Mistake Loving You part 10 – END

Jengg Jengg… Annyeong haseyeo readers… long time not see you. Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena baru rilis sekarang. Sebenarnya ff ini uda lama rampung tapi ada banyak kendala sehingga baru kali ini bisa publis. So.. ini part terakhir MLY, jadi author bener-bener minta komen yang membangun buat ff author selanjutnya. Terima kasih buat semua komen selama ini dan author seneng banget sama readers yang mau baca ff ini. Next time… author akan nyoba buat ff oneshorts dan uda kepikiran beberapa cast dan alurnya. So.. ditunggun nde.. jeongmal gomawo…

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 10

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating              : +21

Genre               : NC, Happy and Romance ending

= = =

Dengan langkah mantab Jiyong keluar dari ruangan itu berjalan menyusuri koridor panjang. Dengan beberapa orang dibelakangnya yang mengikuti langkah Jiyong, jiyongpun  langsung masuk kedalam sebuah ballroom yang sudah ia sewa untuk acaranya kali ini

Beberapa sorot kamera dan bidikan blit kamera wartawanpun menyambut kedatangan Jiyong yang kini sudah duduk didepan meja besar dengan beberapa mikrophone yang berjejer.

Jiyong mengembankan senyumnya pada semua awak media yang telah duduk teratur didepannya.

“annyeong haseyeo … “ sapa Jiyong ramah “terima kasih banyak karena telah menyempatkan diri untuk datang dalam acara prescon kali ini.. aku harap kalian tak terkejut dengan apa yang akan aku katakan “ Jiyong tesenyum ringan. Kedua orang yang duduk disamping kanan-kiri Jiyong juga ikut tersenyum.

Para awak media terlihat bertanya satu sama lain bingung, lebih tepatnya penasaran dengan maksud Jiyong

“apa yang sebenarnya akan anda sampaikan pada kami ? apa ini berita pernikahan?” tanya salah seorang wartawan berpakaian formal yang duduk dibaris depan. Sebenarnya bukan wartawan itu saja yang berpakaian formal tapi semua wartawan yang hadir juga berpakaian seperti itu

“nde.. sebenarnya aku akan menikah hari ini “ ya jika sesuai dengan rencana awal Jiyong, dirinya dan Songgun akan mengikat janji pagi ini, tepat satu minggu kepulangan Jiyong dari Jepang.

Semuanya terdiam kaget “nde ?” jawaban Jiyong sontak membuat para awak media terkejut karena merasa kecolongan.

Sepintar pintarnya seorang artis menyembunyikan sebuah fakta, para pemburu berita ini pasti bisa mengendus dan membongkar semua kenyataannya. Meskipun pada awalnya artis yang bersangkutan terlebih dulu menyangkal berita tersebut. Ini cerita klasik dunia hiburan bukan ?.

Tapi keterkejutan itu tak berlangsung lama karena mereka harus mencatat jawaban Jiyong tadi didalam note mereka atau mengetiknya langsung dalam lembar berita online yang nantinya akan disebarkan keseluruh penjuru Korea hingga dunia.

“wah … ini sangat mengejutkan bagi kami … bagaimana anda bisa menyembunyikan ini dengan begitu rapi ? “

“nde … jika ini berita bahagia, kenapa anda sendirian ? “

“dimana nona Songgun? Kenapa kalian tidak datang bersama?”

“ini seperti undangan yang mendadak”

Jiyong mendapatkan berondongan pertanyaan dari wartawan sepertinya sudah gemas dengan Jiyong.

“rencananya kami memang menikah hari ini, tapi …” Jiyong memberi jeda bicaranya “tapi kami sepakat untuk menunda pernikahan kami “

Wartawan yang tadinya serius menajamkan pendengarannya dan menulis setiap perkataan Jiyong kembali terhenti.

“mwo ? menunda pernikahan ? apa ini berkaitan dengan restu management ?” tanya seorang wartawan namja dari salah satu majalah elit Korea

“itu tidak benar.. management tak ada sangkut pautnya dengan ini karena sebenarnya album yang baru aku luncurkan beberapa waktu lalu adalah album terakhirku bersama JY Ent” jawab Jiyonng santai

“aku memutuskan untuk tidak memperbaharui kontrakku lagi” lanjut Jiyong

Para wartawan kembali dibuat kaget tapi mau tak mau mereka harus tetap menulisnya bukan sebagai bahan berita yang mungkin bisa ditebak akan jadi breaking news mengingat ada beberapa chennel tv yang meliputnya secara live.

“apa ini sama halnya dengan anda berhenti bernyanyi ?” kini giliran wartawan berkemeja garis bertanya pada Jiyong

Jiyong menggeleng “ani.. aku akan terus bernyanyi“ lalu Jiyong menoleh kearah kanan melihat orang yang duduk disampingnya lalu tersenyum “kalian pasti tidak asing dengan presdir Choi Siwon kan ?”

Mendengar namanya disebut secara formal oleh sahabat karipnya itu, Siwon tersenyum samar.

Wartawan mengangguk tahu, semua juru warta terlebih wartawan berita bisnis pasti sangat mengenal presdir muda Choi Group itu.

“dia akan menjadi bos baruku “ kata Jiyong memukul ringan bahu Siwon

“aish aku terdengar lebih tua dengan sebutan itu .. jangan berlebihan eoh, semua orang tahu kita ini seumuran “ dengus Siwon kesal mencoba bercanda dengan Jiyong yang memang adalah teman sekelasnya dulu. Siwon memang terkenal seorang presdir yang apa adanya dan jauh dari kesan kaku seperti kebanyakan presdir. Mungkin itu karena Siwon tak mau melakukan pencitraan terhadap dirinya

“jadilah artis maka kau akan awet muda “ balas Jiyong enteng

“cih ..” dengus Siwon

“apakah itu benar Siwon-ssi .. Jiyong akan bergabung dengan SWEnt  ?“

“nde .. setelah memastikan kontrak Jiyong telah berakhir dengan JYEnt, aku merikrutnya masuk kedalam menejementku… dia sudah tanda tangan kontrak dengan SWEnt dua hari lalu” kata Siwon dengan menunjukkan selembar kertas kontrak kerja sama dengan Jiyong

Beberapa wartawan kini sibuk mengambil foto Siwon dengan surat kontraknya

“selain itu … ada satu hal lagi yang ingin aku ungkapkan hari ini .. perkenalkan ini pengacaraku tuan Cho Kyuhyun yang pasti kalian sudah mengenalnya tanpa aku perkenalkan dirinya “ Jiyong menggoda magnaenya di club basket semasa sekolah dulu

Ya Cho Kyuhyun adalah pengacara terkenal dikalangan hukum mengingat ayahnya adalah pemilik saham firma hukum terbesar di Korea. Kyuhyun memilih untuk mendalami ilmu hukum ketimbang dunia basketnya yang ia pandang hanya untuk selingan penghilang penat saja.

Kyuhyun menunduk memberi hormat kepada wartawan“aku sangat tersanjung hyung “ jawab Kyuhyun menimpali godaan Jiyong dengan seringan khasnya “aku tidak sepopuler itu “

“arh.. kau merendah untuk meninggi eoh .. aku tau maksudmu “ balas Siwon ditanggapi anggukan oleh Jiyong

“aish kalian hanya iri saja “ tanggap Kyuhyun membuat semua wartawan tertawa

“aku menunjuknya untuk menangani khasus penyerangan Songgun beberapa waktu lalu. Aku baru saja mengetahui bahwa pelakunya sudah tertangkap”

Semua orang yang ada disini termasuk Siwon mengerutkan keningnya heran karena memang mereka tidak mendengar berita lanjutan mengenai masalah ini. Tentu saja ini campur tangan tuan Kang-menyembunyikannya dari publik.

Jiyong mulai membuka beberapa dokumen yang dibawa oleh Kyuhyun dan membacanya lantang. Membeberkan bukti keterkaitan Han Byun Yoo, istri presdir JYEnt dengan penyerangan Songgun mulai dari salinan buku tabungan trsangka yang sudah tertangkap. Disana dapat terlihat Nyonya Han menyuntikkan dana cukup banyak tepat satu jam setelah khasus penyerangan itu.

“kami juga mempunyai beberapa bukti lain yang tak mungkin kami beberkan disini. Kami tidak bisa menangkap Nyonya Han diJepang karena anak buahnya yang sudah menanggungnya tapi disini, kami bisa memenjarakan beliau” terang Kyuhyun mantap setelah penjelasan Jiyong

“ini pasti pukulan keras untukmu, apa ini alasan Jiyong tak memperpanjang kontrak?” tanya salah satu wartawan

Jiyong menunduk dan tersenyum lalu mengangguk “ nde, ini salah satunya tapi aku berusaha untuk sedikit memaafkannya mengingat Songgun memintaku agar tidak terlalu membenci calon ibu mertuanya”

‘Lebih tepatnya mantan calon mertua’ kata hati Jiyong yang mngingat kelakuan Nyonya Han membatalkan akta lahir Songgun

Sunggun begitu banyak kejutan dalam wawancara Jiyong kali ini. Sungguh tak ada orang yang menyangka seorang superstar sekelas Jiyong bisa membuat kejutan begitu banyak dalam satu kali jumpa pers seperti ini. Mulai dari rencara pernikahannya, keluar dari JYEnt dan pembeberan tersangka penyerangan yeojachingunya.

= = =

Cklek

Mendengar pintu terbuka, yeoja yang tengah duduk didepan flat tv ruang tengah apartemant Jiyong menolah kearah sumber suara.

Jiyong tersenyum membalas senyuman yeojanya yang kini menghampirinya “aku tidak melewatkan sesuatu kan ?” kata Jiyong langsung melingkarkan lengannya ke pinggang Songgun. Memeluknya erat

Songgun tersenyum menyandarkan kepalanya didada tegap Jiyong “ani oppa.. kau melakukannya dengan baik” lalu Songgun membuat sedikit jarak untuk melihat wajah Jiyong dan mengelus pipinya “apa orang itu akan benar-benar tertangkap?”

Jiyong mengangguk memegang tangan Songgun yang masih di pipinya “nde. Kita sudah membahas ini bukan ?, dia akan ditangkap secepatnya”

Songgun memanyunkan bibir bawahnya “nde, tapi tetap saja-“

“ashh.. sudahlah kau pasti lelah setelah penernangan pagimu kan.. kajja kita istirahat”

Memang Songgun baru datang pagi ini dari Jepang dan langsung pergi keapartement kosong Jiyong. Mengingat Jiyong sudah berangkat pagi-pagi sekali untuk mengadakan prescont. Dengan sedikit berlari dan sesekali melihat kesekeliling Songgun yang mengenakan kacamata hitam dan mantel berkera tinggi, masuk tergesa ke gedung megah apartement namjanya. Songgun takut ada paparazi yang menangkapnya.

“kenapa malah mengajakku istirahat.. kita sudah membahas ini ditelpon bukan ? aku ingin mengunjungi eommanim oppa untuk membicarakan gan pengantinku”

Jiyong membawa Songgun duduk disofa panjangnya “kau masih punya banyak waktu untuk melakukannya chagi.. eomma akan dengan senang hati membatalkan semua jadwalnya saat kau ingin bertemu dengannya” jiyong lalu menyandarkan kepala Songgun dibahunya

Songgun merasa nyaman kepalanya mendapatkan elusan sayang dari Jiyong“itu terdengar merepotkan oppa.. aku tak mau mengacaukan jadwal seorang desainer profesional seperti eommanim “

“tapi kau calon menantunya chagi.. eomma yang bilang seperti itu”

Songgun menggeleng keras tidak setuju menatap Jiyong “aku akan tetap menemuinya hari ini.. terserah kau ingin ikut atau tidak”

“aish..baiklah-baiklah” Jiyong memegang dagu Songgun mendekatkan bibir Songgun dengan bibirnya

Songgun mengerjapkan matanya beberapa kali “wa- wae~ ? “ Songgun memundurkan wajahnya yang sudah sangat dekat dengan Jiyong

Jiyong menahan gerakan Songgun “hya.. apa maksudmu.. wae?… tentu saja aku ingin menciummu “ Jiyong memanjangkan tangannya masuk merengkuh tengkuk Songgun

Cup

Jiyong dengan cepat mengecuk Songgun lalu melepasnya lagi. Jiyong intens menatap mata polos Songgun dengan mata tegasnya. Mata yang selalu bisa membuat Songgun tenang.

Meskipun Jiyong selalu melakukan itu, tapi Songgun masih saja merona merah disaat seperti ini. Mengetahui wajah putih Songgun mulai memerah, Jiyong tersenyum lembut dan mulai lagi mendekat dan mulai meraup bibir tipis kesukaannya itu.

Songgun tidak menolaknya songgun memejamkan matanya dan mulai membuka bibirnya memberi cela untuk bibir Jiyong masuk menghisap perlahan bibir bawahnya.

Salah satu tangan Jiyong yang bebas ia gunakan untuk mengelus paha putih Songgun yang tidak tertutupi oleh hotpants kelabu yang Songgun gunakan.

Masih larut dengan hisapan bibir Jiyong yang semakin kuat, Songgun perlahan membukan mata menatap Jiyong yang serius menekuni bibirnya, ia mengeratkan pelukan lengannya dileher Jiyong untuk menghapus jarak diantara mereka.

Merasa mendapatkan lampu hijau, Jiyong tersenyum dalam sela aktivitasnya dan dengan perlahan membaringkan Songgun dihadapannya. Tepatnya diatas meja yang terlapisi oleh kaca krystal ruangan ini.

“ughh..” keluh Songgun saat punggungnya bersentuhan dengan permukaan kaca yang dingin karena AC Jiyong.

Jiyong semakin memperdalam ciumannya dan tangannya mulai berkelakar nakal meremas payudara Songgun yang masih terlapisi bra didalam kemeja berwarna cream Songgun. Songgun mendesah disela ciumannya saat jemari Jiyong mengusap tepat dinipple Songgun berulang-ulang.

Karena Songgun sudah mulai mendesah, Jiyong mulai memasukkan lidahnya meliuk dan membelit lidak Songun yang sesekali dihisapnya.

Songgun yang tak mau kalah dengan Jiyong yang mulai melepaskan kancing kemeja miliknya, tangan Songgun telulur melepas jas kelabu yang dipakai Jiyong dan membuangnya asal.

“emmm..” desah halus Songgun menghentikan tangannya yang mengendurkan dasi Jiyong saat ia merasakan tangan Jiyong yang mulai menyibak branya membuat hawa dingin AC menerpa niple Songgun yang perlahan menegang.

Songgun melepaskan ciuman mereka untuk mendesah “ahhh”

Jiyong tak mau berlama-lama menganggurkan nipple Songgun yang sudah berada diluar sarangnya. Ia mulai menyentuh-bahkan memilin daging kemerahan mungil tersebut dengan jari-jemari panjangnya.

“ini nikmat eumm? “ tanya Jiyong yang mulai mengulum daun telinganya Songgun tanpa melepaskan permainan tangannya di nipple keras Songgun.

Songgun mengangguk lemah dengan wajah yang mulai panas “ndehh eugg,,” jawabnya bercampur dengan desahan merasakan lidah Jiyong menyapu daerah belakang telinga Songgun yang menjadi salah satu bagian sensitif ditubuhnya

“ahh..” Songgun meremas bahu Jiyong saat bibir Jiyong turun senyusuri lehernya dan kini bermuara disalah satu nipple Songgun.

Jiyong memainkan lidahnya berputar disekitar nipple Songgun membuat Songgun beberapa kali terpekik saat Jiyong menghisap nipplenya. Nipple yang lainpun tidak dianggurkan oleh Jiyong, ia memilin keras dan menariknya hingga semakin tegak. Desahan Songgun yang semakin berat membuat sesuatu yang berada didalam celana Jiyong perlahan berdiri.

“euhh oppaa..” Songgun menarik Jiyong kembali keatas sehingga kini mereka berhadapan dan memberi tatapan hangat satu sama lain. Jiyong mengecup ringan beberapa kali

“ada apa emmm… kenapa kau mengganggu pekerjaan oppa ?” tanya Jiyong masih menempelkan bibirnya di bibir Songgun

“mian oppa.. tapi kita tidak bisa melanjutkannya.. ada tamu yang datang ” Songgun melonggarkan pelukan lengannya di tengkuk Jiyong.

Jiyong mengerutkan keningnya lalu memberi jarak diantara mereka “nde ?… kau mengundang eomma kemari ?”

Tidak menjawab, Songgun malah merapikan anak poni Jiyong yang sedikit berantakan lalu menggeleng pelan.

“lalu ?” Jiyong sukses dibuat bingung

Songgun tertawa melihat ekspresi Jiyong yang sangat mirip dengan namja kecil yang sangat ingin tau bagaimana cara membuat es krim.

Songgun mengambil salah satu tangan Jiyong lalu membawanya tepat diatas selangkangannya yang terbalut hotpants. Jiyong merasakan ada sesuatu yan aneh disana.

Setelah terdiam sesaat, Jiyong membelalakkan matanya menyadari sesuatu “MWO.. kau.”

Songgun terkikik melihat mata Jiyong yang kini hampir keluar “nde kkkk… ini tanggal merahku oppa …” Songgun mendorong Jiyong agar ia bisa duduk-masih diatas meja, merapikan lagi branya dan mengancingkan kemejanya

“hya~~ chagiyaaaa.. kalau memang ini tanggal merahmu kenapa tidak menolak dari awal eoh” Jiyong merengek kesal menghempaskan dirinya disofa berhadapan dengan Songgun “bagaimana dengan ini..”

Songgun tersenyum saat melirik tonjolan milik Jiyong didalam celana bahan yang tengah dikenakannya “emm… cepat selesaikan itu di toilet oh ..” kata Songgun mantap

“aish.. ndeee”  Jiyong merajuk. Sedangkan Songgun hanya mengulum senyum penuh arti memperhatikan Jiyong yang bangkit dari sofa

Namun hanya selangkah Jiyong melangkah, Songgun dengan cepat menarik lengan Jiyong menghempaskannya lagi ke sofa dan langsung melumat bibir Jiyong ganas.

“emm..” Jiyong masih terkejut memandangi Songgun yang memejamkan matanya menekuni bibir Jiyong

Songgun melepaskan ciumannya saat kedua tangannya mulai membuka ikat pinggang dan celana Jiyong “aku tak sekejam itu membiarkan oppa menyelesaikan ini sendiri oh..” Songgun membesarkan matanya dan mengedipkan matanya beberapa kali memohon ampun pada Jiyong

Mendengar itu Jiyong mengembangkan senyumannya “nde chag.. ouggghh” tanpa menunggu perkataan Jiyong, Songgun dengan cepat mengeluarkan milik Jiyong yang setengah menegang dan  mengocoknya cepat dengan tangan kanan Songgun. Sementara tangan kirinya menahan paha Jiyong untuk melebar.

“ughhh “ masih mendesah Jiyong merengkuh kepala Songgun dan segera menyatukan bibir mereka. Tangan bebas Jiyong meremas lembut gundukan kenyal dada Songgun

“ahh “ Songgun mengeluh melepaskan ciumannya dan mensejajarkan wajahnya dengan milik Jiyong

“stttt.. yeahh chagiiyaaa” Jiyong berusaha menahan desahannya meskipun itu tidak maksimal menahannya. Terlebih ketika Songgun memperkuat hisapannya dan sesekali menggoda lubang kecil dengan lidahnya

Jiyong tersenyum memperhatikan Songgun yang sebagian wajahnya tertutupi oleh rambut Songgun yang berantakan. Jiyong mengusap sayang dan mencoba merapikannya meskipun beberapa kali tangan Jiyong membantu kepala Songgun untuk lebih cepat bergerak

“uhh… Siapa yang mengajarimu hingga semahir ini ugh ” tanya Jiyong dengan tangan yang masih mengusap kepala Songgun

Tanpa melepas junior Jiyong dikuluman mulutnya, Songgun mendongak menyodorkan tatapan balik bertanya ‘kenapa bertanya seperti itu ? Tentu saja itu kau’ arti tatapan itu

“Aku? Jinjja?”Tanya Jiyong dengan wajah yang kini dibuat polos, Songgun melihat dengan tatapan tidak suka “aku tak mengajarimu hal-hal ya- .. Ahhh”

Songgun tidak suka dengan Jiyong yang mencoba untuk benar-benar tidak tau. Karena kesal dengan cepat Songgun memindahkan kulumannya ke twinsball Jiyong dan mengurut batangnya dengan cepat

Jiyong mencengkram sandaran kursi dibelakangnya dan mendongak saat permainan Songgun semakin cepat membuat urat-urat kasar miliknya mulai keluar

“Ohh chgiyaaa… Ugh.. Fast fasterr ahh” Jiyong semakin jatuh saat Songgun mulai mengadu kepala juniornya dengan giginya dan menjilatinya seperti eskrim.

Jiyong ikut memaju mundurkan pinggulnya agar juniornya bisa masuk mendapatkan kuluman dari Songgun semakin dalam “ashhhh ugh… ” gejolak itu serasa memenuhi milik Jiyong yang sudah membesar hingga ukuran penuh. Serasa gumpalan kenikatan itu memijitnya hingga berkedut mulai berjalan hingga ujung kepala junior Jiyong yang siap untuk dikeluarkan

“Omooo ohhh lebihhh dalam chagi… Comeehhh”

Jiyong tersengal semakin hebat ” yeahh.. Comm.. Iam Comingg fuckK” Jiyong terpekik dan akhirnya “AHHH~”Jiyong mengejang beberapa kali memegangi kepala Songgun agar tidak terlepas dari miliknya. Songgun dengan cepat menghisap kuat sperma Jiyong yang keluar. Hal itu mau tak mau membuat Jiyong kembali mendesah beberapa kali

Setelah berhasil menelan habis sperma Jiyong, Songgun bangkit lalu duduk disampingJiyong kemudian ia mengusap butiran-butiran keringat di dahi Jiyong yang masih mengatur nafasnya.

“Eottoke?” Tanya Songgung

Jiyong membenarkan duduknya dan merengkuh bahu Songgun mendekatkan jarak mereka “kau sangat hebat chagi.. Gomapta” Jiyong mengecup singkat bibir Songgun

“Cheonma oppa… ” kini giliran Songgun yang mengecup singkat bibir Jiyong.

Keduanya tersenyum menatap penuh arti satu sama lain. Jiyong merasa sangat damai bisa melihat senyum manis yang terukir sempurna dari wajahSonggun. Senyum tanpa beban lebih tepatnya, sangat berbeda dengan senyum yang ia lihat beberapa waktu lalu ketika Songgun memaksakan senyumnya meyakinkan Jiyong bahwa tidak terjadi apa-apa dengan dirinya.

“Saat Nyonya Han benar-benar tertangkap, aku berjanji kita akan hidup bahagia hingga akhir chagi. Aku akan mengusahakan semua yang terbaik untukmu chagi, tak akan memberimu cela untuk menangis” kata Jiyong menarik Songgun kedalam pelukannya.

Songgun mengangguk didalam pelukannya “Nde aku percaya padamu oppa. Semua akan baik-baik saja mulai saat ini”Songgun menahan tangisannya danlebih membenamkankepalanya pada dada bidang Jiyong

Jiyong meletakkan dagu runcingnya pada puncak kepala Songgun “gwenchana “lirih Jiyong masih mengusap lembut punggung Songgun

Yeoja paruh baya dengan dandangan glamour khas dengan bibir merah darahnya kini tengah menahan emosinya setelah menyaksikan live steaming prencont Jiyong. Dengan cepat ia menyambar smartphonenya yang tergeletak dimeja kerjanya

“Hya… Brengsek… Apa yang selama ini kau kerjakan eoh… Bagaimana bisa Jiyong bicara seperti itu didepan umun”

“….”

“Kau menyuruhku untuk menyerahkan semuanya padamu dan memastikan aku tidak terlibat tapi apa ini” Nyonya Han bangkit dari kursi kerjanya mencengkram pinggiran meja untuk menyalurkan emosinya dan sejenak mengatur nafasnya

“Kita harus bertemu..”

“….”

“Nde.. Kita bertemu ditempat biasa”ucap nyonya Han datar namun dengan nada yang mengerikan.

Nyonya Han bersiap mengambil tasnya tapi niatnya terhenti setelah mendengar ada keributan dari luar ruangannya.

Dengan cepat Nyonya Han keluar dari ruangannya ingin menegur sekertarisnya “Aishhh, sekertaris Yoon kenapa rib-” perkataan Nyonya Han terhenti melihat siapa yang kini dihalangi masuk oleh sekertarisnya.

Satu namja memakai stelan jas hitam rapi sementara 3 lainnya berkemeja bebas dipadukan dengan jeans serta rompi hitam berlogo kepolisian Korea didada kanannya

“Joseoamnida Nyonya.. Saya sudah melarang mereka untuk masuk sesuai dengan perintah anda tapi mereka tetap bersikeras untuk bertemu dengan anda”Melihat atasannya terkejut, Sekertaris Yoon berusaha menjelaskan

Nyonya Han mulai gugup sedikit gugup”ada keperluan apa kalian kemari” dengan tenang ia berusaha menutupi rasa takutnya

Keempatnya serempak memberi hormat sedikit menundukkan kepalanya

“Lee Donghae imnida… Ketuadetektif dari kepoisian Gangnam” namja yang berjas itu memperlihatkan sebuah lencana polisi bertuliskan namanya “anda harus ikut dengan kami untuk memenuhi suratpemanggilan anda terkait kasus penyerangan nona Kang Songgun” Donghae lalu menyerahkan lembaran surat kepada Nyonya Han

Meskipun tanpa memperkenalkan diri, Nyonya Han tahu siapa Donghae

Nyonya Han tersenyum sinis membacanya”menangkapku ? Kalian bergurau denganku?… Bagaimana bisa kalian menangkap seorang direktur hanya dengan selembar bukti rekening tabungan seseorang eoh”nada Nyonya Han mulai meninggi lalu membuang surat itu

“Tidak nyonya..Anda dipanggil masih sebagai saksi dan juga kami memiliki bukti lainyang sudah diserahkan tuan Jiyong sendiri kepada kami”

Nyonya Han mengepalkan tangannya mengetahui itu. “Akan kupastikan bukti itu tidak benar”

Donghae hanya tersenyum samar “Baiklah jika ingin membuktikan bukti itu tidak benar, sebaiknya anda ikut dengan kami”

“Aku akan ikut denganmu setelah menghubungi pengacaraku terlebih dahulu”

“Silahkan nyonya.. Kami bersedia menunggunya”

Next morning

“Ah jeongmal ? Aku tak menyangka akan secepat ini”

Nde Donghae hyung yang memberi tahuku. Saat hyung datang ke kantor polisi seminggu lalu, mereka langsung menyelediki kasusnya dan melihat kevalidan bukti yang hyung bawa. Dan sebenarnya polisi sudah mendatangi nenek sihir itu kemarin, tapi beliau meminta untuk datang hari ini karena pengacaranya baru  datang dari China pagi ini”

“Nde baiklah aku akan bertanya pada Songgun apa dia ingin ikut atau tidak. Tapi apa kau bisa memastikan nyonya Han tak akan lolos lagi kali ini ?”

Aku bisa menjaminnya 100% bukti yang kau berikan kepada polisi akan bisa menyumpal mulutnya hyung”

Jiyong mengangguk “Sebenarnya aku masih belum mengetahui isikaset itu. Songgun yang melarangku untuk melihatnya sebelum nyonya Han tertangkap”

Kalau begitu kau bisa melihatnya nanti bersama nyonya Han”

“Baiklah aku tak akan terlambat”

Bip

Hari masih pagi  bahkan Jiyong baru saja bangun tapi ia sudah mendapatkan telpon penting dari pengacara tampannya, Cho Kyuhyun. Sedangkan kaset yang dibicarakan keduanya adalah salah satu bukti yang Songgun berikan sebelum Jiyong kembali ke Seoul

Flashback

“Hubungi aku saat oppa sampai nde” kata Songgun membantu merapikan kemeja Jiyong yang sedang bercermin

Jiyong tersenyum mengancingkan manik kemeja yang ada di pergelangan tangannya “nde chagi.. Tanpa disuruhpun aku akan menelponmu nanti” lalu Jiyong mengecup singkat dahi Songgun sebelum ia memasang sepatunya

Songgun terdiam sejenak masih memperhatikan Jiyong memakai kaos kakinya. Sebenarnya ia bingung harus mulai dari mana.

“Emm.. Oppa?” Panggil Songgun yang kini duduk di tepi ranjang

Jiyong mendongak “Hmm?”Gumamnya bertanya

Songgun menghembuskan nafas panjang “aku tak sengaja mendengar pembicaraan eomma dengan appa semalam. Apa kau benar-benar serius untuk melanjutkan kasus penyeranganku oppa?”

Jiyong yang tadinya berniat memasang ikatan sepatunya kini berhenti. “Apa kau marah?” Tanya Jiyong balik

Songgun menggeleng kemudian ia beralih duduk disamping sofa Jiyong” aniyo.. Hanya saja bagaimana bisa seorang artis melaporkan direktur managementnya sendiri?”

“Tentu saja bisa chagi… Aku sudah berjanji pada appanim bahwa aku akan menanggap Nyonya Han untuk mu”

“Baiklah jika itu kehendak oppa, aku akan membantumu”

Songgun kemudian membuka salah satu laci dalam meja riasnya yang tidak jauh dari sofa lalu mengambil sebuh kotak persegi pipih berwarna putih

“Bawalah ini sebagai bukti maka oppa tidak akan kesulitan untuk menangkapnya”

Jiyong menerimanya dengan tatapan bertanya “apa ini kaset cctv stasion dimana kau diserang emm?”tanya Jiyong memperhatikan kaset itu.

Songgun menggeleng “Kau tak boleh melihatnya sebelum nyonya Han tertangkap ndee”

“Aishh kenapa seperti itu eoh?”

Songgun tidak menjawab dan hanya tersenyum pada Jiyong

Flashback end

Jiyong keluar dari kamar dan segera menghampiri Songgun yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka didapur. Jiyong tersenyum senang melihat Songgun kini tengah membelakanginya sedang asyik memotongi sayuran.

“Pagi chagi..” Sapa Jiyong langsung melingkarkan lengannya dipinggang Songgun dari belakang

Songgun sedikit tersentak “Oh oppa.. Kau mengagetkanku eh” kata Songgun menolehkan wajahnya melihat wajah Jiyong dari samping.

Jiyong dengan cepat memberi calon istrinya itu sebuah lumatan singkat dibibirnya “ahh.. Kau mengganti lipsbam mu pagi ini ?” Tanya Jiyong setelah melepaskan ciumannya

“Nde … Kau suka?” Tanya Songgun melanjutkan aktivitasnya tanpa sedikitpun risih pada Jiyong yang kini memberikan kecupan ringan didaerah lekukan leher dan bahunya

“Semua sama saja emm.. Karena menurutku bibirmu memang sangat manis dan menyesapnya adalah favoritku” bisik Jiyong sangat lembut. Lalu salah satu tangan Jiyong merambat naik meremas payudara Songgung dibalik kaos longgar yeojanya “dan aku selalu bisa mendengar desahan yang sangat sexi dari dalam sana”

Songgun memejamkan matanya dan mulai meremang saat Jiyong mempermainkannya. Aktivitas ringan seperti ini saja sudah membuat bagian bawah vital Songgun mulai berkedut dan mengeluarkan cairan hangat ingin merasakan kenikmatan yang lebih dari ini. Memang yeoja akan mudah terangsang setelah selesai masa haid.

“Emmmm.. Jangan menyiksaku eoh..” Kata Songgun melepaskan tangan Jiyong dari payudaranya. Songgun tak mau memberitahu Jiyong bahwa tamu merahnya sudah pergi.

“Aku tak melakukan apapun” kata Jiyong polos. Ia ingin menggodaSonggun.

“Ah lebih baik tolong aku saja kalau begitu… Ambilkan saus didalam kulkas dan jamur emm”

“Andwae~”Jiyong cemberut

“Aishh kenapa kau tak mau membantuku oh ?” Kata Songgun yang kini berusaha melepaskan lengan Jiyong”yakk lepaskan~” Songgun memukul mukul lengan Jiyong

Jiyong mengeratkan pelukannya ingin tetap mengganggu Songgun tapi kemudian ia ingat dengan perkataan Kyuhyun tadi. “Em..chagiya”

“Hasst”Songgun menyerah dan akhirnya kembali melanjutkan memotong saturan “Nde?”

“Mianhae… Kitaharus membatalkan rencana kita untuk pergi menemui eomma pagi ini..” Jiyong mengambil pisau yang masih dipegang Songgun untuk memotong sayuran lalu ia letakkan ke washtafel

Songgun membalikkan tubuhnya menghadap Jiyong cepat “Yak! Waeyo~~… oppa sudah berjanji padaku semalam kan. Tapi kenapa dibatalkan oh. Aku tak yakin oppa ingin menikah denganku” tanya Songgun menyelidik kesal

Jiyong mengusap lembut pipi kembung Songgun “Tentusajaakuinginmenikahdenganmuem..Tapi…” Jiyong menghembuskan nafas besar “Hari ini Nyonya Han akan memenuhi surat panggilannya chagi”kata Jiyong hati-hati menjaga perasaan Songgun. Mana mungkin dia berani menyebut nyonya Han sebagai nenek sihir dihadapan Songgun.

Songgun kaget mendengarnya “nde? Be benarkah ? Aku.. Aku tak menyangka jika akan secepat ini”Songgun menunduk dihadapan Jiyong

Jiyong merasakan ujung kaos putihnya kini diremas oleh Songgun “Kau tak ingin kesana emm?” Tebak Jiyong membaca bahasa tubuh yeojanya yang sedikit bergetar

Sebenarnya bagian kecil didalam hati Songgun membenarkan bahwa ia tak ingin datang, ia tak berani bertemu ibu yang telah membuangnya itu

Jiyong menegakkan dagu Songgun untuk menghadapnya “aku tak akan memaksa jika kau tak ingin ikut. Biar aku saja dan Kyuhyun yang akan kesana” Jiyong mata Songgun yang berkaca-kaca

Songgun menggeleng “Biarkan aku ikut oppa.. Aku akan melawan rasa takutku” Songgun berusaha tersenyum meskipun itu tak bisa menghapuskan raut kelabu yang masih bisa Jiyong lihat

Jiyong mengangguk “baiklah… Ini tak akan lama. Kita hanya akan mendengar pembelaan Nyonya Han setelah kita memperlihatkan bukti yang telah kita punya. Setelah itu biarkan Nyonya Han menerima ganjarannya”

Songgun mengangguk “nde oppa” lalu didetik berikutnya Songgun sudah dalam dekapan Jiyong

‘Menerima ganjarannya’ ulang hati Songgun. Entah ada apa, mendengar kata-kata itu membuat hatinya berdesir perih. Ia.merasa ada sesuatu yang mengganjal didalam hatinya.

‘Kau tega memenjarakan yeoja yang telah melahirkanmu eoh?’ Tanya sisi baik Songgun

Tapi kemudian sisi gelapnya menipali ‘Tapi dia telah membuangmu. Pantaskah dia menjadi seorang ibu?’

Jiyong dan Songgun menunduk memberi salam kepada Donghae dan satu anak buahnya yang sudah menunggu kedatangan mereka. Tak lupa pengacara tampan Kyuhyun juga ada disana.

Dingin, itulah salah satu hal yang Songgun rasakan saat ia masuk ke salah satu ruangan introgasi di kantor kepolisian Gangnam.

Ruangan yang tidak lebih luas dari kamar Songgun karena mengingat ruangan ini terbagi menjadi dua oleh dinding dengan cermin satu arah. Songgun bisa melihat disisi lain ruangan ini Nyonya Han duduk berdampingan dengan kuasa hukumnya. Tapi tentu saja Nyonya Han tak bisa melihat Songgun.Songgun lebih mengeratkan genggamannya pada tangan Jiyong

Jiyong melepas kacamata hitamnya saat mengikuti arah pandang Songgun “Apa dia sudah lama menunggu” tanya Jiyong yang dimaksud adalah kedatangan Nyonya Han

“Dia datang 5 menit lebih cepat dari hyung” jawab Kyuhyun

“Baiklah aku akan memulai proses penyelidikannya.. Serahkan semuanya pada oppa nde?”kata namja tampan itu yang kini mengenakan kemeja putih dengan lengan yang dilipat hingga siku dan sangat cocok dipadukan dengan celana bahan serta dasi hitamnya.

“Nde oppa.. Aku percaya padamu” jawab Songgun lalu memberi pelukan singkat pada Donghae “gomawo” ucap terima kasih Songgun pada saudara sepupunya itu.

“Cheonma..” Donghae melepaskan pelukan Songgun dan berjalan menuju

pintu penghubung antara ruangan ini dengan ruangan Nyonya Han

Selama proses introgasi Nyonya Han tentu saja menolak untuk mengakui bahwa dia terlibat dengan kasus Songgun. Bahkan Nyonya Han menuding semua bukti yang disodorkan adalah rekayasa Jiyong. Songgun yang menyaksikannya tentu saja geram dengan hati yang sebenarnya tak tega kepada Nyonya Han.

“Hasssstt…” Donghae mengendurkan dasinya. Ia juga ikut frustasi menghadapi mantan bibinya itu. Lalu ia menghadap ke cctv yang terhubung dengan layar komputer ruang Songgun “Hyukjae~ssi… Tolong putarkan kasetnya” perintah Donghae pada anak buahnya.

“Nde aggassimnida” Hyukjae memasukkan kaset itu kesebuah alat pemutar video lalu menekan tanda play.

Mengetahui videoyang selama ini membuat penasaran dirinya akan serega diputar, Jiyong lebih mencondongkan dirinya kearah layar. Sementara itu Songgun mengambil nafas besar sebelum ia kembali mendengarkan kata-kata perih itu lagi

Nyonya Han meremehkan “Hah aku berharap ini cepat berakhir” kata Nyonya Han melihat enggan komputer Donghae

Play..

…“setidaknyakauminumlahdahulu….kautakutakumenaburkanracundidalamnyaem“

“nde…akuharusberjaga-jagauntuksemuakemungkinaneoh…akutauapayangdipikirkanrubahliciksepertimu.”

“sialkau”

“cih–andainginbertemudengankuhanyauntukmemberikankartuundanganini?kautauakutakakandatangkan?”

“kautakutkarenamasihmencintaiSungmin“

“andamenghayal?kausudahmembuangwaktukunyonyaHan”

Prak..

“apalagiini?”

“bukalahsendiri..”

“aishhh..kaumenahankulebihlamalagi”

SuratCatatanSipilPengadilanUmum,Seoul-KoreaSelatan’

“MWO…?”dengancepatSonggunmenataptajamNyonyaHanyangkiniberekspresidatar“apamaksudnyainieoh?suratpembatalanaktakelahiranku?bagaimanabisakau…”

“nde…seharusnyaakumelakukaninidariawalsaatberniatuntukmeninggalkanmu.Denganinikausudahsahbukananakkulagidimatanegara”

“apakaubukaneommakandungku?”

“akumemangibukandungmu.. Tapi…”

Jiyong yang tadinya serius kini mulai mengendurkan ketertarikannya terhadap video itu. Ia menoleh kearah Songgun yang menunduk dan melihatnya lemah. Entah tak bisa dibayangkan oleh Jiyong seberapa sakit hati yeojanya kala itu.

“Chagiya…” panggil Jiyong mengusap rambut Songgun

Songgun menegakkan duduknya lalu tersenyum samar “aku tak apa-apa oppa..”Kata Songgun dengan susah payah karena berusaha menahan tangisnya.

Nyonya Han yang tadinya enggan kini terbelalak menyaksikan video yang tengah diputar dihadapannya tersebut. Dengan cepat ia lebih menegakkan tubuhnya yang mulai terasa kaku dan sulit digerakkan.

‘Video apa ini … ? Baimana bisa dia mendapatkannya.’Tangan yang ia simpan diatas pahanya perlahan mengepal dan bergetar

Back to video

“Membuang dan membuatmu bukan lagi anakku itu adalah pilihan yang lebih baik daripada akuharus mengotori tanganku kembali untuk menyakitimu. Seharusnya kau bersyukur aku hanya menyuruh anak buahku untuk mendorongmu dari tangga tidak untuk membunuhmu”

Off video

Nyonya Han ingat betul itu kata-kata terakhir yang dia ucapkan sebelum Songgun berpamitan pergi kala itu.

“Video ini diambil dihari yang sama dengan hari dimana anda membatalkan akta lahir nona Kang. Jadi mana mungkin anda bisa menyangkalnya kali ini.” Kata Donghae menang melihat Nyonya Han masih dalam kebekuannya.

“Tentu saja didalam otak wanita rubah seperti anda tak pernah mengira bahwa salah satu kancing blazer nona Kang adalah sebuah minicamera yang telah merekam bukti kejahatan anda”

Brakk …

Nyonya Han menggebrak meja dengan mata yang berkilat “Hyaa!! Dimana anak sial itu eoh.. Apa dia ada disana?” Tunjuk Nyonya Han pada cermin satu arah itu. Songgun yang ada dibaliknya pun terkejut bukan main. Tapi bukannya lari atau melangkah menjauh, Songgun hanya duduk diam.

Dengan cepat Nyonya Han berjalan kearah cermin lalu memukul-mukul lagi cerminnya “Keluar kau eoh.. Aku sudah memperingatkanmu untuk pergi jauh dariku.. Aku akan membunuh..”

Dengan cepat Jiyong menghadapkan Songgun kearahnya dan menutup kedua telinga Songgun dengan erat”Jangan dengarkan emm” Jiyong lalu membawa Songgun kedalam pelukannya. Lengan Jiyong berusaha menutup erat telinga Songgun

Meskipun begitu sayup-sayup Songgun masih mendengar cacian dari Nyonya Han. Hal itu membuat bendungan air matanya tumpah dan akhirnya ia menangis hebat.

Nyonya Han meraung saat Donghae memborgol tangannya “Hya.. Donghae-yaa… Akan kubunuh anak itu..Aku tak bersalah eh”

Sementara itu pengacara Nyonya Han hanya diam mengetahui bahwa sekuat apapun ia mengelak dan mebela klainnya, tetap saja ia sudah kalah dengan bukti bak kartu As tadi yang seakan membungkam bibirnya seketika

Donghae tak memperdulikan itu “Kau masih memiliki hak untuk menggunakan pengacaramu dan melakukan pembelaan dipengadilan. Kita bertemu lagi dipengadilan”

Kemudian datang dua orang anak buah Donghae yang bersiap membawa Nyonya Han ke Penjara “Tolong bawa dia ke sel ” perintah Dongha

“Nde..” Keduanya pun langsung mengambil alih Nyonya Han yang semakin kuat rontaannya

“Hyaaa…. Andwaee~ lepaskam aku..”

Hari beranjak malam dan langitpun kini mulai dihiasi oleh bintik-bintik bintang bak kristal yang indah. Songgun terus saja menatap langit mengacuhkan Jiyong yang sedang mendekapnya.

Sepulang dari kantor polisi Songgun tak banyak bicara dan langsung masuk ke kamar Jiyong. Jiyong yang menyusul menemukan Songgun tengah menangis di kursi balkon.

“Sampai kapan kau akan seperti ini emm” tanya Jiyong mengeratkan pelukannya “kau tak tertarik untuk masuk?”

Songgun menggeleng lemah “aku masih ingin disini oppa” jawab Songgun dengan suara seraknya.

Jiyong merasa bersalah. Seharusnya ia tak mengajak Songgun ke kantor polisi tadi.

“Oppa..” Panggil Songgun mendongak menghadap Jiyong

“Nde?”Jiyong tersenyum mengusap pipi pucat Songgun yang masih basah karena air mata.

Songgun memandang Jiyong lekat “Apa aku melakukan hal yanh benar?”

Jiyong masih melihat air mata yang menggenang dimata Songgun. Kemudian Jiyong menyecup kelopak Songgun “Tentu saja chagi… Semua kejahatan harus menerima hukuman yang setimpal em” jelas Jiyong “waeyo kau bertanya seperti itu?”

Songgun menggeleng lagi lalu memutuskan kontak matanya dengan Jiyong “aku hanya merasa menjadi anak yang mengerikan untuk eommaku. Lebih baik aku tak pernah dilahirkan dan tak membuatnya susah” Songgun menyandarkan kepalanya lagi

“Hya… Kenapa bicara seperti itu eh ? Jangan pernah menyalahi takdir chagi.. Itu sama halnya kau tak bersyukur kepada Tuhan, sama seperti wanita itu”

Songgun menahan nafasnya membenarkan ucapan Jiyong.

“Chagi..”Jiyong menghadapkan lagi Songgun kearahnya lalu membenarka poni yang sedikit berantakan “Biarkan eommamu menerima konsekuensinya nde… Buat dia belajar untuk menerima takdirnya dan dia harus sadar bahwa hidup memang terus berjalan meskipun utu tak selamanya sesuai dengan apa yang diainginkan.”

Songgun terenyuh mendengarnya “kau benar oppa.. Kau membuatku lebih baik” Senyum Songgun mulai terbit

Jiyong ikut tersenyum melihatnya “tentu saja… Jangan pernah lagi menyesali takdir lagi emm… Bagaimana jika benar-benar kau tak pernah dilahirkan. Siapa yang akan aku nikahi eh ?” Tanya Jiyong membawa Songgun naik ke pangkuannya.

“Jika aku tak ada… Otomatis kau bisa menikahi Sandara eonni kan?”Goda Songgun lalu melingkarkan kakinya di pinggang Jiyong

Jiyong mempoutkan bibirnya “Hyaa ..apa yang kau katakan eoh.. Apa ini yang seharusnya dibahas oleh pasangan yang akan menikah?”

Songgun terkikik “kau yang memancingku dulu oppa”

“Aish” dengus kesal Jiyong. Tapi perhatiannya kini tertuju pada selangkangan Songgun yang menekan daerah sensitifnya.

‘Tamunya sudah pergi?’ Tanya hati Jiyong yang menyadari sudah tak ada bantalan empuk yang Songgun kenakan

Songgun memudarkan tawanya melihat Jiyong yang tiba-tiba terdiam dan memandangnya seperti akan memakannya.”ada apa eoh ? Kenapa menatapku seperti .. “namun ucapannya terhenti saat merasakan sesuatu diselangkangan Jiyong mulai menegak “Yakk.” Songgun akan turun dari pangkuan Jiyong tapi dengan cepat Jiyong menahannya dengan memeluk pinggang Songgun posesif

“A a.. Kau tak bisa lari eh… ”

Jiyong mulai melepaskan tautan lengannya dan segera membuka dua kancing atas kemeja rose pink yang tengah dikenakannya. Tanpa menunggu waktu lagi Jiyong mendaratkan bibirnya menyapu daerah atas dada Songgun yang tidak tertutupi bra putih berendannya

“Jangan lakukan disini emmhhh…”Ucap Songgun sambil mendesah “ini memalukann eumm” Songgun merasa seperti akan melakukannya didepan umum.

Jiyong tak menghiraukan racauan Songgun dan merambatkan bibirnya mulai mengulum tulang selangka Songgun. Kenapa mereka harus malu? Tak ada siapa-siapa disini selain mereka. Sangat mustahil jika ada orang yang mendengar desahan keduannya nanti mengingat jarak balkon setiap lantai sangat jauh

Tangan Jiyong mulai meloloskan tali spageti bra Songgun dari bahunya lalu segera menarik branya turun. Jiyong tak membuang waktu dan segera meremas payudara Songgun yang terlihat sangat menggiurkan.

“Eughh”Songgun mengeram merasakan sensasi pijatan dansensasi dingin udara malam menerpa payudaranya secara bersamaan. Ditambah lagi Jiyong yang kini meniup-niup tepat di nipplenya. “Ahh”

Kedua tangannya masih aktif meremas payudara Songgun dan sesekali memilin ringan nipplenya “Apa yang harus aku lakukan chagi emm?”Goda Jiyong sangat menikmati ekspresi Songgun yang terangsang memejamkan matanya seperti itu.

Songgun mau tak mau membuka matanya dengan lemah. Ini harus cepat diselesaikan mengingat miss V nya mulai gatal dan basah

“Ku.. Kulum emm” perintah Songgun lembut mengusap pipi Jiyong. Ia juga menegakkan duduknya dan menyodorkan payudayanya lebih mendekat kebibir Jiyong

Jiyong menyeringai.. Jiyong meraup nipple kiri Songgun dan segera mengulum didalam mulutnya

“Ahh ahh” pekik Songgun merasakan hisapan hisapan ringan di nipplenya

“Seperti ini emm? Sruupp sruupp” Tanya Jiyong sekilas melepaskan kulumannya namun sedetik kemudian ia kembali melahapnya

“Ohh ndeee opppa…lebihhh dalamm” Songgun mencengkram rambut belakang Jiyong untuk memperdalam kulumannya.

Jiyong mengerti hal itu. Ia segera meperkuat hisapannya mengombinasikan dengan gigitan-gigitan ringan yang membuat Songgun semakin gila. Tak ketinggalan lidah basah Jiyong juga tak ketinggalan menggoyang ujung payudara Songgun itu.

“Ini nikmat chagii… Kau harus mendesah lebih kuat”

Songgun hanya mengangguk tak mempersoalnya ucapan mesum Jiyong”Ohhyeaahh…Eummmahh”

Jiyong kembali mengulum dan tangannya yang lain mulai turun dan menyibak mini dress putih Songgun. Dengan cepat ia membalik posisi-kini Songgun yang duduk dikursi sementara Jiyong berdiri dengan kedua lututnya tanpa melepas kulumannya

“Ahhh ” Songgun mendongak saat tangan Jiyong mulai masuk ke celana dalamnya dan segera menggesek kuat klitorisnya “ahh ughh oppaa~”

Jiyong melepas kulumannya agar ia bisa melepas celana Sonngun.

“Emmm…” Udara dingin yang menerpa miss v nya membuat ia  menutup pahanya tapi Jiyong tentu saja tak tinggal diam.

Ia menahan dan semakin melebarkan paha Songgun dengan kedua tangannya.

“Aku bisa memulainya sekarang emm?” Goda Jiyong lagi melihat Miss V Songgun yang sudah benar-benar basah

‘Asss mati kau Kwon Jiyong’ umpat hati Songgun

Tapi ia hanya mengangguk pasrah “lakukan oppaa..” Nafas Songgun memburu

“Baiklah…” Jiyong semakin membelah miss V Songgun agar ia bisa menghisap klotoris Songgun. Setelah mndapatkannya, Jiyong mempermainkan dengan lidahnya terlebih dahulu.

Jiyong memainkan lidahnya memutar dan menekannya kuat dengan ujung lidahnya. Dan serasa klitoris Songgun mulai membengkak, Jiyong dengan kasar menghisapnya

“Ahhh yahhh…. Lebih ahhh lebih kuat oppa ohhh” Songgun beberapa kali menghempaskan kepalanya mendongak tak mampu menahan sengangat kenikmatan yang menjalar keseluruh tubuhnya.

Jiyong semakin menggila dengan memasukkan dua jari tangan kirinya kedalam miss V Songgun dan mengocoknya cepat.

“My godd.. Eemmmm yahh .. ”

Jiyong yang menggigit klotoris Songgun mulai merasakan ada sesuatu yang keluar didalam sana. Ia kemudian mengganti mulutnya dengan kerja ibu jari tangan kanannya mngusap lebih kasar klitoris Songgun

“Oh kau sangat sexy chagi… Kau menyukainya” tanya Jiyong dengan kedua tanyannya yang masih aktif.

“Nde…. Emmmm lebih kerass.. Aku akan segera sampai ahhh”

Jiyong ingin memulai dirty talknya “lebih kuat mengusapnya emmm..”

“Yeahh ohh~” aktifitas tangan Jiyong yang lebih cepat membuat Songgun merasa sangat gatal.

“Nampeun yeoja eoh… Faster baby.. Katakan itu emm”

“Emmm… Fastt fastter oppa… Jeballl ahhh”

Jiyong mempercepat tusukan jarinya merasakan miss v Songgun yang mulai mengetat dan menghisap jarinya kuat ” mendesahlah…”

“Ahhh oppaa…” tangan Songgun mencari sesuatu untuk dijadikan pegangan menansferkan rasa kenikmatannya.

“Lebih keras eoh…”

Songgun mencengkram erat sandaran kursi yang ada dibelakangnya “Eghhh ini nikmat ahhh ahh… Eummm” nafas Songgun terputus putus

Jiyong semakin menyentakkan jemarinya kuat dan memutar “coming… Keluarkan chagiii”

“Ahhhh ndeee ahh ahh ” gelombang itu semakin mendekat “aku … Aku tak tahann emmm AHHH~” Songgun mengejang beberapa kali mengeluarkan cairan orgams nya.

Jiyong mensejajarkan wajahnya dengan Songgun lalu mengelap peluh yang membasahi dahi yeojanya. Ia tak melakukan apa-apa hanya menatap wajah terengah Songgun menunggu nafasnya tenang

Perlahan Songgun mengendurkan cengkramannya lalu tersenyum kearah Jiyong “kenapa tak oppa lanjutkan emm”tanya Songgun mengalungkan lengannya dileher Jiyong

“Kita lanjutkan didalam saja nde ..” Jiyong mulai mengangkay Songgun ala bridal

“Baik oppa…”

Merekapun masuk dan melanjutkan aktivitas favorit mereka didalam kamar Jiyong. Ah sebenarnya bukan kamar Jiyong saja, tapi mereka berpindah-pindah tempat. Mulai dari kamar mandi, dapur, diatas meja makan, piano hingga studio kecil Jiyong. Bisa dibayangkan bagaimana lelahnya Songgun yang malam ini harus berorgamse berkali-kali

Wedding days

^Songgun pov

Aku merasa waktu cepat berlalu. Aku bahkan menganggap bahwa baru saja kemarin aku masih bertengkar dengan Jiyong mengenai konsep pernikahan kami.

‘Apa ini mimpi?’

Tidak,aku tidak sedang bermimpi ataupun menghayal saat merasakan lumatan lembut di bibirku. Perlahan aku membuka mataku. Kabut yang mengaburkan mataku perlahan menghilang tergantikan oleh sosok Jiyong yang masih melumat bibirku.

Saat aku tersenyum dalam ciumanku, Jiyong membuka matanya dan mulai melepaskan ciumannya. Sungguh sangat berbeda penampilan Jiyong hari ini. Ia terlihat begitu mempesona dengan setelah tuxedo putih yang sangat pas membalut tubuhnya serta tambahan dasi kupu-kupu berwarna peach menambah kesan manis.

Sungguh sangat serasi jika disandingkan dengan diriku yang juga memakai gaun putih dipadukan dengan tiara bunga mawar peach yang melingkar indah dikepalaku. Suara riuh tepuk tangan pun berhasil menyadarkanku bahwa hari ini aku benar-benar menikah dengan Jiyong

^Author pov

Gedung bernuansa gothik itu disulap menjadi sebuah istanah megah bak di negeri dongeng. Karangan bunga mawar berwarna ungu dan putih disetiap sudut ruangan begitu pas jika disandingkan dengan candle aroma terapi menambah kesan romantik. Ini adalah konsep pernikahan yang dipilih Jiyong. Ya, hanya ide Jiyong karena Jiyonglah yang memenangkan permainan batu gunting kertas saat bertengkar dengan Songgun.

Banyak tamu dari kalangan selebriti yang datang di pernikahan Jiyong. Para pengusaha high class pun juga ikut serta dalam pesta tersebut. Tentu saja mereka teman Jiyong dan beberapa rekan bisnis tuan Kang dan tuan Kwon.

Jiyong dan Songgun tak menutup-nutupi berita bahagia ini. Hampir disetiap Jiyong dan Songgun mengurus rencana pernikahan mereka seperti memilih cincin, gedung, dan gaun mereka harus mengadakan prescont terlebih dahulu. Dan saat hari H itu tiba, Jiyong juga membebaskan awak media mengambil gambar.

Hari ini pernikahan megah itu sukses digelar. Megah? Ya tentu saja. Pernikahan Jiyong dan Songgun tidak bisa lepas dari kata megah mengingat berapa biaya yang kedua pihak gelentorkan untuk terlaksananya pernikahan seorang superstar tersebut.

Tentu saja tuan Kang yang bisa ditebak mengeluarkan banyak uang untuk anak tunggalnya itu. Awalnya Jiyong dan Songgun menolak kedua orang tuanya membantu dalam urusan biaya. Seorang superstar Jiyong tentu saja memiliki banyak tabungan dan tambang emas sehingga ia bisa membiayai pernikahannya.

Jiyong melepas jas putihnya dan sedikit memijat tengkuknya untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah seharian mengumbar senyum kepada ratusan tamu yang hadir dipernikahannya. Ya, pesta itu sudah selesai. Kini Jiyong sudah berada di kamar apartemennya sedang menunggu Songgun yang sedang mandi.

Kenapa tidak mandi bersama? Tentu saja Songgun yang masih keras menolak. Seperti biasa Jiyongpun yang mengalah meskipun ada sebersit niatan Jiyong yang akan memaksa istrinya itu untuk mandi bersama.

Mengingat sesuatu, Jiyong mengambil sebuah kotak dari dalam lemarinya. Ini adalah hadiah yang Jiyong siapkan untuk Songgun.

Clekk

Mengetahui istrinya sudah selesai mandi, Jiyong pun berniat menyembunyikannya tapi ini sudah terlambat mengingat Songgun susah melihatnya

“Apa itu hadiah untukku?” Tebak Songgun santai yang mngenakan kimono handuknya.

“Aishh..kenapa mandimu cepat sekali emm… Kau menggagalkan kejutannya”pout Jiyong duduk di tepi ranjang

Songgun ikut duduk disamping Jiyong “Kkkk… Baiklah, anggap saja aku tak melihatnya eh” kata Songgun mengusap pipi Jiyong

Jiyong memudarkan cemberutnya “Mana bisa seperti itu … Ah sudahlah” nada Jiyong tak terima ” cepat buka” perintah Jiyong memberikan kotak itu pada Songgun

Cup …

Songgun mengecup bibir Jiyong cepat membuat Jiyong sedikit terbelalak. Magic.. Satu kecupan saja bisa menghilangkan kesal Jiyong

” gomawo “kata Songgun menerima kotak itu dan langsung membukanya.

Kening Songgun mengerut “buku album..?” Tanya Songgun pada Jiyong. Kenapa suaminya itu memberikan buku album yang masih kosong

“Simpan memori indah kita disini nde. Kau harus mengisi penuh buku ini emm” kata Jiyong mengusap rambut Songgun yang sedikit basah “kelak saat kita sudah menua dan aku tak menjadi superstar lagi, kita bisa melihatnya bersama dengan seorang cucu di masin-masinh pangkuan kita”

Entah kata-kat itu bisa membuat Songgun berkaca-kaca. Ucapan Jiyong bisa menyentuh hatinya dan menjelaskan bahwa ‘kita akan hidup bersama selamanya’

Songgun mengangguk “nde oppa… Aku akan menyimpan semua kenangan kita disini”

Grep

Songgun memeluk Jiyong saat air matanya jatuh “hiksss.. Jeongmal saranghae oppa”

Jiyongpun membalas memeluk lingkar pinggang kecil Songgun “nado… Jeongmal saranghae” Jiyong mengecup kepala Songgun

Songgum mengendurkan pelukannya membuat Jiyong dapat menghapus air mata istrinya itu.

“Jangan menangis emm” perintah Jiyong mengusap air mata Songgun dengan ibu jarinya

Songgun masih terisak tapi ia berusaha menghentikan tangisnya

“Aku juga hikss.. ada sesuatu untuk oppa” kata Songgun yang mengelap air matanya sendiri seperti anak kecil

“Jinjja??” Tanya Jiyong tanpa melepaskan tangannya mengusap rambut Songgun

Songgun mengangguk “sekarang tutup mata oppa”

“Hya… Kau ingin memberi kejutan?”

“Nde… Palli… Tutup mata oppa” Songgun menutup mata Jiyong dengan telapaknya

Jiyong menyingkirkan tangan Songgun “Nde nde oppa akan menutup mata eoh..” Jiyong menutup matanya “tapi aku takkan terkejut ataupun menangis seperti mu” ejek Jiyong menjulurkan lidahnya

“Tskk… Jeomalyo.. Kita lihat saja nanti” Songgun pun merogoh saku kimono handuknya untuk mengambil hadiahnya. Ya, Songgun sudah mempersiapkan ini

Songgun meletakkan hadiah itu tepat didepan mata Jiyong”Jjanggg… Sekarang buka mata oppa”

Jiyong perlahan membuka matanya dan benda yang pertama kali ia lihat adalah sebuah stik putih dengan beberapa indikator disana. Jiyong mengerjapkan matanya untuk lebih memperjelas penglihatannya. Kini Jiyong bisa melihat ada dua garis merah ditengah benda itu.

Jiyong mengangakan mulutnya lebar menyadari benda apa itu “cha chagiya … Ini … Apa ini..” Jiyong merebut benda itu dan lebih dekat melihatnya.

Songgun tersenyum geli melihat ekspresi Jiyong yang begitu lucu karena terkejut

“Menurut oppa… Itu apa emm?”

Jiyong terdiam sebentar “chagiya tolong pukul aku” Jiyong memastikan ini bukan mimpinya

Plakk

Dengan senang hati Songgun memukul keras punggung Jiyong hingga Jiyong terhuyung kedepan

Jiyong mengusap punggungnya “Arkhh… ” Jiyong merasakan sakit jadi Jiyong bukan sedang bermimpi

“Bagaimana? Oppa sudah bang~”

“Hwaaaa~ kau hamil? Jinjja ? Jinjja ? Aku akan menjadi seorang appa chagi?” Tanya Jiyong bertubi-tubi sambil mengguncang-guncang tubuh Songgun

“Aishhh… Yak hentikan oppa” Songgun melepaskan pegangan tangan Jiyongdi bahunya “jadi oppa pikir aku memiliki banyak waktu luang untuk menggambar garis itu dengan spidol merah eoh” kesal Songgun “tentu saja aku hamil sungguhan”

Jiyong melihat lagi alat tes kehamilan itu. Kini otak dan hatinya dipenuhi oleh rasa bahagia yang membuat ia ingin menangis.

“Ya tuhann… Aku akan menjadi seorang appa” Jiyong menunduk akan menangis

Mendengar suara Jiyong yang serak, Songgun kaget “hya oppa.. Kau bilang tak akan menangis eoh…” Songgun menegakkan dagu Jiyong.

Benarsaja Jiyong menangis.

Songgun yang melihatnya juga ingin menangis “oppa jangan menangis hikss..” Songgun membawa Jiyong kepelukannya lagi

“Aku bahagia chagi… Kita akan segera memiliki Jiyong dan Songgun kecil”

“Hiks … Nde oppa… Aku juga sangat bahagia.”

Jiyong melepas pelukannya dan menunduk untuk mencium perut Songgun “Annyeong … Ini appa emm … Tumbuh dengan baik nde disana.. Appa akan menunggumu disini” Jiyong mengelus perut Songgun yang masih rata.

“Nde baik appa… Aku mencintaimu ” Songgun membuat suaranya lebih kecil seperti seorang bayi.

Jiyong merengkuh bahu Songgun “jadi berapa usianya ?” Tanya Jiyong masih mengelus perut perut Songgun dengan salah satu tangannya

“Dia masih sangat kecil oppa.. Kata dokter ini baru 2 minggu”

Jiyong mengangguk mengerti “aku akan lebih menjagamu mulai saat ini”

“Em nde… Gomawo oppa”.dengan senang hati Songgun menerima kecupan singkat dipipinya. Tapi kemudian “Huekk … aish oppa.. kenapa bau sekali eh..” Songgun mendorong Jiyong menjauh darinya.

“eh waeyo… biasanya kau sangat suka bau tubuhku..” Jiyong cemberut

“tapi anakmu tidak… cepat mandi oh.” Songgun memberi handuk baru untuk Jiyong

“aishh ..” tentu saja Jiyong tahu bahwa itu cerita klasik seorang calon eomma yang sedang haml muda. Dengan malas ia segera bangkit untuk mandi. Tapi Jiyong begitu senang hingga ia melupakan rencananya untuk menyerang Songgun setelah pemberian hadiah itu.

END.

Advertisements

Posted on 28/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. ah keren ceritanya. kalo ada kelnjtn ksh ini lbh bgus deh kyknya. semacam the story gt. kekeke- usulan aku. .

    author keep writing yh

  2. Wahhhhh Happy endinggggg asikk…… Selamat pernikahannya songgun n jiyoung… Tetep hotttttttttttttttttttt salam yadong :3

  3. hahai, nda jadi dong malam pertama hbs nikah, tunda dulu ya Jiyong, mash lemah tu kandungan Songgun, selamat ya

  4. Yeayyy!! Happy Ending!!!! ^_^
    Hasil nunggu aku slama ini gk sia2 ternyata akhirnya kereeenn banget, yah walaupun ibunya sooggun gk di buat sadar disini tpi gpplah karna akhirnya mreka akan dapat baby, kalo boleh dibuatin sequel yah chingu supaya tambah kren karna aku mau tau ekspresinya jiyong pas ngurusin babynya.. keep fighting yaa chingu^^ bow^^

  5. Wah happy ending thor… Ya ampun gk nyangka ff ini bakal end skrng .. Huaaaa pasti bakal kngen nih sama ni ff thor.. 😥
    Songgun hamil?? Kyaaa sebentar lagi jiyong bakal jdi appa.. Chukkae jiyong ^^
    Terus berkarya thor.. Aku tunggu ff mu selanjutnya^^

  6. Wah keren sama seperti jiyoung biar bau teteup keren!!

  7. Happy ending!! Haha gak nyangka juga ternya udah end.. Thor bikin epilog nya dong

  8. Haha happy ending.. Keren ceritanya, aku baca nih ff dari pertama tuh dapet banget feel nya.. Ditunggu lanjutanya thor n jangan lupa cast nya jiyong! Haha

  9. Daebak!! Happy ending.. Selamat ya udah married
    ditunggu thor epilog nya atau new ff again

    cast nya aku pengin jiyong ajj thor klo mau bikin ff lagi..

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: