Mistake Loving You 8

tumblr_lp9eboGlCS1qha97g

annyeong hallo semuaaa… part 8 thor bisa post lebih cepat karena minggu ini kuliah thor sedikit senggang jadi ya punya lebih banyak waktu untuk nyelesaiinnya. terima kasih buah yang sudah membaca ff ini dan berkenan memberikan komen serta kritiknya buat thor…

thor akan berusaha lebih baik lagi di part selanjutnya … Beri komen sebanyak-banyaknya dan tak lupa hantu typo ikut nimbrung Kkkkkk…

+++

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 8

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : +17

Genre              : Sad, Romance and no NC

Pengharapanku terhadap Tuhan kali ini hanyalah sebuah harapan kecil tentang takdirku yang mulai aku yakini. Jangan biarkan takdirku berbuat bodoh hanya karena ingin membahagiakanku_Kang Songgun

*

“cincin ..?”

Jiyog tersenyum lalu meraih tangan Songgun untuk dipasangkan dijari manisnya “kau suka ..?”

Songgun kaget “mwo ? Mata songgun berbinar “untukku …? nde aku menyukainya oppa … ini polos dan berkilau… gomapta” lalu Songgun mengecup sekilas dahi Jiyong

“cheonma chagi … kau harus selalu memakainya emm “ jiyong mengelus pipi Songgun

Songgun hanya mengangguk masih memperhatikan cincinnya

“kalau begitu, kau juga harus memakai cincin ini saat aku menemuimu dialtar pernikahan kita minggu depan”

“mwooo ?” mata Songgun berhasil membesar kaget “ja-jangan bercanda hemm .. eugh..” Songgun perlahan mengangkat pinggulnya melepaskan kontak mereka. Songgun kemudian mengambil kimono mandinya dilantai dan segera memakainya.

“siapa yang bercanda hem ? aku serius chagi “ jawab Jiyong memperhatikan Songgun yang kini menguncir rambutnya

“eommanim ? mereka sudah tau?” tanya Songgun berlalu kearah kamar mandi

“ani … aku belum memberi tau mereka”

“aish..” dengus kesal Songgun yang kini kembali lagi menghampiri Jiyong “pakai ini dulu oppa” Songgun memberikan handuk bersih untuk Jiyong

Jiyong bangkit “gomapta … “ Jiyong memasang handuk itu melingkar dipinggangnya “waeyo ? kau tidak suka em ?” Jiyong kembali menarik Songgun mendekat, membalikkan tubuh yeojanya itu dan langsung memeluknya dari belakang

“bukan begitu oppa … tapi – “ kata Songgun terhenti karena Jiyong mulai mengendus lekukan lehernya “emmp” Songgun menahan desahannya

Jiyong sudah sangat hafal bahwa kegiatan yang dilakukannya sekarang adalah cara paling cepat membuat Songgun diam dan mendesah. Tengkuk Songgun memang paling sensitif menurut Jiyong.

Cup cup

Jiyong mulai mengecupi leher Songgun hingga kebawah telinganya “aku tak mau mendengar protes hemm”

“mhhh nde “ Songgun menganggung dan memejamkan matanya sedikit terlena kembali dengan permainan Jiyong

Cuupp~

Jiyong mengecup dalam tengkuk belakang Songgun lalu membalikkan tubuh Songgun agar menghadapnya

“bagus .. jadilah bayi besar yang penurut emmm..” tangan kiri Jiyong masih melingkar dipinggang Songgun, sementara tangan yang lainnya ia gunakan untuk mengelus rambut Songgun “Sebenarnya ini yang membuat oppa tak bisa mengangkat telponmu chagi “

Songgun terdiam sesaat “ji-jinjja oppa?” mendengar perkataan Jiyong membuat Songgun merasa bersalah dan perlahan mengubah wajahnya menjadi sedih.

Jiyong mengangguk “jangan merasa bersalah seperti itu hemm ..” Jiyong mencubit pipi Songgun “harusnya oppa mengangkat telponmu agar tak membuatmu khawatir kan “

Entah kenapa, Jiyong harus menyalahkan dirinya sendiri untuk membuat Songgun tenang. Tapi, ini memang salahnya kan?

“mianhae “ kata Jiyong lembut serasa mengecup singkat kening Songgun

“kenapa tak bilang dari awal eoh .. kau membuatku menjadi orang jahat oppa “ Songgun memukul ringan dada bidang Jiyong

Jiyong membiarkan dada polosnya mendapat pukulan dari tangan yeojanya “nde orang jahat yang sexy lebih tepatnya “ Jiyong tersenyum miring menggoda Songgun saat menahan tangan Songgun

Seketika wajah Songgun memerah lalu menundukkan wajahnya “aishh oppaa.. kenapa selalu menggodaku” nadanya malu-malu

Jiyong menahan dagu Songgun menegakkan menghadapnya “wae ~? Apa tidak boleh menggoda anae ku sendiri ?” Jiyong lalu kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Songgun berniat untuk menciumnya

Tapi dengan cepat Songgun menahan dada Jiyong “hya … siapa yang kau sebut anae eoh.. kita belum menikah”

“tapi mulai sekarang kau harus membiasakan diri menjadi istriku emm “ Jiyong menarik tangan Songgun yang menghalangi dadanya kemudian ia lingkarkan di lehernya

Salah satu tangan Jiyong merangsek masuk kelekukan leher Songgun dan menarik tengkuk Songgun

Chup ~

“eummmppt” Jiyong kembali melumat bibir bawah Songgun ganas dan mengajak lidah Songgun membelit satu sama lainnya

Songgun yang masih kaget hanya pasrah karena mendapatkan ciuman panas tanpa aba-aba dari Jiyong.

Jiyong menangkup kedua pipi Songgun untuk menguasai bibir yeojanya itu melumat bergantian antara bibir atas dan bawah Sonngun

“eummp ..ughh” suara decapan bibir mereka akibat bibir dan cipakan saliva keduanya bersatu kembali terdengar nyari dikamar kedap suara itu.

Suasananya Songgun merasakan akan kembali memanas. Dengan agak keras Songgun mendorong dada Jiyong “ahhh” desah Songgun saat bibirnya berhasil terlepas dari hisapan kuat Jiyong

“kali ini cukup oppa” Songgun tersenyum mengusap sudut bibir Jiyong yang basah akibat salivanya

Jiyong mempoutkan pipinya tanda kesal. Tapi itu sebenarnya hanya dibuat-buat oleh Jiyong, ia ingin bermanjaan dengan Songgun “aishh baiklah “

Songgun mengacak-acak gemas rambut Jiyong yang sudah basah terkena keringat “oppa masih memakai warna ini ? kau tak bosan ?”

“ani … oppa hanya mengubah gaya rambut tapi tidak untuk warnanya. Wae ? kau ingin oppa merubah warnanya ?” jiyong masih melingkarkan kedua lengannya dipinggang Songgun

Songgun mengangguk “young peach terlihat segar oppa” kata Songgun merapikan poni Jiyong

“young peach ? ah baiklah oppa akan turuti semua permintaanmu emm “

Songgun tersenyum “sekarang bersihkan diri oppa dulu, akan ku carikan pakaian untuk oppa. Bagaimana bisa seorang bintang sepertimu tak bawa baju ganti saat berpergian hemm “ Songgun melepaskan tautan lengan Jiyong dipinggangnya

“kita mandi bersama em ?”

Songgun tak menjawab hanya menatap Jiyong tajam dengan mata kecilnya itu. Entah meskipun berkali-kali bercinta tanpa busana dengan Jiyong tapi Songgun masih merasa malu jika diajak mandi bersama oleh Jiyong.

Songgun merasa geli dan err

‘dalam keadaan normal saja Jiyong bisa menyerangku, bagaimana jika dalam keadaan mandi bersama ?, ia pasti akan menghajarku lagi’

Melihat Songgun tak bergeming dengan tatapannya membuat Jiyong tau jawabannya “baiklah-baiklah ..oppa mandi sendiri “

Chup ~

Jiyong mengecup singkat bibir Songgun lalu melangkah masuk ke kamar mandi Songgun yang ada disudut dekat pintu kamar Songgun.

Songgun kemudian tersenyum, ia lalu mengambil smartphonenya diatas nakas

“Nakata-san .. apa kau sibuk” tanya Songgun pada salah seorang pengawal pribadinya itu

“tidak nona … apa nona membutuhkan sesuatu” tanya balik Nakata

Songgun tersenyum lagi karena ia mendengar suara samar-samar nyanyian yang berpadu pada gemericik air didalam kamar mandinya. Itu tandanya Jiyong mulai mandi

“nde .. tolong pergi ke Boutiq Nari-san dan belikan aku setelan baju untuk Jiyong “

“oh baik nona … saya akan segera pergi”

Nakata tak perlu lagi menanyakan alamat dimana boutiq itu berada. Karena hampir setiap minggu Nakata mengantar nona mudanya itu untuk mengambil beberapa baju pesanannya

“terima kasih Nakata-san”

Setelah memutuskan telponya Songgun memunguti beberapa busana dalam miliknya dan kemeja serta Jiyong yang berserakan dilantai lalu ia masukkan kedalam box baju kotornya. Ia juga mengambil baju gantinya yang ia siapkan tadi yang juga terjatuh dilntai akibat permainan Jiyong. Songgun tak mungkin memakai baju yag sudah kusut kan ?

Setelah mendapatkan baju ganti lainnya dari dalam lemarinya, Songgun memutuskan untuk mandi juga di kamar mandi lain disalah satu kamar tamu yang berada dilantai bawah.

..

Sepuluh menit kemudian Songgun sudah siap dengan mengenakan blouse putihnya dan dress ungu magenta bermotif bunga miliknya. Rambutnya masih terurai berantakan akibat pengering rambut yang Songgun pakai untuk mengeringkan rambutnya tadi.

ia sebenarnya takut hanya menggunakan kimono mandi saat masuk kedalam. Bisa-bisa Jiyong akan terpancing lagi untuk menyerangnya tapi Songgun bisa bernafas lega karena Jiyong masih dikamar mandi. Jadi Songgun tergesa-gesa untuk menggati pakaiannya

Setelah selesai, Songgun melangkah mendekati meja riasnya dan duduk tepat didepannya lalu mulai memoleskan beberapa makeup tipis diwajahnya.

Cklek ~ pintu kamar mandi terbuka. Masih dengan penampilan yang sama saat masuk tadi, Jiyong mengenakan handuk putih yang terbelit menutupi daerah bawahnya saja. Yang membedakan adalah tubuh Jiyog yang mengkilap karena bebepara butiran air yang masih menempel dibebeara absnya.

“nde ?.. kau sudah mandi chagi ?“ kata Jiyong duduk diujung ranjang Songgun yang masih berantakan.

“emm.. aku mandi di kamar tamu oppa “ jawab Songgun melihat pantulan Jiyong dicermin yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“kau ingin pergi kesuatu tempat chagi? .. kajja kita pergi keluar” tanya Jiyong lagi mengampiri Songgun dan berdiri tepat dibelakang punggung

Songgun yang ingin mengoleskan lipsbam itupun menghentikan gerakannya “ini sudah senja oppa .. kau ingin jalan kemana em ?” lalu Songgun mulai lagi mengoleskan lipsbamnya

“kita pergi makan malam emm” Jiyong memainkah rambut Songgun lalu Jiyong menarik berdiri Songun dan menghadapkan kearahnya

“hya!!” songgun kaget karena Jiyong menariknya, lipsbam yang ia pakaipun melukis keluar melebihi ujung bibir Songgun“apa yang oppa lakukan ? kenapa mengagetkanku eoh ? lihat … lipsbamku jadi tak rapi”

Penciuman Jiyong mampu mencium aroma segar bah orange yang tercipta dari lipsbam yeojanya itu. Membuatnya ia kembali tergoda untuk melumatnya

“orange hemm? Apa aku boleh mencobanya chagi ” Jiyong mengelus bibir Songgun dengan jemarinya.

“mwo ? mencobanya ? oppa ingin memakai lipsbamku juga “ tanya Songgun polos membuat Jiyong mengerutkan dahinya

‘aneh sekali ?’ pikir Songgun dalam hati ‘ah mungkin bintang sepertinya sudah terbiasa menggunakannya’

“cha .. aku pakaikan nde “ Songgun mulai mendekatkan lipsbamnya itu ke bibir Jiyong

Jiyong menahannya “aish bukan itu maksudku changi “ Jiyong merebut lipsbamnya lalu ia letakkan diatas meja rias belakang Songgun

Songgun menggaruk kepalanya bingung “lalu ?”

Dengan cepat Jiyong menangkup kedua pipi Songgun “ige “

Chup

“eumppt” Songgun kembali membulatkan matanya karena kecolongan Jiyong kembali menyerangnya. Ia meronta mencengkram bahu Jiyong tapi Jiyong tetap tak bergeming dan masih asyik menghisap bibir bawah Songgun.

Rasa orange yang begitu dominan dibibir Songgun membuatnya tak bisa berhenti menjilati objek tak bertulang tersebut.

“eummm oppaaa emmpp” songgun mulai terlena dan perlahan memejamkan matanya. Ia merutuki dirinya sendiri kenapa ia begitu mudah kalah hanya dengan Jiyong memainkan bibirnya saja.

Jiyong terus menyesap bibir Songgun bergantian, serasa rasa orangenya yang mulai menghilang, Jiyongpun melepaskan ciumannya.

Songgunpun membuka matanya sedikit kecewa

“emmm.. aku mau lagi chagi” Jiyong kemudian mengambil lipsbam Songgun lagi dan mengolesinya berkali-kali dibibir Songgun. Kini bibir Songgun terlihat lebih mengkilap dan dengan cepat Jiyong kembali melumat panas bibir  Songgun

Jiyong langsung memejamkan matanya “eumm”

Kali ini Songgun tak mau pasif. Ia ikut membalas dengan melingkarkan lengannya di leher Jiyong dan menghisap bibir bawah namjanya saat Jiyong memainkan lidahnya didalam mulut Songgun

“uhhmmm”Songgun mengerang saat dengan keras Jiyong menghisap lidahnya dan mengajaknya berbelit denga lidah Jiyong

“ughh” keduanya menggerakkan kepala mereka kekanan dan kekiri untuk mencari posisi paling dalam untuk mengerjai bibir masing masing.

Tok tok tok

Indra pendengar keduanya menangkap suara ketukan pintu dari luar. Merekapun mau tak mau harus melepaskan kontak mereka. Meskipun Songgun sedikit kecewa tapi ia kemudian bersyukur karena mungkin Songgun akan kembali diserang Jiyong jika Songgun tak disadarkan dengan ketukan itu

“aishh mengganggu sekali “ dengus Jiyong kesal

Songgun tersenyum “itu pasti Nakata-san… tunggu sebentar em , bajumu sudah datang”Soggunpun mengurai tautan jemarinya yang melingkar dileher Jiyong dan berjalan kearah pintu lalu membukanya

Benar saja itu Nakata, ia memberikan sebuah paperbag putih yang didalamnya sudah berisi pesanan Songgun

“terima kasih.. oh ya siapkan mobil nde aku ingin kecafe malam ini” kata Songgun setelah menerima paperbag itu dari namja sipit yang sedikit lebih tinggi dan putih dari Jiyong.

“baik nona “ kata Nakata sebelum pergi

Songgun kembali menutup pintunya dan memberikan paperbag pada Jiyong “cha pakai ini oppa… “

Jiyong menerimanya “gomawo … apa benar kau ingin mengunjungi cafe ? aku ikut nde ?”

Songgun sedikit terdiam ‘apa tidak apa-apa membawa Jiyong ke cafe ?’

“ayolah …” rengek Jiyong

“aish baiklah oppa … tapi bagaimana jika fansmu membuat ulah ?”

“itu tak akan terjadi em “ jawab jiyong mengacak rambut Songgun lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju

“aku tunggu dimeja makan nde … oppa harus makan dulu sebelum pergi”

“nde !!… terserah kau saja “ teriak Jiyong dari dalam kamar mandi

15 menit kemudian setelah Jiyong dan Songgun menyelesaikan acara makan singkat mereka, keduanya bergegas menuju halaman depan yang disana sudah menunggu mobil Jaguard Songgun pemberian appanya dua tahun lalu.

“Satu kopi untuk satu tanda tangan. Ini promo yang aku berikan malam ini. Lets Go Baby …”

Tulis Jiyong pada akun SNS pribadinya yang melampirkan foto dirinya tengah berpose cute didepan cafe Songgun. Foto itu Songgun yang mengambilnya tepat setelah Jiyong memakirkan Songgun didepan cafe.

“kau akan mengadakan meet and great disana oppa ?”

“woaaa .. Jinjja … ? sangat beruntung sekali fans yang ada disana ?”

“itu tidak jauh dari tempat tinggalku oppa.. baiklah aku akan segera kesana “

“wahh… apa malam ini oppa akan menjadi pekerja paruh waktu . kkkk”

Tulis beberapa fans Jiyong yang langsung membombardir akun pribadi Jiyong itu. Baru beberapa menit Jiyong mempostnya tapi sudah ratusan bahkan hampir ribuan yang berkomentar.

Dan benar saja tidak selang dari satu jam, cafe Songgun sudah dipenuhi oleh banyak orang yang di dominasi oleh remaja putri Jepang. Sebenarnya tidak seberapa penuh, masih ada ruang untuk berjalan didalam cafe tapi jika dibandingkan dengan hari lain, malam ini cafe Songgun sedikit lebih berisik dan bercahaya.

Bagaimana tidak berisik, sesekali para fans Jiyong meneriaki nama idolanya yang kini tengan menggunakan topi telinga panda yang merupakan ikon cafe Songgun. Dan juga sedikit lebih bercahaya karena beberapa blitz camera fans yang sibuk mengabadikan moment keduanya

Jiyong begitu cekatan membantu Songgun dan beberapa staff cafe Songgun melayani pesanan dibalik meja counter.

Jiyong sedikit kualahan tapi untung saja Songgun selalu cepat mencatat pesanan disamping Jiyong. Dan bisa dipastikan antrian Jiyong lah yang paling panjang

“ini pesanan anda, 2 chocho tea dan satu chesee cake “ Jiyong tersenyum ramah saat memberikan pesanan kepada salah satu fans. “dan ini tanda tangannya “ Jiyong memberikan kembali photobook album terbaru Jiyong milik fansnya yang sudah ditandatangani

“wah Kamsahamnida oppa … Kau sangat tau bagaimana cara untuk menghabiskan waktu bersama dengan Songgun eonni dan membahagiakan fansmu di waktu yang bersamaan . “ Songgun yang berada disamping Jiyong tersenyum mendengarnya

Jiyong tersenyum lebih lebar “nde aku harus lebih menjaga malaikatku “ kemudian Jiyong merangkul bahu Songgun dari belakang menarik Songgun lebih dekat

“em Songgun eonni .. nan gwenchana ?.. aishhh aku sangat marah dengan penyerangan itu “

Songgun tersenyum ramah “gwenchana, hanya perlu perawatan kecil … Jiyong sudah menjagaku dengan baik “ kini Songgun tersenyum kearah Jiyong yang juga dibalas Jiyong

“em syukurlah eonni ..”

Jiyong lebih mengeratkan pelukan bahunya “apa kami tampak serasi “sekarang keduanya tengah mengenakan topi yang sama. Hanya saja terdapat pita merah muda yang terapit disalah satu telinga panda Songgun.

Fans tersebut mengangguk riang “nde sangat serasi ..oppa juga terlihat sangat cocok dengan kemeja yang kau kenakan” Fans itu memuji penambilan Jiyong yang kini mengenakan kemeja dark red berlengan pendek yang digulung sedikit lebih keatas oleh Jiyong

“jangan membuat kepala naga ini membesar emm “ kata Songgun dan kemudian ketiganya pun tertawa lagi

Lalu fasn ini terlihat tengah mengingat sesuatu “aku harus segera kembali .. appa menungguku diluar ”

“nde hati-hati dijalan dan titip salam untuk appamu ne “

“nde oppa … sayonara “ fans muda keturunan Korea-Jepang itu melambaikan tangan kearah keduanya saat menjauhi meja counter. Songunpun membalas lambaian tangan diikuti Jiyong yang melepas lengannya dibahu Songgun.

Dan mereka sudah harus kembali fans Jiyong berikutnya. Bisa dilihat antrian Jiyong sangat panjang hingga mengular keluar cafe. Untunglah semua berjalan tertib karena beberapa pengawal Songun juga ikut membatu mengatur antrian.

“hufff…” Jiyong menghempuskan nafas panjang lega saat duduk di sofa panjang milik Songgun yang berada diruangannya dilantai dua. “ughhh ini malam yang panjang chagi “ kata Jiyong merebahkan tubuhnya yang sesekali direnggangkan karena lelah.

Bagaimana tidak lelah, dirinya harus berdiri melayani pesanan dan memberikan tandatangan selama berjam-jam tanpa berhenti. Mungkin jika gambarkan, fans yang datang hampir mencapai seperempat dari rakyat Tokyo.

Songgun duduk disamping Jiyong dengan kedua tangannya membawa dua kaleng berisi sari jeruk yang Songgun ambil dari mini kulkas disudut ruangan ini.

“ide siapa ini emm … kau kan oppa ?” jawab enteng Songgun memberikan satu kaleng yang sudah dibuka

Jiyong bangkit “gomawo … sruupp” Jiyong langsung menenggak minuman itu hingga setengah habis “nde ini memang ideku .. ternyata sangat melelahkan mengadakan jumpa fans tanpa persiapan terlebih dahulu “

“hemmm “ hanya itu deheman Songgun mengelap kringat yang masih tersisa didahi Jiyong dengan sapu tangan Jiyong “besok kau harus kembali ke Korea emm ?” lanjut Songgun kemudian

Tadinya Jiyong yang memandang lekat Songgun perlahan memandang kecewa “aniyo .. aku menunggu eommanim dan appanim pulang dan akan membicarakan rencana pernikahan kita”

“aishh … mereka pulang dua hari lagi oppa .. kau akan mengabaikan album barumu eoh “

Jiyong menggeleng “ani .. besok oppa diundang disalah satu stasion tv di Jepang untuk membicarakan album baru oppa “

Songgun menyerngitkan matanya menyelidk “Gojimal ?”

“aniyo … ah tunggu sebentar “ Jiyong lalu merogoh saku jeansnya untuk mengambil smartphone “aku sudah menyetujuinya beberapa menit yang lalu “ Jiyong memperlihatkan email yang dikirim asistennya.

“kau sangat pintar oppa “ kesal Songgun

Jiyong tersenyum menang “tentu saja “ lalu ia kembali menyandarkan tubuhnya disandaran sofa Songgun dan menutup matanya dengan lengannya

“kau mengantuk ? kajja kita pulang oppa … biarkan aku yang menyetir “

Mendengar itu Jiyong membuka tutupan tangannya dimatanya “akh .. andwae … oppa tidak mengantuk … kajja kita pulang “ Jiyong langsung bangkit mengulurkan tangannya untuk menarik Songgun berdiri

“kau yakin oppa ?” tanya Songgun setelah berdiri

Cup

Jiyong mengecup singkat bibir Songgun “sangat yakin… berhenti bertanya atau aku akan menyerangmu disini  “ Jiyong menggandeng tangan Songgun mendekatkan wajah mereka

“aihh .. baiklah otak yadong … kajja “ Songgun menjauhkan wajahnya yang sedikit merona dan mulai berjalan duluan, tapi selangkah kemudian langkah Songgun yang akan membuka knop pintu terhenti karena deringan suara telpon dimeja kerjanya.

“ah – siapa yang menelpon selarut ini “ tanya Jiyong setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

“oppa tunggu dimobil saja nde… aku akan mengangkatnya sebentar” kata Songgun

Jiyong mengangguk patuh “baiklah … oppa duluan nde “ setelah mengelus pipi Songgun Jiyongpun keluar dari ruangan Songgun

Songgun sedikit berjalan tergesa kearah meja kerjanya

“hallo … Songgun disini “ jawab Songgun sambil mendudukkan tubuhnya diatas meja kerjanya

‘apa Jiyong sedang bersamamu sekarang.. kau terdengar sedang senang’

Deg

Suara dalam yang mengerikan itu mampu membuat seisi syaraf Songgun mengkaku… Eomma~ lirih hati Songgun

“anda rupanya Nyonya Han … ada perlu apa kau menelponku semalam ini?“ Tangan Songgun sudah mulai bergetar, tapi ia berusaha menata nada suaranya agar tetap terdengar tenang.

Nyonya Han tersenyum miring disebrang sana “kenapa kau yakin aku ini Nyonya Han emm?”

Songgun menghela nafas beratnya “bagaimana aku lupa dengan suara orang yang telah menyerangku eoh “ Songgun mencengkram gagang telponnya “a- meskipun kau bukan pelakunya tapi kau otak dari semuanya kan !!!” Songgun mulai meninggikan suaranya

‘cih … kau selalu tergesah-gesah dan tak sabaran seperti lelaki itu’ maksud nyonya Han adalah appa Songgun

“ berani sekali kau menyebut appa ku seperti itu eoh … kau menghubungiku hanya untuk menperdengarkan bualan kotormu itu saja ? Jika tidak ada yang penting sebaiknya aku menu –“

‘ sungguh tidak sopan’ saut Nyonya Han memotong perkataan Songgun ‘besok aku ingin bertemu denganmu. Luxery Hotel jam 10 pagi, temui aku disana’

Songgun sedikit tersentak dengan ajakan Nyonya Han ‘kenapa dia ingin bertemu denganku ?’ tanya hati Songgun. Memikirkan itu membuat Songgun terdiam

‘aku tak akan menyerangmu lagi eoh … tapi kau akan sedikit terkejut dengan hadiah yang akan aku berikan besok  ‘ Nyonya Han menggantungkan ucapannya

“mwo ? apa maksudmu hadiah ? jangan bermain-main dengan ku “

‘siapa yang ingin bermain dengan mu eoh …. datanglah dan kau akan mengetahuinya’

Bip ~ setelah itu Nyonya Han langsung memutus sambungan telponnya

“hyaaa !!! sial” umpat Songgun dengan mata yag berkaca-kaca.

“ada apa chagi ..? kau sakit ?” tanya Jiyong yang tatapannya sesekali melihat Songgun yang hanya diam menyenderkan kepalanya dibahu Jiyong yang sedang menyetir.

Songgun menggeleng “aku mengantuk oppa “ Songgun sedikit mendongakkan wajahnya kearah Jiyong.

Jiyong mengelus kelapa Songgun dengan satu tangannya lalu kembali menyandarkan kepala Songgun dibahunya “baiklah … tidurlah emm “ lalu kemudian Jiyong mengecup puncak kepala Songgun

Songgun mengangguk dan mencari posisi nyaman kepalanya dibahu Jiyong “bangunkan aku jika sudah sampai nde ..?”

“baik … kajja tidur …” Jiyong tetap mengelus rambut Songgun memberikan rasa nyaman pada Songgun

Songgun mulia memejamkan matanya. Bukan karena mengantuk bahkan ia ragu apa ia bisa tidur atau tidak malam ini. Songgun bingung memikirkan tawaran nyonya Han untuk bertemu. Awalnya ia ingin mengadu pada Jiyong tapi setelah difikir ulang itu akan membuat semakin rumit. Apalagi jika Jiyong tau nyonya Han adalah otak dibalik penyerangannya.

Matahari sudah menampakkan sinarnya pagi ini. Mata Songgun sedikit mengerjap karena terkena biasan cahaya kuning tersebut yang lolos dari cela jendelanya. Satu tangan Songgun mengulur kesamping sedang mencari sesuatu diatas ranjang

“tidak ada ?” Songgun langsung menoleh kearah samping untuk memastikan Jiyong memang sudah tidak ada disampingnya “kemana dia ?”

Songgun  menghela nafas berat sebelum ia bangkit dan duduk ditepi randangnya. Ia sedikit memijat tengkuknya yang terasa sedikit nyeri. Ini mungkin karena Songgun yang tidak mengubah posisinya tidurnya semalam. Tidur ? ah sebenarnya tidak benar-benar tidur. Songgun hanya memejamkan matanya dan pura-pura tidur dipelukan Jiyong.

Songgun masih ingat, saat jam dindingnya berdenting 3 kali Songgun masih sadar dan terus memikirkan ajakan eomma jahatnya itu. Ia berusaha untuk tidak gusar dan gelisah agar Jiyong tidak terbangun dari tidurnya. Ia masih terjaga sampai dentingan ke 5 dan baru setelah itu Songgun kehilangan kesadaran.

Setelah memakai sandal kamarnya, dengan malas Songgun berjalan gontai keluar kamar. Ia tak menemukan Songgun dikamar mandi, mungkin ia sudah ada dimeja makan, pikir Songgun.

Saat tiba dimeja makan, Songgun menemukan meja makannya masih dalam keadaan kosong.

“tak biasanya… ajhumaaa..!” Songgun meninggikan suaranya untuk mencari asistem rumah tangganya itu. Biasanya pagi-pagi sekali, meja makannya sudak terisi penuh dengan beberapa menu berat untuk sarapan yang dimasakkan oleh ahjumanya itu. Tapi jika kedua orang tuanya sedang bertugas setidaknya ada menu roti panggang dan orange jus kesukaan Songgun.

“oppa …! kau dimana eoh ?” kini Songgun mencari Jiyong

Sementara Jiyong ternyata sedang berada didapur yang berada sedikit jauh dari meja makan sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Songgun. Merasa sedang dicari Jiyongpun menghentikan aktifitasna mengaduk susu coklat dan sedikit berlari menghampiri Songgun.

“oh kau sudah bangun emmm !” Jiyong menghampiri Songgun dengan melepas apronnya yang ia letakkan diatas meja makan

Songgun sedikit terkejut dengan penampilan Jiyong yang sudah rapi_celana jeans biru navy tanpa lubang dan kemeja bitu pudar sedikit kebesaran ditubuh Jiyong yang tidak dimasukkan.

‘dari mana oppa mendapatkan baju itu ?’ diam Songgun memikir

“omo…. kenapa begitu rapi sepagi ini em ..” tanya Songgun mengucek matanya

Jiyong tersenyum geli kemudian mengelus rambut Songgun yang masih berantakan “sepagi ini ? ini sudah hampir jam delapan eh”

“mwo …jinjja …?” Songgun langsung menolehkan kepalanya kearah jam dinding yang terpasang diruangan itu “aishhh kau benar oppa ..” dengan lemas Songgun duduk diatas meja makannya. Bukannya karena kesal atau merasa takut karena semakin dekat dengan jam pertemuannya dengan nyonya Han, tapi ia merasa sedikit pusing.

Jiyong merasa ada yang aneh dengan yeojanya. Iapun menyeret salah satu kursi meja makan dan duduk dihadapan Songun “kau tidur dengan baik emm ?? “ dengan mendongak Jiyong mengelus kantung mata Songgun yang terlihat jelas pagi ini pada wajah Songgun yang sedikit pucat.

Songgun mengangguk sedikit “nde .. mungkin aku terlalu lelah karena semalam oppa “

“aku merasa bersalah chagi … mianhae “ kini Jiyong mengelus pipi Songgun

“gwenchana … aku senang karena bisa lebih dekat dengan fans mu oppa.” Songgun menggenggam tangan lain Jiyong yang berada diatas paha terbukanya_karena Songgun masih mengenakan celana pendek tidurnya.

Kemudian Jiyong merentangkan kedua tangannya “kau butuh pelukan emm .. kajja”

Songgun tersenyum saat turun dari meja dan langsung melebarkan kakinya untuk duduk dipangkuan Songgun lalu menyambut pelukan Jiyong

“omo omo … kau bayi besar yang berat emm “ Kata Jiyong yang mengeratkan pelukannya “jangan membuat oppa khawatir nde …” bisik Jiyong

Songgun mengangguk menyenderkan kepalanya didada Jiyong “aku baik-baik saja oppa” Songgun juga mengeratkan pelukannya. Ia sedikit tenang karena menghirup aroma mint dari tubuh Jiyong

‘tidak oppa .. aku takut’ lanjut hati Songgun dengan wajah muram yang pastinya Jiyong tidak mengetahuinya

Saat Jiyong menegakkan dagu Songgun untuk menghadapnya, Songgun mengubah ekspresinya dengan cepat

Jiyong menatap Songgun lekat dan

Chup

Jiyong menempelkan bibirnya di bibir Songgun. Meskipun sedikit tersentak tapi Songgun perlahan mulai membalas kecupan Jiyong yang berubah menjadi lumatan. Jiyong berusaha selembut mungkin tidak terlalu tergesa dan terkesan bernafsu. Ia hanya ingin mengungkapkan rasa cintanya untuk Songgun

“eumm” desah Songgun saat Jiyong melepaskan ciumannya “morning kiss eoh “

“nde “ Jiyong menghapus bibir basah Songgun akibat salivanya “kita sarapan hmm.. oppa sudah menyiapkan semuanya” kata Jiyong yang tangannya tidak berhenti mengelus rambut Songgun

“nde ? kau membuat sarapan untukku ?” tanya Songgun tidak percaya

“nde … oppa yang melarang ahjuma untuk memasak ….” Jiyong mengangkat tubuh Songgun yang kakinya masih melingkar dipinggangnya menuju dapur “tapi maafkan oppa jika masakannya tidak enak emm … aku sangat berterima kasih pada ahjuma yang mau sabar mengajariku membuat sup kaki sapi kesukaanmu” Jiyong mendudukkan Songgun diatas counter dapur

Songgun melepaskan pelukannya “aku tak tau ternyata kau semanis ini em … gomawo “Songgun merengkuh kedua pipi Jiyong dan mengencup Singkat bibirnya

“chakkamanyo – oppa ambilkan supnya dulu nde “

Songgun mengangguk

Dengan cekatan Jiyong mengambil sebuah mangkok diatas lemari pentri Songgun dan mulai mengambil sup Songgun yang masih diatas kompor.

“emm .. aku bisa mencium aromanya oppa… sepertinya enak “

“jinjja … semoga saja ini enak changi … oh ya, apa rencanamu hari ini em ….” tanya Jiyong yang masih memenuhi mangkok Songgun

Songgun sedikit mencengkram pinggiran counter dapurnya yang sedang ia duduki “ha hari ini … ah- aku akan pergi kekampus oppa sebentar… lalu kapan oppa berangkat ?” tanya Songgun yang sebenarnya ingin mengalihkan perhatian

“sebentar lagi oppa berangkat, tapi masih ada waktu untuk kita makan bersama em “ Jiyong kembali menghampiri Songgun

Soggun mengangguk mengeti “apa hingga sore ? jam berapa kau kembali oppa ?”

Jiyong meletakkan mangkoknya disamping Songgun dan kini memenjarakan Songgun dengan kedua tangannya Jiyong letakkan dikiri kanan samping paha Songgun

Jiyong mendekatkan wajahnya “kau takut akan merindukan oppa ?”

“ashh … jangan berubah menyebalkan eoh “ Songgun mendorong dada Jiyong menjauh lalu turun dari counter dapurnya

“aku berusaha romantis chagi” rajuk Jiyong

“sudahlah, berhenti membuang waktumy oppa  … aku bantu bawakan ini, oppa tolong ambilkan nasinya” Songgun membawa mangkok tersebut kemeja makan

“sshhh baiklah chagi ..”

‘apakah keputusanku ini sudah benar ?’

‘berani sekali kau mendatangi orang yang sudah menyelakakanmu .. apa kau sudah gila?’

Songgun tak hentinya membuat pertanyaan didalam pikirannya untuk dirinya sendiri. Ia sedang bedara diperjalanan menuju hotel tempat keduanya akan bertemu.

‘apa dia akan menyelakaiku lagi ? tapi .. dia tidak mungkin melakukannya di hotelnya sendiri kan?’

Ya, Luxery Hotel adalah salah satu cabang tambang emas yang dimiliki oleh nyonya Han

“nona kita sudah sampai “ kata Nakata yang menjadi sopir Songgun. Nakata tidak sendiri, ia bersama Yonho yang juga pengawal Songgun yang memiliki kulit lebih gelap daripada Nataka.

‘apa yang sebenarnya orang itu rencanakan ?’ Songgun tidak bergeming dan masih memainkan jari-jarinya karena gugup

Merasa tidak direpon, Nakata melihat kearah Yunho.yang duduk disampingnya

Yunho yang tau maksudnya, ia langsung keluar dan membukakan pintu untuk Songgun. Biasanya Songgun tidak mau dibukakan pintu serti ini.

“nona …” kata Yunho sedikit tegas

Songgun sedikit kagit “nde ?”

“maaf nona , tapi kita sudah sampai “ kata Yunho dibelakang pintu mobil yang dibukanya

“ah nde …” Songgun langsung keluar dan berjalan memasuki gedung mewah  itu diikuti Yunho dan Nakata dibelakangnya.

“kalian tunggu diloby saja … aku hanya ada perlu sebentar dengan orang itu. Tapi untuk jaga-jaga saja, jika 30 menit aku tak kembali, kalian boleh menyusulku di restoran hotel ini”

“baik nona ..” keduanya membungkuk memberi tanda mengerti sebelum Songgun meninggalkan mereka berdua menuju pintu lift

“hufff…” Songgun berusaha mengendalikan emosinya agar tidak gugup. Tapi ia tak bisa memungkiri keringat dingin tengah membanjiri seluruh tubuhnya.

Ia mengibaskan salah satu tangannya kearah leher untuk menghilangkan hawa panas yang ada ditubungnya meskipun itu tidak berhasil

Ding ~ pintu terbuka dilantai 3. Songgun berjalan keluar dan sedikit merapikan blezer ungunya yang sangat cocok dengan paduan celana bahan yang dipakai oleh Songgun sekarang berwarna senada. Tak lupa ia menenteng tas kenamaan Luxor berwarna putih senada dengan sepatu hak tingginya dan kemeja Songgun. Meskipun ia sangat membenci eommanya, setidaknya Songgun masih memakai pakaian yang pantas dan sopan.

Dari sini Songgun bisa melihat pintu restoran yang terbuat dari kaca kristal dengan pinggiran seperti lempengan emas yang mengkilat.

Salah seorang staff wanita yang bertugas membuka pintu tersenyum ramah kearah Songgun. Songgun membalas dengan senyum yang tak kalah ramahnya. Sungguh bertolak belakang dengan keadaan hatinya yang sedang kacau.

“kau bisa menunjukkanku dimana meja Nyonya Han ?” tanya Songgun pada staff itu

“nona Kang Songgun?”

“nde “

“ah baik mari saya tunjukkan, presdir sudah datang 5 menit lalu “ staff itu berjalan masuk membawa Songgun kearah nyonya Han yang ternyata sudah menunggunya disana. Setiap langkahnya, kaki Songgun terasa berat. Ia fikir dengan berangkat lebih awal ia akan mempunyai sedikit waktu untuk menenangkan diri karena eommanya belum datang, tapi dugaan Songgun salah

Pegawai itu membawa Songgun kebagian ruang VVIP yang didalamnya tidak seberapa ramai. Hanya tamu-tamu negara yang biasanya diizinkan makan disini.

“ah … itu dia mejanya nona “

Songgun mengederkan pandangannya kearah yang ditunjukkan.

Deg ~

‘itu dia’

Selang empat sampai lima dari tempat Songgun berdiri sekarang, ia kini bisa melihat perawakan wanita paruh baya yang tengah tersenyum penuh arti jahat kearahnya.

“terima kasih “ Songgun kemudian melangkahkan kaki menuju nyonya Han yang berdiri tengan menunggu kedatangan Songgun

Songgun sedikit membungkuk memberi salam “maaf.. sudah membuat anda menunggu”

“aku juga baru datang mari … silahkan duduk “ nyonya Han duduk diikuti Songgun kemudian “kau terlihat pucat emm “

“kita langsung keintinya saja .. sebenarnya apa yang ingin anda inginkan dari saya .. “ Songgun mencengkram tangannya sendiri untuk menahan emosi.

Nyonya han tersenyum sinis begitu mengerikan dibalik lipstik berwarna merah terang yang ia gunakan sekarang. Kesan angkuh semakin terlihat dari tatanan rambut nyonya Han yang disasak tinggi dan kalung berliannya yang ia pakai

“setidaknya kau minumlah dahulu …. kau takut aku menaburkan racun didalamnya em “

Teling Songgun semakin panas mendengarnya “nde … aku harus berjaga-jaga untuk semua kemungkinan eoh … aku tau apa yang dipikirkan rubah licik sepertimu.”

Senyum nyonya Han menghilang “sial kau” nyonya Han lalu mengambil sebuah kertas tebal berbentuk persegi berwarna biru metalik dan diletakkan diatas meja dihadapan Songgun

Kepala Songgun sedkit memanjang untuk melihat apa sebenarnya isi kertas itu

~Happy Weedding *Lee Sungmin *Sandara Park

Songgun kini tersenyum sinis “cih – anda ingin bertemu dengan ku hanya untuk memberikan kartu undangan ini ? kau tau aku tak akan datang kan ?”

“kau takut karena masih mencintai Sungmin “ nyonya Han merapikan sedikit sasakan rambutnya

Songgun begitu kesal, ia merasa dipermainkan “ anda menghayal ? kau sudah membuang waktuku nyonya Han” Songgun mengambil tasnya lalu bersiap untuk berdiri

Prak..

Kini nyonya Han kembali melemparkan keatas meja amplop coklat yang lebih besar dari pada undangan Sungmin tadi.

Songgun mengurungkan niatnya untuk berdiri “apa lagi ini ?”

“bukalah sendiri ..” kata nyonya Han santai menyesap ekspreso yang dihidangkan oleh pramusaji beberapa waktu lalu..

“aishhh .. kau menahanku lebih lama lagi” dengan kesal Songgun menaruh tasnya kembali dan dengan cepat mengambil amplop itu dan mulai membukanya.

Nyonya Han tersenyum menang saat melihat Songgun mulai membaca isi surat dalam amplop itu.

Dahi Songgun mengerut saat membaca dari mana surat itu besaral.

Surat Catatan Sipil Pengadilan Umum, Seoul-Korea Selatan’

Mata Songgun bergerak beriringan dengan lisannya yang mulai membaca isi surat tersebut. Ia tau ini bukan surat biasa tapi surat resmi yang tidak sembarangan dikeluarkan oleh pengadilan. Snggun membatin

‘apa yang sebenarnya orang ini – “ batinan Songgun terhenti saat ia membaca beberaka kata yang dicerak tebal ditengah isi surat tersebut.

“MWO …?” dengan cepat Songgun menatap tajam Nyonya Han yang kini berekspresi datar “apa maksudnya ini eoh ? surat pembatalan akta kelahiranku ? bagaimana bisa kau …” Songgun mencengkram surat itu hingga kusut, matanya mulai buram karena air matanya mulai tergenang.

“nde … seharusnya aku melakukan ini dari awal saat berniat untuk meninggalkanmu. Dengan ini kau sudah sah bukan anakku lagi dimata negara” jawab Nyonya Han tanpa beban.

Songun terdiam, ia tak habis pikir dengan kelakuan eommanya itu. Satu tetes air mata berhasil lolos dihadapan Nyonya Han

“apa kau bukan eomma kandungku “ kata Songgun berpandangan kosong tak melihat Nyonya Han

“aku memang ibu kandungmu … tapi, mengandungmu adalah sebuah kesalahan. “

Songgun mendongak kearah nyonya Han yang kini seperti menaburkan garam diatas goresan lukanya

“awalnya aku mencoba menerimamu tapi aku rasa ini tidak akan berhasil karena kau dan appamu yang membuatku kehilangan semua harta dari keluargaku “

“apa maksudmu ?”

“jika bukan karena appamu yang ceroboh meniduriku dan aku hamil, aku pasti sudah menjadi pewaris tunggal HanShin Group. Aku diusir dan  harus hidup dengan appamu dalam keterbatasan. Meskipun pada akhirnya appamu berhasil melebihi perusahaan keluargaku tapi ternyata itu takkan mengubah segalanya nona Kang”

“aku memang ibu kandungmu … tapi, mengandungmu adalah sebuah kesalahan. “

Kata-kata itu masih mengiang ditelinga Songgun. Pikirannya masih putih dan menghasilkan tatapan kosong yang tidak bisa diartikan oleh kedua pengawalnya itu yang kini berada dideretan kursi kepan. Mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada nonanya itu.

Mereka hanya diam karena sangat tidak sopan mengetahui masalah pribadi majikannya, itu prinsip mereka.

“bawa aku ke pantai … “

Itu perintah Songgun terakhir setelah Songgun masuk kemobilnya dengan tangannya yang meremas sebuah amplop coklat.

15 menit perjalanan, Songgun sudah tiba disalah satu pantai favoritnya yang selalu ia kunjungi bersama Sungmin beberapa tahun terakhir.

“tuhan … apa ini lelucon “ gumam Songgun yang kini duduk diatas pasir pantai yang tidak seberapa terik pagi ini. Mungkin bisa dibilang pagi ini sedkit berawan khas musim gugur negara Gingseng tersebut. Songgun membawa serta tas dan amplopnya yang kini ia letakkan disampingnya.

Pantainya begitu lengang hanya ada satu dua orang yang terlihat berlalu lalang bermain layang-layang atau hanya sekedar duduk menikmati gugusan batu karang yang beradu dengan deburan ombak.

Mata kecilnya mulai memproduksi cairan bening dan terdengar isakan dari pita suaranya “hikss … kenapa setelah 20 tahun, kau baru membuangku sekarang … hiks  “ Songgun mulai terisak menelungkupkan wajahnya diantara kedua lutut yang ditekuk.

“kau seharusnya meggugurkanku hiksss … akan lebih mudah bukan “

Hari sudah beranjak siang tapi ia tak berniat untuk pulang. Dari kejauhan Nakata dan Yunho hanya memperhatikan nonanya dari kejauhan. Songgun memang meminta waktu untuk sendiri tapi mereka tak mungkin meninggalkan nonanya begitu saja bukan. Mereka masih mengawasi Songgun didalam mobil yang diparkir tidak jauh dari tempat Songgun duduk.

“hahhh… bagaimana kita menjelaskan ini kepada tuan Kang nanti” tanya Yunho mengendurkan dasi hitamnya.

“entahlah … aku sangat penasaran dengan isi amplop itu “ sambung Nakata yang bisa melihat punggung Songgun dari kejauhan

Yunho menyandarkan tubuhnya disandaran kursinya “apa perlu kita menghubungi tuan Jiyong ?”

“ashhh nona bilang dia butuh waktu untuk sendiri eoh … sudahlah kita cukup mengawasinya saja” Nakata menyandarkan dagunya diatas pengemudi mobil

“baiklah … aku sedikit mengantuk … aku ingin tidur sebentar” Yunho melipat kedua tangannya dan memejamkan matanya

“hya.. !! lalu bagaimana dengan aku ? aku juga lelah “

Yunho meletakkan telunjuknya diatas bibirnya “kita bergantian menjaga nona Songgun, satu jam lagi tolong bangunkan aku”

“ashhh baiklah ..” jawab Nakata mengalah. Ia berusaha menegapkan tubuhnya dan melebarkan matanya yang sebenarnya sudah lelah. “aku menyesal menerima ajakanmu semalam dude” Nakata menyesal telah menerima ajakan Yunho untuk begadang semalaman menonton pertandingan tim sepak bola favoritnya

Berkali-kali Nakata menguap dan pandangannya masih kearah Songgun yang masih tidak bergeming. Kepala Nakata berkali-kali jatuh menahan kantuk hingga akhirnya Nakata ikut terlelap.

“chagia ~ aku pulangggg …” Jiyong berteriak memanggil Songgun saat masuk kekediaman mewah itu. Jiyong menunggu tanggapan dari Songgun tapi tak ada jawaban

“hya … chagiaaa .. kau dirumah ? kau sedang keluar ?”

Ahjuma yang mengurus rumah Songgun menghampiri Jiyong “maaf tuan tapi nona Songgun belum pulang “

“nde ? belum pulang ? tapi ini sudah hampir senja?” dengan panik Jiyong mengeluarkan smartphonenya dan menekan tombol 1 pada kontak panggilan cepatnya

‘maaf … nomor yang anda tuju sedang …’

Jiyong mulai panik “ashhh sial “ kesal Jiyong menjauhkan smartphonya dari telinganya

Sebenarnya Jiyong hanya 2 jam berada di stasiun tv itu untuk sekedar mempromosikan albumnya. Tapi yang menahan Jiyong lebih lama adalah ajakan petinggi stasiun tv itu dalam acara jamuan makan. Jiyong sebenarnya ingin menolak tapi ia berusaha untuk profesional.

Jiyong terlihat tak tenang memondar-mandirkan tubuhnya “apa dia pergi sendiri “ jiyong masih berusaha menghubungi Songgun kembali

“nona bersama Nakata dan Yunho …”

“beri aku nomor mereka”

“ashhh kenapa mereka kompak tak menjawab telponku eoh …” Jiyong marah kepada Yunho dan Nakata yang tidak mengangkat telponnya yang jelas-jelas bisa tersambung.

“maaf tuan kami juga tak berhasil menghubungi mereka …” kata seorang pengawal Songgun lainnya yang juga berusaha menghubungi temannya itu.

Jiyong meremas rambutnya frustasi “kalian tau Songgun pergi kemana ?”

Beberapa orang berjas hitam didepan Jiyong menggeleng dengan menunduk

“maaf tuan kami tidak tau … “

Jiyong menghela nafas kecewa, ia begitu panik

Jiyong memukul kepalanya sendiri “ah bodoh “ Jiyong bergumam keras “kenapa tak terfikirkan .. cepat lacak GPS mereka“

Jiyong langsung melesat masuk kedalam mobilnya dan menginjak gas keras setelah salah seorang pengawal Songgun berhasil melacak GPS Songgun.

“mereka ada di Pantai Otsukabe tuan “

Jiyong mendengar jelas dimana Songgun berada. Jiyong tak habis pikir apa yang yeojanya lakukan diluar sana hingga selarut ini.

“apa yang kau lakukan di pantai hingga sesore ini emm” jiyong bicara sendiri meluapkan rasa khawatirnya

‘bagaimana jika khasus penyerangan itu terulang?’

Jiyong menggelengkan kepalanya keras “ah ani ani … itu tidak akan terjadi… Songgun tidak sendiran kali ini” Jiyong mengangguk meyakinkan “ah benar … semua akan baik baik saja”

Jiyong berusaha membuang jauh-jauh pikiran jeleknya. Ia mencoba fokus mengendarai mobilnya agar cepat sampai.

“mungkin ia ingin menikmati senja favoritnya “

*Jiyong pov

Aku menolehkan kepalaku kekanan-kiri untuk mencari Songgun. Pantai ini sudah sepi dan cahaya jingga sudah menutupi keseluruhan pantai. Meskipun aku juga sangat menyukai matahari terbenam, tapi aku sangat tidak tertarik kali ini.

“ah … itu dia “ aku berhasil menemukan mobil Songgun yang terparkir disalah satu sudut pantai . aku berlari kencang menghampirinya dan berharap bisa menemukan Songgun dalam keadaan baik- baik saja

Tapi harapanku sirna saat tidak melihat Songgun didalam mobilnya. Hanya ada Nakata dan Yunho yang …

“Mwooo … yakkk!”

Brakkk brakkk

Dengan keras aku menggedor jendela mobil Songgun agar mereka dapat bangun. Bagaimana bisa mereka enak-enakan tidur sementara Songgun

‘omona … Songgun ..’

Keduanya terlonjak kaget

“hya ! buka pintunya eoh “ kataku penuh emosi

Meskipun masih dalam keadaan setengah sadar, mereka membuka pintu dengan perasaan takut terhadapku

Yonho keluar dan pertama menghampiriku “tuan …- “ Yunho ingin mengatahkan sesuatu tapi dengan cepat aku memotongnya

Aku mencengkram kera bajunya “dimana Songgun sekarang eoh .. bagaimana bisa kalian enak-enakan tidur dan melalaikan tugas kalian !!”

“kami sungguh minta maaf tuan … nona Songgun yang – “

“YA TUHAN … NONA ..” aku dan Yunho menoleh kearah Nakata yang berteriak histeris “tuan nona …” Nakata menunjuk sesuatu kearah depan

Aku mengikuti arah yang dtunjuk Nakata

Aku membelalakkan mataku “CHAGIYAA …” aku melepaskan cengkraman tanganku di kera Yunho dan segera berlari kearah Songgun yang sudah tergeletak diatas pasir pantai

‘ada apa lagi ini ‘

Dengan cepat aku mengangkat kepala Songgun memangkukannya dipahaku

“chagiya ,,, chagiya .. ireona …!” aku mengguncang bahunya dan menepuk ringan pipinya agar dia bangun

‘kau tak mungkin diserang lagi kan chagi …’

Aku melihat matanya yang sedikit basah dan sembab

‘dia menangis ? tapi kenapa ?’

“chagiya …” suaraku mulai melemas dan saat aku ingin mengangkat tubuh Songgun ..

“ugh..”Songgun mengeluh dan perlahan membuka matanya

“chagiya … kau sadar eoh … aigooo apa yang sebenarnya terjadi emm “ aku memeluk kepalanya membenamkan di bahuku lalu ku kecup keningnya. Tapi aku masih belum bisa bernafas lega

“op- oppa … gwanchanayo “ dia berkata begitu lirih dengan bibir keringnya nan pucat

“kau terluka ? siapa yang menyerangmu emm ?”

Songgun menggeleng “aniyoo..” dia masih sangat lemah

“aishh berapa lama kau pingsan eh …  kau senang membuat oppa hampir mati “

Hal yang tak aku sukai dari Songgun adalah dia selalu saja tersenyum disaat aku sangat mengkhawatirkannya seperti sekarang ini

“hya … kau tersenyum lagi eoh !! aish kau menyebalkan “

Songgun memudarkan senyumannya “aku ingin menangis oppa …”ia langsung memeluk tengkukku dan membenamkan wajahnya dileherku “hikss ..” dia langsung terisak

“hya chagiyaaa ~ ada apa eoh “

Tapi ia semakin terisak tak menjawab pertanyaanku

TBC

Posted on 20/11/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 35 Comments.

  1. Kok ada ya ibu kayak gitu. Bikin geregetan

  2. aigo.. kasian banget songgun, ,jahat sih ibu han.. ah jiyong oppa sweet banget sih.. gag sabar pengen tau jiyong dan songgun married 🙂 .. next thor jangan lama lama udah terlalu seneng sama MLY.. 😀 fighting thor

  3. makin keren aja nih.konfliknya bgus banget

  4. Krong krong

    Aku tidak hbs pkr sm ibu kndngy songgun,ms dia k’jm bngt si.yg kuat y songgun uni.

  5. Makin seru,,
    Konflik ya makin banyak juga
    Next min

  6. donghyunrumy

    kasian songgun huhuhu
    semangat eon next chap nya..
    semoga eomma songgun gak macem macem lagi deh
    T.T

  7. umma songgun jahat banget, songgun kasian sekali

    lanjut yaps

  8. duhh makin bnyak partx alur ceitanya makin seru dan mnarik…

    mau dong jd soungguk yg punyajiyong yg perhtian,romnts dan penuh cinta.
    soungguk tuh harusx terbuka ke Jiyong biar g trtekan dan stress

    btw ni ff kan dah bgus bgt alurnya, tlg author pnulisnx lbih d prhtikan ne *maaf g brmksd menggurui ne* g bnyak” bgt sih tp cukp mengganggu krn pas lg baca yg feelx dpt bgt hrus berhnti dan baca ulang krn ad pnulisan nama tokoh krktr yg trulg. aq kdang bingung tntg pmbgian sudut pndgx.

    jg marah ne author…. trus klo smpt part slnjtx jgn klamaan kburu kgen brt ma ff ni

    fighting!!

  9. Daebak thor ditunggu lanjutanya hwaiting!

  10. Ibu kandung yg gila.
    Keren so sweet, thor next thor jngan lama ne?

  11. Nyonya han jahat bnget si

    sneng kyanya klo di dunia nyata ada namja kya jiyong yg sweet dan penuh perhatian… Lanjuuuut thor penasaran nih

  12. Gue pengin bunuh nyonya han thor, kjem amat nih orng

    keren sweet bnget si jiyong next thor next jngan lama hehe

  13. Thor mending cpetan tuh nikahin jiyong dg songgun biar nyonya songgun makin panas kebakar dan lenyap haha *ketawaJahat

    lanjut thor uda gk sbr nih. Fighting!

  14. Kyaaaaa so sweet deh tp ksian songgun masa dibuang ama ibu kndungnya sndri ihhh jahat amit tu orng. Lanjut thor jngan lama” fighting thor

  15. bisa ya ada emak macam tu. poor songgun 😦

  16. Keren thor alur critanya so sweet pula. Ditunggu nextnya uda gk sbr pengin bca nexnya. Semangat thor

  17. maya okseria

    Astaga nyonya han jahat banget..
    Ngebuang songgun baru skrng…

    Dendam karna gak dapat harta keluarganya…

    Songgun sampai pingsan gitu mikirin perkataan nyonya han

  18. Sudah ibu begitu mah gak usah dihiraukan kan sekarang songgun juga kaya… Lalu kenapa sih itu nyonya han?? Takut kalo ya di minta warisan sama anaknya,,, xixixixi
    Songgun jadi wanita tegar kuat walau badai menghadang fighting!

    Next lanjutannya konfliknya mulai memanas Kaka,,, keren 😀

  19. aigoo itu ibu jahat bngt ya nyakitin anak kandung nya sendiri

  20. Yaampun itu ibu apa musuh? Ada ya ibu kndung kya bgitu kelakuanya

    makin ksini makin seru ajj so sweet pula. Next ya thor jngan lama fighting!

  21. Wah makin menarik nih konfliknya juga romancenya keren
    next next gak sbr pengin bca nextnya… Semangat ya thor

  22. Makin seru thor saya suka alur critanya. Next donk thor jngan lama hehe semangat!

  23. Konflik nya uda makin menarik. Sweet bnget

    lanjuuuuuuuuuuut thor!
    Fighting! Jngan lama thor q uda pnasaran hehe

  24. Jahat bnget si nenek sihir kasihan songgun. Kira” kpan ya mreka married?
    Lanjut thor q uda penasaran

  25. Jahat bnget si ama songgun
    pdhal kan ank kndung sndri
    next thor next

  26. Huh sbel ama ibu kndung songgun, kan kasian songgun.Tp gk ppa krna ada jiyong yg slalu ada buat songgun…
    Next thor jngan lama hihihi uda gk sbr pengin bca nextnya

  27. Kyaah daebak thor ffnya konfliknya makin mnarik. Next ya thor semangat bkin nextnya n jngan lama sharenya hehe fightin!

  28. nyebelin banget mamanya songgun sumpah

  29. Daebak thor keren alur critanya, ditunggu lanjutanya fighting!

  30. Keren ff nya sweet bnget. Di next donk thor

  31. Kasian songgun. Daebak thor ditunggu nextnya smangat thor

  32. Makin seru aja partx
    kasian songgun untung ada jiyong sneng deh haha
    lanjut donk thor… Kpan nih mau di next q uda pengin bca lg, jngan lama ya thor

  33. Daebak!! Kpan mreka married thor? Haha gak sbar gue

    ditunggu lanjutanya jngan lama nextnya semangat!

  34. Cie so sweet.. Tp aku ksian ama songgun ibu nya jhat bnget… Next thor fightin!!

  35. hyaa mkin seruu and kerenn ajj thor.

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: