Insane 3 – Fall to You {Part 1}

Insane_cover

Title: Insane 3—Fall to You {Part 1}

Author: Hachi3424

Main Cast: Yesung (Suju), Han Young Min (OC), Hyungseung (Beast)

Genre: Romance, little Crazy (?), NC

Rating: 17+ (maybe)

Type: chaptered

Note: Hai hai, aduh maaf ya aku kelamaan update cerita ini >< soalnya terakhir liat blog ini udah nggak bisa dibuka 😦 jadi dikirain udah tutup, eh ternyata nggak hehehe ^^ Okedeh ini dia sequelnya, kali ini lebih panjang pake chapter segala hohoho.

 

**

 

(Author POV)

 

“Eungh…”

Youngmin menggeliat pelan di dalam tidurnya. Matahari sudah tinggi dan cahayanya mulai menerpa wajahnya yang masih terlihat mengantuk. Gerakannya ditahan oleh kedua tangan kekar yang memeluknya dari belakang. Ia menoleh dan menemukan Yesung yang masih tertidur di belakangnya. Wajah polosnya yang damai terlihat semakin tampan di mata Youngmin. Wanita itu menyingkirkan kedua tangan Yesung dengan perlahan, takut membangunkan pria itu. Bagaimanapun aktifitas mereka semalam cukup meremukkan tubuh mereka.

“Kya!” pekik Youngmin terkejut. Tubuhnya kembali terjatuh di kasur dengan Yesung yang sengaja menyandarkan kepalanya pada lengan Youngmin. Tubuh mereka yang tidak menggunakan sehelai kain pun membuat kulit mereka saling menyentuh. Dan itu membuat Youngmin sedikit merinding. “Yesung?”

Yesung sedikit menggeliat. “Emmh… Jangan pergi, temani aku sebentar lagi,” gumamnya. Jujur saja Youngmin gemas, tapi dia bingung bagaimana caranya bersikap di depan namja ini setelah dia mendengar pernyataan cinta darinya.

“Tapi ini sudah…”

“Jangan pergi.”

“Ini sudah jam delapan, kau tidak pergi ke kantor memangnya?”

 

**

 

“Kenapa tidak membangunkanku lebih awal?!”

Youngmin memutar kedua bola matanya mendengar teriakan Yesung. Dia menyodorkan roti cokelat yang tadi dibuatnya pada Yesung dan namja itu langsung menyambarnya.

“Ya! Aku juga baru bangun tadi, bagaimana bisa aku membangunkanmu lebih awal?!” balas Youngmin tidak kalah kesal. Yesung tidak membalas, dia sibuk memasang sepatunya sambil menggigit roti cokelat yang belum dikunyahnya dari tadi.

“Aish kalau tidak ada rapat pagi ini aku tidak mungkin terburu-buru seperti ini!” ujar Yesung pada dirinya sendiri.

Dia buru-buru mengambil tas kerjanya dan berlari ke pintu depan dengan jas yang berada di pundaknya.

“Hei tunggu dulu..” Youngmin menahan tangan namja itu setelah berhasil mengejarnya di pintu depan.

“Ada apa?” tanya Yesung sambil mengambil roti dari mulutnya.

Yesung terdiam saat Youngmin merapikan rambut dan kerah bajunya beserta dasinya yang berantakan.

“Jangan sampai kau terlihat belum mandi. Yah.. meskipun kau memang belum mandi,” gumamnya sementara Yesung hanya memandanginya dalam diam.

Cantik. Satu kata yang muncul di pikiran namja itu.

“Nah sekarang kau bisa pergi ke kantor.” Youngmin selesai merapikan dasi Yesung. Dia baru tersadar Yesung sedang memandanginya. Tatapannya aneh, membuat wanita itu memicingkan matanya curiga. “Waeyo?”

Yesung menggelengkan kepalanya. Ia mengecup pipi Youngmin secepat kilat sebelum belari ke mobilnya. Youngmin masih memakai gaun tidurnya akibat ikut terburu-buru menyiapkan sarapan untuk Yesung. Dan sekarang dia mematung di depan pintu setelah Yesung mencium pipinya.

“Tenang saja aku akan menjemputmu makan siang hari ini! Jangan memesan makanan apapun untuk delivery. Arra?” teriak Yesung dari dalam mobilnya sebelum mobil itu melesat keluar dari halaman rumah.

Youngmin memegangi kedua pipinya yang mulai panas. Pipinya memerah dan jantungnya menggila di dalam sana.

“Yesung…”

 

**

 

(Youngmin POV)

 

TING TONG!

Aku segera turun ke lantai bawah dan menuju pintu depan. Siapa sih yang bertamu siang hari seperti ini? Biasanya tidak ada tamu. Sebelum membuka pintu, aku sengaja mengintip dari jendela. Siapa itu? Wajahnya tidak jelas.

“Siapa?” ucapku setelah membuka pintu dan hanya menyembulkan (?) kepalaku dari balik pintu. Kuperhatikan namja itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bajunya hitam-hitam, jasnya terlihat mahal, dan pakai kacamata hitam. Seperti orang jahat di film-film.

“Aah, apa kau yang namanya… ugh, Jungmin..?” tanyanya ragu. Dia membuka kacamatanya dan tersenyum lebar sampai gusinya terlihat jelas.

Aku memicing curiga. Dia aneh, wajahnya saja aneh. Seperti ahjussi mesum. “Ahjussi, namaku Youngmin.”

Dia tertawa pelan. “Ah, jangan panggil ahjussi. Panggil aku oppa, arraseo?” katanya sambil mengibaskan tangannya malu-malu. Makin aneh saja. “Pasti kau belum makan siang?” tebaknya dan aku mengangguk. Yesung memang menyuruhku untuk tidak memesan makanan apapun hari ini.

“Aah kebetulan, ayo kita pergi!” ajaknya semangat sambil menarik tanganku. Tentu saja aku terkejut, ada orang asing yang dengan berani menarikku!

“Ya! Pergi kemana maksudmu, ahjussi?!” teriakku.

“Tentu saja makan siang. Ah tapi…” Ahjussi itu memperhatikanku dari atas hingga bawah. Langsung saja kututup dadaku. Dia persis penjahat kelamin (?) “Sepertinya kita harus ke salon dulu. Tidak mungkin kau berpenampilan seperti ini ke restoran,” katanya, membuatku kembali terkejut.

Memangnya kenapa dengan pakaianku? Hanya kaus hitam dan celana jeans selutut. Tidak ada yang salah. Dan kenapa pula orang asing ini mengajakku makan siang dan ke salon. Dia ini siapaaaa?!!

Kajja! Jangan sampai membuatnya menunggu!” ujarnya sambil menarik tanganku. Aish, siapa yang dia maksud?!

“Tidak mau! Kau orang asing! Kau pasti penjahat!” teriakku sambil meronta-ronta melepaskan tangannya.

“Aish ternyata tidak semudah yang kukira. Kalau begini aku harus…” gumam ahjussi itu sambil mengambil ancang-ancang yang mencurigakan.

GREP!

“KYAAAA!!!! OMMA, APPAAAA!!! Huwaaa Yesung! Tolong aku! Ahjussi mesum, lepaskan aku!!!”

“Jangan meronta-ronta! Kau bisa jatuh, nona!”

Sayangnya orang itu terus saja menggendongku ke mobilnya. Dia langsung memasangkan sabuk pengaman padaku kuat-kuat dan mengunci pintunya rapat-rapat. Apa aku diculik? Diculik seperti di film-film?! Andwae! Aku tidak mau! Apalagi ahjussi ini terlihat mesum, huwaaa aku takut T.T Cukup Yesung namja termesum yang pernah kukenal, jangan ada lagi yang lebih menyeramkan (?)

 

**

 

(Author POV)

 

Ahjussi.. kau akan membawaku kemana? Kau mau menjualku ya?” rengek Youngmin sambil memeluk tiang agar Eunhyuk berhenti menarik tangannya memasuki sebuah restoran.

“Ya! Kau ini bicara apa? Apa aku terlihat seperti penjahat?” kata Eunhyuk sambil menunjukkan senyumnya yang biasa melumpuhkan yeoja-yeoja. Dan sayangnya Youngmin hanya mengangguk polos, membuat ekspresi itu hancur berantakan. “Aku bukan orang jahat!”

“Aku tidak percaya! Kau pasti orang jahat!” bantah Youngmin. Dia memeluk tiang itu semakin erat saat Eunhyuk mencoba menarik lengannya. “Kau pasti mau menjualku. Ah, atau kau mau memperkosaku! Iya kan?!” teriaknya sambil menunjuk wajah Eunhyuk yang kebingungan.

Mwo? Aku?” ucapnya tak percaya, Eunhyuk menunjuk dirinya sendiri. “Aish, mana mungkin aku seperti itu. Kau kebanyakan nonton drama, nona. Haha lucu sekali, pantas saja hyung menyukaimu.”

Mata Youngmin langsung melotot ketakutan. “Hyung? Siapa itu? Apa itu orang jahat yang akan membeliku darimu?!” teriaknya histeris.

“Aah ani. Bukan!”

“Lepaskan aku!!!”

Youngmin menendang lutut Eunhyuk dan berlari keluar restoran. Eunhyuk yang malang hanya bisa berteriak kesakitan dan berusaha mengejar Youngmin dengan langkah pincang. Semakin cepat Eunhyuk menyeret kakinya, semakin cepat Youngmin berlari. Sampai-sampai…

Bruk!

“Aish maaf, ahjussi.. Aku tidak senga…” Youngmin melotot melihat siapa yang baru saja ditabraknya. Dia segera bersembunyi di belakang orang itu dan menunjuk-nunjuk Eunhyuk yang baru berhasil mengejarnya.

“YESUNG! Akhirnya kau muncul! Apa kau mau menyelamatkanku dari ahjussi mesum itu?” katanya dengan mata yang bulat dan wajah polos.

“Hah? Kau bicara apa?” tanya Yesung bingung.

ahjussi itu menculikku lalu mendadaniku seperti ini! Dia pasti orang jahat yang akan menjualku!” teriak Youngmin sambil menunjuk Eunhyuk yang hanya bisa melotot.

Hyung! Yeoja ini merepotkanku!” teriak Eunhyuk tak terima.

“Hah dia memanggilnya ‘hyung’?” gumam Youngmin pada dirinya sendiri.

“Dia meronta-ronta sepanjang perjalanan, lalu berteriak ‘penjahat’ padaku saat di salon, dan terakhir dia menendang kakiku! Yeoja itu aneh!” Eunhyuk seperti anak kecil yang mengadu pada ibunya.

Yesung hanya tertawa kecil lalu memberikan selembar kertas pada Eunhyuk yang diambilnya dari saku jasnya. “Itu imbalan untukmu karena sudah mengantar Youngmin sampai di sini. Gomawo, Hyuk,” katanya membuat Youngmin terkejut.

‘Oh, jadi dia yang menyuruhnya…’ batinnya sambil menggaruk kepalanya.

Ne, aku tahu! Aku akan mengambil cuti seminggu dan liburan sampai kakiku sembuh!” katanya dengan gaya yang berlebihan sebelum pergi dari sana.

Ahjussi, maafkan aku!”

“JANGAN MEMANGGILKU AHJUSSI!!!”

Yesung memandangi Youngmin yang berdiri di belakangnya. “Dia benar-benar marah padaku?” tanya Youngmin polos. Yesung hanya tertawa lalu menarik tangan Youngmin menuju sebuah meja.

“Ayo kita makan siang.”

 

**

 

(Yesung POV)

 

“Aku boleh memesan apapun yang kumau?” Youngmin bertanya dengan polosnya. Dia terlihat tidak sabar untuk memesan makanan. Seperti biasa, dia sangat memuja makanan.

Aku mengangguk. “Apapun yang kau mau.”

“Ah baiklah.” Dia memanggil pelayan lalu melihat menunya sebentar. Setelah memesan makanan yang dia sukai pelayan itu pergi. “Hari ini kau berubah jadi baik ya padaku,” katanya dengan polos sambil menunjukkan eyes smile nya. Lucu.

“Bukankah setiap hari aku memang baik?” kataku sambil meneguk air putih.

Dia menggeleng. “Biasanya kau menyebalkan dan selalu mengataiku jelek.” Kali ini mulutnya membentuk pout.

“ah ya aku hampir lupa. Penampilanmu hari ini bagus juga, selera Eunhyuk memang bagus,” pujiku sambil memandangi penampilannya.

Hari ini rambutnya digerai dengan model bergelombang. Tubuh mungilnya dibalut dengan dress selutut berwarna lembut yang menunjukkan bahu kecil dan kakinya yang tidak begitu tinggi. Dia terlihat… cantik.

“Benarkah? Jadi kau yang menyuruhnya membawaku ke salon?”

“Tidak, mungkin dia sengaja membawamu ke sana karena penampilanmu yang sama sekali tidak anggun.”

Pelayan datang membawa makanan pesanannya, memotong pembicaraan kami. Dan wajah Youngmin terlihat kesal saat menatapku.

“Ayo makan,” kataku sebelum yeoja itu meledak karena kesal.

Youngmin melahap makanannya dalam diam. Dia memang suka makan, tidak terhitung sudah berapa won uangku dia habiskan untuk membeli makanan selama ini. Tapi badannya sama sekali tidak gemuk. Malah hobi makannya terlihat lucu di mataku.

“Makan pelan-pelan, jangan seperti anak kecil.” Kuambil tissue dan membersihkan saus yang menempel di sekitar mulutnya.

Dia yang sedang mengunyah makanan hanya diam dan menatapku bingung. Meski tampangku datar-datar saja tapi aku tahu pipinya memerah.

“A..ah iya. Bagaimana rapatmu?” tanyanya setelah kutarik kembali tanganku dari wajahnya. Dia menunduk dengan wajah yang memerah.

“Baik. Untungnya aku bisa tepat waktu tadi.”

“Jadi… apa kau sudah mandi?” bisiknya sambil menatapku polos.

Sial. Kenapa dia mengingatkanku di tempat seperti ini. Wajahku panas mendengar bisikannya. Meskipun itu tidak bisa didengar orang lain sih. Tapi tetap saja.

“Cepat habiskan makananmu!” kataku ketus sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutku. Seharusnya makan siang ini akan terasa romantis dan berarti bagiku, tapi itu kalau yeoja tengil ini tidak mengingatkanku kalau aku… belum mandi.

 

**

 

“Mana aku tahu kalau kau belum mandi dari tadi pagi!”

“Tapi kau seharusnya bertanya di waktu dan tempat yang tepat bodoh!”

“Suaraku juga tidak kedengaran oleh orang lain kan tadi, jadi aku tidak salah!”

“Aish diam!”

Dengan kesal kusambar handuk yang tadi membalut badanku untuk mengeringkan rambut. Setelah pulang dari restoran aku langsung ke rumah. Pekerjaan di kantor bisa diambil alih sekretarisku, jadi aku bisa langsung pulang dan tidak usah ke kantor lagi.

“Tapi kau kan sudah mandi jadi jangan marah lagi!” teriaknya lagi sambil berbalik dan keluar dari kamarku.

Wajahnya tadi aku tidak salah lihat kan? Wajahnya memerah. Bukan karena malu, tapi karena kesal dan seperti tidak suka. Apa dia tidak suka aku marah seperti tadi? Dia seperti ingin menangis. Sekesal itukah?

Bruk.

“YA!” teriaknya sambil mengambil handuk yang kulempar padanya sebelum dia keluar.

“Jemur handuk itu di luar,” kataku yang tidak disahutnya lagi. Dia berjalan keluar dengan langkah lebar.

Apa dia benar-benar kesal? Atau jangan-jangan dia marah?

Ya Tuhan, wanita yang marah adalah petaka bagiku.

 

**

 

(Author POV)

 

Seharian ini Youngmin terlihat kesal. Wajahnya muram, bibirnya manyun, dan tatapannya datar saat Yesung mengajaknya bicara. Yesung jadi serba salah menghadapi yeoja itu. Seperti sekarang ini. Yesung sengaja mengajak Youngmin jalan-jalan di taman dan membelikannya es krim. Meskipun sebenarnya Youngmin senang karena Yesung semakin memperhatikannya, tapi tetap saja dia kesal. Dia tidak melakukan kesalahan tapi dimarahi oleh Yesung. Wajar sih kalau Youngmin kesal.

“Youngmin-ah…” panggil Yesung. Dia menatap Youngmin dari samping yang sedang asyik menjilat es krimnya. Sedangkan es krim Yesung sudah hampir mencair.

“Apa?” Youngmin menoleh dan ada sisa es krim di ujung hidung dan bibirnya.

Yesung mengedipkan matanya beberapa kali. Sisa es krim di hidung dan bibirnya membuat Youngmin terlihat semakin lucu. Itu membuat jantung Yesung berdegup kencang.

“A..ada..”

“Ada apa?”

Yesung mengurungkan niatnya untuk memberitahu Youngmin tentang sisa es krim itu. Dia hanya menghembuskan nafasnya pelan lalu menggenggam tangan Youngmin. “Soal yang tadi siang maafkan aku..”

“Yang mana?”

“Yang itu…”

“Yang itu yang mana?”

Yesung menggerutu dalam hati. Kenapa yeoja itu malah mempersulitnya? “Arra… arra… maafkan aku karena sudah memarahimu tadi siang. Kau tidak salah sama sekali, maafkan aku,” ujar Yesung sedikit kesal. Dia memakan es krimnya sekaligus hingga tersisa setengah.

Youngmin mengulum senyumnya. Yesung lucu juga ternyata kalau sedang kesal. “Ne, aku maafkan,” katanya sambil menjilati es krimnya lagi.

Yesung menoleh. “Benarkah? Aah akhirnya. Kau itu seram kalau marah, jadi jangan marah lagi ya?” katanya sambil menarik wajah Youngmin dan mengecup bibirnya.

Bukan hanya mengecup. Yesung juga melumatnya dan membuat Youngmin terkejut setengah mati. Kalau saja dia tidak terpaku, Youngmin pasti sudah menendang kakinya atau menjambak rambutnya. Tapi dia hanya bisa diam dan merasakan jantungnya yang berdegup kencang.

“Ada sisa es krim di bibirmu,” kata yesung setelah melepaskan ciumannya. Dia mengeluarkan sapu tangan dari sakunya lalu membersihkan sisa es krim di ujung hidung Youngmin. “di sini juga.” Lalu mengecup pelan ujung hidung mancung yeoja itu.

Pipi Youngmin panas dan sekarang terlihat memerah. Youngmin hanya bisa memegangi pipinya.

Panas…’ batinnya malu.

“Habiskan es krimmu, kita jalan-jalan lagi.” Yesung menarik tangan Youngmin dan memakan habis es krimnya.

Youngmin diam saja ditarik seperti itu oleh Yesung. Tangan Yesung kali ini terasa hangat. Rasanya sudah lama Youngmin tidak digandeng seperti itu. Sejak… kekasihnya meninggalkannya dulu sebelum bertemu Yesung.

“Seung! Disini!”

Youngmin menoleh mendengar suara itu. Itu suara seorang yeoja di dekat taman. Yeoja itu berlari ke arah namja yang dipanggilnya tadi, lalu memeluknya. Youngmin terpaku sampai-sampai dia berhenti berjalan. Es krimnya dibiarkan mencair sampai mengotori tangannya. Wajahnya berubah murung. Aneh, rasa sakitnya kembali lagi hanya dengan melihat namja dan yeoja itu berpelukan dan terlihat bahagia. Bukankah itu romantis?

Yesung menoleh ke belakang dan bingung melihat Youngmin yang hanya terdiam. Dia ikut menoleh pada namja yang dilihat Youngmin. Ada apa?

“Hei kau kenapa?” tanyanya sambil memegang bahu Youngmin.

Youngmin tersadar dari lamunannya. Dia menoleh pada Yesung dan menggelengkan kepalanya. “Aku tidak apa-apa.”

Yesung melihat ke arah namja itu lagi. “Kau kebanyakan nonton drama ya? Melihat yang seperti itu saja kau aneh,” komentar Yesung. Dia tertawa kecil untuk mencairkan suasana. Dia mengacak rambut Youngmin sebentar lalu kembali menarik tangannya.

Youngmin memang drama queen. Dia suka drama karena isinya romantis dan aktornya juga tampan-tampan. Tapi orang lain malah melihat hobinya itu dengan aneh.

 

**

 

Youngmin dan Yesung memasuki rumah setelah pulang dari jalan-jalan. Yesung masih bingung melihat wajah Youngmin yang masih lesu. Apa dia hanya lelah atau memang sedang sedih? Yesung tidak tahu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yesung saat mereka sama-sama akan masuk ke dalam kamar masing-masing.

Ne, aku baik-baik saja.”

Sebenarnya Yesung masih belum yakin dengan jawaban Youngmin, tapi dia tidak mau mengganggu Youngmin. Dia juga tidak tahu apa alasan yeoja itu jika dia benar sedang sedih.

“Terima kasih sudah memperhatikanku.”

Ne?” Yesung sedikit kaget mendengar kata-kata Youngmin.

Youngmin tersenyum lembut dan membuat jantung Yesung berdegup semakin kencang.

“Hari ini kau sudah sangat baik padaku. Tidak seperti biasanya hehehe… Tapi.. terima kasih. Aku tinggal jauh dari keluargaku dan juga aku tidak punya siapa-siapa di sini. Dan aku senang diperhatikan seperti ini,” kata Youngmin. Kemudian dia menunduk dan tanpa disadarinya Yesung menariknya ke dalam pelukan yang hangat.

Youngmin kaget. “Yesung?” ucapnya sambil mengangkat wajahnya untuk menatap Yesung.

“Aku menyukaimu, Han Youngmin…”

Jantung Youngmin kembali berdegup kencang. Mungkin sebentar lagi jantungnya bisa lepas.

“Aku tidak tahu apa kau juga menyukaiku. Tapi bisakah kau menyukaiku? Aku harap kau bisa melakukannya. Ini perintah,” kata Yesung sambil terus memeluk Youngmin yang hanya bisa diam. Youngmin bingung apa yang harus dia lakukan? Apa dia juga menyukai Yesung? Dia tidak tahu, tapi setiap berdekatan dengan Yesung akhir-akhir ini jantungnya selalu berdegup kencang.

“Yesung, a..aku…”

Saranghae…”

Tidak tahu kenapa Youngmin tersenyum mendengar kata-kata itu dari mulut Yesung. Kedua tangannya naik ke punggung Yesung dan membalas pelukannya tidak kalah erat. Mungkin Youngmin harus segera membuka hatinya jika tidak mau masa lalunya menghantuinya. “Mungkin aku akan belajar menyukaimu mulai sekarang. Tapi aku tidak tahu apa ini akan berhasil atau tidak..”

Yesung tersenyum lebar. Dadanya terasa hangat, seperti berbunga-bunga. Jadi ini yang namanya jatuh cinta?

“Aku harap ini akan berhasil.” Yesung memegangi pipi Youngmin dan mendekatkan wajah mereka. Pelan tapi pasti bibir mereka akhirnya saling bersentuhan.

Yesung menikmati detik-detik saat bibirnya menyentuh bibir mungil Han Youngmin. Sampai mereka terbawa suasana dan perasaan mungkin untuk saling melumat bibir. Pelan-pelan mulai terdengar suara kecupan panas dari sentuhan bibir mereka. Tangan kiri Yesung mengelus pinggang Youngmin, membuat yeoja itu sedikit menggeliat geli. Sementara kedua tangan Youngmin berpindah ke dada dan pundak Yesung, melakukan hal yang sama dengan yang Yesung lakukan, mengelusnya.

Rasa panas mulai masuk ke dalam tubuh Yesung, sampai tanpa sadar kakinya menuntun langkah mereka ke dalam kamar Youngmin. Mereka sampai lupa menutup pintu. Lagipula tidak akan ada orang yang mengganggu. Tubuh mereka jatuh di atas kasur dengan Youngmin yang ditindih Yesung. Ciuman mereka terlepas dan mata mereka saling menatap.

“A..apa hanya ini caranya untuk belajar menyukaimu?” tanya Youngmin polos.

Yesung tersenyum mendengar suara polos yeoja itu. Dia mengangguk dan mulai membuka kaus yang dipakainya. Lalu kembali menunduk dan mencium leher mulus Youngmin. Youngmin merinding merasakan nafas Yesung di lehernya. Dia meremas bahu Yesung dan sesekali mendesah pelan.

“Ngghh.. Yesunghh…” Desahan Youngmin semakin keras saat Yesung menjilat lehernya dan menggigitnya kecil. Tangan halus Youngmin meremas rambut Yesung, menjadikannya sebagai pelampiasan dari ‘sengatan’ pada lehernya.

Sementara bibirnya sibuk pada leher Youngmin, tangan Yesung aktif menurunkan tali dressnya sampai terlepas dari tubuh mungilnya. Bibir Yesung semakin turun ke dada Youngmin. Dia mengecup pelan kulit dadanya yang tidak tertutupi bra. Youngmin hanya mendesah pelan menikmati perlakuan Yesung. Sedangkan detak jantungnya makin menjadi-jadi. Seperti akan lepas dari dalam dadanya.

“Youngmin..” Yesung menatap Youngmin. Dia mengelus pipi halus Youngmin. Sedangkan Youngmin hanya menatapnya polos.

N..ne?” tanyanya polos.

“Kau mengijinkanku?” tanya Yesung. Youngmin hanya menunduk, lalu mengangguk pelan dengan wajah yang memerah.

“I..iya..” jawabnya malu-malu.

Yesung tersenyum lebar lalu membuka pengait bra Youngmin sampai terlihat payudaranya. Youngmin menunduk. Pipinya memerah saat Yesung menatap tubuhnya dengan tatapan… mesum? Yesung mengangkat dagu Youngmin dan melumat bibirnya dengan sedikit ganas tapi tetap lembut. Sedangkan kedua tangannya sibuk memainkan payudara Youngmin, meremasnya dan sesekali memilin nipplenya.

“Mmmh..”

Namja itu semakin menurunkan kepalanya hingga menghadap kedua dada Youngmin yang sudah tak tertutup kain.

“Ngghh aahh… Yesunghh… Ukh…” desah Youngmin saat Yesung secara tiba-tiba menghisap nipplenya kuat-kuat.

Yeoja itu meremas rambut Yesung untuk melampiaskan kenikmatan yang dirasakannya. Yesung semakin bernafsu menikmati payudara Youngmin. Dia tidak segan menggigit kecil benda kecil yang dihisapnya itu dan menjilati gundukan yang sudah basah akibat ulahnya.

“Sshh aahh Yesunghh…” Desahan Youngmin semakin keras. Sampai-sampai tanpa sadar sebelah tangannya membantu Yesung meremas payudaranya yang terbebas dari bibir namja itu.

Dan hal itu membuat tubuh Yesung semakin panas. Tubuh atasnya semakin dibasahi keringat dan udara di kamar itu semakin terasa panas. Saking bernafsunya namja itu sampai menarik pelan nipple Youngmin dengan jari-jarinya dan membuat Youngmin mengerang pelan.

Yesung semakin menurunkan ciumannya. Dada, perut, sampai ke bagian intim Youngmin yang masih tertutup celana dalam.

“Aahh Yesunghh… oohh..” Youngmin hanya bisa mendesah sambil meremas bantal di kiri dan kanannya. Yesung sekarang sudah menyelipkan satu jarinya ke dalam celana dalam Youngmin dan mengelus pelan organ intimnya yang agak basah.

“Sebut namaku, Youngmin. Sebut namaku,” bisik Yesung lembut.

“Yesung… aahh Yesunghh… sshhh aahh..” Youngmin terus mendesah. Alisnya berkerut menahan sensasi yang dirasakannya. Yesung hanya tersenyum lebar mendengar suara seksi yeoja itu. Dadanya semakin berdebar-debar dengan apa yang dia lakukan. Rasa yang belum pernah Yesung rasakan sebelumnya.

Yesung membuka celana dalam Youngmin dan membuangnya sembarangan. Dia menekuk kedua kaki Youngmin sampai kedua paha yeoja itu terbuka lebar. Youngmin hanya bisa ‘menikmati’ perlakuan Yesung. Sementara namja itu menelusupkan wajahnya di antara kedua kaki Youngmin, lalu mengecup klitorisnya yang memerah.

“Ughhh Yesung-ahh..” Youngmin semakin menggila dengan Yesung yang sekarang mempermainkan klitorisnya dengan lidah dan jari telunjuknya. Yeoja itu merasa sesuatu akan keluar dari dalam tubuhnya sampai-sampai kedua kakinya terasa mengejang dan…

“Aaaahh…” Youngmin mendesah panjang bersamaan dengan cairan yang langsung memasuki mulut Yesung. Namja itu tidak jijik untuk menelan cairan itu. Dia menjilati kemaluan Youngmin yang masih terlihat basah akibat cairan yang tersisa, lalu merangkak naik ke atas tubuh Youngmin yang berkeringat.

Saranghae, Han Youngmin,” bisik Yesung sambil mengecup bibir mungil Youngmin yang sedang terbuka menghirup oksigen.

Youngmin membuka matanya, lalu menatap Yesung dan wajahnya langsung memerah. Apa seperti ini rasa jatuh cinta lagi? Pikir Youngmin.

“Kau cantik,” bisik Yesung lagi dan membuat pipi Youngmin semakin memerah. Pipinya panas dan rasanya dia tidak mampu lagi menatap Yesung yang sekarang tersenyum padanya. Namja itu… tampan.

GILA! Apa yang kau pikirkan, Youngmin?! Namja tengik itu? Dia tampan? Youngmin pasti sudah buta.

Sementara Youngmin sibuk dengan pikirannya sendiri, Yesung memanfaatkan kesempatan untuk ‘menyatukan’ tubuh mereka. Youngmin terkejut saat merasa sakit pada bagian bawah tubuhnya. Dia tidak sadar Yesung sudah hampir memasuki tubuhnya dan rasanya seperti saat pertama kali. Tapi rasa berdebarnya jauh lebih ‘gila’.

“Akh… Yesung…” rintih Youngmin. Dia menutup matanya dan reflek memeluk Yesung erat-erat.

“Aku mencintaimu, Youngmin.. aku mencintaimu hhh…” racau Yesung sambil terus menyatukan tubuh mereka. Tapi Youngmin rasa itu bukan racauan. Namja itu sengaja mengucapkannya.

Youngmin hanya diam. Dia tidak tahu harus membalas apa. Belum sempat dia menemukan kata-kata yang harus dikatakannya untuk membalas ucapan Yesung, Youngmin kembali terkejut.

“Ngghh ooh…”

Tiba-tiba Yesung mulai memaju mundurkan tubuhnya dengan pelan dan membuat rasa menyengat di antara mereka mulai muncul. Yesung tidak menyembunyikan suara desahannya. Desahan dan erangan kecil dari mulut mereka berdua bercampur. Suara mereka memenuhi kamar Youngmin yang semakin terasa panas, padahal pintunya tidak di tutup.

Entah apa yang merasuki namja itu, tapi Yesung menyadari satu hal semenjak bertemu dengan Youngmin. Ada rasa yang berbeda di antara mereka. Yesung tidak suka yeoja yang menyebalkan, tapi Youngmin selalu membuatnya tertawa setiap kali mengingat kekonyolan yang mereka lakukan. Youngmin bukan orang pertama yang ‘tidur’ bersama Yesung, tapi bersama Youngmin namja itu merasa seperti baru pertama kali melakukannya.

Youngmin memang berbeda. Mungkin itulah kenapa Yesung yakin harus membuka hatinya untuk yeoja tengik itu.

“Ahh Youngmin… saranghae sshh saranghae…” bisik Yesung bercampur desahan tepat di telinga Youngmin.

Youngmin menggigit bibirnya kuat-kuat. Dia sedang mencoba menahan desahannya, tapi seperti nya itu sia-sia saja.

“Ngghh aahh, Yesunghh… aaah…” Akhirnya desahan Youngmin pecah saat Yesung mempercepat gerakannya.

Yeoja itu mengeratkan pelukannya pada punggung Yesung. Punggung tegap namja itu sudah basah dan licin karena keringat, begitu juga tubuh Youngmin. Kamar nya itu terasa sangat panas. Padahal setahu Youngmin seluruh ruangan di rumah mewah ini tidak pernah luput dari AC yang selalu menyala.

Di tengah aktivitasnya, Yesung mengangkat dagu Youngmin agar mata mereka sejajar. Mata mereka bertemu sebelum Yesung mengecup ringan bibir mungil yeoja itu. Kemudian mengubah posisi mereka hingga Youngmin berada di atasnya tanpa menghentikan aktivitasnya.

“Lakukan, Youngmin..” ujar Yesung dengan suara berat dan rendah. Dadanya masih tersengat gairah yang memanas. Apalagi menurut Yesung, Youngmin terlihat semakin seksi jika dengan posisi seperti ini. *dasar mesum -___-v*

Youngmin kebingungan. Dia menggigit bibir bawahnya sambil berpikir. Mengikuti nalurinya akhirnya Youngmin mencoba mengangkat pinggangnya lalu menghentakkannya pelan.

“Aaah…” desis Youngmin pelan saat bagian tubuh bawah Yesung keluar dan masuk ke dalam kemaluannya.

“Yah.. seperti itu…” bisik Yesung menggigit bibir bawahnya dan menatap Youngmin dengan tatapan seperti ingin menerkamnya. “Teruskan, Youngmin.”

Yeoja itu melakukannya sekali lagi dan lagi-lagi seluruh tubuhnya seperti tersengat listrik. Kenapa nikmat sekali? Rasanya sebelum ini dia juga pernah melakukan hal ini tapi tidak senikmat ini. Apa ini karena dia melakukannya bersama Yesung?

“Youngmin.. fasterhh aahh faster…” Yesung mulai menjerit. Tubuhnya semakin panas dan gerakan Youngmin semakin lama semakin cepat.

“Yesunghh aahh… Ngghh Yesunghh…” Youngmin pun menjerit, memanggil-manggil nama Yesung sambil terus mempercepat gerakannya.

Tangan-tangan nakal Yesung tidak tinggal diam. Namja itu meraih payudara Youngmin yang bergelantungan bebas lalu meremasnya sambil memain-mainkan nipple yeoja itu.

“Aaahh Yesunghh…” Youngmin menjerit lagi. Yesung kali ini mencubit nipplenya. “Sakithh.”

“Aah mian.” Yesung menarik Youngmin dan mencium bibir mungilnya. Melumat dan mengajak lidahnya bermain dalam nafsu. Dengan cepat dia memutar posisi mereka. Yesung kembali memegang kendali atas permainan ini.

Yesung menggerakkan pinggulnya lebih cepat dan membuat Youngmin mendesah tertahan di dalam ciuman panas mereka. Saliva mereka berjatuhan di dagu Youngmin. Mengalir hingga di dada Youngmin yang sudah basah terkena keringat. Kemaluan mereka semakin licin dengan cairan yang terus keluar dari kemaluan Youngmin. Hingga akhirnya gelora itu hampir tiba.

“Aku sudah tidak tahan, Yesungh…” desah Youngmin setelah menjauhkan wajah Yesung dan melepaskan ciuman mereka.

“Kita keluarkan bersama.. aahh…” Yesung terus mempercepat gerakan mereka hingga tanpa sadar ujung kemaluannya mengenai g-spot Youngmin.

Tubuh Yesung semakin panas seperti akan meledakkan sesuatu hingga akhirnya sesuatu yang hangat semakin membasahi kejantannya di dalam sana.

“Yesunghh aku keluarhh aaahhhh….” lenguh Youngmin. Dia meremas bahu Yesung kuat-kuat. Melepaskan kepuasannya yang diikuti cairan hangat milik Yesung.

“Aaaaaahhh…” mereka melenguh bersama menikmati kepuasan mereka.

Yesung merasa tubuhnya melemas dan jatuh di samping tubuh Youngmin. Mereka sama-sama mengatur nafas masing-masing. Dengan pelan Yesung meraih bahu Youngmin dan memeluknya erat.

“Aku benar-benar menyukaimu, Han Youngmin,” bisiknya sambil menutup matanya.

Youngmin yang masih terkejut hanya diam. Jantungnya belum tenang setelah permainan mereka barusan dan Yesung kembali membuatnya terkejut.

“Aku janji akan mengubah semua sikap burukku demi kau, Youngmin. Mulai sekarang kau akan menjadi satu-satunya yeoja di hidupku. Jadi…” Yesung melepaskan pelukan mereka dan menatap mata Youngmin yang masih terlihat terkejut. Dia mengangat tangan Youngmin dan mencium punggung tangannya. Sukses membuat pipi Youngmin memerah. “Jadi maukah kau menerimaku?” tanyanya. Malam ini sepertinya jantung Youngmin akan lepas dari tempatnya.

 

‘Yesung baru saja menyatakan cintanya padaku?’

 

*to be continued*

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 01/04/2015, in FF, Super Junior and tagged . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. harusnya yesung bilang maukah kau menikah denganku?

  2. meski sempat lupa dg crt sebelum nya..tp crtnya ckp mengobati kerinduan sama pasangan ini..
    next part ditunggu

  3. aQ kira g’ ada lgIe yg mau ngisi bloq iNie karna g’ ada yG bru

    tak kira part 2 i2 dah end ternyata msh bersambung hehehehehe jgn lma2 Ea hachi

  4. gila….
    yesung dah ktularan virus yadong nih…ckck
    aigoo youngmin mang bener gadis polos ne…masa eunhyuk di blang ahjusi byeont esih.,…kkkk

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: