mengenaliku

Aku membuka kacamataku “tolang kealamat ini” kataku dengan bahasa Jepang sambil memberikan secarik kertas

“baik tuan “ tanggap sopir itu lalu menancap gas cepat

Tak sampai 15 menit aku sudah sampai di kompleks hunian elit tempat Songgun tinggal dan taxyku pun berhenti tepat di rumah mewah dengan nomer 211 itu

Setelah aku memberikan beberapa lembar uang yen kepada sopir taxy, aku segera keluar.

Aku berjalan dan menekan tobol intercome yang terpasang disebelah pintu gerbang “ini aku … tolong bukakan segera” kataku menjaga intonasiku agar tidak meledak. Entah kenapa perasaan kesal dan senang bercampur jadi satu.

“oh baik tuan “ kata salah seorang penjaga disebrang sana. Tak menunggu waktu lama gerbang kecil berukuran dua orang yang bersebelahan dengan gerbang besar utama itupun terbuka.

“apa nona Song ada didalam ?” tanyaku pada seorang penjaga yang mempersilahkanku masuk kedalam rumah megah itu

“ya tuan, dia baru saja datang dari kampunya”

Aku menghentikan langkahku tepat diruang tamu “mwo ? apa nyonya tidak melarangnya ? dia baru saja keluar kan ?” aku sedikit meningikan suaraku

“nyonya dan tuan tidak ada dirumah karena harus menjalankan dinas dan mereka akan kembali beberapa hari lagi”

Aku mengangguk mengerti “sekarang dia dimana ?” kataku meletakkan kacamata, jaket dan pasportku diatas meja marmer yang ada diruag ini

“nona masih ada dikamarnya, apa perlu saya panggilkan?”

“tak perlu … kau boleh pergi sekarang “

Setelah pelayan itu menjauh, aku mulai melangkahkan kakiku menyusuri anak tangga yang mengkilap terbuat dari .. entahlah seperti batu marmer biru tapi sangat mengkilap.

Begitu aku sudah dekat dengan kamarnya aku mendengar laguku diputar. Aku tersenyum miring ‘kau sangat merindukanku rupanya ‘ gumamku dalam hati

“nadoo jeongmal bogoshippo” kataku lirih sebelum aku membuka pintu kamarnya dan

Cklek –

“yak !! MWOO” teriak Songgun saat melihatku tiba-tiba membuka pintunya.

Bukan dia saja yang terkejut, aku tak kala terkejutnya melihatnya hampir setengah telanjang seperti itu.

Blam-aku menutup pintu sedkit keras

Dia tergesah membenarkan kimononya dan mengikatnya asal saat aku berjalan menghampirinya

“op oppa … kenapa oppa adda di disini” dia tak bisa kemana-mana karena ia tertahan oleh meja riasnya

Mendengarnya gugup seperti ini saja sudah membuatnya tampak sexy. Entah dimana rasa amarahku sekarang yang tiba-tiba hilang hanya melihat Songgun dengan rambut basahnya itu.

Aku hanya diam dan terus berjalan mendekatinya dengan senyum jahatku.

“yakk!!! Kau diberitahu eommaku kan “ tunjuknya padaku.

Aku menggeleng kecil dan segera meraih telunjuknya dengan tanganku lalu mengecupnya ringan.

“kau tega sekali tak memberi tahuku hemm “ tanyaku sesaat setelah mengecup jemarinya.

“emm… kau yang memulainya eoh .. kenapa tak mengangkat telponku” aku tau Songgun berusaha menahan sesuatu karena perbuatanku tadi. Dia berusaha melepaskan jarinya tapi aku menahannya

Dengan satu tanganku aku mulai membelai rambut basahnya yang sedikit berantakan. Jantungku begitu terpacu melihat wajahnya sedekat ini

‘tuhan,, aku benar-benar sangat merindukannya’ gumamku dalam hati

“mianhae … jeongmal mianhae … kau membuat oppa merasakan apa yang kau rasakan kala itu. Sangat menyakitkan diacukan orang yang sangat kita cintai .. mianhae “ aku melihat dia terdiam dan mulai berkaca-kaca. Matanya begitu jelas menggambarkan dia juga sama seperti ku.

Bibirnya mulai bergetar tapi ia mengangguk. Segera aku menarik tengkuknya dan menempelkan bibirku diatas bibirnya. Tidak melumat tapi hanya menempel sesaat untuk menenangkan malaikat sexyku ini.

“aku juga minta maaf oppa …aku –“

Sebelum melanjutkan kata-katanya aku langsung meletakkan satu jariku didepan bibirnya

“aku merindukanku chagia” dengan lembut aku menghapus satu air mata yang jatuh

“nado oppa “

Setelah mengatakan itu dia segera memelukku membenamkan wajahnya didada bidangku. Aku juga segera menghirup aroma permen karet dari lekukan lehernya.

“mhhh” dia mendesah takkala aku menyaja meniupkan udara panas kedaerah samping tengkuknya.

Aku melonggarkan pelukanku dan menatap lekat yang selalu berhasil membuat ku selalu tegang. Aku mengusap pipinya dan terus hingga bibir pinknya yang ingin sekali aku lumat keras hingga Songgun berteriak nikmat.

‘tuhannn membayangkanna sudah membuat aku gila dan kegerahan’

“aku menginginkanmu oppa “ bisik Songgun malu-malu memainkan jarinya di kancing atasku

‘mwo ? aku tak salah dengar kan ?’ aku begitu senang mendengarnya

Aku menyeringai “akan ku buat kau terus meneriaki namaku chagi “ setelah melihat Songgun yang kian merona mendengar desiranku, dengan depat aku mendorongnya duduk diatas meja riasnya dan langsung mencium ganas bibir Songgun

“eummm “ Songgun melingkarkan lengannya dileherku dan menarik tengkukku membalas ciuman yang tak kala panas dariku

“ahhh emmm “ beberapa kali aku melepaskan ciuman untuk memberi jeda mengambil nafas tapi tak sampai sedetik kami melanjutkan menyesap bibir kami ganas.

*Author pov

Salah satu tangan bebas Jiyong mulai membuka ikatan kimono Songgung dengan mudah dan membuangnya asal. Sementara tangan yang lain meremas rambut basah Songgun memperdalam ciuman mereka. Songgun kini hanya mengenakan bra dan celana dalamnya

“eumm emmmmp” Songgun menyesap penuh bibir bawah Jiyong sementara Jiyong menghisap bibir atas Songgun

“ahhm juluhkan lidahmu chagi …” Songgun mematuhinya dan segera menjulurkan lidahnya.

“aemmmpp emm” desah Songgun saat dengan sangat panas lidahnya dimainkan oleh Jiyong dan sesekali mengajak untuk perang lidah “oppmm paaa” dengan kesulitan Songgun memanggil Jiyong memberitahunya bahwa ini sangat gila

“sruuppp.. sruup “Jiyong masih mengerjai lidah Songgun saat tangan Jiyong tanpa permisi masuk menggerayangi miss V Songgun.

“emmm ughhh” Songgun sedikit meliuk saat jari Jiyong memasuki lubangnya.

“beri tahu oppa jika kau akan sampai em ?” kata Jiyong lembut

Setelah Songgun mengangguk Jiyong kembali mencium Songgun dan perlahan menggerakkan jemarinya

“auhhhh oppaa palli emmmhhh “ dua jari Jiyong berhasil mengenai klitoris Songgun “ehhh “

“baiklah…”Jiyong segera menggerakkan cepat jemarinya dan menurunkan tali bra Songgun sehingga Jiyong dapat menyesap putting Songgun yang terlihat

Songgun meremas rambut belakang Jiyong “ahhh … Jioooo nggghhh “ Songgun merasakan benda lunak itu mengitari menggoda puttingnya hingga menegang “ohhhh eeehh”

Jiyong tak hentinya mengocok miss v Songgun dengan gaya melingkar. Lama semakin lama Jiyong merasakan dinding miss V Songgun sudah menebal

“oppa …. faster ahhh aku hampir ,,, enggg”

Jiyong semakin menyepatkan gerakan jarinya

“ahh sedikit laggg”

Merasa Songgun akan sampai ia segera menghentikan gerakannya

“yahhh opppaaa.. adaa apaa “ Songgun terlihat gusar menahan pelepasannya yang tertunda. Jiyong masih mengelus mis V Songgun “kau menghukumk kuhhhh”

Sebelum melanjutkan kata-kataya Jiyong kemali memasukkan tiga jarinya dan mengocok cepat

“ahhh … kauuu gilaaa yeehhhh”

“in akan membuatmu mendapatkan kenikmatan yang lebih dasyat chagi ..” Jiyong menghapus keringat didahi Songun

“mwooo hhh aku hampirrrr … jangannn berhentiii oppaaa .. terusss aahhh”

Tapi jiyong kembali menghentikannya tak kala kurang sedetik lagi songgun akan orgasme

Songgun sudah merah padam “hostt oppaaa kauuhh tegaa ahhhhh “

“baiklah, kau akan merasa lebih nikmat emmm “

“ohhhh ughhh yeahhh opppaaa ahhh “ Songun menggelengkan kepalanya kekiri kekanan menahan nikmat yang benar-benar lain dari biasanya. Kedutan miss v Songgun lebih keras dan puncak yang akan meledak terasa akan lebih meruncing tidak seperti biasanya

“ahhhh ahhh “ Songgun juga menggoyangkan pinggulnya tak peduli derikan dari meja riasnya

“ahhhhh sebentar lagi opppa “ Songgun mencengkram bahu Jiyong “semakin dalam oppaahhh.. ahhh” Songgun menjenjangkan tubuhnya dan menyodorkan payudaranya dihadapan Jiyong. Dengan senang hati Jiyongpun melumtnya keras

“ahhh yehhh sedikit ahhh ahhh”

Jiyong menyentak keras jarinya dan

Songgun mendongak “ahhh AHHgg hostt” cairan Songgun begitu banyak melumuri tangan Jiyong hingga meluber diatas meja rias Songgun

….

“ahhh ahh” desahan itu tak berhentinya mengaum dikamar kedap udara Songgun

Jiyong yang kini sama-sama polosnya dengan Songgun berada diatas Songgun untuk menindihnya dan melanjutkan aktifitas bercinta mereka

“ahh lebarkan lgi kakimu chagi…emm”

“ndehhh sttt” Songgun menahan desahannya saat lagi-lagi Jiyong memasukkan miliknya ke lubang Songgun. Jam nakas Songgun sudah menunjukkan jam 4 sore tapi Jiyong masih saja belum puas dan kembali membuat Songgun mendesah.

“ahhh ahhh oppaaa “ Songgun melingkarkan kakinya dipinggang Jiyong membuat milik Jiyong dan miliknya tertanam sempurna

“kau nikmat sruupp “ lagi-lagi jiyong melahap putting Songgun yang sudah benar-benar merah

“ahhh … kau benarr benarr membuatkuu tak berhenti berteriakkk ahhhh… kau sangat gilaaa hhh”

Jiyong melepaskan kulumannya dan tersenyum senang mendengar itu “ nde … itu karena kau emmm uhhhh “

“ahhh lebih kerasss eummm “ Songgun mendorong pantat Jiyong untuk memperdalam tusukan junior kedalam lubangnya

“ahhhh …. aku lelah oppaaa .. selesaikan cepat..”

Jiyong menganggkuk dan tanpa melepas kontak mereka, Jiyong menarik Songgun berdiri dan langsung menghimpitnya diarah tembok ditembok.

“ahhh .. ahhh “ dengan masih menggoyang pinggulnya Jiyong menjilati kembali leher Songgun hingga turun kepayudaranaya.

Salah satu tangan Jiyong digunakan untuk menahan tangan Songgun diatas kepalanya sementara tangan yang lain ia gunakan untuk menakan pinggul Songgun agar tidak turun

“ahhh sssttt “ Songgun merasakan Junior Jiyong mulai berkedut merasakan kembali urat-urat kasar yang mulai muncul

“ahh chagia…sedikit lagi”

“ndeee sedik – argh… disitu ahhh “ Songgun menggelinjang g spotnya kembali tersentuh

“ahh ahh nde oppaaa” Jiyong semakin brutal menggoyang pinggulnya didalam Songgun yang kian sempit

“ahhhh kau semakit semphhittt ahhh “

“ndeee “ Songgun mengelap dahi basah Jiyong karena keringat “sedikit lagi oppa .. kauuu AHHH”

“giliranku chagiii ..ahh AHHH” Jiyong menembakkan ribuan sel spermanya lagi kerahim Songgun. Beberapa ada yang menetes karena memang milik Songgun sudah terisi penuh

Songgun tergolek lemah memeluk leher Jiyong yang membawanya duduk ditepi ranjang

“kau mengagumkan chagi …” bisik Jiyong lalu mengecup daun telinga Songgun

Songgun tersenyum dan mengendurkan pelukannya untuk melihat Jiyong “kau juga oppa “ Songgun mendekatkan bibirnya lalu disambut hangat oleh Jiyong untuk kembali melakukan ciuman panas mereka.

Tapi tak seberapa lama mereka melepaskannya kembali. Songgun masih nyaman berada diposisi seperti ini menghirup aroma khas namjanya yang sangat dirindukannya. Begitu dengan Jiyong, ia mengelus lembut paha Songgun yang masih melingkat dibahunya.

Songgun sedikit bergerak geli membuat alat kelamin mereka yang masih bersatu kembali bergesekan. Hal itu sesekali membuat keduanya mendesah halus

Jiyong teringat sesuatu saat melihat celana jeansnyayang tergeletak disamping ranjang tak seberapa jauh darinya. Jiyong sedikit memanjangkan tangannya untuk mengambilnya

“nde ? ada apa oppa ?” tanya Songgun

Setelah berhasil mendapatkan celananya Jiyong segela mengambil sesuatu didalam saku depannya “oppa pelupakan sesuatu “

“apa kau mencari smartphonemu ?”

“ani … tapi ige “ Jiyong memperlihatkan sebuah cincin mas putih yang diambil dari sakunya

“cincin ..?”

Jiyog tersenyum lalu meraih tangan Songgun untuk dipasangkan dijari manisnya “kau suka ..?”

Songgun kaget “mwo ? Mata songgun berbinar “untukku …? nde aku menyukainya oppa … ini polos dan berkilau… gomapta” lalu Songgun mengecup sekilas dahi Jiyong

“cheonma chagi … kau harus selalu memakainya emm “ jiyong mengelus pipi Songgun

Songgun hanya mengangguk masih memperhatikan cincinnya

“kalau begitu, kau juga harus memakai cincin ini saat aku menemuimu dialtar pernikahan kita minggu depan”

“mwooo ?” mata Songgun berhasil membesar kaget

TBC

Posted on 09/11/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 34 Comments.

  1. selalu so sweet

  2. ranichorizkychoi

    law benet tu eommanya yang ngelakuin.

    berarti eommanya kejem bener ya.

    sebenernya maunya apasih?

    songgun ma jiyoung cho cweet…..

  3. sebenernya ceritanya udah bagus thor cuma kalau saran aku kata ‘eoh’ nya gak usah di lampirkan dikalimat, jujur itu menuruutku ngeganggu banget buat para readers yg sibuk membaca ff

    keep writing yah

  4. gila…kadang” emosi bs bikin bergairah ne hahaha
    Jiyong bkn sj mnjadikn Soungguk sarapan rp skalian mkn siang euyyy. hot bingitZzz author

    btw sbnrx yg mlakukan penyerngan soungguk itu sp y? masa ibu kandungx soungguk, setegah itu kah….
    aq pikr sih klo bukn Sungmin bs jd si penggemar fanatikx Jiyong aaarrgghhh pusing!!

    d tggu next partx aj deh author fighting!!

  5. romantisnya hahaha 🙂
    segeralah mereka menikah ….

  6. Penasaran knp Ibu Songgun bisa setega itu sama anak kandungnya sendiri . Athot knp ngga dijelasin soal ibunya Songgun

  7. ibu kandungnya kok jahat banget ya…
    kalo udah dibuang y udah, kenapa g rela banget kalo dia hidup tenang sama keluarganya

  8. Aigoo di ff ini setiap part selalu ada aja kejutan yang menantii…aigoo..gk sabar nunggu selanjutnya..
    Nexxtt authornim..jangan terlalu lama yaa ^ ^

  9. mwo?? crta tdi it jiyong mlmar songgun?? ough nc ya gag nguatin.. 🙂 thor crta pnjangin lgi trus moment romance ya tmbah bnyakin.. buat author smngat iy jngan mnyerah buat ttep ngelnjutin ff ini 😀 .. next ta ditunggu smpe author ad wktu.. 🙂 FIGHTING

  10. sonialidya07

    Aduhhh eon, aku nunggu ff ini lamaaaaaa bangetttt #fiuh tapi takapalah yg penting udah dinpost^^ hot banget deh sumpah yah walaupun masih ada typo tapi takapalah namanya juga manusia pasti gak ada yg sempurna, semangat yah eon untuk lanjutinnya serta untuk kuliahnya juga semoga lancar aminn!! Fighting!!

  11. Jiyong & Songgun -..,-
    ciyee yg kebelet nikah? /toel Jiyong

  12. Chapster terpanas nih, tapi ada sedikit yang mengganggu saat membacanya yaitu kata “eoh” terlalu banyak dan kesannya tidak sopan ya saat mereka bicara pada orang yang lebih tua. Tapi mungkin disana sudah biasa hanya karna budaya kita saja kali ya.. Dan typo typo masih sangat banyak, mungkin sebelum di kirim ada baiknya dikoreksi dulu…

  13. Yeah akhir ya di post juga
    Ngeselin bgt sieh nyoya han
    Pake nyelakain songgun segala
    Padahal kan songgun anak ya
    Next min

  14. Stelah sekian lama saya mnunggu akhirnya muncul juga nih ff sneng deh.
    cieeee cieee so sweet bnget si jenong gak sabaran pula..

    Next thor semangat!

  15. Kyaaah romantis thor saya suka saya cie jiyong uda kbelet nikah

    lanjut thor lanjut!

  16. Dasar nyonya han jahat bnget siii!!

    So sweet bnget mreka thor
    next thor uda pengin bca lanjtanya

  17. Tega bnget si nyonya han !

    Sweet moment saya suka thor next next

  18. Kyaaaah so sweet bnget si jiyong uda kbelet nikah hahaha lanjuuuut thor ! Fighting

  19. Jahat jahat jahat nyonya han.
    Jiyong cpet nikahin songgun biar nyonya han makin kebakar… Jiyong romantis bnget lanjut min gak sbar nunggu lanjutanya nih

  20. Cieee ada yg pengin nikah.. So sweet bnget haha lanjuuut thor

  21. So sweet bnget nih dua sejoli next next next

  22. Itu siapa siiii nyonya han pasti dasar nenek sihir!

    Aku suka thor ini so sweet bnget
    next thor next semangat! n jngan lama ne??? Uda gak sbar pengin bca nextnya gimana

  23. Gak ppa thor klo emnk authornya sibuk mah wajar nmanya juga orang msih dduk di bangku belajar semangat ajja nulisnya thor hehe

    nyonya han nenek sihir!

    Thor mreka so sweet bnget lanjut thor lanjut *figthting

  24. uhhh, so sweet jiyong.
    ,
    tapi sbnarnya yang nyelakain songgun itu eommanya atau fansnya jiyong sih?

  25. Huaaa ternyata uda di next sneng deh akhir nongol juga stelah skian lama hahaha
    thor so sweet bnget jdi makin greget..,

    lanjuuut thor aku tunggu ok ! Fighting

  26. Makin eneg ama nyonya han

    sneng deh tiap part sweet bnget kek gini

    next gue tunggu lanjutanya thor

  27. Feelnya dapet thor romantis haha si jiyong cie uda pengin cpet” nikah
    next thor uda gak sbar pengin bca lanjutanya

  28. Sweet moment thor saya suka saya suka nextnya jngan lama ya thor hehe gak sbar ama nexnya

  29. Romantis bnget mreka thor haha greget deh… Next thor next

  30. Gue pengin bunuh nyonya han.
    Seneng deh jiyong sweet bnget ama songgun… Next thor next

  31. So sweet bnget ama mreka. Lanjuuut thor

  32. Cieeee jiyong uda kebelet nikah haha… Next tho jngan lama hehe ditunggu

  33. So sweet thor haha sneng deh
    ditunggu ya thor lanjutanya pnasaran nih

  34. hemmm jiyong so sweettt bnget sich.bkin iri

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: